20170128

Kebaktian Doa, Sabtu 28 Januari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Yohanes 1:29-34
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Korban penebusan untuk semua isi dunia, Tuhan sendiri yang sediakan, tak ada manusia siapapun di dunia ini yang dapat menyiapkan. Domba itu diambil tanggal 10 dan disembelih tanggal 14 pada petang hari.
Keluaran 12:3,6
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Yang mengadakan korban penghapus dosa ini adalah Tuhan sendiri karena tidak ada manusiapun yang bisa menebus dosanya.
Mazmur 49:8
49:8 Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

Juga di dalam kitab Ayub dikatakan tidak ada orang yang bisa mendapatkan yang tahir dari yang jahat.
Ayub 14:4
14:4 Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorang pun tidak!

Kalau Tuhan yang sediakan, wajarlah kita menyambut apa yang Tuhan sediakan. Tentu itulah yang tanpa cacat cela dan kerut. Itulah korban yang disediakan oleh Tuhan sendiri. Kalau kita tidak menerima, bukan karena kita langsung memberikan penolakan dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan tindak tanduk kita. Kapan? Ketika kita menyepelehkan, merendahkan, menghina pemberian Tuhan yang sangat berharga ini. Keterlaluan kalau seperti itu sebab Tuhan sudah menyediakan dan Korban itu adalah satu-satunya yang membuka peluang bagi kita masuk sorga. Korban itu membawa kita untuk menjadi Tubuh Kristus. Kalau menjadi Tubuh Kristus otomatis, Sorga sudah ditangan saudara.

Tetapi ada kecenderungan umat Tuhan mulai menepis pemberian Tuhan, tidak ada penghargaan lagi, menginjak-injak kemurahan Tuhan, merendahkan pemberian Tuhan dan tidak peduli korban Kristus. Berarti sadar atau tidak sadar dia sudah mengklaim hidupnya masuk neraka. Apakah ini hanya sekedar ancaman atau ini bahasa yang perlu dikhotbahkan dan tidak menjadi kenyataan? Satu waktu, kehidupan yang tidak menghargai korban yang telah Tuhan sediakan ini, walaupun tangisan air mata darah dicurahkan itu tidak dapat lagi menolong dia.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk lebih meningkatkan penghargaan kita terhadap satu-satunya korban yang disediakan oleh Sorga. Sorga hanya menyediakan satu korban, tidak ada yang lain! Silahkan muncul berbagai keyakinan di dunia ini, tetapi korban yang disediakan oleh Tuhan hanya ada satu.
Efesus 1:4
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Kita lihat kemurahan Tuhan ini. Korban Kristus sudah disediakan. Kita disebut telah dipilih, namun tidak tertutup orang yang sudah dipilih itu terlepas. Sebab terbukti bangsa yang dipilih Tuhan yaitu bangsa Israel, akhirnya mereka dibuang dan diganti dengan bangsa kafir. Walaupun tidak semua dari mereka yang terbuang, tetapi ini pembelajaran bagi kita.

Apakah Korban yang disediakan Tuhan ini masih kurang sehingga kita masih mau mencari korban yang lain, atau penghargaan kita terhadap Korban Kristus belum seperti yang diinginkan oleh Tuhan seakan-akan apa yang disiapkan Tuhan ini belum lengkap.

Tuhan menyediakan dan itu disebut Moria.
Kejadian 22:12
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

Pujian Tuhan ini tidak datang kepada Abraham ketika dia meninggalkan Ur Kasdim. Meninggalkan Ur Kasdim itu sudah langkah iman, tetapi Tuhan belum memberikan pujian. Namun ketika dia mau mengorbankan anaknya yang tunggal, baru datang pujian dari Tuhan.
Kejadian 22:13
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Ternyata apa yang akan dikorbankan oleh Abraham, diganti oleh Tuhan.

Kejadian 22:14
22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Itulah Moria yang artinya Tuhan menyediakan atau Allah yang mengadakan. Jadi korban yang sempurna telah Tuhan sediakan untuk mengganti apa yang telah kita korbankan.

Karena Abraham rela mengorbankan anaknya dan Tuhan melihat bahwa dia lolos dalam ujian ini, maka dia dipuji oleh Tuhan sebab dia tahan uji.
II Korintus 10:18
10:18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

Apa yang kita korbankan belum sama dengan apa yang dikorbankan oleh Abraham dan tidak sebanding dengan apa yang dikorbankan Bapa di Sorga. Itupun Tuhan akan ganti. Apakah kita masih memberikan penilaian miring terhadap Korban yang Tuhan sediakan.

Korban itu Tuhan sudah sediakan tetapi toh masih begitu sukar untuk menghargai. Tidak ada hak untuk kami hamba Tuhan memaksa, kalau ada yang tidak menghargai itu terserah mereka, tetapi jangan menyesal nanti kalau menangis selama-lamanya. Di dunia ini banyak orang yang tidak menghargai korban ini. Tetapi dalam gereja ada juga satu dua yang tidak menghargai, satu saat Tuhan akan berkata “Aku telah memberi tetapi engkau tidak menghargai, sekarang terima resikonya!”.

Tuhan sudah menyediakan Korban, tetapi Tuhan masih lengkapi lagi dengan memberikan Roh Kudus. Seperti Tuhan berkata kepada orang Israel “Aku sudah menyiapkan semuanya fasilitas, apalagi yang kurang”. Tetapi Tuhan menunggu buah anggur yang manis, namun yang muncul buah anggur yang asam.

Tuhan sudah sediakan Korban kemudian Tuhan sediakan lagi sarana lebih lanjut. Ibarat di dunia ada prasarana dan ada sarana. Tuhan sudah menyediakan AnakNya sendiri menjadi korban, kemudian dilengkapi lagi dengan Roh Kudus. Penekananya di sini supaya mereka mengenal Dia. Jangan sampai kita sia-siakan/ tidak manfaatkan Korban Kristus. Korban Kristus satu-satunya yang membuat saya selamat” tetapi kita harus ingat Tuhan tidak berhenti sampai di situ. Dia beri kita Roh Kudus supaya kita mengenal siapa Tuhan Yesus itu.

Jadi tidak berhenti kita mengenal Yesus berkorban bagi kita sebagai Anak Domba Allah. Itu pengenalan di daerah halaman, tetapi harus ada peningkatan.
Yohanes 1:31,33
1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

Yohanes Pembaptis sendiri masih perlu Tuhan tingkatkan pengenalannya. Dan pengenalannya ini harus dia teruskan kepada jemaat. Jadi lebih dulu yang harus mengalami peningkatan pengenalan kepada Tuhan sampai sempurna adalah gembala karena dia akan meneruskan kepada sidang jemaat. Sejauh mana pengenalan seorang gembala seperti itu pengenalan sidang jemaat, tidak akan lebih dari itu.

Yohanes lebih dahulu diberi pemahaman pengenalan siapa itu Yesus, tujuannya supaya dia memberi tahu kepada jemaat yang akan direkrut menjadi Tubuh Kristus. Pengenalan pelayan Tuhan itu harus meningkat supaya pengenalan itu diturunkan kepada umat Tuhan agar umat Tuhan itu pengenalannya juga memuncak dan direkrut menjadi tubuh Kristus. Jadi untuk menjadi Tubuh Kristus bukan hanya sebatas mengenal Tuhan Yesus sebagai penebus dosa.

Pengenalan kita harus memuncak sampai pada kesempurnaan, pada kesempurnaan iman.
Efesus 4:13
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Jemaat Efesus sudah kesohor kasih dan imannya, berarti mereka sudah mengenal Tuhan Yesus tetapi masih dalam standar halaman. Makanya perlu hamba Tuhan ini berdoa supaya Tuhan memberikan wahyu dan hikmat agar umat Tuhan itu semakin meningkat pengenalannya akan Tuhan Yesus.
Efesus 1:15-17
1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
1:16 aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Hikmat itulah Kristus, Roh Kudus yang akan membuka rahasia Firman.
I Korintus 1:23-24
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Kristus itu adalah urapan. Ini yang digumuli oleh rasul Paulus. Percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat ini sudah benar, tetapi jangan berhenti sampai di situ.

Tingkatan orang Kristen:
1.      Psuchikos
Kristen yang sampai pada standar percaya ini yang paling banyak di dunia ini.
2.      Sarchikos
Kristen yang percaya dan lahir baru. Dibandingkan yang pertama tadi, jumlahnya ini lebih kurang. Tetapi Tuhan tidak ingin kita hanya sampai lahir baru apalagi hanya sampai pada percaya.
3.      Pnoumachikos
Inilah manusia rohani yang berjalan di dalam roh, dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus. Artinya dipimpin di dalam penggembalaan. Oleh sebab itu gembala harus mengerti lebih dahulu baru bisa mengajarkan kepada jemaat.

Berjalan di dalam roh ini berarti tidak lepas dengan penggembalaan. Yang banyak diartikan oleh gereja sekarang ini sebagai berjalan di dalam roh adalah kalau bisa berbahasa roh. Sebenarnya tidaklah sedangkal itu. Coba tanyakan pengajaran pada orang yang berbahasa roh itu, siapa Yesus yang sebenarnya, dia pasti tidak tahu. Buktikan coba kalau dagingnya disentuh, dia akan mengamuk.

Firman itu tidak bisa lepas dengan Roh Kudus dan keduanya kita dapatkan dalam penggembalaan.

Yohanes 14:26-27
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Di mana Tuhan Yesus pernah mengulangi perkataan ini? Dalam Matius 28:20.
Matius 28:20
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Ini tugas dan tanggung jawab gembala. Saya sebagai hamba Tuhan ditantang oleh Tuhan dalam hal ini. Itu sebabnya ada pengampunan dan sarana di tambah dengan baptisan Roh Kudus. Itu lengkap kita terima di dalam penggembalaan. Untuk mengarahkan kita mengenal Tuhan Yesus dengan benar, tentu diawali dari pelayan itu sendiri.

Hosea 6:3
6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

Nubuatan ini kena pada akhir zaman, kita berada pada akhir musim di mana hujan Firman pengajaran turun.

Peran dari pembina atau gembala atau hamba Tuhan, itu menentukan.
Hosea 4:6
4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Pengenalan itu ditolak oleh imam.

Hosea 4:7-9
4:7 Makin bertambah banyak mereka, makin berdosa mereka kepada-Ku, kemuliaan mereka akan Kutukar dengan kehinaan.
4:8 Mereka mendapat rezeki dari dosa umat-Ku dan mengharapkan umat-Ku itu berbuat salah.
4:9 Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya.

Jumlah bertambah tetapi kualitasnya tidak bertambah bahkan makin merosot. Mengapa seperti ini? Karena pengenalam mereka yang membuat tidak imbang. Jumlah itu relatif tetapi mutu yang Tuhan cari. Contohnya Lea dan Rahel. Lea lebih banyak anak sampai rela melepas buah dudaim diserahkan kepada Rahel karena ingin jumlah anak yang banyak. Rahel hanya mempunyai dua anak tetapi bermutu.

Hosea 4:6-8 (Terjemahan Lama)
4:6 Bahwa umat-Ku dibinasakan sebab mereka itu tiada berpengetahuan, melainkan kamu sudah mencelakan pengetahuan, sehingga Kutolak akan kamu, supaya jangan kamu melakukan imamat bagi-Ku; tegal kamu sudah melupakan hukum Allahmu, maka Aku juga melupakan anak-anakmu.
4:7 Makin mereka itu bertambah-tambah banyaknya, makin mereka itu berdosa kepada-Ku; maka sebab itu Aku mengubahkan kelak kemuliaannya menjadi kehinaan.
4:8 Mereka itu makan dosa umat-Ku dan dipuaskannya hatinya dengan kesalahannya.

Jadi pencarian umat tidak pernah dikoreksi oleh pelayan Tuhan. Walaupun jual rokok dan minuman keras, pelayan Tuhan tidak peduli yang penting uang mereka masuk di kas gereja.

Hosea 4:9 (Terjemahan Lama)
4:9 Seperti imam begitulah orang kebanyakan adanya, sebab itu Aku akan membalas sekadar jalan masing-masing dan sekadar perbuatan tiap-tiap mereka itu.

Jadi apa yang dibicarakan dalam Yohanes 1:29-34, lebih dahulu Yohanes harus kenal, kemudian dia sampaikan kepada umat sebagai Tubuh. Jangan hanya sekedar slogan tubuh tetapi tidak kena siapa kepala. Bicara tubuh berarti mempelai wanita. Mempelai wanita ini harus kenal siapa suaminya, siapa Kepalanya. Itu yang dipaparkan oleh Yohanes Pembaptis, itu sebabnya dalam Yohanes pasal 3, dia langsung berterus terang “aku sahabat Mempelai Laki-laki”.
Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Pengenalan itu harus memuncak. Gereja Tuhan tidak boleh asal, apalagi hamba Tuhan tidak boleh asal. Hamba Tuhan itu harus memiliki S suci, biarpun banyak gelar S-nya kalau tidak suci tidak ada gunanya. Jadi kami harus hidup dalam kesucian.
I Petrus 3:15
3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

Bagaimana kalau kami hamba Tuhan tidak menguduskan Kristus di dalam hati dan hidup berantakan serta tidak bisa menjawab tentang pengharapan yang kami miliki. Pengharapan harus diletakkan di belakang pintu tirai. Apa yang ada di belakang pintu tirai? Tabut Perjanjian yang terdiri dari dua komponen yaitu peti dan tutup peti yang ada dalam satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan lagi. Berarti kita harus berpengharapan untuk menjadi Mempelai WanitaNya.

Keluarlah dari kesuaman dan keadaan dingin sebab Tuhan sudah menyediakan Korban yang luar biasa. Tidak berhenti sampai di situ, Tuhan sudah memfasilitasi kita dengan RohNya. Kemudian dengan Rohnya ini kita mendapatkan pengajaran lewat arahan-arahan orang yang dipercaya Tuhan untuk mengarahkan kita sehingga kita mengerti bahwa kita adalah Tubuh dan Yesus adalah Kepala.

Bagaimana bisa mengatakan “saya anggota Tubuh Kristus, walaupun hanya menjadi anggota tubuh yang kecil” tetapi tidak mau diatur oleh Kepala. Anggota tubuh sekalipun kecil, semua diatur oleh Kepala.

Hargai Korban Kristus, jangan kita rendahkan. Seharusnya junjung tinggi Korban Kristus, semakin tinggi kita menjunjung tinggi Korban Kristus maka rahasia Firman akan semakin dibukakan kepada kita. Dan Tuhan akan memberikan Roh KudusNya melengkapi perjalan hidup saudara.

Yohanes 1:34
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Jadi pandangan Yohanes Pembaptis tembus ke ruangan maha suci. Itu dia buktikan dalam Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Luar biasa kemuliaan Mempelai Laki-laki Sorga, itulah Kepala. Kemuliaan Kepala akan diberikan kepada kita TubuhNya, kemuliaan Kepala itulah yang akan kita miliki.

Itu sebabnya jangan kita santai-santai akhir zaman ini. Akhir zaman ini akan turun hujan yang akan membuat kita matang. Itu sebabnya ada istilah ada hujan awal dan ada hujan akhir. Hujan awal saat menanam dan hujan akhir membuat tanaman yang tadinya sudah berbuah menjadi matang buahnya dan siap dituai untuk dibawa ke lumbung (persekutuan tubuh Kristus yang sempurna).  


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar