20170121

Kebaktian Doa, Sabtu 21 Januari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Yohanes 1:29-34
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Ayat ini dibuka dengan ayat 29 yaitu suasana Halaman Tabenakel dan dikunci dengan ayat 34 yaitu Ruangan Maha Suci yang menunjuk wilayah kesempurnaan. Ruangan Maha Suci ini panjang, lebar dan tingginya sama yaitu 10 hasta. Kalau kita ditunjukan suatu benda yang sama panjang, lebar dan tingginya itu menunjukkan bahwa segala sesuatu telah sempurna. Ini adalah tradisi Yahudi. Bila seseorang bertanya pada sahabatnya “bagaimana kebunmu atau bagaimana pekerjaanmu” lalu yang ditanya ini sudah selesai mengerjakan dengan sempurna maka dia tidak perlu lagi menjawab dia hanya menunjuk saja benda berbentuk kubus. Artinya kebunnya itu sudah dikerjakan dengan sempurna.

Mulai dari baptisan air sampai kesempurnaan, yang memegang peran adalah pribadi Tuhan Yesus. Tetapi disela dengan ayat 30 sampai 33, ada dua yang turut berperan:
1.      Hamba Tuhan
2.      Roh Kudus

Jadi, lebih dahulu hamba Tuhan ini memperkenalkan pengorbanan Kristus Yesus yang diibaratkan seperti Anak Domba Allah yang disembelih, tujuannya untuk menghapus dosa. Bahkan disebutkan dosa isi dunia. Jadi siapapun diberi kesempatan atau dibuka peluang untuk menyelesaikan dosa lewat Korban Kristus.

Ini perlu kita perhatikan. Untuk penyelesaian dan kesalahan kita, tidak ada sarana dan jalan lain, hanya satu yaitu Korban Kristus. Olehnya itu ayat 29 itu kena pada daerah Halaman karena menunjuk Mezbah Korban Bakaran yang ada di halaman. Mezbah Korban Bakaran itu adalah kasih Allah yang beraksi, kasih Allah yang bergerak, kasih Allah yang aktif.

Mezbah Korban Bakaran itu ada empat gelangnya yang ditaruh di depan dan di belakang. Gelang itu adalah gambaran kasih. Gelang itu dicor bukannya ditempa. Kalau ditempa prosesnya lama, kalau dicor berarti cepat. Jadi kasih Allah yang beraksi yang diwujudkan dengan pengorbananNya, Dia nyatakan serba cepat dan tidak lambat.

Kita harus mengisi hidup kita dengan Korban Kristus. Mezbah Korban Bakaran itu adalah kayu penaga yang dibungkus dengan tembaga, itu menunjuk manusia yang kena hukum, tetapi dibebaskan karena ada korban di dalamnya. Sebetulnya kemanusian kita memang siap dihukum karena dosa dan salah kita. Tetapi karena ada korban Anak Domba Allah maka kita dibebaskan.

Itu sebabnya hidup kita harus diisi dengan Korban Kristus, itulah kasih Tuhan yang beraksi serba cepat. Jadi kita mendengar Firman harus kita tanggapi dengan mengisi korban Kristus di dalam diri kita bukan dengan lamban tetapi semua harus serba cepat. Menanggapi Firman dengan cepat, itu membuktikan bahwa di dalam diri mu ada korban Kristus sehingga tampil tidak pasif tetapi ada aksi serba cepat. Itu yang harus ada pada kita.
Mazmur 119:60
119:60 Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.

Orang yang ada tanda seperti ini berarti mengisi hidupku dengan Korban Kristus dan sudah dijamin hidupnya lepas dari hukuman. Kalau berlambat-lambat, sudah tahu jam ibadah tetapi masih berlambat-lambat berarti belum menghayati Korban Kristus bahwa hanya Korban Kristus yang bisa membebaskan kita. Olehnya butuh peran dari dua hal tadi yaitu hamba Tuhan dan Roh Kudus. Hamba Tuhan itulah yang bersuara dibawa kuasa Roh Kudus untuk menggerakkan umat Tuhan dengan serba cepat.

Yang Tuhan rindukan supaya tiga macam ibadah yang kita lakoni itu kita laksanakan dengan kasih yang beraksi, kita harus bersegera-segera. Bukan berarti dalam ibadah kita laksanakan dengan cepat supaya bisa cepat-cepat pulang.

Gelang itu menunjuk kasih yang bertanggung jawab. Gelang itu diisi dengan kayu penaga yang sudah disalut oleh tembaga. Artinya kita tidak boleh berlambat-lambat, kita harus memiliki kasih yang bertanggung jawab yang ada aksi.

Mari kita menanggapi kasih Tuhan. Apalagi bagi kami hamba Tuhan. Kalau melihat ada hamba Tuhan, sudah bukan lagi dirinya tetapi Tuhan di dalamnya sebab setiap hari menggelar ibadah kunjungan ke sidang-sidang lain. Ayo perlihatkan dalam dirimu ada kasih Yesus. Kalau saudara merenungkan dalam dirimu ada Korban Kristus yang sudah menebus dosamu maka saudara akan beraktivitas dengan kasih yang penuh tanggung jawab dan segera melaksanakan pekerjaan Tuhan.

Sebagai hamba Tuhan saya harus paham akan hal ini. Ada usungan berarti harus dipikul, ada tanggung jawab. Kayu pengusung itu masuk di dalam gelang. Berarti ada kasih yang bertanggung jawab yang tidak molor dan tidak menunda-nunda waktu.

Ini suara Yohanes Pembaptis, tujuan tampilnya adalah untuk memperkenalkan Tuhan Yesus pada bani Israel. Tetapi untuk memperkenalkan Yesus kepada bangsa Israel, itu tidak hanya dilakukan oleh Yohanes. Peran Roh Kudus dari Sorga itu nyata.

Jadi peran Yohanes dan Roh Kudus ini adalah untuk memperkenalkan Tuhan Yesus kepada sidang jemaat yaitu sebagai Anak Domba Allah, kemudian berakhir pada penampilan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga. Jadi semua dijalani mulai dari halaman, ruangan suci sampai di ruangan maha suci. Inilah perjalanan rohani kita, jangan mandek di tengah jalan.

Waktu sekarang sudah semakin mepet, waktu semakin singkat. Tuhan tidak menangguhkan kedatanganNya, itu berarti serba cepat. Makanya kesempatan yang tinggal sedikit ini harus kita pacu dengan kecepatan penuh yaitu dengan kasih yang bertanggung jawab.
Ibrani 10:37
10:37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

Justru di waktu yang mepet ini ada yang undur. Jangan sampai kita diam di tempat apalagi undur. Orang yang undur tidak laku di Sorga!
Ibrani 10:38-39
10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
10:39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Orang benar itu hidup oleh iman, itu karena dipacu oleh Firman, Roh dan Kasih Tuhan. Kita klaim ayat 39, jangan ayat 38.

Undur pada ayat 38 bukan berarti nanti tidak masuk gereja, meninggalkan Firman pengajaran yang benar itu berarti sudah undur walaupun dia masih masuk gereja. Orang seperti itu tidak laku di Sorga!

Jangan kita ceroboh berbicara. Kadang tanpa sadar mengatakan “pindah gereja lain. Apa itu pengajaran-pengajaran!”. Kalau seperti itu berarti sudah undur dan tidak laku di Sorga. Jangan anggap itu sebagai guyonan, kalau tidak dicabut nanti itu akan berbuah. Orang yang sudah undur sulit untuk kembali, dari 1000 untung kalau ada 1 yang kembali.
Yang menghentar kita untuk jumpa dengan Tuhan Yesus, ada peran dari hamba Tuhan dan Roh Kudus dalam wilayah-wilayah yang Tuhan tunjuk mulai dari halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci. Jangan kita keluar dari situ.

Mari kita isi hidup kita dengan kasih Mempelai Laki-laki Sorga. Mempelai Wanita Tuhan adalah kehidupan yang diisi dengan kasih Mempelai Laki-laki Sorga. Kasih Mempelai Laki-laki Sorga wujud awalnya adalah Mezbah Korban Bakaran. Karena Dia mengasihi kita maka Dia rela mati bagi kita. Diperlihatkan dalam Yohanes pasal 1 tadi bahwa dalam diriNya ada kuasa untuk membaptis Mempelai WanitaNya dengan Roh Kudus. Itu adalah kepercayaan dari Allah Bapa.
Yohanes 1:32-33
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

Waktu sudah mepet, kita harus bergumul dan berdoa. Tanpa dipaksa dan terpaksa kita harus bedoa kepada Tuhan “Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, aku Mempelai WanitaMu rindu untuk diisi dengan kemampuan yang ajaib yaitu Roh Kudus”. Kalau engkau mengisi dirimu dengan Korban Kristus, tidak ada alasan untuk Tuhan Yesus untuk tidak membaptis engkau dengan Roh Kudus. Tetapi kalau dalam dirimu hanya ada kedagingan, hawa nafsu dan kekerasan hati maka sulit untuk membaptis engkau dengan Roh Kudus.

Kalau ada Korban Kristus berarti ada reaksi dari diri saudara bahwa saudara ada gerakan, ada aksi untuk segera bergerak dengan aktif dalam aktivitas dengan warna kasih Tuhan, sehingga tidak sulit untuk Tuhan Yesus membaptis saudara dengan Roh Kudus. Kalau hidup diisi dengan Korban Kristus dan saudara menghayati Korban Kristus, maka tidak berat Tuhan mengisi saudara dengan Roh Kudus. Tetapi mengapa begitu berat diisi Roh Kudus? Karena saudara tampil dalam ibadah hanya tradisi. Bukan hadir beribadah karena mengasihi Tuhan dengan bertanggung jawab. Kalau ada kasih Tuhan dengan bertanggung jawab maka pasti akan diisi oleh Tuhan dengan Roh Kudus.

Kenapa Roh Kudus itu berlembaga burung merpati. Karena Roh Kudus itu datang untuk  menggarap merpatinya Tuhan. Itulah Mempelai Wanita untuk Tuhan, digambarkan seperti burung Merpati. Roh Kudus hadir untuk tujuan itu, supaya gereja tampil seperti merpati, yaitu Mempelai Wanita Tuhan.

Ciri burung merpati:
1.      Tempatnya di celah-celah gunung batu
Dia tahu itu adalah tempat yang aman. Dia  merenungkan hancurnya tubuh Yesus dalam pengorbanannya. Dia selalu merenungkan indahnya Korban Kristus itu semua karena dia. Tangan dan kaki berlubang paku, sekujur tubuhNya terkoyak-koyak karena dicambuk dengan cambuk berduri. Kalau umat Tuhan merenungkan ini berarti otomatis dia adalah merpatinya Tuhan.
Kidung Agung 2:14
2:14 Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"

2.      Matanya mengarah pada batang air, seirama dengan Yesus
Kidung Agung 5:12
5:12 Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penuh.

3.      Merpati itu langsung disebut kekasihnya Tuhan
Kidung Agung 5:2
5:2 Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!"

4.      Merpati itu tulus
Matius 10:16
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Matius 12:9
12:9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.

Merpati itu tulus kasihnya, tidak mungkin kasih merpati itu berpura-pura.
Roma 12:9
12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Ciri Mempelai Wanita Tuhan yang digambarkan seperti Merpati itu selalu mempraktekkan kasih yang tulus ikhlas, ibadahnya tulus ikhlas, pelayanannya tulus ikhlas, pengorbanannya tulus ikhlas. Apalagi di dalam pengajaran. Utamanya kami yang menyajikan pengajaran, kami harus tulus dan jujur supaya Firman pengajaran dimuliakan. Sidang jemaat juga yang mendengar harus tulus dan jujur sehingga ketika pulang dia juga memuliakan Firman pengajaran.
Titus 2:10
2:10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

5.      Merpati itu kakinya semua berwarna merah
Biarpun bulunya berbeda satu dengan yang lain tetapi kakinya tetap sama berwarna merah. Itu menunjukkan merpati Tuhan berarti Mempelai WanitaNya selalu berdiri di atas dasar Korban Kristus. Dia bergerak dan berbuat apapun selalu mengingat korban Kristus. Di sekolah ingat korban Kristus, dalam pekerjaan ingat korban Kristus, di rumah ingat korban Kristus. Itu mencegah agar tidak berbuat yang tidak berkenan kepada Tuhan karena dia berdiri atas Korban Kristus. Kalau kita berdiri di atas Korban Kristus maka tidak akan macam-macam. Tidak akan ada adu jotos, semua dikerjakan dengan rendah hati karena ada kasih Kristus dalam dirinya.

6.      Burng merpati tidak memiliki empedu
Empedu rasanya pahit. Berarti merpati Tuhan tidak pendendam, tidak menyimpan kebencian. Satu saat akan ada satu bintang yang akan gugur yang namanya apsintus, dia akan membuat semua mata air menjadi pahit.

Kalau saja saya memiliki empedu maka saya akan menabur roh kebencian dan dendam kepada saudara. Maka itu adalah suatu kesalahan besar yang telah saya lakukan.

7.      Bila merpati bertelur pasti dua butir dan kalau menetas satunya jantan dan satunya betina, itulah yang akan menjadi pasangannya seumur hidupnya. Itu pasangannya yang ideal dari satu kandungan.

Jadi pasangan ini berasal dari satu kandungan di dalam Tuhan. Anak muda remaja di sini, kalau ada orang luar yang simpati kepada saudara, bawa dulu untuk beribadah bersama-sama supaya benar saudara menjadi satu kandungan di dalam Tuhan. Itulah yang benar.

Itu sebabnya kalau kita sudah dipenuhkan dengan Roh Kudus, kita harus menjaga baik-baik. Sebab kalau Roh Kudus itu meninggalkan orang itu, maka orang itu bila mendendam, dia akan dendam sampai mati.

8.      Burung merpati adalah burung yang dikorbankan
Imamat 1:14
1:14 Jikalau persembahannya kepada TUHAN merupakan korban bakaran dari burung, haruslah ia mempersembahkan korbannya itu dari burung tekukur atau dari anak burung merpati.

Tidak mungkin dia akan rela dikorbankan kalau ada dendam atau mau berkelahi sampai mati.

Imamat 5:7
5:7 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan kambing atau domba, maka sebagai tebusan salah karena dosa yang telah diperbuatnya itu, haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor menjadi korban penghapus dosa dan yang seekor lagi menjadi korban bakaran.

Mengapa harus dua ekor? Kalau diambil yang betina maka diambil juga yang jantan. Ini menunjuk kesetiaan kepada pasangannya. Kalau itu kita praktekkan berarti kita menjabarkan kasih Ilahi karena kita juga setia kepada calon Suami kita itulah Tuhan Yesus Mempelai Pria Sorga.

Inilah kasih yang sejati, kasih yang luar biasa. Kalau Roh Kudus ada dalam dirimu maka kasihmu akan membara kepada Tuhan Yesus Kristus dan dalam rumah tangga kasih suami akan membara pada isterinya, kasih isteri membara kepada suaminya dan anak-anak akan mengasih papa mamanya. Sehingga tidak akan ada istilah cerai dalam nikah karena kedua-duanya rela mengorbankan dirinya.

Kasih yang beraksi yang penuh dengan tanggung jawab inilah yang harus ada pada kita. Apapun yang kita kerjakan mari kita kerjakan dengan kasih yang beraksi, jangan dengan kasih yang pura-pura.
Roma 12:9
12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

II Korintus 6:6
6:6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;

Tuhan Yesus tidak akan pernah keliru, Dia tahu siapa Mempelai WanitaNya maka Dia akan mengisi kita dengan Roh Kudus. Makanya lebih dahulu renungkanlah Korban Kristus.

Sore ini kita harus tampil beda dengan hari-hari sebelumnya, begitu juga hari-hari selanjutnya. Buktikan kita memiliki kasih yang beraksi, kasih yang tidak munafik, kasih yang tidak pura-pura.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar