20170122

Kebaktian Umum, Minggu 22 Januari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Wahyu 2:1-7
2:1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
2:6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Isi surat yang ditujukan kepada malaikat jemaat di Efesus untuk diteruskan kepada jemaat ini ada 6 hal:
1.      Ada pujian dari Tuhan
2.      Teguran
3.      Himbauan
4.      Ancaman
5.      Ajakan
6.      Janji

Dalam terang Tabernakel, Efesus 2:1-7 ini kena pada percikan darah yang pertama di depan Tabut Perjanjian.

Percikan darah pertama bagi jemaat Efesus
Percikan darah kedua bagi jemaat Smirna
Percikan darah yang ketiga bagi jemaat Pergamus
Percikan darah yang keempat bagi jemaat Tiatira
Percikan darah yang kelima bagi jemaat Sardis
Percikan darah yang keenam bagi jemaat Filadelfia
Percikan darah yang ketujuh bagi jemaat Laodekia

Mengapa semuanya kena percikan darah, bukankah jemaat Smirna dan Filadelfia sudah mulus. Bagi Tuhan tidak ada seorang insanpun yang harus menolak percikan darah sebab percikan darah itu adalah:
1.      Bukti pengampunan dari Tuhan.
2.      Bukti bahwa jemaat rela masuk derita sengsara

Ibrani 9:22
9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Dulu zaman Taurat ada percikan darah dari darah binatang sungguhan. Tetapi kita gereja Tuhan menerima percikan darah tetapi bukan lagi darah binatang namun darah Yesus.

Orang yang menerima percikan darah berarti dia sadar bahwa dia berdosa. Tetapi orang yang menolak percikan darah berarti dia orang yang tidak merasa berdosa. Itu sama seperti dalam: Yeremia 2:35
2:35 engkau berkata: Aku tidak bersalah! Memang, murka-Nya telah meninggalkan aku! Sesungguhnya Aku akan membawa engkau ke pengadilan, oleh karena engkau berkata: Aku tidak berdosa!

Sudah jelas-jelas mereka bersalah tetapi berkata “kami tidak berdosa”. Ini adalah ulah dari iblis sehingga dia menolak percikan darah. Jangan ada di antara kita mendengar Firman dan merasa tidak bersalah. Ketika mendengar Firman Tuhan yang mengoreksi kita, lalu kita merasa tidak bersalah, itu sama dengan tanpa sadar menolak pengampunan dari Tuhan.

Banyak orang datang beribadah mendengarkan Firman dengan sikap begitu angkuh. Sehingga ketika mendengarkan Firman dia hanya melihat sosok manusia yang berbicara. Dia tidak melihat bahwa Tuhan yang memakai dia untuk menyatakan isi hati Tuhan supaya kita terkoreksi.

Pujian Tuhan terhadap jemaat Efesus luar biasa, ada 10 pujian dari Tuhan. Secara jasmani tidak ada yang dapat melihat kekurangan mereka, hanya Tuhan yang bisa melihat kekurangan mereka. Secara manusia tidak bisa melihat kekurangan ini sebab sudah tertutup oleh 10 pujian. Tetapi mendadak suara Tuhan berubah sebab hanya Tuhan yang bisa melihat apa yang tersembunyi dalam lubuk hati manusia. Tuhan tahu semuanya, kita tidak perlu berkamuflase, kita harus membuka diri.

Pujian yang nampak bagi sidang jemaat ini sungguh luar biasa. Tuhan mendeteksi bahwa pelayanannya begitu baik dan begitu indah. Siapa yang menyangka ada kekurangan. Tetapi Tuhan menginginkan gereja tanpa cacat dan cela, itulah Mempelai Wanita. Oleh sebab itu Tuhan punya kerinduan hati agar sidang jemaat Efesus ini tampil tanpa ada kekurangan.

Manusia itu cenderung senang untuk dipuji-puji, setelah itu baru ditunjuk salahnya. Itulah manusia yang suka makan puji. Tetapi pujian Tuhan itu tidak mengada-ada sebab benar-benar nampak dalam pekerjaan mereka. Dalam surat Efesus nampak pekerjaan mereka dengan tidak tanggung-tanggung. Dalam sidang jemaat Efesus inilah pembukaan rahasia Firman dibukakan dengan begitu mendalam.

Arti nama Efesus adalah yang dirindukan. Tuhan rindu supaya gerejaNya betul-betul bisa duduk bersanding dengan Tuhan tanpa cacat cela dan kerut. Oleh sebab itu walaupun kelebihan kita banyak namun kalau Tuhan menunjuk kekurangan kita jangan kita mengelak sebab kalau masih ada kekurangan kita tidak akan dibawa duduk dengan Tuhan Yesus sebagai Mempelai WanitaNya dan akan tertinggal dalam aniaya 3,5 tahun antikristus.

Tuhan berjalan-jalan di tengah sidang jemaat dan Dia menyelidik. Apa yang belum dikerjakan oleh sidang jemaat itu diingatkan supaya diperbaiki dan yang sudah baik untuk dipertahankan.

Begitu Tuhan Yesus sampai di Yerusalem, Dia masuk dalam Bait Allah, Dia memeriksa terlebih dahulu supaya besoknya Dia melakukan pembersihan.
Markus 11:11
11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

Kita ini Baitnya Tuhan, rumahnya Tuhan, kita tempatnya Roh Kudus. Itu sebabnya Tuhan masuk memeriksa kita. Tuhan tidak seperti guru yang mengawasi ujian dan berjalan ke sana sini supaya jangan ada yang menyontek. Tidak demikian, tetapi Tuhan memperhatikan kekurangan kita. Kalau masih ada satu kekurangan maka itu mau Tuhan bersihkan, berarti langkah orang itu sudah finish. Alangkah bangganya kita kalau kita ditegur oleh Tuhan sebab berarti perhatian Tuhan masih tertuju kepada kita. Tetapi kalau sudah menolak teguran, itu berarti sudah menolak percikan darah.

10 pujian Tuhan terhadap jemaat Efesus.
1.      Tuhan memuji jemaat Efesus sebab dilihat pekerjaannya ternyata bagus.

2.      Yang kedua dilihat jerih payahnya, berarti mereka bukan hanya bekerja dengan standar tetapi sampai peras keringat. Bila kita diukur oleh Tuhan, kita harus akui bahwa kita belum seperti Efesus yang berjerih payah keras peringat. Mereka tidak makan tulang tetapi banting tulang. Ini adalah sidang jemaat Efesus yang menubuatkan gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman.

Tujuh sidang jemaat ini juga digambarkan dengan tujuh perempuan yang menggandoli satu laki-laki. Berarti gereja Tuhan di akhir zaman ini digambarkan seperti tujuh gadis yang sangat merindukan satu laki-laki itulah Tuhan Yesus. Sebab yang bisa membersihkan aib mereka hanya Tuhan Yesus. Kalau ini ada maka tidak sukar bagi Tuhan untuk membersihkan sebab kehidupan itu yang rindu dibersihkan.
Yesaya 4:1
4:1 Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

Jemaat Efesus suka banting tulang, bukannya makan tulang. Yang suka makan tulang itu anjing. Ada juga burung besar yang suka makan sum-sum tulang. Dia melihat di mana ada bangkai lalu dia ambil tulangnya yang besar lalu dia bawa terbang tinggi dan mencari dataran yang banyak batu lalu dia jatuhkan dari ketinggian di atas batu itu supaya tulang itu pecah dan dia bisa menyedot sum-sumnya. Jadi yang suka makan tulang ini banyak akalnya.

Di sini kita semua menyerahkan akal kita kepada Tuhan. Lebih baik kita banting tulang peras keringat dari pada makan tulang atau curi tulang. Peras keringat ini dipuji oleh Tuhan.

Markus 11:11
11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

Untuk apa Tuhan Yesus meninjau? Sebab Tuhan mau membersihkan Bait Allah karena melihat ibadah pelayanan itu sudah dijadikan komersil. Kalau ibadah pelayanan jemaat sudah bernuansa komersial, itu membuat Tuhan murka. Makanya sebagai hamba Tuhan saya takut untuk menkomersilkan, mencari untung atau menjual jemaat.

Saudara buka mata, di hari-hari terakhir ini banyak pelayan-pelayan yang menjual jemaat. Salah satu prakteknya contohnya mengundang konglomerat yang suka berkhotbah walaupun tahbisannya tidak jelas. Setelah dia pulang, sidang jemaat tidak mendapatkan apa-apa tetapi gembala mendapatkan uang serta sembako yang berlimpah. Praktek seperti ini yang banyak Tuhan jumpai, makanya Tuhan mau bersihkan.

Saya harus berbesar hati kalau dibersihkan oleh Tuhan. Sebab dibalik pembersihan ini ada kerinduan hati Tuhan mau menjadikan kita Mempelai WanitaNya. Kebahagiaan kalau kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan dengan Tuhan Yesus sebagai kepala. Adalah satu perbuatan yang keliru kalau kita menloak.

Karena hari sudah malam maka Tuhan Yesus pulang ke Betania dan keesokan harinya Dia kembali dan pembersihan Bait Allah terjadi. Tuhan Yesus tidak setuju rumahNya dijadikan tempat komersil.
Markus 11:15-17
11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,
11:16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.
11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"

Ternyata di dalam Bait Allah sudah ada roh bisnis/ sudah dikomersilkan. Kalau sudah ada roh komersil dalam gereja berarti di mata Tuhan sudah ada roh penyamun. Yesus melihat hal ini makanya Yesus menegur karena mereka sudah ada roh penyamun. Tetapi setelah ditegur, orang yang sudah mengkomersilkan jemaat itu malah mengamuk karena ada roh penyamun dalam dirinya.

Tidak sembarang orang saya izinkan untuk menyampaikan Firman Tuhan dari mimbar ini. Karena saya tidak mau bekerja ekstra untuk mencabut apa yang salah yang diajarkan. Akhir zaman ini berbahaya sekali. Kita ada di ruas jalan akhir, sedikit saja terantuk, bencana kita alami. Itu sebabnya Tuhan mau membersihkan kita.

3.      Tuhan memuji ketekunan mereka. Tekun ini dalam terjemahan aslinya adalah hupomone, artinya tekun, menunggu, sabar, setia dan taat. Kita masih jauh dari itu. Mereka sudah tekun tetapi Tuhan masih mengancam akan mengambil kaki diannya, berarti akan menjadi gelap, apalagi kita ini. Itu sebabnya ada ajakan untuk bertobat, berarti menerima percikan darah.

4.      Mereka ini mengisolir diri karena tidak setuju melihat kejahatan. Sama sekali mereka tidak mau ada dalam keadaan seperti itu. Tetapi mereka tidak melihat kekurangannya karena hanya melihat yang di luar, tidak melihat yang di dalam. Namun mata Tuhan melihat tempat yang paling dalam.

Keluaran 23:2
23:2 Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum.

Ini suatu kejahatan, termasuk membelokkan hukum. Berarti kita harus ada batasan membedakan diri. Ini persoalan yang rohani dan dalam persoalan pergaulan kita juga harus waspada. Sebab yang ada dalam pikiran kita adalah “saya mau menjadi mempelai, saya tidak boleh ada noda”. Bila ada noda Tuhan lihat maka batal untuk masuk pesta dengan Tuhan. Kalau ini ada dalam kerinduan saudara maka Tuhan akan campur tangan.
Mazmur 1:1
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Bila berpikir rohani, maka kita harus memposisikan diri seperti itu. Persoalan yang rohani jangan sampai dicemarkan. Kalau persoalan di dunia sekarang ini otomatis kita ada interaksi dengan orang lain tetapi jaga soal yang rohani. Ketika saudara ada di kedai dan ditawari oleh teman saudara untuk minum minuman keras, jangan saudara terima, saudara harus eksklusif/tampil beda.

Tidak setuju melihat yang tidak benar itu harus ada pada kita. Jangan kita ikut nimbrung, jangan ikut kita sentuh. Kalau  kita seperti itu maka itu menyenangkan hati Tuhan, itu sebabnya Tuhan puji.

5.      Ada roh penguji. Jemaat ini tidak sembarang menerima pengajaran.
I Tesalonika 5:21
5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Jemaat Efesus betul-betul menguji segala sesuatu. Yang tidak baik dia tolak dan yang baik dia pegang. Apalagi kami para gembala harus peka/ sensitif terhadap ajaran-ajaran yang berbahaya agar kami gembala mengajar jemaat sehingga jemaat dan gembala tampil dengan posisi yang pas di hadapan Tuhan.

6.      Mereka sabar. Sabar mereka di sini sabar yang positif sebab ada sabar yang negatif. Contoh sabar yang negatif:
II Korintus 11:3-4
11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Sabar saja di sini berarti menerima saja walaupun yesus yang lain, roh yang lain, injil yang lain dia terima saja. Ini sabar yang salah, tetapi sabarnya orang Efesus itu sabar yang positif. Benar-benar mereka memiliki roh kesabaran, suami sabar kepada isteri dan isteri sabar kepada suami.

Secara luar jemaat Efesus ini sudah aduhai, siapa yang bisa mendeteksi ada kekurangannya.

7.      Rela menanggung
8.      Menderita karena nama Tuhan
9.      Tidak kenal lelah

10.  Membenci pengikut Nikolaus. Sidang jemaat Pergamus bukannya membenci, malah pengajaran Nikolaus sudah diajarkan di dalamnya.

Mereka ini sudah tampil luar biasa tetapi sangat terperanjat gembala dan sidang jemaat Efesus, ternyata mata Tuhan luar biaa jeli melihat kekurangan mereka. Bahkan Tuhan mengatakan itu kejatuhan yang paling dalam.

Kalau kita menilik diri kita, kita tidak akan bisa melihat kekurangan kita 100%, hanya Tuhan yang bisa. Olehnya bapak, ibu, saudara yang kekasih, izinkan Tuhan mengoreksi hidup kita.

Setelah pujian maka mendadak ada teguran. Itu mengejutkan, seperti disambar petir di siang bolong.
Wahyu 2:4
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

10 kelebihannya tetapi akhirnya dicela Tuhan. Apalagi kita ini banyak cacat celanya. Kalau  Tuhan menunjuk cela kita apa tujuannya?
Efesus 5:27
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Ini mutu Mempelai Wanita Tuhan, mutu Tubuh Kristus, ini kerinduan hati Tuhan. Justru Tuhan berbicara kepada jemaat Efesus yaitu dalam surat Efesus. Dan ini dikaitkan dengan aturan nikah. Standar kasih kita dimulai dari dalam nikah. Praktek kasih kita bermula di mana? Seorang laki-laki menikah dengan seorang perempuan itu tentu karena saling mengasihi. Jadi ukurannya kasih.

Wahyu 19:7; 21:9
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Kita ini akan menikah dengan Tuhan Yesus. Tetapi bakal batal kalau kita tidak mengasihi dan mencintai Dia lebih dari segala-galanya. Kesimpulannya kalau dilihat di sini jemaat Efesus hanya cinta pekerjaan Tuhan, bukan karena cinta pada PribadiNya. Pelayanan mereka karena ingin dipuji, Tuhan tidak melihat pelayanan mereka karena dasar cinta mereka kepada Tuhan Yesus dan dikatakan ini kejatuhan yang dalam..

Mari kita bekerja atas dasar kasih kepada Tuhan. Apapun yang kita kerjakan untuk Tuhan itu Tuhan puji. Tetapi yang Tuhan inginkan, kita mengasihi Dia. Orang dunia bisa berkorban tetapi belum tentu mengasihi. Tetapi kita harus bisa mengasihi Tuhan baru bisa berkorban.

Karena Tuhan mengasihi isi dunia ini sehingga dia menyerahkan AnakNya yang tunggal. Tidak dibalik kalimat ini menjadi “Tuhan menyerahhkan AnakNya yang tunggal karena mengasihi dunia ini”. Jadi mengasihi lebih dahulu baru berkorban.

Kalau kasih itu benar-benar mengakar maka kita akan melakukan apa yang sudah harus dilakukan itu. Tuhan mencari kasih dalam diri saudara dan tunjukkan itu pada PribadiNya.

Kalau saya hanya memposisikan diri sebagai hamba maka tujuan saya adalah upah. Kalau saya hanya memposisikan diri sebagai anak maka tujuan saya adalah warisan. Tetapi kalau saya menempatkan diri sebagai kekasih, maka tujuan saya adalah PribadiNya. Kalau saudara menempatkan diri sebagai kekasihnya Tuhan maka sasaran saudara adalah Pribadinya dan berkata dalam hatimu “saya mau memilikiNya, saya mau menjadikanNya kekasihku, saya mau menjadikan Dia suamiku”.

Wahyu 2:4-5
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

10 hal yang telah dikerjakan itu tetap kita kembangkan, tetapi pelayanan kita harus berangkat dari dasar kita mengasihi Tuhan. Sebabnya, biarlah gereja Tuhan selalu berkata “buat Kau ku sembayang”. Sembayang berarti menyerah sepenuh kepada Tuhan Yesus. Ini yang Tuhan inginkan. Ketika hati kita hancur menyembah Tuhan maka Tuhan bertakhta di hati kita. Itu yang Tuhan cari.

Itu sebabnya Efesus ditegur, walaupun kelebihannya 10 tetapi Tuhan temukan masih ada 1 cela. Sekalipun ada 100 hal kelebihan kita tetapi kalau masih ada satu cela maka belum bisa dikatakan kita sempurna.

Saya sebagai hamba Tuhan yang pertama ditegur Tuhan di sini, karena gembala yang lebih dahulu. Apalagi kalau sampai jemaat Tuhan dikomersilkan.

Setelah teguran, ada himbauan dari Tuhan.
Wahyu 2:5
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Berarti ada tindakan perubahan. Jangan mengatakan ada pembaharuan tetapi hanya pembaharuan liturgi. Itu bukan pembaharuan yang mengakar yaitu pembaharuan karakter.

Selanjutnya ada ancaman. Kalau tidak bertobat maka Tuhan akan mengambil kaki dian. Kalau kaki dian diambil. Berarti hidup itu menjadi gelap, bagaimana umat Tuhan yang gelap mau menjadi mempelai. Kalau gelap maka saudara tidak akan tahu ini anaknya orang, ini isterinya orang, ini suaminya orang, ini miliknya orang, semua saudara raba saja karena gelap. Ini yang Tuhan mau bersihkan dari kehidupan kita.

Sudah ada ancaman, kemudian ada ajakan:
Wahyu 2:7
2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Di mana Roh ini bekerja? Di dalam penggembalaan sebab gembala itu diangkat oleh Roh. Dengar apa yang dikatakan Roh berarti dengar apa yang dikatakan gembala. Gembala itu harus lebih dahulu peka terhadap suara Roh.
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Mendengar suara Roh Kudus berarti kembali pada penggembalaan yang benar. Yang dikisahkan di sini adalah perpisahan rasul Paulus dengan para penatua di Efesus. Ini diingatkan sebab selanjutnya ada ancaman.
Kisah Para Rasul 20:29
20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.

Ternyata ada serigala, lebih parah lagi kalau serigala berbulu domba, itu penyamaran.

Kisah Para Rasul 20:30
20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

Kalau telinga kita tidak mendengarkan suara Roh lewat pelayanan gembala maka ada ajaran palsu yang akan mereka dengarkan sehingga bukannya mengikut Tuhan, mereka akan mengikut manusia. Ini jangan terjadi pada kita.

Setelah ajakan baru diberi janji.
Wahyu 2:7
2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Dulu ini Tuhan tidak izinkan untuk di makan oleh Adam dan Hawa, sekarang diberikan peluang yang luas kepada umat Tuhan. Yang dimakan oleh Adam dan Hawa bukan pohon kehidupan tetapi buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Itu sebabnya Tuhan mengusir mereka dari taman Eden sebab kalau mereka memakan lagi buah dari pohon kehidupan maka kekal dosa mereka. Kita diberi kesempatan untuk makan berarti kita akan kekal dalam kebenaran, kesucian dan sempurna.

Sidang jemaat ini disayangi Tuhan, Dia tidak biarkan setitik noda pada kita. Kalau gereja Tuhan sekarang malah gemar membuat noda. Tuhan mau membesihkan sehingga tidak ada setitik nodapun agar pantas menjadi Mempelai Wanita yang bersanding dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.
Wahyu 19:6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Menjelang gereja masuk dalam pesta nikah, suara yang menggelegar adalah kata haleluya. Itu adalah bahasa ajakan untuk kita menyembah sekaligus bahasa penyembahan. Jangan risih kalau dikatakan “orang haleluya” karena itu bahasa yang menggelagar menjelang pesta nikah Anak Domba digelar.

Pengantin wanitanya Tuhan ini sekarang sedang dipersiapkan. Kalau kita mau dipersiapkan maka segala yang tidak baik dan kotor itu harus dibersihkan dan disingkirkan. Masakan menggelar pesta nikah kemudian sampah dibiarkan saja di muka pelaminan, itu namanya tidak ada persiapan. Yang kotor itu hanya dibuang di belakang. Kalau rohani kita terkebelakang maka pasti mandi-mandi kotoran.

Kita mau dibersihkan dan duduk bersama dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga di pelaminan. Kita ini sangat dirindui oleh Tuhan. Tanggapilah dengan sikap yang sama yaitu merindukan Tuhan, kita mengasihi dan mencintai Tuhan Yesus.
GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
Telp: (0458) 21415
HP: 085241270477
Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar