20160316

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 16 Maret 2016 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yeremia 1:4-13
1:4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
1:6 Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."
1:7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
1:8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."
1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
1:10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."
1:11 Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?" Jawabku: "Aku melihat sebatang dahan pohon badam."
1:12 Lalu firman TUHAN kepadaku: "Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku."
1:13 Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: "Apakah yang kaulihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara."

Ayat 4-10 Firman yang didengar
Ayat 11-13 Firman yang dilihat

Jadi telinga lebih dahulu harus ditangkap, harus siap mendengar Firman. Karena telinganya sudah siap mendengar maka mulutnya diisi dengan Firman. Juga indra penglihatan yaitu matanya mau dikuasai oleh Tuhan. Penampilan hamba Tuhan dan umat Tuhan harus memenuhi tiga kriteria ini. Telinga harus siap mendengar Firman, mata harus siap melihat Firman dan mulut harus siap diisi dengan Firman. Maksudnya supaya kita berbicara benar menyampaikan Firman.
I Petrus 4:11
4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Firman diisi kepada kita berarti wibawa Allah diberikan kepada saya dan saudara.

Yeremia berasal dari kota Anatot, itu adalah kota imam-imam atau kota kaum Lewi. Kalau kita lihat di sana, Yeremia tidak nyaman dengan teman-teman sekotanya yang sama profesi sebagai imam pelayan Tuhan. Yang menjadi rival atau musuh menentang Yeremia adalah imam-imam yang lain. Jadi jangan kita kaget kalau hidup kita, telinga kita, mata kita dan mulut kita dikuasai oleh Firman lalu kita mendapatkan perlawanan. Perlawanan itu bukan datang dari luar tetapi dari sesama pelayan. Bila kita dipanggil oleh Tuhan untuk melayani berarti siap untuk dibenci, siap untuk tidak disenangi oleh orang lain.

Yeremia 1:4-5
1:4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Yeremia harus siap dulu mendengarkan Firman Tuhan, itu yang ditekankan pada:
Yeremia 1:1
1:1 Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.

Jadi perkataan-perkataan yang disampaikan oleh Yeremia adalah perkataan yang bukan berangkat dari dirinya tetapi berangkat dari pemberian Tuhan. Lebih dahulu Yeremia harus paham dari kandungan mana dia datang.
Yeremia 1:5
1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Gereja Tuhan yang sempurna yang sekarang kita tapaki untuk mencapai itu, Tuhan katakan sebelum dunia diciptakan kita telah Tuhan pilih.
Efesus 1:4
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Jadi pemahaman Yeremia adalah pemahaman yang juga harus kita pahami dan kita mengerti. Yeremia ini harus mengerjakan pekerjaan pengudusan. Kita dikuduskan untuk tampil tanpa cacat cela dan kerut. Kita harus mendekati ayat di atas ini dengan iman, bahwa keadaan kita sekarang ini ada di sini karena Tuhan telah memilih kita sebelum dunia dijadikan.
Kita memahami ini dengan iman supaya kita mempunyai ikhtiar, punya minat seperti itu, jangan hanya sekedar datang beribadah. Ternyata ada poin yang sangat misteri di dalam pemikiran Tuhan yaitu Tuhan mau menciptakan gereja Tuhan yang tanpa cacat cela dan kerut. Kalau Tuhan sudah mengatakan itu pasti akan ada wujudNya. Relalah dan rindulah agar kita ada pada wujud yang dinubuatkan oleh Firman.

Ini adalah tesnya, kadang ketika mendengar Firman kita merasa direndahkan. Bahkan kita mengamuk, bagaimana bisa sampai pada Efesus 1:4.

Yeremia ini diangkat menjadi pelayan Tuhan, belum dikatakan mau diangkat untuk disempurnakan. Tetapi bagi kita disebutkan dalam Efesus 1:4, kita akan disempurnakan. Kalau kita dekati dengan iman maka kita rindu supaya kita adalah salah seorang yang ada di dalamnya, yang kudus dan tidak bercacat di hadapan Tuhan.

Yeremia untuk menjadi pelayan Tuhan lebih dahulu dia menerima Firman.
Yeremia 1:9
1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.

Apakah ada penolakan, apakah ada rasa risih di sini, apakah ditemukan wajah Yeremia cemberut? Tidak! Dia mengatakan ketika menemukan Firman dia nikmati. Apa yang dia nikmati dan rasakan, itu yang akan dia sampaikan.
Yeremia 15:16
15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Dalam Yeremia1:6 bukan berarti Yeremia menolak Firman tetapi dia menunjukkan kekurangannya, dia tidak pandai bicara dan dia masih muda. Tetapi dalam menerima Firman, Firman itu menjadi sumber kegirangan dan kesukaan hatinya.

Seharusnya Mempelai Wanita Tuhan seperti ini. Ini karakter Mempelai Wanita sebab nama Mempelai Laki-laki dimeterai atasnya. Masakan nama Tuhan Yesus dimeteraikan atas kita kemudian FirmanNya tidak kita suka, tidak mau nikmati dan tidak mendatangkan sukacita bahkan membuat muka cemberut.

Kalau sikap seorang hamba Tuhan cemberut dan tidak suka dengar Firman maka nanti dia hanya menyampaikan yang kosong sebab dia sendiri tidak mengikuti Firman itu. Kepuasan kami hamba Tuhan adalah doa dan pelayanan Firman. Kepuasan ini bukan hanya milik hamba Tuhan fulltimer tetapi untuk kita semua, kepuasan kita yang sebenarnya ada pada doa dan pelayanan Firman.

Awas, jangan sampai kita tidak menikmati Firman dan Firman yang kita terima itu tidak menghadirkan sukacita dalam kita. Yeremia bisa bersukacita dan girang mendengar Firman sebab nama Tuhan ditaruh di atasnya. Nama seorang laki-laki diletakkan pada seorang wanita ketika wanita itu menikah. Sekarang ini kita masih ada dalam taraf pertunangan menuju pada pernikahan, mestinya kita sudah bersukacita mendengar Firman setajam apapun.

Yeremia 1:8
1:8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

Di dalam ayat ini nuansanya dia akan berhadapan dengan orang-orang yang akan melawan dia, tetapi ada jaminan Tuhan untuk melepaskan dia. Itu sebabnya kita harus memegang Firman dan menikmati Firman.

Perkataan-perkataan Allah sudah menyatu dengan Yeremia, artinya Firman itu sudah satu dalam diri Yeremia. Itu sebabnya Yeremia pada ayat 1 mengatakan “perkataan-perkataan Yeremia”.

Mulai dari kami hamba Tuhan, mendengar Firman jangan dengan muka mengkerut dan tidak senang. Jika Tuhan melihat saudara itu mau jatuh di jurang maka Tuhan berkata lewat hamba Tuhan lain “hati-hati, engkau berdiri di tanah yang labil, tinggal sedikit lagi longsor dan engkau jatuh”. Hal itu diingatkan tetapi kadang dianggap itu mempermalukan. Firman itu bukan untuk mempermalukan tetapi karena prestise dan harga diri sehingga merasa Firman itu mempermalukan lalu terjadi penolakkan.

Yeremia 15:16
15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Kalau kita sadar bahwa kita ini calon Mempelai Wanita untuk Kristus Mempelai Pria, maka kita tidak bakal menolak melainkan kita nikmati. Mempelai Laki-laki Sorga ini melihat kita mulai dari dalam kandungan, berarti melihat dari mana kita diciptakan. Memang Adam dan Hawa diciptakan dari tanah, kita ini keturunan Adam dan Hawa tetapi awal penciptaan kita mulai dari kandungan.

Tuhan mengoreksi dari awal kejadiannya. Yeremia lahir dari keluarga imam besar Hilkia. Tetapi bukan berarti karena ayahnya imam besar maka anak-anaknya sudah ikut baik. Banyak juga pelayan Tuhan yang sudah kesohor tetapi anaknya tidak meneladani ayahnya.
1 Samuel 8:3
8:3 Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.
Yeremia tahu dia dari keturunan Imam Besar dan Tuhan menunjuk kandungan ibunya. Tuhan mulai menguduskan Yeremia masih dalam kandungan. Kita kembali pada kandungan ibu artinya kita kembali pada awalnya bagaimana keadaan kita. Kalau Tuhan berkepentingan untuk membersihkan dan menguduskan kita masakan kita mau menolak dan keberatan.
Mazmur 58:4;51:7
58:4 Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat.
51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Dalam kandungan sudah berdosa, sudah dikandung dengan dosa turunan. Jadi Tuhan mau membersihkan kita dari sejak awal. Tuhan tidak hanya membersihkan di pertengahan dan ujungnya tetapi dari permulaan.

Raja Daud mengatakan bahwa dia diperanakkan dalam kesalahan dan dikandung dalam dosa, itu tidak bisa dipungkiri.

Sebelum Yeremia terlibat dalam pelayanan dia harus dikuduskan mulai dari awal. Akar dosa itu harus dicabut, harus dikuduskan.
Yeremia 1:5
1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Nabi Yesaya juga dikatakan sejak dari dalam kandungan sudah Tuhan pilih.
Yesaya 44:2; 49:1
44:2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih!
49:1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

Dalam perjanjian baru, rasul yang dikhususkan untuk kita bangsa kafir yaitu rasul Paulus yang juga sudah dipilih oleh Tuhan sejak dari dalam kandungan.
Galatia 1:15-16
1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Rasul Paulus ditetapkan untuk bangsa kafir.

Dalam hal ini kita melihat bagaimana Tuhan memproses kita. Pejabat Sorga lebih tinggi dari pada Presiden dunia. Yang dimaksud pejabat Sorga bukan pejabat gereja atau pejabat organisasi. Pejabat Sorga ini menikmati asupan-asupan Sorga, perlengkapan dari Sorga.
Kalau Firman ditaruh di mulut Yeremia, Firman ditaruh di mulut kita dan kita mengucapkan Firman maka Firman mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada. Itu taruhannya, jangan sampai Tuhan menaruh Firman di mulut saya lalu saya sibuk mengumpulkan coklat berkilo-kilo untuk mendapatkan uang. Kalau seperti itu saya tidak percaya Firman yang Tuhan taruh pada mulut saya. Firman itu mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada.
Roma 10:8
10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Kalau Firman yang ada pada mulut kita sampaikan, jangan kita malah menjadi pendusta dari mimbar! Mengatakan Firman mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada tetapi pergi minta-minta. Oleh kemurahan Tuhan dalam membangun rumah Tuhan di sini tidak pernah ada satu biji pakupun yang diutang atau pergi meminta-minta. Semuanya terjadi karena bersandar kepada Tuhan. Tuhan mengadakan.
Roma 4:17
4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Yeremia ditaruh Firman di mulutnya, itulah Firman yang mengadakan dari apa yang tidak ada menjadi ada. Itu ditumbuh kembangkan dalam kehidupan Yeremia dan juga harus ditumbuh kembangkan dalam kehidupan kita semua. Jangan kita berkata “orang itu kikir tidak mau berkorban” padahal kita yang mau diuji kita ini mau praktek Firman atau berharap pada manusia.

Terhadap Yeremia ini diungkit-ungkit oleh Tuhan persoalan kandungan ibu. Artinya sejak masa lampau Tuhan langsung tangani hidupnya. Bagaimana caranya Tuhan menangani?
Pengkhotbah 3:15
3:15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

Pengkhotbah 3:15 (Terjemahan Lama)
3:15 Segala sesuatu yang telah ada itu, ia itu adalah sekarang juga, dan barang yang akan ada itu, ia itupun sedia sudah ada, maka dituntut Allah akan barang yang sudah lalu itu.

Yeremia dipersiapkan, dikuduskan masih dalam kandungan, demikian juga kita. Yeremia itu adalah anak Tuhan, Yeremia adalah anak imam besar, Yeremia adalah umat Tuhan. Kita ini mau menjadi anak Tuhan, mau menjadi umat Tuhan, mau menjadi pelayan Tuhan maka Tuhan mencari yang sudah lalu untuk dikuduskan. Artinya yang sudah lalu itu harus diselesaikan.

Kalau itu adalah pekerjaan Firman, Firman itu kita nikmati, Firman menjadi kesukaan kita, maka tidak sulit kita menyelesaikan/ bereskan dosa-dosa kita karena Firman Tuhan sudah menjadi kesukaan dan kegirangan kita. Ketika kita ditunjuk oleh Firman, segala masalah yang perlu diselesaikan maka tidak sulit kita selesaikan karena Firman kita nikmati. Kalau Firman tidak dinikmati jangan harap mau diselesaikan (akui dosa), Firman hanya dia dengar tetapi tidak dia nikmati. Dinikmati itu persoalan hati.

Dalam Yeremia 1:5 ditanamkan pada Yeremia dalam pelayanannya bahwa Tuhan yang memanggilnya, yang dia layani, yang telah menaruh Firman pada bibir mulutnya, tidak ada satupun yang tersembunyi di mata Tuhan, tidak ada yang tersamar di mataNya. Ini harus dipahami oleh Yeremia supaya di dalam pelayanannya nanti jangan neko-neko, jangan menyeleweng, jangan macam-macam yang dia lakukan karena Tuhan berkata: dari dalam kandungan, Tuhan sudah menguduskan Dia. Berarti Tuhan yang dia layani itu Mahatahu, tidak ada yang tersamar di mataNya.

Kalau pemahaman ini maka hamba Tuhan tidak akan cubit-cubitan dengan perempuan lain padahal dia sudah punya isteri. Kalau pelayan Tuhan masih main mata dengan perempuan lain itu berarti dia tidak sadar bahwa mata Tuhan melihat dia.

Ini faktor yang membuat dia disucikan dari kandungan. Ketika benar-benar tampil maka dia tidak akan berlaku macam-macam.
Ibrani 4:13
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Itu sebabnya Firman Tuhan mengatakan syarat seorang gembala harus seorang suami. Kalau masih bujang harus menikah sebab kalau tidak bahaya. Sebab kalau pergi membesuk dan hanya bertemu dengan tante di situ, walaupun tidak berbuat apa-apa tetapi sorotan mata orang akan mengosipkan anda.

Nikah itu harus dikawal oleh 60 pahlawan, ini bukan pengawalan yang biasa-biasa.
Kidung Agung 3:7
3:7 Lihat, itulah joli Salomo, dikelilingi oleh enam puluh pahlawan dari antara pahlawan-pahlawan Israel.

Kidung Agung 3:7-8 adalah nikah yang dilindungi, nikah yang dikawal.
Kidung Agung 3:9-10 di sana ada tandu, ini menunjuk penyingkiran gereja.
Kidung Agung 3:11 menunjuk pesta nikah Anak Domba Allah.

Wahyu 19:7-9
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Mata Tuhan tidak bisa disamarkan, kita tidak bisa bersembunyi. Yang dicari oleh Tuhan di masa lalu (dituntut oleh Tuhan) untuk dibenahi sehingga kita merasakan kebahagiaan. Kalau itu dibereskan maka otomatis penyingkiran gereja menjadi bagian saya dan saudara.

Jangan kita bilang ini hanya ditujukan pada orang fasik tetapi ini kena juga kepada kita.
Mazmur 58:4
58:4 Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat.

Apa sebabnya disinggung-singgung soal kandungan? Karena itu awal kita manusia. Kita manusia tidak ada yang lahir sudah suci dan bersih, itu sebabnya perlu ada penyelesaian. Kalau saya sebagai hamba Tuhan pendusta yang sesat dari kandungan maka pelayanan saya akan bernuansa dusta. Kalau itu ada berarti saya tidak punya iman bahwa mata Tuhan itu melihat, mendeteksi, memahami apa yang saya kerjakan sehingga saya sewenang-wenang.
Yeremia 5:31
5:31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

Yeremia 7:4,10
7:4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,
7:10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!

Ini adalah pelayan/ pemberita Firman yang tidak peduli bahwa mata Tuhan itu melihat. Saya harus memahami bahwa mata Tuhan melihat. Apa yang saya lakukan di dalam kamar saya, mata Tuhan melihat. Kita ini menuju pada pernikahan raja dan penyingkiran gereja serta nikah yang dikawal.

Satu kali Yeremia melakukan kesalahan. Ketika melihat pasukan Kasdim melarikan diri dari Yerusalem karena mendengar raja Neko dari Mesir mau menyerang Yerusalem maka Yeremia pergi kepada keluarganya untuk mengurus warisan. Tetapi baru sampai di pintu gerbang, cucu dari Hananya yang dulu bentrok dengan Yeremia, melapor bahwa Yeremia berpihak pada pasukan Kasdim sehingga akhirnya Yeremia ditangkap, dipukuli dan dimasukan dalam penjara. Ketika hamba Tuhan menyimpang dari pelayanan maka dia mendapatkan murka. Jangan tunggu Hananya-Hananya yang lain datang yaitu kaki tangan antikristus.

Kegagalan dari Yeremia diperlihatkan oleh Tuhan bukan untuk kita tiru.
Ibrani 4:13
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Yeremia 1:5 juga memuat hal yang dituliskan pada ayat di atas, supaya Yeremia tahu bahwa Yang memanggil dan menetapkan dia menjadi hambaNya adalah Tuhan Yang Maha Tahu, maksudnya supaya dalam pelayanan jangan dia berlaku curang. Tetapi toh Yeremia satu saat melakukan kesalahan.

Ini pelajaran bagi kami. Tolong kami hamba-hamba Tuhan agar jangan sampai kami melayani tetapi lupa bahwa yang kami lakukan ada yang mendeteksi, mataNya tidak tersamar. Ketika kita berpergian sendiri, ingatlah hal ini agar kita tetap waspada.

Yeremia mengajukan dua alasan kenapa dia merasa tidak layak melayani Tuhan yaitu tidak pandai berbicara dan masih muda. Hal ini bukan alasan penolakan, yang dia ajukan kekurangannya.
Yeremia 1:6
1:6 Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."

1.      Tidak pandai berbicara
Di dalam Alkitab ada juga dua orang yang mengatakan tidak pandai berbicara.
Ø  Musa mengatakan dia tidak pandai berbicara.
Keluaran 4:10-11
4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah."
4:11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?

Ø  Paulus mengatakan dia tidak pandai berkata-kata
II Korintus 11:6
11:6 Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal.

Saudara lihat di sini, orang yang tadinya tidak pandai berkata-kata kepadanya Tuhan berikan hikmat untuk berbicara tentang Mempelai. Yeremia berbicara tentang Mempelai, Paulus juga berbicara tentang Mempelai dan Musa juga berbicara tentang Mempelai. Musa berbicara “akan muncul orang yang seperti aku ini”, Dialah Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Ketidakpandaian untuk berbicara tidak mengurungkan niat Tuhan untuk memakai saudara. Justru kehidupan yang fasih berkata-kata harus berhati-hati karena bisa banyak berdusta kalau hanya mengandalkan fasih berkata-kata. Karena tidak fasih berkata-kata maka mereka bergumul sehingga Tuhan percayakan rahasia Allah yang paling dalam yaitu rahasia tentang Mempelai.

Sekalipun saudara tidak pandai berbicara tetapi mau disucikan dan mau bergumul di kaki Tuhan maka rahasia Tuhan yang paling besar ini dipercayakan kepada orang yang tidak pandai berbicara. Hamba Tuhan yang fasih lidah harus banyak merendah supaya semakin dipakai oleh Tuhan. Jangan andalkan fasih lidah.

Yeremia 2:1-3
2:1 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
2:2 "Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya.
2:3 Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN.

Tuhan percayakan kepada Yeremia untuk mengungkap bagaimana suasana Israel dalam perjalanan yaitu mereka menjadi pengantinnya Tuhan. Tuhan memakai Yeremia untuk mengangkat bagaimana cintanya Israel kepada Tuhan pada waktu mereka menjadi pengantinnya Tuhan.

Dulu hal ini telah diungkap dan sekarang ini lebih lagi diungkap. Mestinya kita bangsa kafir yang dilayani Tuhan dengan Kabar Mempelai ini dan diungkap bahwa Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dan saudara calon Mempelai WanitaNya, harusnya kita bergirang mendengar Firman dan menikmati Firman. Yohanes Pembaptis hanya dikondisikan sebagai sahabat Mempelai tetapi hatinya sudah bergirang mendengar Firman yang adalah suara Mempelai Laki-laki Sorga.
Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

II Korintus 11:1-2
11:1 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Rasul Paulus orang yang tidak pandai berkata-kata tetapi Tuhan percayakan kabar yang besar yaitu berbicara tentang pertunangan gereja Tuhan dan Kristus. Kita ini bangsa kafir yang diibaratkan sedang bertunangan dengan Tuhan Yesus, makanya aneh kalau kita tidak suka mendengar Firman, cemberut mendengar Firman, banyak mengkritik ketika Firman datang. Kalau seperti itu maka orang itu bisa terpental dari pembentukan Tubuh Kristus. Mustinya harus bersukacita dan menikmati karena ada orang yang tidak pandai berbicara yang menyajikan itu.

Sekalipun Yeremia tidak pandai berbicara, tetapi Tuhan tidak urung niat untuk memanggil Yeremia menjadi pelayananNya. Kalau Tuhan yang memanggil maka buka hati, serahkan diri dan pasti Tuhan yang menaruh perkataan pada bibir mulut saudara.

2.      Masih muda
Amsal 20:29
20:29 Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.

Jangan tunggu sudah tua, sudah loyo baru mau melayani Tuhan, selama masih kuat layani Tuhan.

I Yohanes 2:14
2:14 Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

Jadi kesempatan anak muda untuk melayani itu diberikan Tuhan secara luas. Tuhan mencari yang muda.
Ratapan 3:27
3:27 Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.

Walaupun Yeremia mengedepankan bahwa dia masih muda tetapi Tuhan tidak mengurungkan niatNya.

Yeremia 1:7
1:7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

Tuhan katakan “jangan katakan: Aku ini masih muda”. Sebab kekuatan dan kemampuan kita dalam melayani Tuhan bukan berangkat dari kekuatan kita sendiri tetapi berangkat dari Tuhan. Berarti Tuhan mengajar Yeremia supaya dia bersandar penuh kepada Tuhan. Jadi apa saja yang kita lakukan, kerjakanlah dengan bersandar sepenuh kepada Tuhan. Jangan kita asal melayani Tuhan tanpa bersandar kepada Tuhan.
Yeremia 1:8
1:8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

Tiga poin yang Tuhan sampaikan dalam ayat 7 dan 8:
a)      Kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi
Pelayanan hamba Tuhan tidak hanya terbatas pada orang di bawah kolong jembatan, tidak hanya kepada petani yang sederhana, tetapi semua tingkat manusia dan status sosial manusia adalah lahan pelayanan dari hamba Tuhan.

Artinya pergaulan dan pelayanan kita bukan hanya terbatas pada satu kelompok masyarakat tertentu. Tidak ada batasan kalau Tuhan mengutus kita. Makanya seorang hamba Tuhan harus punya etika. Hamba Tuhan harus bisa berbicara kepada seseorang dan mengerti apa yang menjadi profesi orang itu untuk diarahkan kepada Firman.

b)      Apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
Hamba Tuhan harus menyampaikan secara penuh, jangan ditambah, jangan dikurangi. Jangan menyampaikan apa yang tidak disuruh oleh Tuhan.
Matius 28:19-20
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Di dalam gereja sekarang ini banyak hal yang ditambah yang tidak ada pada Firman dan banyak hal yang dikurangai yang ada pada Firman. Itu sama dengan melawan yang mengutus. Betapa mengerikan kalau sebagai hamba Tuhan melawan dan menantang Yang mengutus kita dan seakan-akan kita lebih pandai dari yang mengutus kita.

Bukan orang yang menambah dan mengurangi yang akan disertai oleh Tuhan, tetapi yang akan disertai oleh Tuhan adalah orang yang melakukan seperti apa yang diperintahkan/yang disuruh oleh Majikan kita. Kalau Tuhan menyertai kita itu bukan hanya insidentil atau sewaktu-waktu tetapi sampai kesudahan alam.

c)      Janganlah takut kepada siapapun
Kalau kita menjadi pelayan Tuhan memang ancaman akan ada tetapi apa yang Tuhan suruh sampaikan harus kita sampaikan jangan dikurangi dan ditambah maka Tuhan akan menyertai sampai kesudahan alam. Ini adalah jaminan bagi kami hamba Tuhan dan untuk kita semua umat Tuhan.

Nikmatilah Firman.
Mazmur 16:11
16:11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Apa yang ada di tangan kanan Tuhan? Ada Firman di tangan kanan Tuhan dan Firman itu sudah dibuka rahasianya. Sampaikan firman Tuhan, Firman itu mengadakan. Jangan kita sampaikan Firman kemudian kita sendiri tidak percaya Firman yang kita sampaikan, itu berarti kita menjadi pendusta di hadapan Tuhan dan di hadapan jemaat.

Tadi dikatakan dari dalam kandungan kita ini adalah pendusta, sekarang jangan teruskan dusta itu, hempaskan dan lepaskan. Apalagi sebagai pemberita Firman jangan berdusta, dalam arti kita beritakan apa yang disuruh oleh Tuhan dan yang kita percaya. Jangan diberitakan tetapi tidak dipercaya. Banyak orang memberitakan Firman tetapi hanya dia sampaikan kepada orang lain lalu dia sendiri tidak mengikuti Firman itu, itulah penipu.

Tuhan yang mengetahui hatiku, Tuhan yang mengetahui hati kita semua, tidak ada yang tersamar. Tuhan berkata pada Yeremia “Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau”. Itu menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan Maha Tahu. Kalau hanya persoalan isi belanga dan baju itu kecil di hadapan Tuhan. Jangan itu menjadi kendala kita melayani Tuhan.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar