20170107

Kebaktian Doa, Sabtu 7 Januari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Yohanes 1:29-34
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Ayat 29 dan 31 kena pada suasana halaman Tabernakel. Ayat 29 kena Mezbah Korban Bakaran dan ayat 31 kena Kolam Basuhan.

Yohanes Pembaptis telah melihat dengan pandangan rohani bahwa kehadiran Yesus di dunia ini ada satu pekerjaan yang harus Dia kerjakan yang tidak bisa dikerjakan oleh orang lain yakni Dia adalah Anak Domba Allah. Ini menunjuk pekerjaanNya setelah 3,5 tahun. Yesus dibaptis pada usia 30 tahun dan 3,5 tahun kemudian Dia disalib. Jadi Yohanes sudah melihat pekerjaan penebusan dari Yesus. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi Yesus di sini, sebab korban yang paling sempurna hanya Anak Domba Allah (Yesus).

Kalau sebelum Yesus datang, imam-imam mengambil domba yang tak bercacat cela. Tetapi semua ini secara hurufiah. Kemudian diganti oleh kehadiran Yesus Kristus. Ini korban yang sempurna.
Ibrani 10:5
10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --.

Korban lembu, kambing, domba dan merpati tidak lagi dikehendaki oleh Tuhan. Tidak ada yang bisa mengganti tubuh Yesus. Sebab semua tubuh insani manusia itu ada cacat, cela dan kerut.

Ibrani 10:6
10:6 Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.

Artinya apa yang dilaksanakan dahulu tidak berarti lagi karena Tuhan tidak berkenan. Itu sebabnya bagi yang masih terlibat dalam adat istiadat nenek moyang di mana dosa orang hanya dibayar dengan seekor sapi, itu adalah penghinaan kepada Korban Kristus. Itu tidak disadari oleh orang Kristen bahkan makin digalakkan.

Apalagi membayar dengan darah babi, itu sebenarnya penghinaan terhadap Korban Kristus yang lebih sialnya disetujui oleh gereja sehingga mereka tutup mulut. Contohnya ada yang berzinah kemudian dibicarakan oleh majelis adat bahwa orang yang berzinah itu harus didenda. Untuk sekampung dia harus memotong seekor sapi untuk dimakan oleh orang sekampung lalu dosanya menurut mereka sudah diampuni dan tidak boleh dibicarakan lagi. Ini penistaan terhadap darah Yesus tanpa mereka sadari.

Ibrani 10:7
10:7 Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."

Tidak ada yang lain yang bisa menghapus dosa sedunia, hanya darah Yesus. Kalau kita menghargai pengorbanan Yesus, berarti kita menerima korban yang disediakan oleh Tuhan secara special yaitu darah AnakNya sendiri. Kalau kita sekarang melakukan pelanggaran, itu sama dengan menista Tuhan Yesus. Kalau motivasi pelayanan hamba Tuhan salah, tidak menekankan Korban Kristus, itu juga termasuk penistaan, penghinaan kepada Tuhan Yesus.

Kita ini sudah dibina oleh Firman pengajaran. Kalau kita sampai tidak mengerti Firman pengajaran, ditakutkan sudah Tuhan cabut roh pengertiannya. Kalau sampai berulang kali menista Korban Kristus maka satu saat akan Tuhan cabut roh pengertiannya sehingga sekalipun dia mendengar Firman, apa yang dia dengar itu hanya seperti siaran radio yang sekedar dia dengar dan dia tidak mengerti lagi. Tidak ada lagi rasa gentar dan tidak tahu  bagaimana mempersiapkan hidupnya.

Sebelum Yesus tergantung di kayu salib, Yohanes telah lebih dahulu melihat ke depan. Kita sekarang tinggal menoleh ke belakang. Menoleh ke belakang berarti sesuatu yang terjadi. Dan yang terjadi ini adalah untuk saya dan saudara (Korban Penghapus dosa oleh Darah Yesus).

Yohanes melihat ke depan dan apa yang dilihat itu bukan lagi untuk dia sebab dia mati sebelum Yesus disalib. Namun dia mengagungkan korban Kristus itu. Apa lagi kita yang tinggal menoleh ke belakang dan untuk kitalah Kristus berkorban. Mestinya kita lebih mengagungkan lagi Korban Kristus.

Mulai dari saya sebagai hamba Tuhan, saya harus mengagungkan Korban Kristus bukan hanya lewat ucapan tetapi melalui perilaku, tindakan dan cara berpikir. Kalau dahulu kita hanya memikirkan kesenangan daging, sekarang kita harus ada perubahan pola hidup.

Saya sebagai hamba Tuhan lebih dahulu harus ada perubahan citra pelayanan. Kalau saya melayani kemudian motivasi saya hanya untuk kebutuhan duniawi, berarti saya belum menghargai korban Kristus. Adapun kalau sekarang saya menikmati itu bukan tujuan, itu Tuhan beri, bukan karena saya yang mengejar.

Mezbah Korban Bakaran ini panjangnya 5 hasta dan lebarnya 5 hasta. Angka 5 itu adalah angka kemurahan. Sebetulnya Anak Domba Allah itu adalah paket kemurahan Tuhan kepada kita. Itu kado Tuhan kepada kita. Kalau saudara mendapat kado dan kado itu nilainya lebih dari semua yang ada di dunia ini, kira-kira saudara akan menendang kado itu begitu saja. Kira-kira kalau kado itu menjanjikan hidupmu hanya selama 1 atau 2 bulan, tak bakal saudara rendahkan. Apalagi kado dari Tuhan ini menjamin hidup kita bukan hanya di dunia ini tetapi kekal selama-lamanya.

Di atas Mezbah ini ada ada 5 alat yang dipakai untuk mempercepat korban itu terbakar dan baunya harum bagi Tuhan. Begitu juga ada 5 alat yang kena pada Tubuh Yesus untuk mempercepat kematianNya, bahkan baru sampai alat keempat, Dia sudah mati.
1.      Cambuk
2.      Mahkota duri
3.      Salib
4.      Paku
5.      lembing

Baru sampai pada alat keempat, Yesus sudah menyerahkan nyawaNya. Keempat alat ini harus kena pada tubuh kita.
1.      Kita harus kena hajaran, harus dicambuk supaya daging kita mati, tidak bersuara. Itu sebabnya perlu cambuk lewat Firman pengajaran. Kalau Firman pengajaran itu datang mencambuk kita, itu bukan untuk menyusahkan kita. Memang terasa sakit buat daging, tetapi supaya kelak daging kita tidak bersuara dan yang rohani itu yang tampil sehingga benar-benar saudara tampil sebagai belahan jiwanya Tuhan (isteri Anak Domba Allah).

Cemeti ini hubungan dengan 5 jabatan kena pada jabatan guru. Firman pengajaran itu tampil bagaikan cemeti. Biarlah kita mengidam akan Firman Tuhan. Gereja Tuhan yang tampil dalam Wahyu 12:1 mengandung dan dia juga mengidam. Kalau gereja Tuhan mengidam Firman Tuhan itu tanda benih itu sedang bertumbuh dalam kandungannya, tinggal menunggu waktunya melahirkan (wujudkan).

Jangan hanya menyanyi “seperti rusa yang haus, rindu aliran FirmanMu”. Banyak kali kita berdusta lewat nyanyian karena kita menyanyikan tetapi prakteknya tidak seperti itu. Itu hanya mendustai diri.

Yohanes 1:29
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Anak Domba Allah yang menghapus dosa isi dunia. Yang mengampuni dosa hanya darah Yesus, kalau kita beriman kepada Yesus. Kalau kita mengakui bahwa Anak Domba Allah telah tersalib di Golgota, maka saudara tidak akan mengelak bila tampil Firman pengajaran bagaikan cemeti karena itu berkat datang dari Anak Domba Allah.

2.      Mahkota duri di kepala

Kita terima mahkota duri, artinya kita taklukkan pikiran kita kepada Kristus.
II Korintus 10:5
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Kalau logika kita yang jalan maka kita menjadi sombong. Jika iman yang kita pakai maka logika pasti bisa menerima. Pikiran kita, harus kita taklukkan kepada Kristus, sehingga keangkuhan, kesombongan, ketinggian hati dan kecongkakan yang menghalangi kita mengenal Yesus ditaklukkan maka kita mengenal Yesus dengan benar dan siap menghukum dunia.
II Korintus 10:6
10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

Kalau gereja benar-benar menghayati mahkota duri yang kena pada Yesus dan kita pindahkan pikiran Kristus pada diri kita maka dunia siap dihukum. Tetapi kalau kita tidak memindahkan pikiran Kristus pada diri kita maka kita membuat diri kita berlarut-larut dalam penderitaan. Biarlah kita mempercepat kedatangan Tuhan Yesus lewat hidup dalam kekudusan.
II Petrus 3:11-12
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Dalam lima jabatan, mahakota duri ini kena pada jabatan nabi sebab ketika Dia pakaikan mahkota duri kemudian ada ucapan bernubuatlah siapa yang memukul Engkau (Yesus).

3.      Kayu palang
Kayu salib itu dipikul. Kalau saja kita bertanggung akan keselamatan diri kita dan rindu untuk keselamatan saudara-saudara kita, berarti kita memikul kayu palang. Dalam lima jabatan ini kena pada jabatan gembala.

4.      Paku. Kolose 2:14
Dalam lima jabatan ini kena pada jabatan penginjil. Tangan dan kaki kita harus rela dipaku sehingga perbuatan kita ada bukti korban Kristus. Tetapi kalau melihat barang  orang diambil, melihat pepaya orang diambil tanpa meminta pada orangnya, itu berarti tangan yang belum kena paku.

5.      Lembing. Yohanes 19:34

Yohanes Pembaptis memperkenalkan Korban Kristus yang terjadi 3,5 tahun kemudian. Kalau kita sekarang, hal itu sudah digenapi 2000 tahun yang lampau. Sudah sejauh mana kita menghargai. Alangkah eloknya kalau gereja Tuhan memindahkan paku itu kepada tangan dan kakinya, pindahkan mahkota duri itu di atas kepalanya, pindahkan kayu palang itu di bahunya, pindahkan cemeti itu di punggungnya, pindahkan lembing itu di lambungnya. Kalau sepert itu, maka itulah anak Tuhan yang mengagungkan Korban Kristus. Sering kita hanya menyanyi mengagungkan korban Kristus tetapi tidak dipindahkan menjadi pengalaman.

Pada waktu Yesus di salib, apakah pernah Dia berontak dan bersungut? Tidak pernah. Apakah pernah Dia mempersalahkan orang lain? Tidak pernah. Justru kepada orang yang memperlakukan Dia dengan sadis Dia doakan. Dari 7 ucapan Yesus di Golgota, ucapan yang paling pertama adalah mendoakan orang yang menyalibkan Dia.

Kalau kita sulit melakukan itu. Baru disemprot orang dengan kata-kata, kita sudah sulit untuk mendoakan orang itu. Sebaliknya kita mengamuk kepada orang itu. Sekalipun dinista, dihina, difitnah, kita harus menerima. Kalau orang sms tentang hal yang tidak baik, tidak usah kita baca, langsung hapus. Tetapi yang sering terjadi orang lain yang difitnah tetapi kita yang meneruskan pada orang yang difitnah itu. Mestinya ketika kita dengar, tutup telinga saja. Saya juga berupaya untuk diriku sendiri. Kalau orang menista diri kita tidak usah kita ambil pusing.

Yohanes 1:30
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

Ini adalah kali kedua Yohanes mengucapkan hal yang sama.
Yohanes 1:15
1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."

Jadi ayat 30 mengangkat perkataan pada ayat 15. Ayat 30 adalah tindak lanjut dari ayat 29.

Yang mengangkut dosa isi dunia ini bukan manusia biasa, bukan manusia yang bisa kita entengkan. Ternyata Dia adalah Ilahi. Ayat 15 dan 30 ini menunjukkan ke-IlahianNya, kekekalanNya. Jadi Dia bukan baru ada 2000 tahun yang lampau. Dia sudah ada jauh sebelum Yohanes ada. Siapa yang memberi tahu kepada Yohanes. Tentu Roh Tuhan.

Jadi Anak Domba Allah yang harus kita junjung tinggi itu adalah pelayanan Tuhan dan Dia kekal. Jadi kita tidak bisa menghindari. Tidak ada jalan lain selain darah Anak Domba Allah ini.

Darah itu adalah darah kekekalan. Kalau darah Habel berteriak menuntut balas, darah Yesus berbicara lebih kuat dari darah Habel.
Ibrani 12:24
12:24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Darah Habel menuntut balas. Ketika Tuhan bertanya kepada Kain “mana adikmu” lalu Kain menjawab “apakah aku penjaga adikku” lalu Tuhan berkata “darah adikmu berseru kepadaKu”.

Jangan kita sedikitpun menista darah Yesus. Di mana bukti kita menghargai darah Yesus? Dengan menjunjung tinggi Firman pengajaran karena Firman pengajaran dibukakan oleh pekerjaan penebusan darah Yesus. Orang yang tidak membuka hati menerima lawatan pembukaan rahasia Firman, itu sama dengan menista darah Yesus.

Ibrani 12:25
12:25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?
Ibrani 10:29

Darah itu dikaitkan dengan pemberitaan Firman. Darah itu darah kekal. Memang mereka melihat darah itu tercurah mulai dari taman Getsemani, memang mereka melihat darah itu ketika Dia dicambuk di pengadilan Pilatus, saat berjalan di jalan Via dolorosa. Tetapi darah itu wibawahnya, kuasanya kekal, itu tidak bisa kita entengkan.

Hargai Firman Tuhan karena Firman itu seharga darah Anak Domba Allah. Ini yang harus ada pada kita dan lebih dahulu pada saya. Cara saya menghargai darah Yesus adalah dengan menerima Firman pengajaran dan mempraktekkan.

Yohanes 1:31
1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."

Jadi pembaptisan Yesus yang dilaksanakan oleh Yohanes Pembaptis adalah untuk memperkenalkanNya kepada Israel. Yesus itu kepala dan Israel itu tubuh. Jadi ketika saudara menyerahkan diri dibaptis. Berarti saudara siap menerima Yesus sebagai Kepala untuk mengatur perjalanan hidup saudara. Karena baptisan itu memperkenalkan Yesus kepada Israel di mana Yesus Kepala dan Israel Tubuh terlebih kepada GerejaNya.

Ketika kita masuk dalam baptisan air berarti kita siap menerima Yesus sebagai kepala dan kita masuk sebagai anggota Tubuh Kristus. Jadi baptisan itu bukan hanya sekedar upacara.

Termasuk kepada Yohanes Pembaptis sebab mula-mula dia juga tidak mengenal Tuhan Yesus. Setelah Yesus dibaptis dan Roh Kudus turun di atasNya baru Yohanes tahu siapa sebenarnanya Yesus. Jadi klop dengan ayat 29, itu bukan basa-basi.

Kalau Yesus sebagai kepala bagi Tubuh dibaptis, maka saudara menjadi tubuh juga harus dibaptis. Kalau saudara mengaku sebagai tubuh dan tidak pernah dibaptis seperti Kepala maka itu sangat janggal. Jadi baptisan itu harus seperti yang dilakukan oleh Kepala Yesus, jangan baptisan yang lain.

Saudara yang dibaptis, ingat berarti Kepala diperkenalkan kepada kita sebagai anggota tubuh. Olehnya jaga hubungan saudara dengan Kepala, jangan hubungan pertunangan yang menuju kepada pernikahan, penyatuan Kepala dan Tubuh. Sehingga kita bisa berkata “Yesus belahan jiwaku” dan Yesus berkata “engkau belahan jiwaKu”. Makanya setelah dibaptis jangan jauh dari Tuhan. Jangan setelah dibaptis kita kembali hilang. Kalau hilang berarti perkenalan kita dengan Tuhan dihapus kembali.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar