20170115

Kebaktian Kaum Muda Remaja, Minggu 15 Januari 2017 Pdt. Handri Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Keluaran 10:23-24 Tulah kesembilan: Gelap gulita
10:23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.
10:24 Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: "Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu."

Dulu menjelang bangsa Israel mau keluar dari Mesir, terjadi kegelapan di Mesir selama 3 hari. Di penghujung akhir zaman ini menjelang gereja Tuhan mau keluar dari dunia ini untuk bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga di awan-awan permai, juga dunia dilanda dengan kegelapan sampai kegelapan yang hebat/dahsyat. Bukan hanya dunia, bahkan gereja Tuhan jugapun di landa kegelapan yang hebat yaitu dosa sampai puncaknya dosa.

Praktek hidup di dalam kegelapan:
a.       Tidak dapat melihat teman, artinya egois, hanya mementingkan diri sendiri.
b.      Tidak dapat bangun dari tempatnya, artinya:
ð  Tidak mengalami kebangunan rohani= jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, minuman keras, narkoba) dan dosa kawin mengawinkan (dosa seks dengan berbagai bentuknya).
ð  Lumpuh rohani= tidak aktif/ tidak setia di dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
c.       Terikat pada harta kekayaan/uang, sehingga tidak bisa beribadah melayani Tuhan.
Harta kekayaan/uang merupakan ikatan terakhir dari setan supaya gereja Tuhan tidak bisa keluar dari dunia, tidak bisa terangkat ke awan-awan permai.

Kaum muda silahkan kuliah/sekolah, kerja, tapi jangan sampai terikat, jangan mencari yang enak bagi daging, cari tempat yang ada penggembalaan, supaya apapun yang ada di dunia ini, perkara-perkara jasmani tidak menjadi ikatan bagi kita. Saat Yesus datang kita bisa terangkat keluar dari dunia ini.

Keluaran 10:25
10:25 Tetapi Musa berkata: "Bahkan korban sembelihan dan korban bakaran harus engkau berikan kepada kami, supaya kami menyediakannya untuk TUHAN, Allah kami.
Musa gambaran hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Tugasnya mengupayakan supaya gereja Tuhan lepas dari ikatan uang/kekayaan. Sebab itu hamba Tuhan harus lebih dulu lepas dari ikatan uang. Bagaimana mau membawa sidang jemaat/kaum muda remaja terlepas dari ikatan uang, jika gembala sendiri terikat dengan uang/ perkara jasmani, hamba Tuhan berkebun, ada pekerjaan sambilan, dll.

Harta kekayaan harus kita pakai untuk memuliakan Tuhan, termasuk ijasah, dsb.
Amsal 3:9
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

Praktek gunakan harta kekayaan untuk memuliakan Tuhan:
1)      Jangan kikir= tidak bisa memberi kepada sesama yang membutuhkan, tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan. Orang yang kikir adalah orang yang terbelakang rohaninya/ cacat rohani.
2 Korintus 12:13-15
12:13 Sebab dalam hal manakah kamu dikebelakangkan dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain dari pada dalam hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi suatu beban kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini!
12:14 Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri. Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya.
12:15 Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi?
Contoh sidang jemaat Korintus, mereka menuduh Paulus menjadi beban, karena mereka kikir.

2)      Jangan serakah= penyembahan berhala yaitu merampas milik Tuhan (persepuluhan dan persembahan khusus) dan merampas milik sesama, jangan mencuri.

Dosa kikir dan serakah disetarakan dengan cabul, pemfitnah, pemabuk, penipu. Jangan pikir kikir itu tidak berbahaya.
1 Korintus 5:11
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

6 dosa yang mengikat tubuh, jiwa dan roh. Jadi kalau sudah ada dosa kikir dan serakah maka cepat atau lambat tubuh, jiwa dan rohnya akan terikat dengan dosa-dosa sampai puncaknya dosa.

Akibatnya: Jangan makan bersama-sama artinya: tidak bisa masuk persekutuan tubuh Kristus yang sempurna, sehingga mengarah persekutuan pembangunan tubuh babel (Wahyu 17,18), menjadi mempelai tubuh setan. Sempurna dalam kejahatan dan kenajisan, siap untuk dihukum dan dibinasakan.
3)      Jangan tamak= hanya sibuk mengumpulkan harta di dunia sampai lupa Tuhan. Termasuk sibuk sekolah, bekerja/ sibuk dengan perkara-perkara jasmani. Sehingga akan mengarah pada dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.
Lukas 12:15-21
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Jadi, jika harta/uang tidak dipakai untuk memuliakan Tuhan maka akan dipakai oleh setan untuk menjauhkan kita dari ibadah pelayanan kepada Tuhan. Berarti jauh dari Tuhan, dekat dengan setan, dipeluk oleh setan, dikuasai dosa/terikat dengan dosa-dosa.

Contoh kehidupan yang melekat dengan setan: Lewi/ Matius si pemungut cukai.
Markus 2:13-14
2:13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.

Sebenarnya arti nama Lewi adalah “melekat pada”
Kejadian 29:34
29:34 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi.

Tetapi di sini Lewi bukan melekat pada Tuhan, tapi melekat pada uang/harta.

Mengapa bisa melekat pada uang? Karena duduk di rumah cukai artinya tidak bisa berdiri di atas korban Kristus/ tidak bisa menghargai korban Kristus.

Praktek hati melekat pada uang:
1 Timotius 6:10
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

a)      Memburu uang sampai lupa Tuhan, termasuk studi, mengejar ijasah, semua perkara yang jasmani, dsb.
ð  Lupa mengembalikan milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus)
ð  Lupa ibadah pelayanan, sampai tinggalkan ibadah pelayanan

b)      Memburu uang sampai menyimpang dari iman, artinya:
ð  Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, termasuk untuk mendapatkan nilai bagus (menyontek), bekerja dengan menipu, hutang tidak bayar. Jangan suka berhutang. Ayo yang banyak berhutang, segera lunasi!. Belajarlah untuk menikmati apa yang ada pada kita.
Roma 13:8
13:8a Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga

ð  Mencari keuntungan jasmani dalam pelayanan bahkan dari Firman.
2 Korintus 2:17
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Sekarang hamba Tuhan mencari keuntungan dari Firman, khotbah dibayar. Makanya di orgasisasi kita tidak ada sistem gaji. Saya datang melayani di tempat ini tidak digaji. Saya murni datang melayani untuk jiwa-jiwa, bukan cari uang. Sekarang pimpin pujian dibayar, main musik dibayar, menyanyi dibayar, jadi membuat semangat orang datang melayani, tapi ini sudah salah sebab sudah mencari keuntungan dalam pelayanan.

ð  Menukar Firman pengajaran yang benar dengan perkara jasmani, termasuk jodoh. Jangan salah pilih! sehingga korbankan Firman pengajaran. Kalau kita teguh pada Firman pengajaran, maka yang jasmani itu bonus dari Tuhan. Di dalam penggembalaan Tuhan sediakan segalanya.

Akibat terikat dengan uang: menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka sampai masuk aniaya antikrist.
Wahyu 13:16-17
13:16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
13:17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

Cara Tuhan menolong lewat Firman Pengajaran/ Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk memutuskan segala ikatan, ikatan akan uang/ dosa.
Markus 2:13-14
2:13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.

"Ikutlah Aku!"  artinya: Firman pengajaran bukan hanya didengar tapi dipraktekkan.

Hasilnya:
Ø  Menghasilkan hikmat yang mampu memelihara dan melindungi kita sampai di zaman antikris.
Pengkhotbah 7:12
7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.
Wahyu 13:18
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Orang yang sudah capai sarjana belum tentu terpelihara, tetapi kalau kita praktek Firman, maka tamatan SD, SMP, SMA, tidak ada sekolah, Tuhan pasti pelihara/lindungi.

Ø  Menghasilkan penyucian → bisa berdiri di atas korban Kristus/ menghargai korban Kristus= bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, setelah diampuni jangan berbuat dosa lagi.

Ø  Bisa mengikuti Yesus, artinya melayani Tuhan sesuai kehendak Tuhan/sesuai Firman dan rela menderita bersama Yesus. Sekalipun pikul salib/ sengsara bagi daging, kita tetap melayani Tuhan. Tujuannya supaya di mana Yesus berada di situ kita berada yaitu di Yerusalem baru= hubungan mempelai/ hubungan tubuh dan Kepala. Kita menjadi mempelai wanita Tuhan untuk selama-lamanya.
Yohanes 12:26
12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar