20170118

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 18 Januari 2017 Pdt. Bernard Legontu



 Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Yeremia 2:18-28
Dan sekarang, apakah untungmu untuk pergi ke Mesir, hendak meminum air sungai Nil? Dan apakah untungmu untuk pergi ke Asyur, hendak meminum air sungai Efrat?
2:19 Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.
2:20 Sebab dari dahulu kala engkau telah mematahkan kukmu, telah memutuskan tali pengikatmu, dan berkata: Aku tidak mau lagi diperbudak. Bahkan di atas setiap bukit yang menjulang dan di bawah setiap pohon yang rimbun engkau berbaring dan bersundal.
2:21 Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar!
2:22 Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
2:23 Bagaimanakah engkau berani berkata: Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah mengikuti para Baal? Lihatlah tingkah langkahmu di dalam lembah, ketahuilah apa yang telah kaulakukan: hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian ke mari,
2:24 yang melepaskan diri lari ke padang gurun, karena ingin menghirup udara! Siapakah yang dapat menahan nafsunya untuk berjantan? Semua yang mencari dia, tidak usah berlelah, mereka akan menemukannya dalam musim berjantan.
2:25 Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya kerongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata: Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka.
2:26 Seperti malunya pencuri, apabila kedapatan, demikianlah malunya kaum Israel, yakni para rajanya, pemukanya, para imamnya dan nabinya,
2:27 yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!
2:28 Di manakah para allahmu yang kaubuat untuk dirimu? Biarlah mereka bangkit, jika mereka dapat menyelamatkan engkau pada waktu malapetakamu! Sebab seperti banyaknya kotamu demikian banyaknya para allahmu, hai Yehuda!

Dalam nyanyian menyambut Firman kita mengatakan bahwa kita diubahkan oleh Tuhan menuju pada kemuliaan Ilahi. Itulah tujuan ibadah kita. Apalah artinya kita menggelar ibadah atau kita datang mendengarkan firman Tuhan, beribadah, melayani tetapi tanpa perubahan. Kalau seperti itu akhirnya nanti Tuhan mencap kita melakukan kejahatan besar. Dan dalam Yeremia 2:19 tadi dikatakan itu sudatu kemurtadan. Ini yang jangan sampai terjadi dalam diriku dan dalam diri saudara sekalian.

Tujuan dari teguran-teguran Tuhan (Mempelai Laki-laki Sorga) adalah untuk membawa kembali kita kepada posisi yang disebut pada ayat ang kedua.
Yeremia 2:2
2:2 "Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya.

Jadi ibadah yang dibimbing oleh hamba Tuhan sebagai penyelenggara ibadah, punya niat dan cita-cita sesuai rancangan Tuhan, agar kita dibawa pada suasana ayat 2 yaitu menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Kalau posisi kita seperti itu maka itu dijamin oleh Tuhan pada ayat yang ketiga.
Yeremia 2:3
2:3 Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN.

Tidak ada yang bisa menghancurkan saudara karena Tuhan siap membela Mempelai WanitaNya. Dalam ayat-ayat lanjut, Tuhan menggambarkan kepada kita kekesalanNya. Mengapa? Sebab niat suci Tuhan tidak ditanggapi (diresponi) oleh umat Tuhan. Ini keterlaluan.

Sampai Tuhan kembali menghimbau pada ayat 25 supaya mereka kembali menggunakan sepatu.
Yeremia 2:25
2:25 Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya kerongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata: Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka.

Berarti supaya kembali berdamai dengan Tuhan. Sebab berbicara sepatu itu adalah injil yang menampilkan pendamaian antara manusia dengan Tuhan.
Efesus 6:15
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

Umat manusia secara umum saja Tuhan rindu untuk didamaikan dengan Dia apalagi Israel yang sudah menjadi umatNya. Pertama berdamai dengan Tuhan kemudian berdamai dengan sesama.

Kemudian dalam Yeremia 2:25 tadi dihimbau supaya kerongkongan tetap basah, berarti jangan haus sebab kalau haus berarti kerongkongan kering. Kerongkongan ini ada pada leher. Leher ini menghubungkan kepala dengan Tubuh. Artinya Tuhan ingin kita tetap menjaga hubungan kita dengan Tuhan tetap basah, tetap ada hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Tetapi dimulai dengan ayat 18 tadi.
Yeremia 2:18
2:18 Dan sekarang, apakah untungmu untuk pergi ke Mesir, hendak meminum air sungai Nil? Dan apakah untungmu untuk pergi ke Asyur, hendak meminum air sungai Efrat?

Apa untungnya pergi ke Mesir? Sebab kalau umat Israel itu ke Mesir, bagi mereka itu menguntungkan. Tetapi Tuhan tanya “apakah untungnya kamu ke Mesir untuk minum sungai Nil, apa untungnya kamu ke Asyur untuk minum sungai Efrat”. Ini dipertanyakan oleh Tuhan. Mengapa Tuhan mengungkap isi hatinya kepada Israel? Sebab mereka sebenarnya adalah mempelaiNya tetapi telah membelakangi Tuhan, berarti membelakangi suami.

Bagi Israel kalau mereka ke Mesir mereka beruntung karena merasa mendapatkan suplai di sana. Salah satu mereka termotivasi karena:
Yeremia 37:5
37:5 Adapun tentara Firaun telah berangkat keluar dari Mesir; mendengar kabar itu maka orang-orang Kasdim yang mengepung Yerusalem angkat kaki dari Yerusalem.

Karena ketika mereka dikepung oleh orang Kasdim yaitu orang Babel, mereka mendapat pertolongan dari Mesir. Mereka lebih menghargai pertolongan dari Mesir dari pada pertolongan Tuhan. Ini sangat fatal. Mereka tidak lagi melihat pertolongan Tuhan yang dulu mereka diperbudak di Mesir lalu dibebaskan oleh Tuhan. Sekarang mereka melihat ada raja Mesir dengan tentaranya yang mengusir tentara Kasdim dan ini menguntungkan bagi mereka. Mestinya mereka berteriak kepada Tuhan.

Yeremia 37:6-9
37:6 Lalu datanglah firman TUHAN kepada nabi Yeremia, bunyinya:
37:7 "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel. Kepada raja Yehuda, yang menyuruh kamu kepada-Ku untuk meminta petunjuk, harus kamu katakan begini: Lihat, tentara Firaun yang telah berangkat keluar untuk membantu kamu akan kembali ke negerinya, ke Mesir.
37:8 Tetapi orang-orang Kasdim akan datang kembali memerangi kota ini, merebutnya dan menghanguskannya dengan api.
37:9 Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu membohongi dirimu sendiri dengan mengatakan: Orang-orang Kasdim itu telah pergi untuk selamanya dari pada kita! Padahal mereka tidak pergi untuk selamanya!

Jadi, pertolongan Mesir ini terbatas ruang dan waktu. Berbeda dengan pertolongan Tuhan yang tidak  ada batas ruang dan waktu.

Yeremia 37:10
37:10 Dan seandainya kamu memukul kalah segenap tentara orang Kasdim yang telah memerangi kamu itu, sehingga di antara mereka hanya tinggal orang-orang yang luka parah, masing-masing di kemahnya mereka akan bangun dan menghanguskan kota ini dengan api."

Malah kalau orang Kasdim datang kembali maka habislah cerita mereka. Jadi kalau Tuhan tanyakan apa untung mereka, mereka bisa membeberkan untungnya ini dan itu. Tetapi ternyata akan berakhir dengan kebinasaan kalau kita bersandar pada dunia. Memang benar kadang kita mendapat keuntungan-keuntungan, tetapi kita tidak sadar bahwa di mana kita mendapat keuntungan itu sebenarnya menjebak kita untuk binasa.

Tuhan menyebut penggabungan Israel dengan Mesir ini suatu kejahatan besar dan suatu kemurtadan. Seringkali kita cenderung seperti ini. Karena mendapatkan keuntungan maka kita berada di situ padahal kita tidak tahu sebentar kita akan binasa. Karena apa? Tempat kita menggabung itu adalah orang yang bersandar pada kekuatannya sendiri dan akhirnya kita mencontoh itu. Ini jangan terjadi pada diriku dan saudara.

Biarlah kita menggabung pada Tuhan Yesus Kristus Mempelai Laki-laki Sorga. Karena Dia berminat membawa kita pada suasana mempelai. Kalau kita menjadi Mempelai WanitaNya maka Dia bertanggung jawab sebagai Mempelai Laki-laki untuk melindungi. Siapa yang berani menyentuhnya, orang itu dinyatakan bersalah.

Jangan sampai kita terlibat dalam penggabungan dengan Mesir tanpa kita pertimbangkan baik-baik bahwa itu berbahaya dan bisa mencelakakan kita. Akibatnya nanti kita akan dibakar. Memang yang membakar kita akan dibakar kembali oleh Tuhan.

Ini adalah pelajaran bagiku supaya kita semua waspada. Hubungan kita dengan Firman Tuhan harus kita jaga, hati-hati menggabungkan diri dalam persekutuan walaupun ada keuntungan di situ. Periksa persekutuan itu bagaimana bentuknya jangan hanya termotivasi karena ada keuntungan jasmani di situ, jangan sampai persekutuan itu mencelakakan anda.

Olehnya itu kita harus waspada. Termasuk anak muda jangan bergaul dengan orang-orang yang tidak tahu Firman, nanti saudara akan terjebak pada mereka dan menjadi buas seperti mereka. Nantinya binasa hidupmu, sia-sia ibadahmu dan akhirnya bertemu dengan antikristus. Padahal niat Tuhan mau menggiring kita bertemu dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, berarti kita dikondisikan menjadi Mempelai WanitaNya.

Anak-anak muda jangan sembarang bersekutu walaupun ada keuntungan di sana. Jangan bergaul dengan orang yang suka minum-minum sampai mabuk dan suka merokok. Saudara rugi besar kalau seperti itu. Kalau mereka belum tahu Firman, kalau saudara sudah tahu Firman, saudara rugi dua kali. Itu kejahatan besar dan kemurtadan. Di sekolah carilah pergaulan dengan sesama orang yang takut akan Tuhan.

Kami hamba Tuhan harus selektif membawa diri kami di dalam persekutuan. Jangan sampai kami hanya menilai persekutuan karena ada keuntungan. Keuntungan yang sering kita lihat adalah keuntungan jasmani sehingga akhirnya terjebak. Biarlah orang lain mengatakan kita fanatik.

Orang fanatik itu artinya orang yang sudah tahu salah tetapi tetap dia pertahankan. Kalau mempertahankan kebenaran Firman itu bukan fanatik tetapi karena pegang teguh kebenaran Firman.

Jangan sampai saya dibilangi Tuhan jahat dan murtad. Sebab kalau kasih kita sudah dingin dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, padahal Dia belahan jiwa kita dan kita adalah belahan jiwaNya, maka nanti bisa murtad. Gereja Tuhan adalah belahan jiwanya Tuhan jadi hubungan kita harus tetap hangat dengan Tuhan.
Matius 24:10-12
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Jadi tanda-tanda kedatangan Tuhan sudah diambang pintu, banyak orang murtad. Kenapa? Kalau saja dia berpikir yang dia lakukan itu kemurtadan, dia tidak akan lakukan. Tetapi ada yang menggoda hidup itu dan dia kaget sudah dicap Tuhan “murtad”. Kita harus waspada. Karena Roh Kudus telah berkata bahwa akhir zaman banyak orang murtad.

Yeremia 2:19
2:19 Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.

Berarti dalam ayat 18 tadi yang mengatakan “apa untungnya engkau ke Mesir. Apa untungnya engkau ke Asyur”. Itu di hadapan Tuhan adalah kejahatan dan kemurtadan. Perlindungan yang sejati hanya ada pada Firman. Akhirnya kejahatan dan kemurtadan itu akan menyiksa orang itu. Makanya saya sebagai hamba Tuhan harus hati-hati dan sebagai penganjur saya juga mengajarkan hati-hati untuk masuk dalam persekutuan. Lihat apakah dalam persekutuan itu rohani yang diuntungkan atau jasmani yang diuntungkan dan rohani macet. Kalau tujuan diuntungkan dengan yang duniawi, rohani pasti macet. Itu jangan sampai terjadi.

Meninggalkan Mempelai Laki-laki Sorga, itu akan berakhir dengan kepedihan. Mempelai Laki-laki Sorga itu ada pengajarannya, itulah Kabar Mempelai yang harus kita lihat kemurniannya. Jangan hanya slogan saya Kabar Mempelai, tetapi mana kemurniannya.

I Timotius 4:1
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

Kita ada pada zaman Roh. Zaman Bapa sudah usai, zaman Anak sudah usai. Dan Roh justru berbicara di ujung zaman Roh.

I Timotius 4:1 (Terjemahan Lama)
4:1 Tetapi Roh itu berkata dengan nyata, bahwa pada akhir zaman beberapa orang akan gugur daripada iman, sebab berpaling kepada penguasa, yang menyesatkan orang, dan kepada beberapa pengajaran setan-setan,

Tidak mungkin dia mengikuti ajaran setan-setan kalau tidak ada keuntungan baginya di dalamnya. Kita mengikut Tuhan karena ada keuntungan kita, kita dengar Firman Tuhan karena ada keuntungan kita yaitu kita disucikan sampai disempurnakan.

Orang yang ikut ajaran setan-setan karena berpikir mendapat keuntungan kebal kena parang dan sebagainya.

Kita harus waspada karena ini dianggap Tuhan suatu kejahatan dan kemurtadan. Mulai dari anak muda remaja. Perhatikan persekutuanmu, perhatikan pergaulanmu. Usiamu itu besar kemungkinannya untuk masuk dalam masa antikritus berkuasa. Tetapi kalau kita memperhatikan Firman maka ada pengharapan yang luar biasa Tuhan Yesus datang dan kita terangkat dengan Dia.

Peristiwa kedatangan Tuhan Yesus bersifat dua kali:
Ø  Pharusia. Dia datang merebut keluargNya, menjemput Mempelai WanitaNya dengan sayap burung nazar lalu disingkirkan ke padang belantara. Bukan nyata pribadiNya datang tetapi kuasaNya.
Ø  Ephipania. Tuhan datang di awan-awan yang permai. Yang sudah mati dibangkitkan dan yang masih hidup diubahkan untuk bertemu dengan Tuhan Yesus di awan-awan yang permai.

Kehidupan yang tertinggal dalam aniaya antikristus belum tentu bisa sanggup menghadapi siksaan yang dahsyat.

Sekarang anak muda tidak takut menghadapi Tuhan, bahkan pasangan nikah suami tampil dengan kedagingan dan isteri tampil dengan keras hati.
Yeremia 2:27
2:27 yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!

Kayu menggambarkan hawa nafsu daging dan batu menunjuk kekerasan hati. Alangkah hebatnya nikah seperti ini, bapanya kedagingan dan ibunya kepala batu. Tetapi anak-anaknya malah bangga.

Yeremia 44:12
44:12 Aku mau mencabut sisa Yehuda yang berniat hendak pergi ke tanah Mesir untuk tinggal sebagai orang asing di sana; mereka semuanya akan habis mati di tanah Mesir; mereka akan rebah mati karena pedang dan akan habis mati karena kelaparan, dari yang kecil sampai kepada yang besar; mereka akan mati karena pedang dan karena kelaparan dan mereka akan menjadi kutuk, kengerian, kutukan dan aib.

Ini kalau mau mencari keuntungan di Mesir. Mereka justru bertemu dengan kuda merah dan kuda hitam. Dalam Wahyu pasal 6 kuda merah dan hitam ini mengerikan. Kuda merah menunjuk darah yang bersimbah, huru hara, kakacauan dan peperangan. Kuda hitam menunjuk kelaparan dan kematian. Sekarang ini saja masih banyak orang yang kelaparan. Apalagi kalau kuda hitam sudah dilepaskan. Jangan berpikir “saya banyak lahan luas, kebunku hebat, saya bisa menanam dan membeli pupuk”. Kalau Tuhan lepaskan kuda hitam maka amblas semua itu.

Yeremia 44:13-14
44:13 Aku mau menghukum mereka yang diam di tanah Mesir, sama seperti Aku telah menghukum Yerusalem, yaitu dengan pedang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar,
44:14 sehingga dari sisa Yehuda, yang telah pergi ke tanah Mesir untuk tinggal sebagai orang asing di sana, tidak ada seorang pun yang terluput atau terlepas untuk kembali ke tanah Yehuda, ke mana hati mereka sangat rindu untuk diam di sana lagi; sungguh, mereka tidak akan kembali, kecuali beberapa orang pengungsi."

Jangan sampai salah kita melangkah akhir zaman ini, perhatikan Firman pengajaran. Firman pengajaran itu adalah uluran tangan Tuhan untuk menolong saudara dan saya, untuk mengembalikan pada posisi Mempelai Wanita. Dulu untuk Israel, sekarang kita sedang dibentuk dan dibangun oleh Tuhan untuk menjadi Mempelai Wanita. Makanya berserah dan berharaplah kepada Tuhan supaya kita mendapatkan kemenangan.

Yesaya 10:12
10:12 Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong.

Asyur ini sombong. Ketika Tuhan menghukum orang Israel, dia memperlakukan orang Israel semau-maunya.

Mengapa orang Israel tidak suka dengan Tuhan dan lebih suka ke Mesir dan Asyur? Apa masalahnya dengan Tuhan. Apakah Tuhan itu kejam dan bengis sampai mereka tidak suka dengan Tuhan? Mereka mengatakan “kami telah melepaskan ikatan-ikatan, kami telah merdeka sekarang”. Berarti bagi orang Israel mengikut Tuhan itu ikatan, itu beban, itu menyusahkan. Ini kebalikan, Tuhan mau membebaskan tetapi mereka mengatakan “dengan Tuhan itu hanya beban, dengan Tuhan itu menyusahkan”.

Yeremia 2:31
2:31 Keturunan apakah kamu ini? Perhatikanlah firman TUHAN! Sudahkah Aku menjadi padang gurun bagi Israel atau tanah yang gelap gulita? Maka mengapa umat-Ku berkata: Kami sudah bebas, kami tidak lagi mau datang kepada-Mu?

Jadi dengan Tuhan mereka merasa terikat, dengan Tuhan mereka merasa itu beban, dengan Tuhan mereka merasa menyusahkan! Mengapa ini terjadi pada mereka. Ini juga sering terjadi pada kita. Beribadah dianggap sebagai suatu beban dan ikatan. Itu salah besar!

Yeremia 2:20
2:20 Sebab dari dahulu kala engkau telah mematahkan kukmu, telah memutuskan tali pengikatmu, dan berkata: Aku tidak mau lagi diperbudak. Bahkan di atas setiap bukit yang menjulang dan di bawah setiap pohon yang rimbun engkau berbaring dan bersundal.

Karena dia tidak bebas untuk bersundal, tidak bebas untuk melakukan keinginan daging, dia anggap Firman Tuhan itu mengganggu. Supaya dia bisa narkoba, supaya bisa minum minuman keras dan merokok maka dia menganggap Tuhan itu menyusahkan.

Tetapi awas, kalau ibadah dan pelayanan serta Firman itu sudah dianggap beban maka Firman Tuhan mengatakan dosa dan aibmu kekal dan tidak ada tempatmu di Sorga! Makanya ayo kita berpikir dengan cermat, perhatikan Firman. Jangan menganggap ibadah itu menyusahkan, pelayanan itu beban sehingga membuat tidak bebas melakukan ini dan itu karena tuntutan Firman lalu berkata “saya tidak mau diikat oleh Tuhan”. Seruan seperti ini akan lebih menggema dan menggelagar menjelang kedatangan Tuhan. Ini bukan seruan orang dunia tetapi orang Kristen. Mulai dari pendeta-pendeta akan lebih menggelar berkata “kami tidak mau diikat, kami mau bebas!”. Sehingga suaranya seirama dengan raja-raja dunia.
Mazmur 2:1-3
2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
2:2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:
2:3 "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"

Akhirnya mereka dipermalukan.
Yeremia 2:26
2:26 Seperti malunya pencuri, apabila kedapatan, demikianlah malunya kaum Israel, yakni para rajanya, pemukanya, para imamnya dan nabinya,

Kalau merasa ibadah pelayanan dan Firman Tuhan itu beban sehingga tidak bebas melakukan ini dan itu maka satu saat Tuhan akan mempermalukan mereka. Termasuk imam-imam yang punya pengajaran dan nabi-nabi yang punya Firman nubuatan juga dipermalukan. Kenapa? Karena selama ini mereka menganggap Firman Tuhan ini hanya beban dan menyusahkan. Ini bahaya besar. Jauh-jauh hari Tuhan ingatkan agar jangan kita stem suara dengan raja-raja dunia yang melawan yang diurapi yaitu Mesias

Mulai dari dalam nikah, jangan sampai suami kedagingan dan isteri kepala batu, tidak bisa dinasihati. Dalam Yeremia pasal 2 ini dibicarakan umat Tuhan yang adalah isteri melawan Tuhan sebagai suami mereka. Prakteknya di dalam nikah. Isteri-isteri di sini jangan digalakkan melawan suami. Suami-suami jangan menggalakkan kedagingan. Kalau suami kedagingan dan isteri keras hati maka lengkaplah suami isteri itu. Pelan dan pasti mereka menuju pada api neraka.

Yeremia pasal 2 ini mengkisahkan pernikahan Kristus dengan gereja (umatNya). Kemudian pasal 3 adalah perceraian. Mengapa? Karena sudah dihimbau oleh Tuhan tetapi mereka tetap tampil sebagai isteri yang keras hati dan akhirnya Tuhan kirim surat cerai. Sekalipun Tuhan sudah kirim surat cerai, toh satu saat Tuhan merenungkan keadaan mereka dan menyuruh kepada Yeremia untuk memberitahu kepada perempuan sundal di utara dan perempuan tidak setia di selatan supaya kembali sebab “Aku tidak akan muram selama-lamanya, asal akui kesalahanmu”.

Jadi solusinya tidak sulit, pakai sepatu, artinya damailah dengan Tuhan. Kerongkonganmu jangan kering. Berarti hubunganmu dengan Tuhan dipulihkan oleh air Firman, Kasih dan RohNya.

Yeremia 2:20
2:20 Sebab dari dahulu kala engkau telah mematahkan kukmu, telah memutuskan tali pengikatmu, dan berkata: Aku tidak mau lagi diperbudak. Bahkan di atas setiap bukit yang menjulang dan di bawah setiap pohon yang rimbun engkau berbaring dan bersundal.

Jadi bukan baru sekarang, Tuhan mengatakan sudah dari dulu. Jadi penyakit ini bukan penyakit yang baru, ini penyakit kronis. Kalau untuk orang sakit ini sudah koma, tinggal menunggu titik. Kalau sudah koma, biar sudah dipermainkan oleh iblis dan dunia dia tidak lagi merasa bersalah karena rohaninya sudah koma dan tinggal menunggu mati. Tetapi walaupun sudah koma, Tuhan menghimbau kembali. Tuhan bangkitkan ingatan mereka, merenung kembali masa-masa silam mereka.
Yeremia 2:21
2:21 Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar!

Mereka ini pokok anggur pilihan.
Mazmur 80:9-11
80:9 Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir, telah Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu.
80:10 Engkau telah menyediakan tempat bagi dia, maka berakarlah ia dalam-dalam dan memenuhi negeri;
80:11 gunung-gunung terlindung oleh bayang-bayangnya, dan pohon-pohon aras Allah oleh cabang-cabangnya;

Awalnya mereka ini menjadi berkat.

Mazmur 80:12-13
80:12 dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat.
80:13 Mengapa Engkau melanda temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat?

Israel ini digambarkan seperti anggur pilihan tetapi sayang mereka tidak waspada. Kalau tidak waspada, tidak melihat jerih payah Tuhan, melecehkan Tuhan maka Tuhan akan melandah temboknya dan mereka akan berbau busuk. Tuhan mengatakan hati itu pohon dan mulut itu buahnya. Kalau hati sudah busuk maka perkataannya juga busuk.
Matius 12:33-37
12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Berbicara pokok anggur pilihan, kita lihat bagaimana Tuhan menangani.
Yesaya 5:5-6
5:5 Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak;
5:6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.

Kalau seperti ini, nanti hujan tidak turun. Awan itu tidak diizinkan Tuhan menurunkan hujan. Syukur-syukur kalau kita masih mendapatkan lawatan awan yang membawa titik-titik hujan. Kalau kita menjadi benih yang murni dan menjadi pokok anggur pilihan, cirinya hujan turun. Tetapi kalau kemudian kita berubah sikap dan menampilkan yang busuk maka hujan tidak turun. Tidak ada lagi hujan turun artinya tidak ada lagi Firman yang turun, pembukaan rahasia Firman tertutup.
Saya tidak menginginkan pembukaan rahasia Firman tertutup bagiku. Saya juga berdoa jangan sampai Firman tertutup bagi sidang jemaat di sini. Supaya jangan tertutup maka yang busuk harus dibersihkan sehingga makin deras hujan turun. Air itu turun bukan hanya sampai di lutut, sampai di pinggang tetapi sampai kita bisa berenang. Kalau kita berenang maka yang kelihatan tinggal kepala. Kita sudah ditutupi oleh air Firman dan yang nampak adalah Tuhan Yesus, Dialah kepala.

Ini yang Tuhan rindukan pada diriku dan diri saudara. Tuhan ingin mengembalikan kita menjadi belahan jiwanya Tuhan. Rencana Tuhan luar biasa, makanya Tuhan tunjuk apa yang salah. Ketika Tuhan melawati dan menunjuk apa yang salah maka ini yang mereka lakukan:
Yeremia 2:22
2:22 Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Mencuci diri dengan air abu berarti mereka mencuci diri dengan cara mereka sendiri, alias dengan kebenaran diri sendiri. Kita ini manusia dari abu, apalah arti kalau abu dicuci dengan abu. Tetapi ini yang dibuat oleh orang Israel.

Yeremia 2:23,35
2:23 Bagaimanakah engkau berani berkata: Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah mengikuti para Baal? Lihatlah tingkah langkahmu di dalam lembah, ketahuilah apa yang telah kaulakukan: hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian ke mari,
2:35 engkau berkata: Aku tidak bersalah! Memang, murka-Nya telah meninggalkan aku! Sesungguhnya Aku akan membawa engkau ke pengadilan, oleh karena engkau berkata: Aku tidak berdosa!

Ini yang namanya mencuci dengan air abu, tidak mengakui kesalahannya. Sudah jelas salah tetapi mengatakan tidak bersalah. Bagaimana kita ini abu mau dicuci lagi dengan air abu. Mau menjadi onggokan apa kita ini. Abu kalau kena air maka menjadi lumpur, bagaimana bisa mencuci.

Saya melihat di sini sangat berat. Alangkah indahnya kalau kita mengaku di hadapan Tuhan bahwa kita sudah salah, sudah murtad, sudah melakukan kejahatan, sudah terlibat yang tidak benar, sudah menggabungkan diri dalam persekutuan yang justru mengembangkan dosa melawan pengajaran.

Yeremia 3:12-13
3:12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.
3:13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Kapan mereka melampiaskan? Ketika himbauan Tuhan tidak dihiraukan.
Yeremia 2:25
2:25 Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya kerongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata: Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka.

Itulah menjadi penyebabnya, karena mereka cinta kepada orang asing. Mereka membagi kasih dengan orang yang tidak tahu apa-apa. Kasih mereka sudah terbagi, tidak utuh lagi kepada Tuhan. Ini yang jangan teradi bagiku dan bagi saudara dan bagi kita semua yang hadir. Jangan sampai kita lebih cenderung kepada orang asing.

Orang asing ini ada suaranya dan suaranya mengganggu penggembalaan. Orang asing ini ada dalam penggembalaan Tuhan Yesus dan mengganggu penggembalaan. Oleh sebab itu pasang telingamu pada suara Firman.
Yohanes 10:3
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Ini membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah keliru, Dia tidak akan mungkin salah, Dia tahu “ini dombaKu!”. Domba-domba Tuhan itu ada meterainya:
Yohanes 10:4
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Ini sebenarnya yang Tuhan inginkan ketika berbicara pada orang Israel dalam Yeremia 2:25. Tetapi justru yang orang Israel lakukan mereka suka dengan suara asing.
Yohanes 10:5
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Kalau saudara dombanya Tuhan pasti tidak suka suara asing dan pasti tanggap pada kemuliaan Firman pengajaran. Kalau bukan dombanya Tuhan pasti cenderung pasang telinga kepada suara asing. Orang seperti ini sulit membedakan mana pengajaran benar dan yang tidak benar, terhadap semua pengajaran dia katakan “semua sama saja”. Tuhan mau membersihkan telinganya, tetapi tidak mau. Dia suka seperti itu tetap mendengar suara ganda. Mau dibersihkan “jangan, itu salah” tetapi dia tidak mau. Yang dia mau suka yang benar dan suka yang salah. Sebenarnya mereka itu bukan domba tetapi setengah domba, berarti serigala berbulu domba.

Tuhan suruh memakai sepatu, artinya Tuhan ajak “berdamailah dengan Aku”. Berdamailah dengan Tuhan.
Roma 5:1
5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Yesus yang mendamaikan kita dengan Tuhan. Damai itu digambarkan sebagai kasut.
Efesus 6:15
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

Kasut itu adalah kerelaan memberitakan injil damai sejahtera. Saya harus lebih dahulu berdamai dengan Tuhan, itu berarti saya berkasut.

Tuhan berkata bahwa perkataan mereka menimbulkan sakit hatinya Tuhan. Coba kalau Tuhan berkata kepada kita “kekasihKu, merpatiKu, idam-idamanKu, jangan engkau begitu” tetapi jawaban kita menimbulkan sakit hati Tuhan. Mereka menganggap percuma, bahkan Roh Kudus yang Tuhan curahkan itu mereka anggap percuma. Roh Kudus itulah air yang membuat kita tidak haus.
Yesaya 44:3
44:3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

Ada Firman pengajaran yang dicurah dengan lebat dan turun Roh Kudus. Terima kash banyak Tuhan Yesus. Tuhan tidak ingin kerongkongan kita kering. Tuhan mau menurunkan hujan Firman pengajaran dan Tuhan juga akan menurunkan urapan Roh Kudus dalam hidup kita sehingga tidak akan bersikap seperti orang Israel yang berkata “percuma mengikut Tuhan”.

Tetapi orang yang berkata percuma itu, ketika maut mau menimpa, mereka baru berseru kepada Tuhan.
Yeremia 2:27
2:27 yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!

Memang seperti inilah manusia. Jangan sekarang kita merasa ganteng, merasa kuat, tetapi kalau Tuhan sudah patahkan kakimu mau apa, mau berteriak pada Tuhan? Suatu saat Tuhan akan tertawa melihat orang yang tidak suka mendengar tegurannya saat mereka jatuh dalam sengsara.
Amsal 1:23
1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

Ini bagaikan seorang kekasih mau mencurah isi hatinya kepada kekasihnya, terlebih dahulu kekasihnya itu diajak berpaling tetapi ditolak.

Amsal 1:24-27
1:24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
1:26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
1:27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.

Ini jangan terjadi pada diri kita. Ini adalah kasih sayang Tuhan yang ulang diingatkan kepada kita. Keterlaluan kita kalau kita masih juga tidak sadar-sadar. Alangkah indahnya kalau kita satu sidang jemaat ini saling mengulurkan tangan bergandengan tangan. Kita bahu membahu menyembah Tuhan dan memuji Tuhan dengan bibir yang bersih. Dari pada suami isteri berantam, anak-anak muda berantam. Apa-apaan ini! Justru Tuhan sudah dekat mau datang tetapi justru kita galakkan daging. Ini jangan sampai Tuhan temukan dalam sidang jemaat ini. Kita selalu dilawati Tuhan dengan limpahnya.

Hal seperti ini jangan terjadi pada diri kita:
Yeremia 2:28
2:28 Di manakah para allahmu yang kaubuat untuk dirimu? Biarlah mereka bangkit, jika mereka dapat menyelamatkan engkau pada waktu malapetakamu! Sebab seperti banyaknya kotamu demikian banyaknya para allahmu, hai Yehuda!

Mengapa justru orang-orang ini yang dipermalukan:
Yeremia 2:26
2:26 Seperti malunya pencuri, apabila kedapatan, demikianlah malunya kaum Israel, yakni para rajanya, pemukanya, para imamnya dan nabinya,

Ini penyebabnya:
Yeremia 2:8
2:8 Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.

Pelayan Tuhan, kalau terjadi sesuatu dalam jemaat jangan berkata “memang dia penyebabnya”. Hamba Tuhan  harus lebih dahulu memukul dirinya sendiri. Tidak usah melempar kesalahan kepada jemaat. Seringkali gembala mau melepas diri dengan menyalahkan jemaat. Padahal harus lebih dahulu menyalahkan diri lalu nanti turun pada jemaat.

Mari sidang jemaat yang dikasihi Tuhan, bersama kita bergandengan tangan mengasihi Tuhan dan melayani Tuhan. Jangan kita katakan ibadah pelayanan itu suatu beban. Kalau sudah berpikir seperti itu maka beratlah saudara melangkah untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Begitu tidak ada minat untuk melangkah melakukan pekerjaan Tuhan, tidak ada minat untuk berdoa maka berarti sudah ada benih untuk berpikir bahwa melayani Tuhan itu beban.

Pasang telinga pada suara gembala, pada Firman pengajaran yang murni. Jangan pasang telinga pada suara asing, hal itu akan mengganggu hubunganmu dengan Gembala. Gembala secara fisik yang menggembalakan kita itu adalah suami bayangan untuk membawa kita pada suami yang sesungguhnya yaitu Tuhan Yesus. Satu saja suara yang harus kita dengar, yaitu suara Firman pengajaran yang sehat.

Tuhan memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar