20160309

Kebaktian PA Imamat, Rabu 9 Maret 2016 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 15:31-33
15:31 Begitulah kamu harus menghindarkan orang Israel dari kenajisannya, supaya mereka jangan mati di dalam kenajisannya, bila mereka menajiskan Kemah Suci-Ku yang ada di tengah-tengah mereka itu."
15:32 Itulah hukum tentang seorang laki-laki yang mengeluarkan lelehan atau yang tertumpah maninya yang menyebabkan dia najis,
15:33 dan tentang seorang perempuan yang bercemar kain dan tentang seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengeluarkan lelehan, dan tentang laki-laki yang tidur dengan perempuan yang najis.

Imamat pasal 15 ini dibagi tiga bagian:
1.      Ayat 1-13 kenajisan pada laki-laki (suami)
2.      Ayat 19-30 kenajisan pada perempuan (isteri)
3.      Ayat 31-33 kesimpulannya

Belanga tanah yang kena sentuh oleh laki-laki yang ada lelehan harus dihancurkan, perkakas dari kayu yang kena padanya harus dicuci dan orang yang terkena ludahnya juga ikut tercemar.
a)      Belanga tanah harus dihancurkan
Belanga tanah ini menunjuk persoalan yang ada di belakang (ekonomi,dapur). Jangan sampai perilaku laki-laki akhirnya menajiskan persoalan yang ada di dapur. Itu tidak elok di mata Tuhan dan dianggap najis, hasil/pendapatan yang tidak jujur (curang).

b)      Peralatan dari kayu harus dicuci dan dibersihkan.
Peralatan kayu ini hanya diperuntukkan untuk pelayanan yang kurang mulia. Tetapi kalau disucikan maka dia akan diangkat dan dipakai untuk perkara yang mulia, berarti sederajat dengan emas dan perak.
II Timotius 2:20
2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

Kalau kita mau disucikan maka kita bagaikan alat emas dan perak tetapi kalau tidak mau disucikan hanya seperti kayu dan tanah. Kami hamba-hamba Tuhan patut mengalami pekerjaan penyucian Firman supaya menjadi alat yang mulia.
c)      Orang yang kena ludah ikut cemar
Ludah menunjuk kata-kata kotor. Itu keluar dari kehidupan yang sudah najis kemudian disemprotkan pada orang lain lalu orang itu ikut najis. Kita semua ini adalah orang yang dihadapan Tuhan kalau tanpa pertolongan Tuhan adalah orang yang kotor dan najis. Tetapi jangan kita menambah dengan membuang ludah pada orang lain dalam bentuk kata-kata kotor dan kritikan, fitnah, nista/ umpat.

Dalam Imamat 15:31 ada keprihatinan Tuhan bila melihat umat Tuhan berseberangan dengan rencana Allah. Rencana Allah adalah kita mau dibawa ke Yerusalem Baru, dalam hal ini menjadi Mempelai Wanita bagi Tuhan Yesus, Mempelai Pria Sorga, tetapi kalau ditandai dengan kenajisan maka kehidupan itu tidak bisa masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus, dalam Yerusalem Baru.
Wahyu 21:27
21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Keprihatinan Tuhan ini Tuhan curahkan kepada hamba-hamba Tuhan, lebih sempit lagi Tuhan percayakan hal ini pada gembala-gembala. Tuhan melihat dengan keprihatinan kasihan umatNya tidak bisa masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna karena mereka ditandai dengan kenajisan.

Andaikata umat itu bisa mengatur dirinya sendiri, tentu Tuhan tidak butuh pelayanan hamba Tuhan. Tetapi Tuhan memakai hamba Tuhan karena bukan jemaat yang harus bergerak sendiri untuk membersihkan kenajisan tanpa membutuhkan pelayanan Tuhan. Ini adalah sistem dari Tuhan. Untuk menangani kenajisan umat Tuhan ini, Tuhan mempercayakan kepada hamba-hamba Tuhan dalam hal ini adalah gembala. Tetapi bagaimana gembala mau membersihkan kenajisan umat Tuhan kalau dia sendiri ada dalam kenajisan.

Nabi Yesaya sudah melayani tetapi ditandai dengan kenajisan, bagaimana dia bisa membersihkan sidang jemaat. Sekalipun dia sudah berbicara dalam pasal 1,2,3,4 dan 5 namun dia najis, itu sebabnya pada pasal 6 kontrak pelayanannya dibaharui. Kami hamba Tuhan harus rela kontrak pelayanan kami dibaharui. Untuk itu kami harus rela ditunjukkan kesalahan dan kekurangan kami. Kalau tidak rela maka sekalipun terus melayani tentu ujungnya adalah kebinasaan. Kami rindu seberapapun sidang jemaat yang dipercayakan kepada kami, semuanya itu berhasil masuk di Yerusalem Baru.

Kita lihat kondisi Yerusalem Baru:
Wahyu 21:27
21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Dalam Imamat pasal 15 kata najis itu disebutkan untuk kenajisan pada laki-laki 16 kali dan untuk kenajisan pada wanita ada 16 kali. Ini berarti bentrok dengan Tabernakel. Sebab Tabernakel dibangun dengan 16 bahan dan semuanya itu barang yang ditahbiskan dan disucikan. Bagaimana kita mau masuk dalam Tabernakel rohani yaitu Tubuh Kristus kalau ada tanda kenajisan. Itu sebabnya Tuhan prihatin melihat dan memperlihatkan bagaimana nasibnya kalau tidak ditolong. Orang yang dipercayakan Tuhan untuk menolong adalah hamba Tuhan.

Wahyu 21:9-10
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Tuhan melihat kondisi sidang jemaat begitu memprihatinkan sehingga Tuhan berkata “hai kamu hamba-hamba Tuhan, tolonglah mereka supaya terhindar dari kenajisan. Kasihan nanti kalau mereka tidak masuk dalam pembentukkan Tubuh Kristus”. Tuhan memberikan jalan keluar kepada hamba Tuhan dan dia duluan yang harus lebih dahulu mengalami dan bersentuhan dengan jalan keluar itu.

Ada 6 bentuk atau ragam pelayanan hamba Tuhan. 6 hal ini adalah cara kerja pelayan Tuhan untuk membersihkan, untuk membangun dan memberikan pelayanan agar umat Tuhan yang dilayani itu tampil tanpa cacat cela dan kerut.

1.      Hamba Tuhan bagaikan penggarap ladang Tuhan.
I Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Sidang adalah ladang Tuhan, tentu hamba Tuhan ini akan menggarap semaksimal mungkin supaya ladang ini tidak menjadi ladang tidur yang tidak produktif. Tuhan memberikan suport kepada kami bahwa kami hamba Tuhan tidak bekerja sendiri namun Allah bekerja bersama dengan kami untuk menggarap ladang, itulah sidang jemaat. Sidang jemaat digarap oleh hamba Allah bersama dengan mitra kerjaNya yaitu Tuhan.

Ini harus dipahami oleh hamba Tuhan bahwa mitra kerjaNya adalah Tuhan. Pribadi yang menjadi mitra kerja saya adalah pribadi yang penuh kuasa dan tidak ada yang mustahil bagiNya. Masakan saya sebagai mitra kerjaNya akan dibiarkan? Itu tidak bakal terjadi. Saya hanya bisa mengadu kepadaNya.

Tuhan berkata kepada hamba Tuhan “ladang itu umatKu, engkau harus menggarap dengan benar supaya mereka benar-benar bersih”. Jangan sampai di ladang ini hanya akan tumbuh onak dan puteri malu. Kalau yang tumbuh onak dan puteri malu maka itu hanya menjadi tempat persekutuan jin-jin dan serigala-serigala. Serigala memang sudah mempunyai lubangnya dan dia membuat lubangnya. Ini berbeda dengan Tuhan Yesus. Kami hamba Tuhan bekerja harus berseberangan dengan serigala-serigala dan jin-jin agar dalam diri sidang jemaat jangan tumbuh puteri malu.
Yesaya 34:13-14
34:13 Duri-duri akan tumbuh di puri-purinya, rumput dan puteri malu di tempat-tempatnya yang berkubu, sehingga menjadi tempat kediaman serigala, dan lapangan bagi burung unta.
34:14 Di sana berpapasan binatang gurun dengan anjing hutan, dan jin bertemu dengan temannya; hantu malam saja ada di sana dan mendapat tempat perhentian.

Jangan sampai di ladang Tuhan ada tanaman yang tidak ditanam oleh Tuhan. Kami harus melihat sesuai dengan pandangan Tuhan dan jangan kami biarkan. Kalau hamba Tuhan yang dipercayakan Tuhan untuk menggarap sidang jemaat tetapi membiarkan tanaman yang tidak ditaman Tuhan tumbuh di ladang Tuhan maka dia bukan penggarap yang benar, dia penggarap yang tidak benar. Penggarap yang membiarkan tanaman yang tidak ditanam oleh Tuhan tumbuh di tengah-tengah ladang Tuhan, berarti pemimpin yang ada di situ adalah pemimpin yang buta.

Ini yang harus dibersihkan, ini adalah bagian-bagian yang kotor, bagian-bagian yang cemar, bagian-bagian yang najis, yang mengganjal kehidupan sehingga tidak bisa masuk Yerusalem Baru menjadi Mempelai Wanita.

Matius 15:9-12
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."
15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Perkataan Yesus menjadi sandungan bagi mereka. Inikan aneh, Firman Tuhan mau membersihkan mereka tetapi malah mereka melihat Firman Tuhan itu sebagai sandungan. Ini yang menjadi keperihatinan Tuhan. Karena Tuhan perihatin melihat mereka tidak mungkin menjadi mempelai Wanita Tuhan maka ditunjuk kesalahannya. Masakan menjadi pengantin yang buta! Bukankah mempelai wanita itu molek, indah, cantik, tanpa cacat cela dan kerut? Itulah penampilan gereja yang mengalami pembersihan lewat pelayanan hamba Tuhan (penggarap yang benar).

Matius 15:13-14
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Lobang yang dimaksud di sini adalah bustanos yaitu lubang yang ada kotorannya. Kalau dibiarkan tanaman yang tidak ditanam oleh Tuhan maka jemaat itu akan tetap kotor sebab ada kotoran di situ.

Tuhan sudah perlihatkan 7 sidang jemaat di asia kecil namun hanya dua yang bertobat, yang lima tidak bertobat. Mayoritas tidak bertobat, bahkan Pergamus dan Tiatira tetap menjadi musuh Tuhan. Itu sebabnya Tuhan mengirim surat melaui rasul Yohanes dan dialamatkan kepada gembala-gembala karena gembala-gembala yang berkepentingan mengerjakan pekerjaan pembersihan. Tuhan tidak langsung mengirim surat kepada jemaat tetapi kepada gembala yang adalah malaikat sidang jemaat.

Tuhan menyuruh hamba Tuhan menghindarkan sidang jemaat dari kenajisan sebab kasihan jemaat kalau tetap dalam kenajisan mereka tidak akan bisa masuk dalam persekutuan di dalam kemah Tuhan. Ini adalah kasih sayang Tuhan. Karena Tuhan melihat keadaan kita seperti itu maka Tuhan menepuk jidatnya hamba Tuhan”perhatikan baik-baik umatKu! Kasihan mereka”.

Kalau sidang jemaat bisa keluar sendiri dari kenajisannya maka tidak perlu tangan Tuhan (hamba Tuhan). Itu sebabnya tidak boleh diringankan tangan Tuhan yang melayani kita, itulah hamba Tuhan, itulah gembala. Kalau hamba Tuhan sudah mengarahkan sidang jemaat kemudian ada satu dua orang yang mengeritik maka bagi orang yang meludah atau mengkritik itu tinggal menunggu waktunya. Tuhan akan meludahkan orang itu dari TubuhNya, artinya Tuhan akan membuang mereka dari persekutuan Tubuh Kristus.

Imamat 15:31
15:31 Begitulah kamu harus menghindarkan orang Israel dari kenajisannya, supaya mereka jangan mati di dalam kenajisannya, bila mereka menajiskan Kemah Suci-Ku yang ada di tengah-tengah mereka itu."

Ini adalah keprihatinan Tuhan. Saya sebagai hamba Tuhan harus lebih dahulu memahami kehendak Allah dan membenahi diri baru setelah itu menjadi alat Tuhan untuk membersihkan umat Tuhan.

Ini hal yang pertama, ada kotoran di ladang Tuhan. Kotoran ini menajiskan, kotoran ini menjijikkan.

Keprihatinan Tuhan kepada umat Tuhan, Tuhan curahkan kepada hamba Tuhan “lihat umatKu, kasihan mereka”. Itu adalah tanggung jawab kami hamba-hamba Tuhan. Dalam menyelenggarakan kebaktian bukanlah hal yang gampang.
Ulangan 18:5,7
18:5 Sebab dialah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu, supaya ia senantiasa melayani TUHAN dan menyelenggarakan kebaktian demi nama-Nya, ia dan anak-anaknya.
18:7 dan menyelenggarakan kebaktian demi nama TUHAN, Allahnya, sama seperti semua saudaranya, orang-orang Lewi, yang melayani TUHAN di sana,

II Tawarikh 29:11
29:11 Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya untuk melayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya."

Yehezkiel 44:15-16,19,27
44:15 Tetapi mengenai imam-imam orang Lewi dari bani Zadok yang menjalankan tugas-tugas di tempat kudus-Ku waktu orang Israel sesat dari pada-Ku, merekalah yang akan mendekat kepada-Ku untuk menyelenggarakan kebaktian dan bertugas di hadapan-Ku untuk mempersembahkan kepada-Ku lemak dan darah, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
44:16 Merekalah yang akan masuk ke dalam tempat kudus-Ku dan yang akan mendekati meja-Ku untuk menyelenggarakan kebaktian dan mereka akan menjalankan tugasnya terhadap Aku.
44:19 Dan waktu mereka keluar ke pelataran luar menjumpai umat TUHAN itu, mereka harus menanggalkan pakaian mereka yang mereka pakai dalam menyelenggarakan kebaktian dan menyimpannya dalam bilik-bilik kudus, kemudian mengenakan pakaian yang lain, supaya umat itu jangan menjadi kudus disebabkan kena kepada pakaian imam-imam itu.
44:27 dan pada hari ia masuk lagi ke tempat kudus, ke pelataran dalam, untuk menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus, ia harus mempersembahkan korban penghapus dosanya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Kami sebagai penyelenggara kebaktian bekerja tidak asal! Kami bertanggung jawab bagaimana umat Tuhan menjadi bersih. Itu tugasku! Pekerjaan hamba Tuhan itu berat, jangan dibuat lebih berat lagi. Tega kalau ada jemaat yang membuat tugas hamba Tuhan menjadi tambah berat. Alangkah indahnya kalau kita menerima pekerjaan penyucian.

Tuhan tunjukkan sasaran pelayanan kita, ujungnya adalah menjadi Mempelai Wanita Tuhan sehingga terhindar dari aniaya antikristus selama 3,5 tahun. Akan banyak sekali anak Tuhan yang tertinggal, lebih banyak dari yang disingkirkan. Yang tertinggal akan dianiaya oleh antikristus tetapi tidak bisa lekas mati, bahkan 5 bulan mau cari mati tetapi tidak bisa mati.

Kalau kami hamba Tuhan salah melayani maka kami menjadi buta. Kalau orang buta melayani maka bersama dengan jemaat yang dilayani akan jatuh dalam lubang yang ada kotoran. Berarti sama-sama kotor.

Ada orang yang dipercayakan Tuhan untuk menyuarakan Firman Pengajaran untuk membersihkan kita, itulah hamba Tuhan.

2.      Hamba Tuhan menjadi arsitek dalam pembangunan Tubuh Kristus
Untuk ini tidak boleh salah, hamba Tuhan harus tahu di mana kami letakkan pondasinya.
Efesus 2:20
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Pondasinya adalah:
Ø  Rasul menunjuk Firman pengajaran.
Kisah Para Rasul 2:42
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Kami membangun tidak membangun asal hanya mengikuti imajinasi kami. Kami harus membangun berdasarkan pengajaran Firman Allah yang sehat dan tidak boleh menyimpang.

Ø  Nabi menunjuk Firman nubuatan
II Petrus 1:19
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

II Petrus 1:19 (Terjemahan English)
1:19 We have also a more sure word of prophecy(=Firman nubuatan); whereunto ye do well that ye take heed, as unto a light that shineth in a dark place, until the day dawn, and the day star arise in your hearts:

Firman nubuatan harus diperhatikan dengan teliti, jangan hanya nubuatan yang sifatnya lahiriah. Kalau hanya seperti itu maka itu nubuatan palsu.

Kristus menjadi pengikat dari dua pondasi ini. Firman nubuatan tidak boleh menyeleweng dari Kristus, Firman pengajaran juga tidak boleh menyimpang dari Kristus. Gereja Tuhan tangguh menghadapi apapun karena ada kekuatan Firman pengajaran. Gereja Tuhan tangguh karena dia melihat tujuan (sasaran) perjalanan hidupnya dan tidak lepas dari pribadi Kristus.

Bangunan ini tersusun rapi, kalau rapi bagaimana modelnya. Susunan rapi itu mulai dari hidup nikah.
I Korintus 11:1-2
11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
11:2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.

Sidang jemaat Korintus ini dipuji karena meneruskan ajaran yang telah mereka terima dari Paulus. Setelah pujiannya itu Paulus menambahkan bahwa ada hal-hal yang rancu dalam jemaat itu yang harus dibenahi.
I Korintus 11:3
11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

Penyucian itu turun dari pribadi Bapa kepada Kristus,
Yohanes 16:15 (Terjemahan lama)
16:15 Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku, oleh sebab itu Aku berkata, bahwa diambil-Nya daripada hak Aku, lalu dikabarkan-Nya kepadamu."

diteruskan kepada laki-laki atau suami, baru kepada isteri. Kalau terbalik, isteri yang menjadi kepala dan suami di bawah maka penyucian itu akan terhenti. Ini bukan mau merendahkan kaum wanita, malah Tuhan mau menempatkan pada tempat yang benar. Aturan ini jangan dirubah.

I Korintus 11:4-5
11:4 Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

Wanita jangan gunting model papan seperti laki-laki. Ada lagi laki-laki yang dilihat dari belakang seperti perempuan karena berambut panjang, nanti dilihat dari depan ternyata laki-laki. Kalau seperti itu tidak tersusun rapi dan itu rancu di mata Tuhan. Berarti tidak akan masuk dalam persekutuan Tubuh Kristus karena ada kendala, itu bagian dari kenajisan.

I Korintus 11:7,13-16
11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
11:14 Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,
11:15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
11:16 Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.

Ini pembangunan supaya kita masuk di Yerusalem Baru. Susunan rapi ini harus dipahami oleh gereja Tuhan di penghujung akhir zaman ini.
Kejadian 3:17
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

Kutukkan ini terjadi karena susunannya terbalik, mestinya Adam yang mengajar Hawa tetapi malah Hawa yang mengajar Adam. Ini jangan terjadi pada diri kita sebab bangunan itu harus rapi tersusun.

I Timotius 2:13-14,11-12
(Perikop: Mengenai Sikap orang laki-laki dan perempuan di dalam ibadah)
2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.
2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

Kalau ini dibantah berarti orang itu bukan jemaat Allah, bukan bangunan Allah. Hal ini akan merusak pembangunan.
1 Korintus 11:16
11:16 Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.

Arsitek ini harus tahu menempatkan bahan bangunan pada tempatnya. Arsitek itu harus tahu persis bahwa hidup pelayanannya harus benar.
Efesus 4:12
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Kata memperlengkapi ini diambil dari bahasa aslinya yaitu katartismos atau katartizo. Kata ini digunakan dalam ilmu kedokteran dimana kalau ada tulang yang patah atau terkilir maka dokter ini sudah tahu bagaimana menyusun kembali tulang yang patah itu.. Artinya menempatkan seseorang pada tempat yang benar, mulai dari dalam nikah suami pada tempat yang benar dan isteri pada tempat yang benar, gembala pada tempat yang benar, majelis pada tempat yang benar, pemain music pada tempat yang benar, zangkoor pada tempat yang benar. Itu pembangunan yang rapi

Kata ini juga digunakan oleh para nelayan di Timur Tengah. Ketika mereka melempar jalanya lalu ditarik dan koyak maka ketika sampai di darat mereka menyusun kembali mata jala itu pada susunan yang benar.

Jangan kita salah membangun. Kalau yang berdiri memimpin ibadah di tengah sidang jemaat adalah perempuan berarti kita sudah salah membangun. Ini bukan karena Tuhan dendam pada perempuan karena perempuan menjadi penyebab kejatuhan manusia. Tetapi Tuhan mau mengangkat pada tempat yang benar sehingga kita seperti dari Adam dan Hawa sebelum mereka jatuh dalam dosa. Adam adalah orang yang tidak berdosa kemudian jatuh dalam dosa. Tetapi sekarang kita manusia berdosa yang diangkat oleh Tuhan lewat pekerjaan Firman pada satu kedudukan sebelum Adam jatuh dalam dosa. Kita harus melihat dari mana asal kita diangkat.

Yesaya 3:12
3:12 Adapun umat-Ku, penguasa mereka ialah anak-anak, dan perempuan-perempuan memerintah atasnya. Hai umat-Ku, pemimpin-pemimpinmu adalah penyesat, dan jalan yang kamu tempuh mereka kacaukan!

Kalau sudah lain yang memimpin kita, bukan sistem Sorga lagi, maka jalan yang kita tempuh dibongkar oleh mereka. Ini jangan terjadi pada diri kita. Kami hamba Tuhan sebagai penggarap ladang dan juga arsitek bangunan, jangan sampai kami salah.

Kalau saudara membangun rumah lalu memanggil tukang dan membayarnya dengan mahal namun ketika dia membangun tidak sesuai dengan selera saudara, kira-kira hati saudara tersayat atau tidak? Pasti tersayat. Apalagi ini rumah Tuhan kemudian dibangun tidak sesuai gambar, tidak sesuai sistemnya Tuhan maka Tuhan pasti murka sehingga yang membangun dan yang dibangun tidak akan ada di dalam Yerusalem Baru.

I Korintus 14:34
14:34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.

Jadi bukan hanya pada jemaat di Korintus tetapi pada semua jemaat Tuhan. Yang dimaksud tidak boleh berbicara di sini, artinya perempuan tidak boleh mengajar laki-laki. Kalau dia mau mengajar boleh di antara sesama perempuan. Perempuan tua mengajar perempuan muda supaya yang muda ini tahu mengatur rumah tangga dan menghargai suami sehingga ajaran Tuhan tidak dihina.
Titus 2:2-5
2:2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
2:3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik
2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
2:5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

I Korintus 14:35
14:35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

Bagaimana kalau perempuan itu tidak ada suaminya? Dia bisa menanyakan kepada gembala sebab gembala adalah suami bayangan dari jemaat. Itu sebabnya kalau jemaat membuat sakit hati gembala yang adalah suami bayangan, maka itu juga yang dirasakan oleh Tuhan Yesus yang adalah suami yang sebenarnnya. Gembala adalah suami bayangan dari jemaat yang akan membawa jemaat pada suami mereka yang sesungguhnya.

Jangan membuat sakit hati gembala sebab nantinya pelayanannya tidak bermanfaat.
Ibrani 13:17
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

I Korintus 14:35-38
14:35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.
14:36 Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang?
14:37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
14:38 Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.

Tuhan katakan “jangan kita indahkan” sebab satu saat Tuhan juga tidak akan mengindahkan orang itu. Sekalipun dia mengetuk pintu Tuhan akan mengatakan “Aku tidak mengenal engkau”.
Matius 7:23
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Lukas 13:27
13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!

3.      Hamba Tuhan digambarkan seperti seekor lembu
I Korintus 9:8-10
9:8 Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian?
9:9 Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
9:10 Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.

Lembu ini harus kuat dan mampu untuk membajak.
Amsal 14:4
14:4 Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

Fungsi lembu adalah supaya ada gandum. Fungsi hamba Tuhan menyiapkan Firman yang limpah untuk sidang jemaat.

Dalam kejadian pasal 41 ada dua macam lembu.
Ø  Lembu yang tambun hasilnya gandum yang bernas atau berisi.
Ø  Lembu yang kurus hasilnya gandum yang kosong dan kering.

Tetapi yang kurus ini yang paling banyak goyang dan mau menelan yang gemuk. Kalau kita dilayani oleh lembu yang kurus maka kita akan masuk dalam kelaparan. Di depan kita ini kita menghadapi masa yang disebut masa kelaparan. Orang akan mencari Firman dari utara ke timur dan dari laut ke latu tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Kelaparan ini karena pekerjaan lembu yang kurus.
Amos 8:11-12
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

Kalau Tuhan yang kirim maka tidak ada yang bisa menghindar.

Yang ada di utara itu adalah Meja Roti Sajian, ini menunjuk Firman dalam kelimpahannya dan perjamuan suci. Kalau sudah tidak ada Firman maka akhirnya akan keluar ke timur berarti ke halaman sehingga bertemu dengan antikristus. Halaman itu tidak diukur tetapi diserahkan untuk diinjak-injak oleh antikristus selama 3,5 tahun.

Kalau sekarang ini orang Kristen mengabaikan ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Kudus maka suatu saat dia akan kelaparan. Sebab itu kita harus dilayani oleh lembu yang tambun, bukan yang kurus. Artinya lembu itu bergerak dan bekerja untuk menampilkan gandum atau Firman dalam kelimpahan di dalam gereja. Itu adalah tugas kami hamba Tuhan, jangan sampai keprihatinan Tuhan tidak terjawab. Pelayanan kami tujuannya supaya jemaat itu lepas dari kendala-kendala yang membuat dia tidak bisa masuk dalam rumah Tuhan. Itu sebabnya perlu derasnya Firman di dalam sidang jemaat.

Tuhan Yesus menanti kita dengan perasaan rindu, tanganNya sudah siap untuk merangkul Mempelai WanitaNya, kenapa kita tidak mendambakan untuk ke sana? Umat Tuhan seriuslah datang beribadah, seriulah melayani Tuhan, tinggalkan segala yang kotor dan najis, jangan malah kita hambur. Lelehan laki-laki itu menunjuk meluapnya nafsu dagingnya yang tidak bisa terbendung. Akhir zaman ini kita akan berhadapan dengan tiga jenis kenajisan yang muncul bagaikan katak.

Orang yang kelaparan akan terhuyung dari laut ke laut. Laut itu menunjuk sifat fasik. Berarti orang itu akan dikuasai penuh oleh sifat fasik dan akhirnya bukan keluar dari lumpur tetapi malah terbenam kembali ke dalam lumpur.

4.      Hamba Tuhan diibaratkan seperti petugas medis
Dapat dikatakan seperti dokter yang mendiagnosa umat Tuhan, penyakit apa yang diderita oleh umat Tuhan.
Yeremia 6:14; 8:11
6:14 Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
8:11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.

Ini petugas medis yang tidak becus, hanya memberikan obat tipuan-tipuan kepada pasien. Kita ini datang beribadah, ibaratnya kita ini orang-orang yang mengidap penyakit datang kepada Dokter di atas segala dokter untuk disembuhkan dari penyakit 4 huruf yaitu DOSA atau penyakit 5 huruf yaitu NAJIS.

Dalam kitab Yeremia pasal 6 dan pasal 8 mengapit pasal 7. Pada pasal 7 inilah yang harus diobati.
Yeremia 7:3-4,8-10
7:3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.
7:4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,
7:8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.
7:9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,
7:10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!

Inilah dokter yang praktek dusta, sehingga akhirnya umat dibuang oleh Tuhan.
Yeremia 7:11-14
7:11 Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN.
7:12 Tetapi baiklah pergi dahulu ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu, dan lihatlah apa yang telah Kulakukan kepadanya karena kejahatan umat-Ku Israel!
7:13 Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu,
7:14 karena itulah kepada rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan dan yang kamu andalkan itu, dan kepada tempat, yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu, akan Kulakukan seperti yang telah Kulakukan kepada Silo;

Itu sebabnya kami hamba Tuhan mendiagnosa penyakit-penyakit dalam sidang jemaat, supaya jangan kita dibuang. Tentu kami hamba Tuhan sebagai petugas medis yang lebih dahulu diobati. Jangan sampai saya mengatakan “pulanglah dengan damai sejahtera” padahal tidak pernah menunjukkan dosa. Kalau seperti itu saya hanya menjadi penipu besar di hadapan jemaat dan di hadapan Tuhan.

Yeremia 7:4,10
7:4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,
7:10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!

Jangan sampai saudara kena kebohongan teologia prestisinasi yang mengatakan sekali percaya Tuhan Yesus pasti selamat dan tetap selamat, walaupun berbuat dosa tetap selamat. Saya sebagai hamba Tuhan jangan sampai membohongi jemaat, sudah tahu jemaat dalam keadaan salah tetapi tidak berani menegur padahal jemaat itu terancam tidak masuk dalam Yerusalem Baru. Seharusnya hamba Tuhan berupaya supaya jemaat itu terhindar jangan ada dalam keadaan seperti itu.

5.      Hamba Tuhan bagaikan awan
Yudas 1:12
1:12 Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.

Ada awan yang tidak berair dan ada awan yang membawa air.

Ø  Awan yang tidak berair ini kelihatan putih bersih tetapi kemana angin bertiup dia kesana. Angin yang meniup ini adalah pengajaran permainan palsu manusia.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Kelihatan putih tetapi tidak ada hujan yang turun, tidak membersihkan dosa. Umat yang datang tidak dibasuh sebab tidak ada air.

Ø  Awan yang membawa hujan itu kelihatan gelap tetapi dia membawa air hujan. Karena paham bahayanya kegelapan makanya dia membawa hujan. Awan yang mengandung air selalu menghimpun yang lain supaya hujan yang deras dan lebat turun.
Zakharia 10:1
10:1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikanNya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.

Kalau tampil hamba Tuhan bagaikan awan yang membawa hujan yang lebat dan deras, jangan saudara kaget kalau pengajaran itu datang bagaikan hujan yang deras turun di tengah-tengah jemaat.

Hujan ini sangat kita butuh, dalam gereja Tuhan dibutuhkan hujan Firman pengajaran. Ini tanggung jawab kami hamba-hamba Tuhan. Jangan tampil putih tetapi hanya kebenaran diri sendiri.

Yang diminta hujan turun pada akhir musim semi, bukan pada awal. Ini adalah hujan akhir yang turun di akhir zaman, pengajaran yang membawa pada kesempurnaan. Tidak semua orang suka pada hujan yang deras dan lebat. Tetapi bagi yang punya minat dia pasti meminta. Kalau menerima hujan Firman pengajaran berarti orang itu berminat. Kalau yang tidak berminat pasti menolak.

Kalau kita datang beribadah jangan hanya diukur dari berbahasa Roh tetapi bagaimana prakteknya di luar. Biarlah kita hamba Tuhan tampil seperti awan yang membawa hujan yang dibutuhkan oleh jemaat. Baiklah kita seperti awan yang sekalipun ditiup angin tetapi tidak bisa bergeser karena kita sarat dengan air. Saratlah dengan air Firman Allah sehingga sekalipun ditiup dengan angin pengajaran permainan palsu manusia tidak bisa bergoncang.

Kita membutuhkan siraman Firman. Biarlah kita seperti ladang, kalau ada pembersihan terimalah. Kita bagaikan bangunan yang mau disusun rapi. Kita rindu dilayani oleh lembu tambun, jangan tunggu dilayani lembu kurus yang membuat kita kelaparan. Kalau ada petugas medis, kita harus memeriksa apakah dia memang ahli atau kita hanya dibohongi.

Berat tanggung jawab hamba Tuhan untuk membawa jemaat bertemu dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Sebab lawan kita bukan lawan enteng, kita berhadapan dengan iblis yang memakai daging dan dunia untuk menghadang kita. Kalau mata hamba Tuhan tidak jeli, dia akan mengobati jemaat dengan salah. Itu sebabnya Tuhan dengan perihatin berkata pada hambaNya “jauhkan umatKu dari kenajisan”.

6.      Gembala itu sebagai seorang pengasuh
I Tesalonika 2:7
2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

Gembala ini di hadapan jemaat yang masih bayi rohani, dia tampil sebagai pengasuh. Begitu jemaat ini sudah beranjak dewasa dia tampil sebagai bapa yang menasihati dan mengajar umat Tuhan agar semakin dewasa penuh.

Yohanes 21:11,15,17
21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Sesudah penangkapan ikan 153 ekor, selanjutanya dikaitkan dengan pengangkatan gembala. Jadi gembala dalam pelayanannya tidak boleh lepas dengan angka 153.

153 adalah suasana kerajaan Sorga atau angka Tabernakel:
Panjangnya 100 hasta
Lebarnya 50 hasta
Ada 3 tingkatan yaitu halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci.

Penggembalaan harus berorientasi kepada pola Sorga ini. Jangan coba keluar dari pola Sorga ini di dalam penggembalaan kita. Kalau keluar dari pola sorga maka jemaat tidak akan mencapai sasarannya (kehilangan arah). Tetapi kalau tidak keluar maka Tuhan akan bekerja bersama dengan gembala.

Lebih dahulu hamba Tuhan harus mengerti kehendak Allah.
Efesus 5:17
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Orang bodoh mencemooh korban tebusan.
Amsal 14:9
14:9 Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

Tujuan korban tebusan untuk menampilkan sidang jemaat yang tanpa cacat cela dan kerut. Korban ketebusan diawali untuk kepentingan umat Tuhan, ini garis startnya dan garis finish kita mencapai kehidupan yang tanpa cacat dan cela. Untuk mencapai semua ini ada orang kepercayaan Tuhan. Itu sebabnya Tuhan katakan “imam-imam perhatikanlah, hindarkan mereka dari kenajisan”. Kami hamba Tuhan harus mengerti kehendak Tuhan yaitu untuk menghindarkan sidang jemaat, jangan sampai mereka terjerat dengan roh kenajisan sehingga akhirnya umat Tuhan itu tidak ada di Yerusalem Baru.

Orang bodoh ini punya jalan spesial di lorong dan kepada orang yang ditemui dia berkata “engkau bodoh”.
Pengkhotbah 10:2-3
10:2 Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.
10:3 Juga kalau ia berjalan di lorong orang bodoh itu tumpul pikirannya, dan ia berkata kepada setiap orang: "Orang itu bodoh!"

Lorong ini ada jalan yang ada di antara rumah dengan rumah, untuk meluruskan lorong maka rumah yang harus lebih dahulu ditata tempatnya. Berarti nikah yang harus dibenahi. Itu adalah seruan dari nabi besar Yohanes Pembaptis “luruskanlah lorong-lorong!”. Orang bodoh tidak mengerti kehendak Allah.

Terima kasih banyak Tuhan, Engkau membuat kami hamba-hamba Tuhan sarat dengan air Firman pengajaran, kami bisa mengerti bagaimana menyusun dan membangun rumah Tuhan, kami bisa mengerti bagaimana merawat tanaman Tuhan, kami bisa memahami bagaimana gembala merawat sidang jemaat. Sidang jemaat, berilah dirimu untuk terawat dalam hal yang mengarahkan kita menuju pada Yerusalem Baru.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar