20160312

Kebaktian Doa, Sabtu 12 Maret 2016 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
                                  
Yohanes 1:12-13
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Ada tiga zaman di dalam Alkitab:
1.      Zaman Bapa di mulai dari Adam bapak manusia pertama sampai kepada Abraham bapak manusia percaya. Di tengah-tengah zaman Bapa ada manusia yang naik ke sorga hidup-hidup yaitu Henokh. Mengapa bisa terangkat? Sebab pergaulannya sangat harmonis dengan Tuhan.

2.      Zaman Anak di mulai dari Ishak anak tunggal sampai kepada Yesus Anak Tunggal Allah. Di tengah-tengah zaman Anak ada manusia yang naik ke sorga hidup-hidup yaitu Elia. Elia adalah pribadi merestorasi ibadah orang Israel, dia berhadapan dengan kekuasaan yang terbalik yaitu Ahab sebagai raja yang hanya sebagai pajangan tetapi yang ada di atas sebenarnya isterinya yaitu Izebel. Ini pembelajaran bagi kita gereja Tuhan, kita harus bergaul dengan Tuhan seperti Elia dan gereja Tuhan diperhadapkan dengan satu kekuasaan yang terbalik yaitu nikah yang terbalik.

3.      Zaman Roh Kudus di mulai dari Tuhan Yesus kirim Roh Elkudus sampai Dia datang pada kali yang kedua. Di sini bukan hanya satu Henokh atau satu Elia yang akan terangkat hidup-hidup ke Sorga, tetapi akan banyak anak Tuhan yang akan terangkat hidup-hidup. Ini yang menjadi pergumulan kita untuk meminta kepada Tuhan untuk disingkirkan oleh Tuhan dan mendapat perlindungan seperti dalam Wahyu 12:6,14. Ini bukan terjadi di pertengahan tetapi di penghujung zaman Roh Kudus.

Kita berada di zaman Roh Kudus. Mengapa kita semua percaya Yesus? Siapa yang pegang peran sehingga saudara dan saya menjadi pengikut Kristus? Mengapa saudara datang ke gereja mengiring Kristus dan mau mendengar pengajaran Firman Tuhan? Karena pekerjaan Roh Kudus.
I Korintus 12:3
12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
Kita orang percaya dikategorikan anak-anak Allah, kita tidak dilahirkan secara daging tetapi oleh peran Roh Kudus. Jadi adanya pengakuan kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan itu karena peran Roh Kudus. Karena kita membuka hati dan mengizinkan Roh Kudus bekerja maka melahirkan benih kepercayaan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Lewat inilah Tuhan datang seperti yang dikatakan dalam Yohanes 1:11 bahwa Dia ke dunia namun dunia tidak mengenal, Dia datang kepada milikNya tetapi milikNya menolakNya, sehingga diberikan kesempatan kepada siapapun. Siapapun di sini adalah orang yang membuka hati untuk disentuh oleh Roh Kudus sehingga percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

Sekarang setelah kita tampil sebagai anak-anak Allah, jangan sampai kita mengatakan kita adalah anak Allah namun tidak menyenangkan hati Tuhan.

Roh Kudus itu datang dengan lima jabatan:
1.      Jabatan Rasul
Itu ditransfer kepada manusia yang adalah pilihan.
Yohanes 16:7-10
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Pekerjaan Roh Kudus di dalam pelayanan rasul adalah untuk menginsafkan manusia dari dosa-dosanya. Bukan karena sudah menjadi anak maka sesukanya dia bertindak dalam keluarga Allah. Banyak kali kita melanggar peraturan di dalam keluarga Allah, itu sebabnya kita diperlihatkan pekerjaan Roh Kudus.

Ketika rasul Petrus berkhotbah maka benar-benar orang yang mendengar tersentuh hatinya, tersayat hatinya dan berkata “apa yang harus kami perbuat”. Itu karena peran Roh Kudus dalam jabatan rasul, menginsafkan dunia akan dosa.

2.      Jabatan nabi.
Yohanes 16:13
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Dia menceritakan hal-hal yang akan datang (bernubuat), itu adalah peran nabi. Apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang diceritakan sekarang, itulah peran nabi. Itu sebabnya kalau dalam pemberitaan Firman Allah menunjuk hal-hal yang akan terjadi di depan itu berarti ada peran Roh Kudus dalam jabatan nabi pada hamba Tuhan (gembala).

3.      Jabatan penginjil
Yohanes 16:14-15
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku."

Roh Kudus sebagai pemberita berarti menunjuk jabatan penginjil. Apa yang diterima dari Bapa oleh Tuhan Yesus diteruskan kepada Roh Kudus lalu Roh Kudus mempercayakan pada jabatan penginjil. Jadi penginjil tidak memberitakan hal-hal di luar pribadi Tuhan Yesus, dia memberitakan hal-hal yang diterima dari Tuhan Yesus dan memuliakan Tuhan Yesus (Firman jadi daging).

4.      Jabatan guru
Roh Kudus itu sifatnya mengajar. Untuk apa?
Ø  Supaya anak-anak Tuhan yang sudah insaf akan dosa-dosanya, diajar bagaimana berperilaku sebagai anggota keluarga Allah.
Ø  Paham apa sasaran perjalanan hidupnya.
Ø  Memuliakan Tuhan (Firman jadi daging)

Semuanya akan menjadi gelap tanpa didikan Firman Tuhan.
Yohanes 14:26
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Jadi Roh Kudus mengajar dan mengingatkan apa yang sudah diajarkan, itu fungsi Roh Kudus dalam jabatan guru. Kalau seseorang mengatakan penuh Roh Kudus tetapi menolak pengajaran berarti bukan Roh Kudus yang ada di dalam dirinya, itu hanya imajinasi pemikirannya sendiri!

Yang dulu telah diajar sekarang diajarkan kembali untuk menuntun kita menuju pada apa yang dinubuatkan oleh nabi, apa arti kita diinsafkan dan apa arti kita memuliakan Tuhan Yesus, supaya benar-benar kita berhasil dalam kerohanian.

5.      Gembala
Yohanes 14:16; 16:13
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roh Kudus melantik jabatan gembala. Jadi gembala ini bukan tampil insidentil, namun ada figur dilantik oleh Tuhan. Jabatan gembala ini diangkat oleh Tuhan untuk memimpin anak yang bukan dilahirkan secara daging. Kita punya kelahiran secara daging sehingga cocok hidup di dunia tetapi tidak cocok hidup di Sorga. Setelah kita dilahirkan bukan secara daging oleh benih Firman Allah dan pekerjaan Roh Kudus maka kita tidak lagi cocok di dunia tetapi kita cocok di Sorga, itu sebabnya dunia membenci kita.

Sebab itu kita butuh bimbingan, perlu ada gembala. Kalau seseorang mengatakan memiliki Roh Kudus tetapi tidak memberi dirinya untuk digembalakan berarti hal itu diragukan.
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Gembala yang dimaksud bukan gembala insidentil yaitu yang muncul tiba-tiba. Bukan nanti beribadah lalu ada yang seperti berbahasa asing lalu menunjuk mana yang memimpin pujian dan mana yang menyampaikan Firman, bukan seperti itu! Itu sebabnya ada syarat untuk menjadi gembala.

Bagaimana mau meneladani iman dari gembala kalau tidak ada figur gembala?
Ibrani 13:7
13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

Gembala ini yang menggerak-gerakkan, yang mengunjuk-unjuk anak Tuhan yang seperti berkas gandum, digerak-gerakkan di hadapan Tuhan sebagai hulu hasil sehingga anak Tuhan itu berhak masuk dalam persekutuan anak-anak sulung.
Ibrani 12:22-23a
12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga,
Anak ini digembalakan supaya anak yang sudah diberi kuasa ini tidak kebablasan tetapi ada arah.

Kita lahir menjadi anak Tuhan bukan karena darah dan daging.
Yohanes 1:13
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Inilah kelahiran kita yang membuat kita cocok hidup di sorga tetapi dibenci di dunia. Dalam Yohanes pasal 15 ada tujuh kali kata benci, berarti sempurna kebencian dunia terhadap saudara. Saudara tidak usah kaget setelah kita lahir baru maka kita dibenci oleh dunia karena kita ini miliknya Sorga. Makanya ketika Yesus datang ke dunia, dunia menolak.

Saya punya keyakinan dan komitmen sebagai anak untuk menyenangkan hati Bapa di sorga supaya jangan satu saat namaku dihapus. Alkitab mengatakan bahwa nama anak Tuhan yang sudah tertulis di Sorga itu bisa di hapus.
Filipi 4:3
4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
Nama yang ditulis dalam kitab kehidupan, tandanya orang-orang yang berjuang untuk Tuhan.

Corak ragam anak ini macam-macam. Kita ada di zaman gereja Rahel. Gereja Rahel menekankan mutu tetapi gereja Lea menekankan jumlah. Makanya gereja Lea suasananya sinkritisme alias campur baur antara Firman dan tradisi (adat istiadat). Mereka mengejar jumlah, yang penting gereja penuh tanpa menekankan mutu.

Walaupun Rahel dan Lea menerima benih yang sama dari Yakub tetapi anak yang dilahirkan berbeda. Anak yang dibentuk dalam kandungan Rahel menekankan mutu, tampil dua anaknya yaitu Yusuf dan Benyamin. Yusuf tampil dengan mutu rohani simbol gereja Mempelai.

Kita harus mengerti warna kita sebagai anak Tuhan. Pahamkah kita ini sudah cocok di Sorga atau nama kita bisa terhapus di Sorga? Lucifer adalah memimpin musik raksasa di Sorga tetapi akhirnya ditolak dan dia menjadi iblis.

Pada kesempatan ini kita akan berbiara tentang gereja Lea yang hanya mengejar jumlah.
Kejadian 29:21-25
29:21 Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: "Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia."
29:22 Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan.
29:23 Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia.
29:24 Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya.
29:25 Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?"

Suasana gereja Lea selalu ada penipuan di dalamnya untuk merekrut banyak jiwa.
Daniel 8:23
8:23 Dan pada akhir kerajaan mereka, apabila orang-orang fasik telah penuh kejahatannya, maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu.

Akan muncul ahli penipu dan dia akan berhasil dengan penipuannya itulah antikristus. Rohnya antikristus ini sudah masuk menyelinap dalam gereja dengan roh-roh penipuan, walaupun bosnya belum muncul.

Di zaman Yeremia, roh penipuan ini juga bekerja keras dan dia masuk di tengah-tengah umat Tuhan. Ini yang harus kita jaga, jangan kita mengejar jumlah sebanyak-banyaknya tetapi di dalam ada manipulasi.

Kejadian 29:26-27
29:26 Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
29:27 Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi."

Ditambah lagi dengan “ini bukan kebiasaan kami” berarti ditambah dengan persoalan adat istiadat. Itu sebabnya gereja Lea menganut sinkritisme. Orang martir pertama gereja mula-mula akibat hasutan, penipuan dan karena adat istiadat adalah Stefanus. Dia dijerat dengan roh penipuan dan dengan kesaksian-kesaksian yang memalsukan Firman Tuhan.

Ini yang kita hadapi sekarang, jangan terjadi pada gereja hujan akhir. Ingat, akhir zaman hal ini akan lebih membludak karena dia berusaha mengganjal gereja jangan masuk dalam kesempurnaan. Itu sebabnya kita harus waspada.

Yeremia 42:20
42:20 Kamu telah menipu dirimu dan membahayakan nyawamu, ketika kamu mengutus aku kepada TUHAN, Allahmu, dengan berkata: Berdoalah untuk kami kepada TUHAN, Allah kita, dan beritahukanlah dengan tepat kepada kami apa yang difirmankan TUHAN, Allah kita, supaya kami melakukannya!

Di sini umat Tuhan datang mendaulati Yeremia untuk bertanya firman kepada Tuhan, mereka berkata “baik atau tidak baik, kami pasti menurut”. 10 hari kemudian Firman Tuhan datang. Tetapi setelah Firman Tuhan datang, bukannya Firman itu disambut tetapi mereka berkata “Yeremia engkau bohong, engkau menipu kami” padahal mereka yang menipu dirinya sendiri.

Inilah roh dajal/ roh antikristus yang mau membuat saudara gagal sehingga tidak seperti Henokh, tidak seperti Elia dan tidak seperti gereja Tuhan yang tampil dalam Wahyu 12:1,6,14. Semoga kita adalah orang yang akan terangkat ke Sorga hidup-hidup, mempelai Wanita Anak Domba Allah.
Kita harus mengupayakan diri kita lewat pelayanan rasul, nabi, penginjil, guru dan gembala. Mungkin saudara mengatakan “mana jabatan nabi dan rasul di sini?”. Kalau kita menunggu kapan figur nabi dan rasul muncul di sini maka kita tidak akan terbangun sebab gereja dibangun di atas dasar nabi dan rasul. Namun kita ini sudah dibangun dan sedang dibangun, tersusun rapi untuk ditempati oleh yang empunya kita itulah Tuhan Yesus.

Sampai sekarang ini ayat yang mengatakan “serigala ada liangnya, burung di udara ada sarangnya tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanNya. Di mana tempat Kepala? Di atas Tubuh.  Sampai sekarang ini belum ada tubuhNya yang pas untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Kepala. Itulah tanggung jawab gembala untuk menggiring kita semua untuk menjadi tubuh tempat kepala diletakkan.

Sidang jemaat adalah kelengkapan kesempurnaan Tuhan Yesus.
Efesus 1:23
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Ini saksi palsu, ini penipuan untuk menjerat Stefanus.
Kisah Para Rasul 6:13-14
6:13 Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: "Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat,
6:14 sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita."

Tuduhan ini dikaitkan dengan adat istiadat. Tuhan Yesus tidak pernah mengatakan “Aku akan merubuhkan” tetapi mereka mengatakan “Yesus akan merubuhkan” ini berarti menyungsang Firman.
Yohanes 2:19
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

Kisah Para Rasul 6:15
6:15 Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

Pada waktu mereka menampilkan penipuan dan menampilkan adat istiadat maka mereka melihat wajah Stefanus bagaikan malaikat Tuhan. Seharusnya mereka sadar bahwa yang mereka adili ini adalah pejabat Sorga. Malaikat itu adalah suruhan Sorga, berarti Stefanus ini sah pejabat Sorga/ utusan sorga.

Apapun yang terjadi di dunia ini alangkah indahnya kalau kita menjadi pejabat Sorga, itu paling mulia dari segalanya. Tetap itu punya resiko, kita akan diadili dengan berbagai macam umpatan, caci maki dan nistaan bahkan fitnaan kita terima. Tetapi namanya pejabat Sorga maka Sorga menghormati Stefanus.

Memang Stefanus mati dirajam batu, namun dia mengatakan “ampunilah mereka”. Secara manusia kita melihat dia memang sengsara tetapi sesungguhnya itu hanya pandangan manusia, sebenarnya Stefanus tidak merasakan itu, hati dan pikirannya tidak menderita.

Stefanus adalah pejabat Sorga, dia adalah orang yang diutus oleh Sorga. Menentang Stefanus sama dengan menentang pejabat Sorga, sama dengan menentang kerajaan Sorga.

Olehnya itu kita harus memperhatikan, jangan kita menjadi anak Tuhan seperti model anak-anak Lea. Tetapi gereja bersuasana anak Lea ini yang paling banyak bertebaran di mana-mana. Ruben anak Lea mendapatkan buah dudaim lalu Rahel membujuk Lea untuk memberikan buah dudaim. Karena Lea ini mengejar jumlah maka dia rela melepaskan buah dudaim (buah kasih).

Kidung Agung 7:13
7:13 Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

Lea ada kesempatan untuk mendapatkan buah kasih tetapi dia lepaskan. Alkitab ini terdiri dari perjanjian lama dan perjanjian baru, itu adalah kasih Allah yang diberikan kepada kita. Tetapi acap kali tanpa sadar dalam persekutuan gereja Tuhan, mereka mengalpakan ayat-ayat Firman Tuhan untuk mengejar jumlah. Banyak Firman yang dibuang yang tidak cocok dengan dirinya. Orang Kristen lebih banyak bagian Alkitab yang tidak dipercaya dari pada yang dipercaya. Jangan berkata “ini ayat yang cocok untuk saya dan ini saya tidak suka”.

Rasul Paulus adalah rasul khusus untuk kita bangsa kafir.
Galatia 1:14
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.

Kita semua kalah dari rasul Paulus dalam hal memelihara adat istiadat nenek moyangnya, tetapi untung dia bertobat.

Galatia 2:18
2:18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat.

Ini anak yang benar-benar bertobat dan diangkat oleh Tuhan sebagai rasul sehingga dia berkata “ikutulah teladanku seperti aku meneladani Kristus”.
1 Korintus 11:1
11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
Orang Kristen itu disebut anak-anak Tuhan, jangan kita bersuasana gereja Lea. Untung di kemudian hari ada satu anak Lea yang menonjol dan genetika Yesus turun ke dalamnya itulah Yehuda. Yehuda ini rela mati demi orang lain. Beda dengan Ruben, dia berkata kepada Yakub “izinkan Benyamin ikut dengan kami. Bila dia tidak kembali, itu ada dua anakku, bunuhlah mereka”.

Yehuda adalah anak Lea yang berubah luar biasa. Dia berkata kepada Yakub “bila Benyamin tidak kembali maka nyawaku ganti nyawanya”. Akhirnya ketika merasa seperti disudutkan oleh anak Rahel yang bernama Yusuf maka Yehuda tampil dan berbicara dengan derai air mata. Selesai dia berucap maka Yusuf tidak tahan diri lagi untuk menutup dirinya. Dia langsung menyuruh orang Mesir untuk keluar lalu dia menangis dan membuka jati dirinya. Dia berkata “inilah aku Yusuf yang kamu jual. Tetapi jangan kamu takut, karena kehendak Tuhan maka aku mendahului kamu untuk memelihara kamu”. Itu terjadi setelah Yehuda berucap.

Jadi tidak semua anak Lea akhirnya gagal. Ruben gagal, dia anak sulung tetapi dia berzinah dengan Bilha yang adalah isteri bapanya.

Kita ini mau seperti anak yang mana? Anak-anak Lea atau mau seperti Yusuf anak Rahel? Memang sidang Mempelai itu rahasia. Untuk menampilkan sidang Mempelai itu adalah rahasia Allah yang besar. Biarlah saudara dan saya adalah orang-orang yang seperti Yusuf, contoh sidang mempelai.

Hari-hari terakhir ini Tuhan sedang melayani kita untuk tampil menjadi Yusuf-Yusuf akhir zaman, itu simbol sidang Mempelai Wanita Tuhan, kehidupan Kristen yang tanpa cacat dan cela. Yusuf adalah gambaran gereja Mempelai Wanita Tuhan dalam Wahyu 12:1 dan Benyamin adalah gambaran anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan itu. Itu sebabnya Yusuf menyapa Benyamin “anakku” padahal statusnya adik dari Yusuf. Kita gereja Tuhan menuju ke sana. Makanya di akhir zaman ini aturlah langkahmu untuk melangkah pada sasaran yang jelas.

Kita ini ada pada kondisi anak yang bagaimana? Suasana anak Bilha dan Silpa, anak-anak hamba yang menimbulkan banyak masalah atau suasana Rahel yang sangat dikasihi oleh Yakub? Zaman Bapa (Abraham) sudah lewat, zaman Anak (Ishak) sudah lewat sekarang kita ada pada zaman Yakub, itulah zaman Roh Kudus.

Tuhan Yesus selalu berkata “Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub”. Kita sekarang ada pada zaman Yakub dan Dia mencari siapa yang bisa menjadi Mempelai Wanita untuk Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Setialah, Tuhanmu Mempelai Laki-laki Sorga segera datang untuk menjemput kita dan membawa jauh dari mata ular. Jadilah Elia, jadilah Henokh akhir zaman.
Seringkali dalam ibadah duka, pendeta kebablasan berbicara. Dia katakan semua manusia antri untuk mati. Dia lupa Henokh dan Elia tidak antri, apakah mereka bukan manusia? Pendeta itu baca ayat I Tesalonika 4:13-17 “tidak semua orang akan mati” tetapi habis dibaca dia sangkali. Inilah model gereja Lea!


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar