20160325

Kebaktian Jumat Agung, Jumat 25 Maret 2016 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan jauh-jauh hari telah berbicara kepada pribadiku sekitar tahun 1986 ketika doa semalam suntuk. Sekitar jam 3 sampai jam 4 subuh, “umatKu membutuhkan pola ibadah yang benar agar terhindari dari kekacauan ibadah akhir zaman”. Itu suara yang jelas sampai sekarang dan termeterai dalam hati saya. Ketika suara itu datang, langsung alur pikiran saya dibawa pada pola Tabernakel mulai dari halaman sampai ruangan maha suci. Inilah pola ibadah, kalau kita keluar dari pola ini maka kita akan berjalan tidak jelas sasarannya.

Yohanes 19:33-37
19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
19:35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
19:36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
19:37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

Berbicara salib sama dengan berbicara Mezbah Korban Bakaran. Itu ada di halaman Tabernakel yang dibangun oleh bangsa Israel. Tabernakel yang dibangun ini menunjukkan kerajaan Sorga mini yang dibangun di dunia. Jadi berbicara salib sama dengan berbicara Mezbah Korban Bakaran.

Mezbah Korban Bakaran ini dibuat dari tembaga murni. Berbicara tembaga itu menunjukkan penghukuman. Bentuknya segi empat, panjang 5 hasta, lebar 5 hasta dan tinggi 3 hasta. Tingginya ini dibagi dua, di tengah-tengahnya ada jala-jala. Di situlah korban lembu, domba atau kambing dibakar.
Keluaran 27:1
27:1 "Haruslah engkau membuat mezbah dari kayu penaga, lima hasta panjangnya dan lima hasta lebarnya, sehingga mezbah itu empat persegi, tetapi tiga hasta tingginya.

Tinggi 3 hasta menunjuk Tritunggal Allah. Yang di tengah-tengah itu menunjuk Yesus Anak Domba Allah yang berkorban untuk kita. Angka 5 adalah angka kemurahan. Di setiap sudut mezbah korban bakaran ini ada tanduk yang juga dari tembaga. Tanduk menunjuk kuasa kemenangan (kuasa kebangkitan).

Jadi ini adalah kemurahan Tuhan yang ditawarkan kepada manusia yang ada di empat penjuru alam. Tuhan tidak memaksa seseorang untuk menerima Dia. Tetapi Tuhan mengulurkan tangan kepada siapa yang mau menerima Dia, supaya orang tersebut mengalami pekerjaan penebusan. Menolak berarti tidak ada pekerjaan penebusan bagi hidup itu. Sekalipun di mata manusia dia orang baik, orang yang terhormat, tetapi menolak korban Kristus sama dengan menolak harga penebusan, baginya tidak ada keselamatan. Sekalipun orang itu jahat sejahat-jahatnya tetapi kalau menerima korban Kristus, dia mendapatkan keselamatan asalkan dia percaya dan bertobat beri diri dibaptis.

Kita melihat bagaimana Tuhan mengulurkan tangan demi keselamatan kita. Hari ini kita memperingati di mana Korban Anak Domba Allah itu lebih 2000 tahun yang lalu.

Untuk mempercepat korban itu terbakar menjadi abu maka dibutuhkan 5 alat. Asapnya naik ke atas untuk Tuhan dan abunya turun ke bawah menjadi berkat bagi saya dan saudara. Ini rencana Allah yang sangat agung, yang sangat misteri yang tidak bisa kita kelolah dengan akal kita dan hanya bisa kita dekati dengan iman.
Ibrani 11:6
11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Asap korban itu berbau harum dan itu untuk Tuhan sehingga orang yang menghadap mezbah itu mendapatkan keselamatan. Ada satu syarat yang tidak boleh dialpakan oleh siapapun kalau mau menghampiri mezbah.
Keluaran 20:26
20:26 Juga jangan engkau naik tangga ke atas ke mezbah-Ku, supaya auratmu jangan kelihatan di atasnya."

Artinya ketika kita datang menghampiri salib Golgota, mengucap syukur atas pekerjaan penebusan jangan dengan tinggi hati. Kalau datang dengan angkuh, tinggi hati dan merasa diri ini dan itu maka orang itu akan nampak auratnya, nampak dagingnya.

Bukan hanya kalau Jumat Agung atau saat merayakan Paskah baru bersikap seperti ini namun setiap kita menghadap Tuhan beribadah jangan kita tampil dengan tinggi hati tetapi kita harus tampil dengan rendah hati sehingga daging kita tidak kelihatan. Ketika kita datang dengan kerendahan hati maka Tuhan punya kesempatan untuk meninggikan kita. Tetapi ketika datang dengan tinggi hati maka itu kesempatan Tuhan untuk merendahkan kita.

Dalam setiap kali kita beribadah, hadirlah dengan merasakan kita hanya debu tanah. Katakanlah seperti Daud “aku hanya cacing”. Kalau dilihat Daud ini adalah orang nomor satu di Israel, kalau bicara kekayaan tidak ada yang menandingi lagi tetapi dia mengatakan “aku hanya cacing”. Apalagi ketika dia melakukan dosa di mana dia berzinah dengan isteri Uria, dengan segala kerendahan hati dia memohon-mohon belas kasihan Tuhan. Dia berkata “Tuhan bersihkan aku dengan hisop, jangan ambil RohMu yang ada padaku”. Dia tahu bahwa kekuatan yang ada padanya bukan karena Daud adalah manusia yang cakap dan jago tetapi karena Roh Kudus yang ada padanya.

Ketika tampil dengan tinggi hati maka daging yang nampak padahal di salib itu adalah tempat awal mula daging kita dirobek di hadapan Tuhan. Pengalaman Yesus, Dia adalah pembuka jalan bagi kita.
Ibrani 10:20
10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Inilah perobekan daging. Ketika Tuhan Yesus disalib maka terjadi gempa bumi yang dahsyat. Tetapi sebelum gempa, tirai Bait Suci sudah robek. Itu menunjuk daging yang dirobek. Jadi kita datang beribadah bukan dengan membawa kesombongan kita tetapi kesombongan itu yang harus dikoyakkan. Itu bukti bahwa orang itu beribadah kepada Tuhan dan hamba Tuhan itu melayani Tuhan. Tetapi kalau datang dengan tinggi hati maka itu berarti ibadahnya dan pelayanannya sia-sia. Kalau tidak ada perobekkan daging bagaimana bisa masuk dalam ruangan maha kudus, bagaimana bisa jumpa dengan Mempelai Laki-laki Sorga.

Ketika kita menghampiri Mezbah Korban Bakaran kita melihat 5 alat untuk dipakai mengelolah daging itu supaya segera hangus dan berbau di hadapan Tuhan dan abunya turun menjadi berkat bagi saya dan saudara. Jadi Tuhan Yesus berkorban bukan hanya untuk menyenangkan hati Bapa di Sorga tetapi di dalamnya tersaji berkat bagi kita.

Kita melihat apa yang kena mengena dengan Tuhan Yesus dikaitkan dengan 5 alat ini. Mulai dari pengadilan Kayafas, Herodes, Pilatus sampai ke gunung Golgota, 5 alat ini kena kepada tubuh Yesus.

Lembing adalah alat yang kelima yang diterima oleh Tuhan Yesus. 4 alat yang menyiksa Yesus dan dengan itu Dia sudah mati. Tetapi masih butuh alat yang kelima. 4/5 sudah ada dan masih dibutuhkan 1/5 supaya genap menerima 5 alat.

1.      Cemeti
Yohanes 19:1
19:1 Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.

Tuhan Yesus dicambuk 40 kali, itu berarti hukuman mati. Kalau dicambuk kurang dari 40 kali itu berarti belum dilanjutkan dengan hukuman mati, tidak boleh lebih.

Kita ini juga membutuhkan cambuk/cemeti. Cambuk/cemeti ini dalam gereja Tuhan kena pada jabatan GURU. Jadi kalau gereja Tuhan menolak Firman pengajaran yang bagaikan mencambuk dia, berarti sama dengan tidak penuh penghargaannya terhadap Korban Kristus.

Cemeti ini kena pada Kristus ketika Dia disalib, maka ini juga harus kena kepada TubuhNya yaitu gereja yang akan menjadi Mempelai WanitaNya.

Cemeti ini ditujukan pada murid-murid. Berarti status kita sebagai umat Tuhan ditingkatkan pada status murid, berarti tidak bisa kita elakkan Pengajaran Firman yang mencambuk kita. Kalau mau sempurna dan mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan maka tidak boleh mengelak dari hal ini. Sebab itu di dalam gereja perlu Firman pengajaran, jangan kita tolak.

Dalam penyajian Firman pengajaran membutuhkan waktu. Firman penginjilan ada kalanya panjang dan ada kalanya pendek saja. Kalau hanya sampai pada Firman penginjilan dan tidak mau ditingkatkan pada Firman pengajaran maka sama dengan orang Kristen itu hanya sampai pada suasana anak-anak dan tidak bisa dewasa.

Firman penginjilan itu dibutuhkan tetapi kalau berhenti pada Firman penginjilan maka rohani tetap kanak-kanak, makanya butuh Firman pengajaran supaya dewasa rohani. Bagaimana nasibnya kalau tidak dewasa rohani? Akan tertinggal dalam aniaya antikristus 3,5 tahun.
Wahyu 12:17
12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Tujuan Tuhan kita dicambuk (diajar) supaya kita dewasa. Mungkin sekarang kita mengatakan “saya ada Fiman pengajaran” tetapi kadang kala kita menghindar ketika dicambuk. Jangan seperti dalam kitab Yesaya, yang ketika cambuk itu berdesik-desik mereka malah berkata “tidak kena!”.
Yesaya 28:15
28:15 Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

Bohong dan dusta itu warna daging. Kita tahu bapak pembohong itu adalah iblis. Sebabnya bapak ibu kekasih dalam Tuhan Yesus yang diberkati beserta anak muda remaja, kalau Firman datang dengan keras atau di rumah bapa ibumu tegur/ marah kepadamu, terima itu. Tidak mungkin bapa kita akan membunuh kita. Kita dimarahi demi kebaikan. Di dalam ibadah hal itupun kita alami.  

2.      Mahkota duri
Yohanes 19:2-3
19:2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.

Mereka meninju Tuhan Yesus di kepalaNya, bambu juga dipukulkan di kepalaNya, Dia juga diludahi di wajahNya. Ketika itu terjadi mereka menyelubungi muka Yesus lalu memukulNya dan berkata “cobalah bernubuat siapa yang memukul Engkau”.
Markus 14:65
14:65 Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: "Hai nabi, cobalah terka!" Malah para pengawal pun memukul Dia.

Markus 14:65 (Terjemahan Lama)
14:65 Maka mulailah beberapa orang meludahi Yesus serta menudungi muka-Nya, dan meninju Dia, serta berkata kepada-Nya, "Bernubuatlah!" Maka segala hamba itu pun menampar muka-Nya.

Mahkota itu ada di kepala Yesus. Yang diselubungi adalah kepala Yesus. Mahkota ini menunjuk jabatan NABI bagi gereja Tuhan. Ini  adalah Firman nubuatan. Kita gereja Tuhan dibangun di atas dasar rasul dan nabi, berarti di atas dasar Firman pengajaran dan Firman nubuatan dengan Tuhan Yesus sebagai perekatnya.

Hari-hari terakhir ini kita harus jeli dan banyak memperhatikan dengan baik apa yang sedang terjadi dan akan terjadi lalu periksa itu di dalam Firman Allah supaya kita punya kesiapan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua. Makanya perlu roh nabi di dalam gereja. Ini tidak boleh diabaikan, harus diperhatikan dengan teliti.
II Petrus 1:19
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Dengan memandang Yesus yang bermakota duri sebenarnya membangkitkan perhatian kita untuk melihat nubuatan-nubuatan para nabi. Nubuatan yang terbesar adalah Alkitab, cocokkan semuanya itu dengan Alkitab. Jangan tertipu dengan nubuatan-nubuatan akhir zaman ini yang isinya hanya membengkakkan daging kita dan membuat kita menjadi sombong! Nubuatan itu menunjuk perkara yang akan datang bagaimana gereja Tuhan menuju pada kesempurnaan menyambut Tuhan Yesus. Firman pengajaran dan Firman nubuatan sama-sama membawa kita masuk pada penyaliban daging.

Banyak orang menggunakan nubuatan palsu ini sebagai alat mencari nafkah dan dia tidak mengerti hal itu. Jika nubuatan itu mengoreksi dan menyayat daging saudara, terimalah. Itulah nubuatan yang benar.

Orang yang bernubuat itu nampak berharga dan gembala tersisihkan seperti dalam sidang jemaat Tiatira. Yang mereka puja-puja di situ adalah wanita Izebel yang suka bernubuat.
Wahyu 2:20
2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala

Dia bernubuat tetapi makan persembahan berhala dan mengajar hamba-hamba Tuhan untuk berbuat zinah. Kalau Izebel sudah mengajar hamba Tuhan apalagi kalau yang diajar itu adalah laki-laki maka itu pasti sudah menyimpang.

I Korintus 14:5
14:5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

Karena mengejar supaya dia disebut lebih berharga, makanya banyak orang bernubuat walaupun itu hanya kata hatinya. Ini penipuan seperti yang terjadi di Tiatira, Izebel bernubuat sehingga gembala tersisihkan. Tetapi untung Tuhan menyuruh Yohanes menulis surat untuk dikirimkan kepada gembala di Tiatira. Surat dari Tuhan ini juga untuk didengar oleh Izebel yang isinya kutuk kepadanya dan orang-orang yang mengikuti dia.

Melihat mahkota duri berarti kita diarahkan oleh Tuhan untuk melihat Firman nubuatan. Kepala Yesus bermahkota duri karena memikirkan keselamatan kita. Tuhan Yesus merencanakan, memikirkan masa depan gereja Tuhan untuk menjadi Mempelai WanitaNya, menjadi tubuhNya.

Bukan berarti nubuatan itu semuanya salah, ada yang benar ukurannya adalah firman.

3.      Salib
Yohanes 19:17
19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.

Yesus menggunakan bahu atau tanggung jawab dalam memikul kayu salib. Dalam pelajaran untuk kita, sebagai anggota Tubuh Kristus, sebagai umat Tuhan, memikul salib ini menunjuk tanggung jawab seorang gembala untuk memaparkan apa itu Firman pengajaran dan Firman nubuatan. Jadi kayu salib kena pada jabatan GEMBALA. Dengan demikian dia harus mantap dengan Firman pengajaran dan Firman nubuatan.

Tuhan Yesus perintahkan Malaikat untuk memperlihatkan kepada Yohanes tentang kondisi Babel sundal besar dan Yerusalem Baru. Jadi seorang gembala harus tahu keberadaan Babel sundal besar dan Yerusalem Baru supaya bisa menunjukkan kepada jemaat. Dua-duanya disebut perempuan. Ke mana kita melangkah? Siapa yang membimbing? Siapa yang memikul tanggung jawab ini? Itu ada pada bahu gembala.
1 Timotius 4:16
4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Tuhan mengangkat gembala caranya berbeda dengan pengangkatan rasul, nabi, penginjil dan guru. Untuk mengangkat gembala Yesus harus melalui pengalaman mati dan bangkit. Pengangkatan gembala setelah Tuhan Yesus bangkit, itu dihubungkan dengan Tabernakel.
Yohanes 21:15-16
21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Ini dikaitkan dengan angka 153
Yohanes 21:11
21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

153 adalah angka suasana Kerajaan Sorga.
100 hasta panjang Tabernakel
50 hasta lebar Tabernakel
3 tingkatan Tabernakel yaitu halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci.

Jadi ketika Tuhan mengangkat Petrus sebagai gembala, itu dihubungkan dengan Tabernakel yaitu suasaa Kerajaan Sorga.
Roma 14:17-18
14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
Kebenaran itu adalah daerah halaman. Damai sejahtera itu ruangan suci dan sukacita oleh Roh Kudus itu ruangan maha kudus.

Kalau mau beribadah dan melayani yang berkenan kepada Tuhan maka ikuti polanya Tuhan ini, sistemnya jangan salah. Itu sebabnya iblis sangat marah tentang ini. Dari 4 hal yang dihujat oleh antikristus, salah satunya adalah Tabernakel.
Wahyu 13:6
13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
13:6 And he opened his mouth in blasphemy against God, to blaspheme his name, and his tabernacle, and them that dwell in heaven.

Jangan kaget kalau kita mendapatkan banyak umpatan, caci-maki, nistaan dan fitnahan kalau kita ada pada pola ini. Saya tidak akan terkejut kalau banyak goncangan-goncangan menerpa saya karena roh antikristus tidak senang. Sebab pikiran iblis “jangan sampai jemaat Kristus Penebus meraih kesempurnaan” dan dia berupaya dengan berbagai cara untuk menghancurkan kita.

Ketika melihat kayu salib kita melihat Yesus sebagai Gembala dan pelaksananya adalah gembala kecil dalam sidang jemaat. Gembala kecil di dalam sidang jemaat harus mempertanggung jawabkan di hadapan Tuhan ketika Dia datang. Bayangkan kalau jiwa yang telah Dia beli dengan darahNya kemudian gembala mengajarinya dengan sewenang-wenang dan mengajarkan yang tidak benar. Saya ngeri dengan hal ini. Tetapi sangat aneh banyak yang suka seperti ini:
Yeremia 5:31
5:31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

Saya tahu bahwa saudara dan saya telah dibeli oleh Tuhan Yesus dengan darah yang mahal.
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Ini adalah penggembalaan yang diangkat oleh Tuhan. Gembala yang dimaksud di sini bukan gembala yang insidentil (sewaktu-waktu).

Dalam pelayanan Yesus, semua alat ini membuat Dia menderita dagingNya robek. Jadi munculnya 5 jabatan adalah untuk membuat daging kita robek.


4.      Paku
Kolose 2:14
2:14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:

Itu sebab kedua tangan dan kakiNya dipaku. Tangan dan kaki ini menunjukkan “perbuatan perjalanan seorang penginjil”. Jadi berbicara paku itu menunjukkan jabatan PENGINJIL. Seorang penginjil harus melihat sistem pelayanan Yesus di mana tanganNya lubang dan cara pendirian Yesus ditandai kakiNya berlubang.
Mazmur 123:1-2
123:1 Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
123:2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang

Memandang di sini berarti melihat cara Tuhan, bagaimana Dia bekerja. Kita bekerja menghadapi banyak pengolok itu sebabnya kita harus memandang tangan dan kaki Yesus yang berlubang paku.

5.      Tombak
Baru empat alat Yesus sudah mati padahal ayat yang digunakan ada lima. Jadi baru 4/5 Yesus sudah mati oleh sebab itu harus ditombak lambungNya supaya genap 5 alat. Itulah yang 1/5. 1/5 adalah angka denda. Banyak hal dalam Alkitab yang didenda antara lain karena bersalah kepada teman (nikah). Denda itu harus ditentukan oleh imam dan ditambah 1/5.

Penjahat di sebelah kiri dan kanan Yesus pantas dipatahkan kakinya sebab mereka belum mati. Yesus sudah mati tetapi kenapa Dia ditombak? Ketika Yesus ditombak keluar darah dan air, itu tanda kelahiran gereja. Kalau kita menghargai tentang kelahiran baru, berarti kita melihat darah Yesus dan air yang mengalir dari lambungnya. Tetapi kalau tidak menghargai kelahiran baru yang tandanya baptisan air sesuai Firman Allah, maka orang itu sama dengan mengolok salib Yesus!
Titus 1:16
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Ini orang Kristen di Kreta, mengaku pengikut Kristus tetapi menyangkal dengan perbuatan mereka. Lambung yang ditikam itu selalu ditekankan oleh Alkitab, Tuhan Yesus akan segera datang dan semua orang akan melihat Dia termasuk yang sudah menikam Dia.
Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
Zakharia 12:10
12:10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Kalau tidak serius mendengar Firman dan mempermainkan ibadah pelayanmu itu sama dengan menghina Dia yang tertikam. Kalau sekarang tidak serius mendengar Firman pengajaran dan nubuatan yang disampaikan oleh gembala maka kasihan hidupmu kelak. Orang seperti itu akan kena 21 bela yang akan menimpa dunia ini. Kenapa 21? Sebab dalam surat Roma ada 21 daftar kejahatan manusia.

Tombak ini menunjuk jabatan RASUL.

Denda itu diberikan setelah imam memberikan penilaian. Jadi peran imam atau hamba Tuhan itu sangat menentukan nasib jemaat.
Imamat 27:12,14,23
27:12 dan imam harus menetapkan nilainya menurut baik atau buruknya, dan seperti penilaian imam demikianlah jadinya.
27:14 Apabila seorang menguduskan rumahnya sebagai persembahan kudus bagi TUHAN, maka imam harus menetapkan nilainya menurut baik atau buruknya, dan seperti nilai yang ditetapkan imam demikianlah harus dipegang teguh.
27:23 maka imam harus menghitung baginya harga nilainya sampai kepada tahun Yobel dan orang itu haruslah mempersembahkan nilai itu pada hari itu juga sebagai persembahan kudus bagi TUHAN.

Jadi penentu penilaian adalah imam, dalam hal ini hamba Tuhan. Dalam Wahyu pasal 11 yang disuruh mengukur itu adalah hamba Tuhan. Alat pengukurnya adalah buluh atau tongkat bambu. Tongkat bambu ini ada pengalaman dengan Tuhan Yesus dalam perayaan Paskah. Pada waktu Domba Paskah mau disembelih, itulah Yesus, tongkat bambu ini punya peran dipukulkan ke kepala Yesus, ditaruh ditangan Yesus sebagai tongkat raja lalu mereka menyembah dengan mengolok-olok.

Jadi kita diukur oleh Tuhan lewat hamba Tuhan apakah kita menghargai Korban Kristus. Hamba Tuhan dapat merasakan anak Tuhan itu menghargai Korban Kristus dan datang dengan rendah hati atau tidak. Kalau anak Tuhan itu belum sampai pada ukuran maka dia dipacu terus untuk sampai pada ukuran. Itu tugas dari hamba Tuhan harus terus memacu sidang jemaat supaya pas dengan ukuran. Kalau tidak pas ukuran lalu Tuhan Yesus datang maka dia akan tertinggal dalam 3,5 tahun aniaya antikristus. Sebab itu bila kita diolok/dinista/difitnah hadapilah dengan sikap diam/tenang, tidak perlu sakit hati/ marah, dsb.

Mengapa imam yang mengukur? Karena dia diberikan Tuhan wibawa Ilahi sehingga dia diberikan kepercayaan untuk mengukur. Tentu dia lebih dahulu punya pengalaman dengan tongkat bambu tersebut.
Matius 16:19; 18:18
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Yohanes 20:23
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Apa saja yang didenda?
a)      Denda karena ibadah yang salah
Imamat 27:9,13
27:9 Jikalau itu termasuk hewan yang boleh dipersembahkan sebagai persembahan kepada TUHAN, maka apa pun dari pada hewan itu yang dipersembahkan orang itu kepada TUHAN haruslah kudus.
27:13 Dan jikalau orang itu mau menebusnya juga, ia harus menambahkan seperlima kepada nilai itu.

Berbicara hewan itu ada hubungannya dengan Mezbah Korban Bakaran, berarti hubungannya dengan ibadah. Sebelum mengenal Taurat yang diberikan di gunung Torsina, dahulu orang yang beribadah kepada Tuhan selalu membawa hewan di mezbah. Jadi yang dimaksud dengan hewan di sini menunjukkan ibadah kita. Ibadah kita itu punya nilai. Tuhan Yesus Imam Besar sudah menanggung nilainya dan Dia juga sudah kena denda.

Kalau kita datang beribadah coba pikirkan hal itu, jangan datang beribadah hanya asal sebagai umat Tuhan. Jangan sampai kita tidak serius beribadah sebab ada penilaian, kalau tidak serius maka anda bisa kena denda. Tuhan Yesus sudah kena denda kenapa kita harus didenda lagi. Alkitab mengatakan “orang benar jangan denda dia”. Berarti engkau tidak akan lagi kena denda kalau menghargai ibadah. Jangan beribadah lalu naik turun dan tidak serius mendengar Firman! Mana bisa mendengar sambungan Firman kalau seperti itu, itu menunjukkan tidak serius beribadah.

Amsal 17:26
17:26 Mengenakan denda orang benar adalah salah, memukul orang mulia pun tidak patut.

Amsal 17:26 (Terjemahan Lama)
17:26 Adapun mendendai seorang yang tiada bersalah itu jahatnya sama dengan menyesah seorang yang benar karena sebab kebajikannya.
Orang benar tidak kena denda. Kita sudah dibenarkan dari daeerah halaman, meningkat di ruangan suci kita disucikan, sampai di ruangan maha suci kita disempurnakan. Hargai ibadah, Yesus sudah kena denda, kenapa kita harus kena denda lagi! Itu terjadi di halaman (mezbah korban bakaran).

b)      Denda karena salah terhadap sesama
Bilangan 5:7
5:7 maka haruslah ia mengakui dosa yang telah dilakukannya itu; kemudian membayar tebusan sepenuhnya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada orang terhadap siapa ia bersalah.

Sesama yang paling dekat dari suami adalah isteri. Sesama yang paling dekat dari isteri adalah suami. Sesama yang paling dekat dari anak-anak adalah orang tua serta kakak beradik. Tuhan Yesus rela kena denda supaya hubungan suami isteri terbenahi, hubungan anak dan orang tua terbenahi, hubungan kakak beradik terbenahi, utamanya yang sudah ada di dalam pengajaran. Kakak beradik khususnya yang sudah dalam pengajaran jangan cakar-cakaran. Suami-suami jangan kasar kepada isterimu.

Tuhan Yesus sudah kena denda karena kita. Orang benar tidak akan kena denda. Sementara dunia nanti akan ditimpakan oleh Tuhan dengan murka yang luar biasa bagaikan denda bagi mereka yang tidak mau tahu tentang Tuhan Yesus, maka kita orang yang sudah dibenarkan, sudah disucikan menurut pola ibadah kerajaan Sorga, tinggal merasakan hangatnya pelukan kasih sayang Tuhan.

I Petrus 3:7
3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Seandainya Tuhan tidak ungkapkan rahasia Firman kepada kita maka kita hanya tahu Tuhan Yesus disalib tetapi kita tidak tahu sejauh mana tujuannya .

c)      Denda pada ladang/jerih payah dan usaha kita yang tidak benar
Imamat 27:16,19
27:16 Jikalau seseorang menguduskan sebagian dari ladang miliknya bagi TUHAN, maka nilainya haruslah sesuai dengan taburannya, yakni sehomer taburan benih jelai berharga lima puluh syikal perak.
27:19 Dan jikalau orang yang menguduskannya benar-benar mau menebus ladang itu, maka ia harus menambah harganya dengan seperlima dari uang nilainya dan ladang itu tetap dimilikinya.

Dalam usaha pencaharian kita jangan asal. Jangan buka kios kemudian menjual minuman keras dan rokok, jangan menjual lotrei/kupon putih. Karena dulu kita lakukan (di masa-masa silam) maka Tuhan Yesus kena denda. Sekarang kita harus belajar sejauh mana dan apa yang sesuai kehendak Tuhan tentang pencaharian kita, jangan sampai salah. Sebab kalau tidak berarti kita bukan orang benar dan pasti akan kena denda. Termasuk berdagang jangan disertai dusta demi meraih keuntungan besar.

d)      Denda berkat atau hasil yang telah kita terima dari pencarian kita tadi
Imamat 27:30-34
27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
27:31 Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima.
27:32 Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN.
27:33 Janganlah dipilih-pilih mana yang baik dan mana yang buruk, dan janganlah ditukar; jikalau orang menukarnya juga, maka baik hewan itu maupun tukarnya haruslah kudus dan tidak boleh ditebus."
27:34 Itulah perintah-perintah yang diperintahkan TUHAN kepada Musa di gunung Sinai untuk disampaikan kepada orang Israel.

Tuhan Yesus sudah kena denda karena kita salah dengan menyikapi hasil upaya kita. Kita sudah makan semuanya dan tidak mengembalikan perpuluhan. Itu kita lakukan dahulu dan lebih salah lagi kalau kita sudah dibenarkan kemudian kita lakukan lagi. Berarti kita kembali tidak dibenarkan dan akan kena denda.

Ada hak-hak Tuhan di dalam kehidupan kita. Dari pemasukan kita 1/10 adalah milik Tuhan. Kalau perpuluhan sudah dimakan maka harus didenda 1/5. Kalau terus menerus dimakan maka jangan kaget dan heran kalau kita selalu dirundung kesulitan hidup karena melupakan haknya Tuhan.

Hasil pertama ini adalah hulu hasil, ini kewajiban untuk dikembalikan kepada Tuhan untuk memuliakan nama Tuhan.
Amsal 3:9
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

Itu adalah kewajiban kita. Kita sudah melihat Tuhan Yesus sudah didenda, jangan kita ulangi lagi. Karena kita melakukan hal itu dulu maka Tuhan Yesus kena denda. Tetapi kalau Tuhan sudah kena denda dan kita ulangi lagi maka kitalah yang akan didenda.
Ini bukan berarti Tuhan itu rakus. Coba saudara pikir, seluruh hidupmu Tuhan yang punya. Tuhan sudah beli secara utuh seluruh hidup kita. Boas menebus Rut bukan cuma diri Rut tetapi juga ladang-ladang milik suaminya. Jadi Tuhan menebus bukan hanya diri kita tetapi juga pencaharian kita. Jadi semua yang kita miliki adalah miliknya Tuhan. Itu sebabnya kita kembalikan 1/10 sebagai pengakuan bahwa kita adalah miliknya Tuhan.

Tuhan berjanji akan memberkati kita. Jangan kita ragukan janji Tuhan, utamanya janji keselamatan sepenuhnya.

Maleakhi 3:6-9
3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
3:7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Orang Israel ini adalah miliknya Tuhan tetapi karena mereka tidak mau mengembalikan perpuluhan dan korban tatangan maka mereka disamakan seperti bangsa-bangsa lain (kafir). Jadi ketika kita tidak melakukan hal ini maka sama seperti kita balik kanan dan kembali sebagai bangsa kafir. Padahal dulu kita bangsa kafir namun sudah menjadi umat Tuhan, jangan kita kembali lagi pada kekafiran.

Maleakhi 3:10
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Sebenarnya kunci keberkatan ada di sini tetapi kita tidak mau melakukan sehingga dirundung dengan berbagai masalah yang tidak habis-habisnya. Kita sudah mengaku adalah miliknya Tuhan. Kita harus buktikan bahwa benar kita adalah miliknya Tuhan dengan kita mengembalikan perpuluhan supaya jangan lagi disejajarkan oleh Tuhan sama dengan bangsa yang belum mengenal Tuhan.

Jangan main-main dengan perpuluhan sebab Tuhan akan tutup jalan (berkat) bagimu. Saya tidak mau hal itu terjadi, apalagi kalau sampai pintu Sorga tertutup.

Renungkanlah bahwa Tuhan Yesus telah kena denda karena keadaan kita masa lampau. Kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, Dia sudah kena denda karena ibadah kita, karena nikah kita, karena pencaharian kita, karena hasil pencaharian kita, jangan sampai kita kena denda lagi. Hiduplah benar di dalam Tuhan sehingga kita tidak lagi kena denda.

Sebagai hamba Tuhan saya berusaha memagari umat Tuhan dengan Firman Pengajaran supaya kena ukuran agar tidak disusupi oleh serigala. Biarlah kita menikmati keselamatan yang sempurna di singkirkan ke padang belantara.  Mulai dari cemeti, mahkota duri, kayu salib, paku dan tombak sudah kena kepada Tuhan Yesus karena saya dan saudara, jangan lagi kita kena denda.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar