20161207

Kebaktian PA Imamat, Rabu 7 Desember 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.


Kita lihat apa yang terjadi di berbagai belahan bumi ini, kehancuran terjadi di mana-mana contohnya rumah-rumah rata dengan tanah oleh karena gempa bumi dan lain-lain. Ini adalah bagian dari alarm Tuhan agar kita mewaspadai dengan sikap lebih banyak menyerah dan menyembah Tuhan. Alkitab mengatakan langit dan bumi akan digoncang, hanya satu yang tidak bisa digoncang yaitu Kerajaan Allah. Kita harus lari ke sana. Lewat pengajaran Tabernakel ini sebenarnya Tuhan sedang mengarah langkah kita untuk dibawa pada perlindungan yang tidak ada taranya.
Ibrani 12:25-27
12:25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?
12:26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
12:27 Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.

Kegoncangan ini bukan  hanya sekedar kegoncangan alam raya ini tetapi menunjuk dua hal:
1.      Kegoncangan langit menunjuk kegoncangan yang rohani.
Ini sudah kita rasakan di hari-hari terakhir ini. Kegoncangan yang rohani itu adalah ulah dari si pembohong, sehingga umat Tuhan goncang imannya.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

2.      Kegoncangan bumi sudah kita lihat sekarang ini.
Termasuk di dalamnya kegoncangan ekonomi. Yang dibutuhkan dari kita umat Tuhan adalah berdoa. Dunia boleh resesi tetapi gereja Tuhan sedang digiring untuk masuk dalam resepsi yaitu pesta nikah Anak Domba Allah.

Tidak ada jalan lain, kita harus datang pada yang tak dapat digoncang, itulah kerajaan Allah. Pelajaran Tabernakel ini mau digoncang tetapi tidak bisa digoncang. Hanya orang-orang di dalamnya kadang ada yang ikut digoncang dan hancur. Tetapi saya berdoa kepada Tuhan supaya kita tetap teguh jangan ikut tergoncang.

Imamat pasal 19 ini dapat dibagi menjadi 7 bagian:
1.      Hubungan anak dan orang tua, ditambah sabat. (Imamat 19:1-3,30,32)
2.      Perihal syukuran atau korban keselamatan. (Imamat 19:5-8)
3.      Perihal hasil-hasil usaha pencaharian kita. (Imamat 19:9-10, 23-25)
4.      Perihal dosa kata-kata dan dosa yang mengakar dalam hati sehingga keluar dalam bentuk kata-kata. (Imamat 19:11-12,15-18,35)
5.      Perihal tindakan kekerasan dan ketidakadilan, sikap menghadapi sesama dengan penampilan yang tidak manusiawi. (ayat 13-14,19,33-34,36-37)
6.      Perihal kesucian sebelum masuk nikah dan setelah ada dalam nikah (ayat 20-22,29)
7.      Perihal hubungan dengan roh-roh jahat (ayat 4,26-28,31)

Kita sampai pada poin keempat dari Imamat pasal 19.
Imamat 19:15-18
19:15 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
19:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.
19:17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

“Akulah Tuhan” ada 16 kali disebutkan dalam Imamat pasal 19 ini. Angka 16 adalah jumlah jenis bahan yang dipakai oleh Tuhan untuk membangun Tabernakel jasmani pada zamannya Musa dan juga untuk membangun Tabernakel rohani Tuhan memakai 16 bahasa. Jadi sinkron, tidak ada bedanya = nyata angka 16 adalah angka Tabernakel.

Tabernakel yang didirikan oleh Musa itu dibangun dengan 16 macam bahan. 16 bahan ini dibagi 5 antara lain logam, tumbuh-tumbuhan, batu permata dan sebagainya. Untuk mewarnai kain-kain dari Tabernakel diambil dari kulit kerang. Jadi gereja Tuhan harus tampil beda warna dengan orang dunia. Beda warna itu dimulai dari sentuhan Tuhan di hati.

Dalam pasal 19 ini ada sentuhan Tuhan kepada hati seorang anak untuk segan kepada ibu dan bapanya. Kalau hatinya tidak dijamah oleh Tuhan maka dia pasti menimbulkan banyak kesulitan bagi bapa ibunya. Apalagi kalau anak itu bebal, itu pasti membuat tersayat hati ibunya. Hati itu juga diarahkan kepada Tuhan, itulah sabat. Dua hal ini dibicarakan pada poin yang pertama.

Hati itu dibimbing oleh Tuhan untuk tahu mengucap syukur. Dalam mengucap syukur ini Tuhan sudah memberikan waktu yang tidak boleh diperpanjang yaitu hanya dua hari. Itulah poin yang kedua.

Kita telah menikmati hasil pekerjaan kita dan hati itu dijamah lagi oleh Tuhan untuk melihat di mana kita harus menaruh perhatian orang miskin orang asing, yaitu kita harus memperhatikan sentral ladangnya Tuhan. Jadi hati kita harus tertuju pada pusat kehendak Tuhan. Itulah poin yang ketiga.

Kalau berbicara kehendak Tuhan maka itu tidak lepas dari Tabernakel. Itu sebabnya dalam membangun Tabernakel selalu dikatakan “hendaklah” (dalam terjemahan lama) itulah kehendak Allah. Itu sebabnya dalam aktivitas kegiatan upaya kerja kita, jangan lupa ada kehendak Allah di dalamnya. Termasuk dalam pekerjaan dan bisnis saudara, saudara harus mengerti apa sebenarnya kehendak Tuhan dengan berkat-berkat yang sudah diterima. Apakah berkat-berkat yang saudara terima hanya mau membuat dagingmu senang? Tidak. Kita harus melihat ada orang yang perlu kita bantu dan dukung. Itu berarti ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, seperti papan jenang. Ada lubang dan ada sekangnya. Berarti saling memberi dan saling menerima.

Hal ini yang masih kurang kita praktekkan. Di tengah-tengah kita ada janda apalagi sudah lanjut usia. Siapa lagi yang bisa memperhatikan mereka. Kalau kita memperhatikan orang lain itu adalah bagian praktek dari hati yang dijamah oleh Tuhan. Poin ini harus kita tingkatkan karena hal ini diajar oleh Tuhan melalui rasul Paulus.
I Korintus 16:1-2
16:1 Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.
16:2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing -- sesuai dengan apa yang kamu peroleh -- menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.

Ulangan 14:28-29
14:28 Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu;
14:29 maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu."

II Korintus 8:12
8:12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

Pemberian itu bukan karena dipaksa, kalau dipaksa tidak diterima oleh Tuhan. Pemberian ini harus berdasarkan apa yang ada pada kita bukan yang tidak ada pada kita, artinya bukan memberi karena diutang. Jangan berkata “saya mau memberi tetapi saya mau berutang dulu”. Ini tidak dibenarkan oleh Tuhan.

Pada poin yang keempat kita melihat bagaimana sikap kita di dalam pengadilan. Mengapa kita saling seret dalam pengadilan. Ada masalah apa dalam hal itu sehingga kita harus dihadapkan dengan suasana pengadilan. Memang kita tidak pernah mendakwa orang, memanggil penasihat hukum untuk menuntut orang lain. Tetapi sikap hati kita. Ketika kita melihat orang, menyaksikan keadaan orang, hati kita langsung mengadili.

Kalau mengadili itu berarti sudah diranah menghakimi. Yang harusnya kita katakan, kita harus menunjuk kesalahannya. Kalau seperti itu bukan berarti mengadili. Kalau mengadili berarti kita menjatuhkan hukuman. Warna ini seringkali dikaburkan, orang menunjuk kesalahannya malah dikatakan mengadili. Bagaimana bisa tahu kesalahan kalau tidak ditunjuk lewat Firman. Makanya Alkitab mengatakan “tegorlah” itu bukan menghakimi.

Saya menunjukkan kesalahan orang lain karena terbayang di mataku akibatnya. Saya tidak menghakimi, saya menunjuk dengan hati nurani karena saya mengasihi dia, supaya dia terlepas dari bahaya itu.

Kalau ada orang yang suka mengatakan “pendeta itu suka menghakimi” itu sama dengan memagari dirinya untuk tidak diperlihatkan kesalahannya agar dia bebas melakukan yang salah! Kapan orang seperti itu bisa tertolong. Orang seperti ini membuat hamba Tuhan sulit untuk bicara Firman padanya. Padahal firman Tuhan itu adalah Ilham Allah untuk menunjukkan kesalahan.
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Menunjuk kesalahan itu bukan mengadili, kalau mengadili itu menghukum karena pengadilan itu tujuannya untuk menghukum.

II Timotius 4:1-2
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Dinyataan apa yang salah supaya jangan tunggu kita diseret pada pengadilan Tuhan, selagi kita masih hidup tegur dan nyatakan yang salah! Rasul Paulus menyampaikan dengan sungguh-sungguh sebab Tuhan memperlihatkan kepadanya ada hal-hal yang mencelakakan di depan mereka. Kalau Tuhan menyatakan kepada saya “itu berbahaya, tolong beritahu” apakah itu salah. Tuhan sudah memberi penyataan kepada rasul Paulus dan bukan hanya rasul Paulus yang mendapat penyataan tetapi juga hamba-hamba Tuhan yang lain. Termasuk saya juga mendapat penyataan Allah. Makanya saya risau kalau melihat pelayan-pelayan yang sudah keadaannya berbahaya dan saya menyampaikan Firman dengan teguran. Terserah mau diterima atau tidak, yang penting saya lepas dari tanggungan darah.

Memberitakan Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya termasuk juga siap untuk dilawan. Ketika dilawan itu adalah waktu yang tidak baik tetapi kita harus siap. Kita harus menegur supaya orang itu keluar dari posisi yang membahayakan itu. Sesudah dia menerima teguran maka datang nasihat. Nasihat ini fungsinya mengingatkan supaya jangan terulang lagi. Menasihati harus dengan kesabaran dan atributnya adalah dengan pengajaran yang sehat.

Kalau menegur kesalahan orang dianggap menghakimi maka biarkan saja orang berbuat dosa dan tidak usah lagi dengar pengajaran. Padahal pengajaran yang dinafasi oleh Tuhan itu berfaedah untuk mengajar, menunjukkan kesalahan dan memperbaiki kelakuan. Apakah itu menghakimi? Pengadilan itu mendorong orang untuk dihukum. Tetapi kalau ditunjukkan kesalahan itu supaya orang itu keluar dari ancaman hukuman.

Tadi dikatakan “janganlah berbuat curang dalam pengadilan”. Dalam menyatakan yang salah dan menegur itu, kata-kata curang itu bisa saja masuk. Contohnya pendeta menunjuk jemaat “jangan mencuri” tetapi pendeta itu bisa curang hanya menunjuk jemaat tetapi tidak menunjuk dirinya sendiri. Kalau mengatakan “saudara jangan hidup cemar, jangan hidup dalam kenajisan” lalu yang bicara itu sendiri hidup cemar dan najis maka dia itu curang. Kalau saya berkata “hamba Tuhan yang fulltimer jangan ada pekerjaan sambilan” sementara  saya ada pekerjaan sambilan, itu berarti saya curang. Saya berkata “tidak boleh ada utang” kemudian utang saya segudang, berarti saya curang di dalam pemberitaan.

Kita ini melangkah untuk mencapai derajat sempurna sama dengan Kristus. Itu sebabnya jangan hanya sekedar ngomong, atau sekedar bicara saja tetapi kita harus ada dalam praktek Firman.

Tuhan sendirilah Guru yang mengajar “jangan curang” sebab dalam diri Tuhan tidak ada kecurangan.
Ayub 34:12
34:12 Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan.

Buah terang adalah kebaikan, keadilan dan kebenaran. Ini yang dituntut. Seringkali kita mengatakan keluarakan buah-buah pertobatan, tetapi mana itu buah-buah pertobatan. Orang yang bertobat itu berarti keluar dari gelap masuk pada terang. Berarti berbuahkan terang yaitu kebaikan, keadilan dan kebenaran.

Ketika orang farisi datang minta dibaptis oleh Yohanes Pembaptis  maka Yohanes menantang mereka “hai kamu keturunan ular beludak, siapa yang mengatakan kalian bisa melarikan dari hukuman yang akan datang. Tetapi keluarkan dulu buah-buah pertobatan”. Bisa saja orang berkata “Yohanes Pembaptis menghakimi!”. Tetapi tanpa takut Yohanes mengatakan itu. Tidak hanya ditunjuk mereka ular beludak, tetapi ditunjukkan solusinya bahwa mereka harus mengeluarkan buah pertobatan.

Kecurangan ini justru Tuhan temukan di ladangnya Tuhan. Itu sebabnya Tuhan mau membersihkan kita dari roh kecurangan ini.
II Korintus 11:13
11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.

Oleh ilham roh rasul Paulus tidak segan-segan bicara karena memang ada pekerja curang dan yang tidak  jujur. Apakah kita harus bengkak dada mendengar bahasa seperti ini? Tidak, kita harus menerima supaya jangan binasa karena kesalahan itu.

Rasul ini dalam bahasa gerika adalah apostolos yang artinya duta-duta Sorga. Kalau tidak memiliki mata yang dibuka oleh Tuhan, siapa yang bisa mengira mereka ini rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, kalau mereka tampil dengan sangat memukau.

Matius 3:7
3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Orang Farisi yang mendengar perkataan Yohanes ini tidak mengatakan “Yohanes mulut tidak bertobat!”. Bukankah begitu yang terjadi sekarang ini, begitu ada hamba Tuhan yang mau menolong dia malah dikatakan “mulut tidak bertobat! Perlu ditinju supaya rontok giginya!”. Orang Farisi ini menerima dan akhirnya ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat yang bertobat dan mengikuti Tuhan Yesus walaupun masih sembunyi-sembunyi.

Matius 3:8
3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Buah pertobatan itulah buah terang sebab dari gelap datang kepada terang.
Efesus 5:9
5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

Apa konsepnya mengeluarkan buah pertobatan? Pertobatan itu berarti dari gelap kepada terang, jadi buah yang keluar adalah buah terang yaitu:
1.      Kebaikan
Banyak orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus melakukan kebaikan yang luar biasa. Tetapi bukan kebaikan seperti itu yang dimaksud. Kebaikan itu untuk menguji kasih. Sekarang kita lihat, perhatikan bagaimana pelayanan kasihmu.

Kalau dalam pengajaran ini, kebaikan yang menguji pelayanan kasih ini dimulai dari ranah yang kecil yaitu mulai dari dalam nikah. Apakah kami hamba Tuhan suami dan isteri memperlambat pekerjaan Tuhan karena persoalan nikah?

Kebaikan ini menguji kasih, itulah buah terang. Sehingga tidak akan seret menyeret dalam pengadilan, baik dalam nikah tidak perlu ke majelis adat. Kalau tidak bisa mempraktekkan kebaikan, itu sama dengan menghina pemberiaan Tuhan.
Efesus 2:10
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Jadi Tuhan sudah memberi kita sarana dalam Kristus Yesus, Kristus urapan dan Yesus adalah Firman. Kalau orang berbuat baik kepada kita berarti dalam dirinya ada terang di dalam Kristus Yesus. Orang yang berbuat kebaikan sama dengan mengasihi dirinya.
Amsal 11:17
11:17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

Mau kita melihat pekerjaan Tuhan melejit dan arahnya membawa kita pada kesempurnaan? Ayo kita buktikan kita ada dalam praktek kebaikan yang menguji kasih.

2.      Keadilan
Keadilan ini untuk menguji pengharapan dan kesucian. Itu keadilan yang diinginkan oleh Tuhan. Kita memiliki pengharapan untuk jumpa dengan Yesus. Yesus adalah kudus sehingga oleh keadilanNya, Dia mau supaya kita kudus. Ini yang Tuhan nyatakan sehingga dikatakan jangan curang.

Tuhan itu suci adanya, adilkah kita tampil dengan pakaian rombeng, compang-camping?. Kalau mempelai Laki-laki berdandan luar biasa maka Mempelai perempuan juga berdandan luar biasa.

3.      Kebenaran
Kebenaran untuk menguji iman. Kita bisa tahu orang itu hidup dalam kebenaran dengan melihat imannya. Lihat praktek hidupnya, lihat cara pandanganya terhadap kebutuhan-kebutuhannya di dunia yang fana ini. Lihat caranya mengadakan kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Ini buah sehingga kita tidak sanksi melihat orang itu dan melihat diri kita.

Kalau saya kalang kabut melihat pembangunan seperti ini, kapan buah iman saya nyata, bagaimana kebenaran itu nyata.

Ini adalah bahasa pilunya Tuhan Yesus:
Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Olehnya jangan kita menempuh jalan di luar kebenaran. Artinya menempuh jalan untuk mendapatkan sesuatu tanpa iman. Dalam pembangunan rumah ibadah secara fisik ini jangan ada korban yang berangkat dari kredit. Itu sama sekali cacat di hadapan Tuhan dan menyalahi kebenaran. Bagaimana mau sama benar dengan Kristus kalau seperti itu. Akhirnya hanya ngomong doang dan tidak ada fakta.

Walaupun sudah menjadi benih perempuan, tetapi di ujung perjalanan terbagi dua. Ada benih perempuan yang tertinggal dan ada yang diterbangkan ke padang belantara. Sudah masuk dalam benih perempuan dari keturunan Set lalu Enos sampai di bukit Golgota namun tidak mau merobek dagingnya, akhirnya ketinggalan juga dalam aniaya antikristus.

Olehnya mari kita dukung mendukung, topang menopang satu dengan yang lain di dalam doa. Bila melihat ada yang melakukan kesalahan tegurlah. Bagi yang ditegur jangan marah, itu berarti kasih Tuhan masih menjangkau saudara.

Setelah menegur, ingat jangan engkau juga terlibat dalam kesalahan.
Imamat 19:17
19:17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

Tegur seseorang dengan terus terang, jangan dengan kasih yang tersembunyi.
Amsal 27:5
27:5 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.

Kenapa bisa mendatangkan dosa kepada yang menegur? Sebab kalau yang ditegur tidak menerima lalu yang menegur jadi marah dan benci pada orang itu berarti mendatangkan dosa.

Imamat 19:16
19:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.

Paulus berkata “kepada orang yang memfitnah kami, kami menjawab dengan ramah” jadi dia tidak berdosa. Ini tidak hanya dia tuangkan hitam di atas putih tetapi dia praktekkan.
I Korintus 4:13
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

Orang yang suka menyebar fitnah, Alkitab mencap dia adalah jemaat iblis! Dia bukan jemaat Tuhan. Ini ada di dalam gereja. Sidang jemaat Smirna ada di dalamnya. Jemaat Filadelfia juga ada. Menghadapi jemaat iblis, lakukan Firman Allah akhirnya dipaksa untuk mereka datang berlutu kepada jemaat Tuhan.

Fitnah itu dalam bahasa gerika adalah diabolos. Iblis bahasa gerikanya juga adalah diabolos. Makanya tidak heran dikatakan jemaat iblis karena sama-sama diabolos.
Wahyu 2:9
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Menghadapi pemfitnah saya harus tetap berlaku ramah. Bukan berarti saya datang ke rumahnya membawa sesuatu dan berkata “terima kasih untuk fitnahanmu”, tidak perlu dicari-cari lagi. Tetapi kalau bertemu harus tetap ramah. Ini perilaku yang benar.

Kalau suka memfitnah dan suka mengarang cerita berarti dia berbalik masuk garis keturunan ular, bukan lagi garis keturunan perempuan. Ini jangan sampai terjadi dalam diri kita. Kita harus dibersihkan dan dibenahi lewat pekerjaan Firman Pengajaran.

Mereka menyebut dirinya orang Yahudi padahal jemaat iblis siapa orang Yahudi sejati.
Roma 2:28-29
2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Contohnya Natanael dipuji oleh Tuhan Yesus sebagai Israel sejati.
Yohanes 1:46-47
1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Filipus ini hamba Tuhan yang sangat bijak, dia tidak suka berdebat. Dari pada berdebat dengan Natanael lebih baik dia membawa Natanael kepada Tuhan Yesus. Kalau saudara bersaksi pada orang lain jangan terlibat debat. Kalau saudara terlibat debat nanti iblis memanfaatkan kesempatan itu. Lebih baik ajak orang itu mendengar Firman.

Yohanes 1:48
1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

Ini bahasa nubuatan yang luar biasa. Apa yang ditunggu Natanael di bawah pohon ara. Kalau saudara duduk di bawah pohon durian apa yang saudara tunggu? Tentu buah durian. Ternyata buah ara yang lezat itu yang dinikmati oleh Natanael. Yang datang adalah buah ara teena itulah buah ara yang paling enak itulah pemberian Yesus.

Yohanes 1:51
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Tuhan tidak memberikan kepadanya buah ara yang pagim atau bekurat, tetapi Tuhan berikan buah ara yang ketiga yaitu teena yang paling manis. Dia melihat Sorga dan itu diperlihatkan oleh Yesus. Dia melihat malaikat turun naik. Turun itu pengalaman mati dan naik itu pengalaman bangkit.

Buah ara yang namanya gagim itu memang baik. Itu dipakai menutup bisul supaya keluar nanahnya. Itu yang digunakan Yesaya untuk menyembuhkan bisul dari raja Hizkia.

Kita sebagai anak Tuhan mau ke mana, saya menjadi hamba Tuhan mau ke mana. Jangan sampai peras keringat tetapi hasilnya nanti kosong. Jangan sampai kita masuk dalam 3,5 tahun aniaya antikristus. Saya rindu masuk dalam penyingkiran dan hatiku rindu sebagai gembala agar sidang jemaat masuk pada penyingkiran.

Saya tidak tega melihat anak isteriku masuk dalam aniaya antikristus selama 3,5 tahun. Saya tidak tega melihat sidang jemaat masuk ke sana. Ayo kita jangan menjadi penyebar fitnah, jadilah kita Yahudi sejati, bukan jemaat iblis! Itu sebabnya ketika mendengarkan sesuatu yang belum jelas, kita pikirkan baik-baik dulu. Jangan kita malah menjadi jembatan untuk menyebarkan luaskan lagi.

Matius 12:34-37
12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Pohonnya adalah hati dan buahnya itu ucapan mulut kita. Kalau ucapan mulut kita ada hubungannya dengan kebenaran berarti hatinya adalah pohon yang benar. Itu yang Tuhan rindu dan dambakan ada pada kita. Jadilah kita benar-benar jemaat Kristus yang sejati. Kalau saudara seperti itu maka hubunganmu dengan Sorga menjadi sangat elok dan mesra.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar