20170125

Kebaktian PA Imamat, Rabu 25 Januari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.


Belajar Tabernakel berarti kita belajar kehendak Tuhan. Puncak kehendak Tuhan adalah persekutuan Tubuh Kristus. Memang bagi yang mengundang hamba Tuhan lain, itu adalah suatu pergumulan sebab harus menyediakan makanan secara jasmani dan terlebih lagi menyediakan makanan secara rohani. Jadi persekutuan itu jangan kita remehkan dan jangan kita entengkan. Itu sebabnya kalau datang dalam persekutuan saya mengucap syukur kepada Tuhan, tidak ringan pergumulan dari tuan rumah untuk mengadakan persekutuan. Kalau umat Tuhan apalagi hamba Tuhan tidak tahu mengucap syukur, itu sudah keterlaluan.

Kita akan masuk dalam kitab Imamat pasal 19 poin yang kelima.
Imamat 19:13-14,19,33-34,36
19:13 Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.
19:14 Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.
19:19 Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.
19:33 Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia.
19:34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.
19:36 Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; Akulah TUHAN, Allahmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir.

Ayat-ayat yang kita baca ini berbicara tentang merampas, memeras, kekerasan alias kejahatan. Kejahatan yang dikatakan di dalam ayat 13 adalah memeras sesama manusia serta merampas. Ini adalah wejangan Tuhan atau nasihat Tuhan kepada kita.

Memeras dan merampas itu berarti merugikan orang lain dan hanya memenuhi kebutuhan bagi dirinya sendiri alias menguntungkan diri sendiri. Ini Tuhan katakan “jangan”. Berarti dengan kata lain, Tuhan tidak ingin saya sebagai hamba Tuhan merampas, memeras alias melakukan kejahatan kepada orang lain dengan motivasi kepentingan diriku sendiri. Itu pantang di hadapan Tuhan dan itu harus menjadi pantangan bagi kita umat Tuhan, utamanya mulai kami hamba-hamba Tuhan atau gembala-gembala sidang alias bintang-bintang jemaat.
Yang harus ada pada kami hamba Tuhan adalah ini:
I Korintus 10:24
10:24 Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

Pada bagian ini, Tuhan ingin menarik perhatian saya dan saudara pada ranah yang rohani, jangan yang jasmani. Karena pada hakekatnya kita menggunakan ayat ini hanya pada ranah jasmani. Kalau memang itu tujuan dan menjadi sasaran, maka ayat ini paling kuat untuk menjadi palunya karena memang tujuannya ke sana. Tetapi kalau masuk pada ranah rohani, berarti kalau kita melihat orang itu diambang kerugian rohani dan kita tidak menolong dia, itu sama dengan kita hanya mencari untung rohani sendiri. Alias kita makan makanan rohani sendiri, kita sendiri mengerti dan orang lain tidak mengerti. Dia berpikir “untuk apa orang lain mau mengerti, biar aku sendiri yang mengerti. Biarkan orang itu melangkah terus pada kebinasaan”. Itulah orang yang mencari untung rohani seorang diri.

Alkitab ini pada hakekatnya berbicara perkara rohani. Kalau kita hanya bicara hal-hal yang jasmani maka kita adalah orang yang paling malang.
I Korintus 15:19
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Jika si A dibukakan Tuhan secara transparan matanya, lalu dia melihat si B yang gelap dalam perjalanannya serta mengarah pada kebinasaan, maka si A yang mengerti jangan cari untung sendiri, dia harus menolong si B.  Ia harus datang memberi tahu pada si B bahwa langkahnya menuju pada kebinasaan supaya mereka sama-sama untung. Tetapi seringkali di sinilah terjadi benturan dan timbul masalah, yaitu apakah si B mau menerimanya?.

Apakah Yesus datang ke dunia supaya dompet kita penuh, supaya memiliki beberapa unit kendaraan, supaya memiliki berhektoare kebun? Kalau cuma untuk persoalan itu tidak perlu Yesus datang. Tetapi Yesus datang untuk mengangkat kita menjadi sama dengan Dia. Inilah yang Tuhan inginkan dalam diri kita.

Imamat 19:13 ini dikaitkan dengan persoalan upah jangan ditahan. Tuhan Yesus sudah mempraktekkan lewat perumpamaan yang Dia paparkan kepada orang-orang Yahudi. Ini berarti Tuhan Yesus tidak hanya untuk sendiri sebab kebunNya digarap, tetapi Dia juga mau penggarap itu mendapat untung.
Matius 20:8
20:8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.

Hari itu juga mereka dibayar, tidak ditahan hari esoknya. Ladang digarap sehingga pemilik ladang untung dan para penggarap juga untung. Tidak hanya sepihak yang untung, Tuhan mengajar kita seperti itu.

Imamat 19:13
19:13 Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.

Berarti, kalau ditahan sampai besok dia sudah ada kerugian. Dia tidak menikmati pada waktu yang bersamaan. Tuhan ingin kita menikmati pada waktu bersamaan. Ketika saudara mendapat berkat rohani dari sorga dan melihat langkahmu dengan pasti, maka tolong juga yang lain. Kalau dia terima puji Tuhan. Kalau dia protes itu salahnya sendiri. Pada perumpamaan Tuhan Yesus dalam Matius 20:8 itu ternyata muncul protes. Ini saja sudah menimbulkan protes apalagi kalau seperti ini:
Yeremia 22:13
22:13 Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya;

Kita harus waspada supaya kita semua mendapat upah sepenuh. Upah sepenuh berarti sama-sama masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus. Ini yang harus menjadi penekanan kita semua pada hari-hari terakhir ini. Awas jangan sampai kaum Kedar datang kepada Tuhan lalu saudara yang di dalam justru keluar dan mereka yang mengambil tempat saudara. Biarlah mereka masuk untuk menambah jumlah kita, bukannya yang sudah di dalam ada yang keluar.

II Yohanes 1:8
1:8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.

Tuhan ingatkan bahwa Dia tidak akan menahan upah kita, hanya diingatkan apakah saudara setia dalam kasih. Itu sebabnya disebut kasih setia. Banyak orang setia tetapi tidak dalam kasih. Ada orang mengasihi tetapi tidak setia. Dua-duanya harus kita pegang yaitu kasih dan setia.

Tuhan tidak akan menahan upah. Tuhan pasti memberikan upah sepenuh. Hanya kita yang menjadi masalahnya. Tuhan memberikan upah sepenuh karena kita juga menggarap dengan kasih setia.

Peras memeras ini bukan hanya satu arah tetapi dua arah. Baik si A terhadap si B, baik si B terhadap si A. Dalam arah yang satu Tuhan memberikan upah sepenuh, dalam arah yang satunya lagi kita kerja dengan penuh kasih setia. Sehingga tidak akan ada roh kekerasan di dalamnya, tidak ada roh merampas dan memeras di dalamnya.
Yeremia 22:13
22:13 Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya;

Orang lain dia pekerjakan dengan cuma-cuma padahal di sisi lain dia membangun istana. Istana itu isinya kebahagiaan dan sukacita. Berarti dia membangun kebahagiaan dan sukacitanya sendiri sedangkan pekerja yang membangun tidak dia bayar upahnya.

Dalam kitab nabi Hosea dikatakan kita ini membangun istana. Dalam membangun itu banyak orang yang memberikan sumbangan, dukungan dan bantuan. Jangan kita lupa terhadap dukungan orang baik dalam bentuk tenaga, waktu ataupun financial. Apalagi saya yang banyak menerima pertolongan dari orang lain, jangan sampai saya lupa orang itu. Jangan sampai saudara mendapat dukungan sehingga memperoleh kebahagiaan lalu saudara lupa orang itu bahkan berbalik mencerca orang itu.

Yang juga banyak kali terjadi, ketika tidak mendapatkan perhatian dari seseorang, maka orang yang tidak memberikan perhatian itu diumpat. Padahal kita mendapatkan perhatian langsung dari Tuhan dan itu adalah pengalaman saya.

Hosea 8:14
8:14 Israel telah melupakan Pembuatnya dan telah mendirikan istana-istana; Yehuda telah memperbanyak kota-kota yang berkubu; tetapi Aku akan melepas api ke dalam kota-kota mereka, sehingga puri mereka dimakan habis.

Jadi dia hanya menikmati kebahagiaannya sendiri dan lupa Penciptanya. Ini sama dengan menikmati kebahagiaan di atas penderitaan orang lain. Mereka mendirikan istana di atas penderitaan Tuhan yang membebaskan mereka. Apalagi kita secara fakta, mendirikan istana atas dasar penderitaan Kristus di Golgota, itu jangan kita lupakan.

Dalam Yeremia 22:13 selanjutnya disebutkan anjungan. Anjungan itu adalah peranginan atau sotoh. Angjungan atau sotoh itu menunjuk ambang kelepasan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan “bila ini terjadi dan engkau sudah ada di atas sotoh rumah, jangan turun lagi”. Berarti itu menunjuk ambang kelepasan. Jangan sampai kita sudah ada diambang kelepasan, diambang penyingkiran kemudian kita gagal. Sudah tercium aroma bahwa gereja sudah mau disingkirkan kemudian malah ada yang gagal, itu sangat disayangkan. Ini jangan sampai terjadi pada kita.

Kita sudah ada di ambang keselamatan yang akan datang, penyingkiran gereja sudah tercium. Kita melihat gelagat dunia sekarang ini, ada pihak-pihak lain yang mau menerjang kekristenan dan itu sudah nyata di depan mata kita. Olehnya jangan kita lupa bahwa ada yang berjerih lelah untuk kita. Tuhan akan mempertontonkan kita sebagai upah jerih payahNya.
Yesaya 40:10
40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

Jadi Tuhan bagaikan hamba yang berjerih lelah yang mendapatkan upah, itulah kita Mempelai WanitaNya. Jangan lupa yang berjerih payah dan bekerja keras itu. Bawalah hidup saudara sebagai pengisi jerih lelahnya Tuhan dalam pengorbananNya yang tidak tanggung-tanggung.

Imamat 19:14
19:14 Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.

Orang tuli jangan dikutuki, berarti berkati dia. Orang buta jangan ditaruh batu sandungan, berarti jangan jebak dia.

Orang tuli jasmani jangan kita kutuki, orang tuli jasmani gampang kita ketahui.
Tuli rohani terbagi dua:
1)      Tuli yang positif
Ada dua contoh:
a)      I Samuel 10:27
10:27 Tetapi orang-orang dursila berkata: "Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!" Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.

Ini yang positif. Biarpun dicerca, dihina, dimaki, dia pura-pura tuli, cuek saja. Perkataan-perkataan itu tidak menjadi masalah bagi dia. Tetapi justru yang mencerca itu yang bahaya.

Saat itu Saul berada dalam rohani puncak, Roh Kudus bekerja keras dalam dirinya. Kemudian orang-orang lain mencerca dia tetapi dia pura-pura tuli. Ini berarti menutup hati untuk tidak membalas.

Jadi orang mengata-ngatai kita seharusnya kita pura-pura tuli dan berkata “puji Tuhan”. Kalau kita belum ada yang sampai pada level ini. Kita belum bisa menerima bahasa miring tentang diri kita, sebab masih ingin membalas.

Ada bahaya bagi orang yang mengata-ngatai sebab ada yang membela kita.
I Samuel 11:12-13
11:12 Lalu berkatalah bangsa itu kepada Samuel: "Siapakah yang telah berkata: Masakan Saul menjadi raja atas kita? Serahkanlah orang-orang itu, supaya kami membunuhnya."
11:13 Tetapi kata Saul: "Pada hari ini seorang pun tidak boleh dibunuh, sebab pada hari ini TUHAN telah mewujudkan keselamatan kepada Israel."

Sampai di titik ini, rohani Saul ada pada puncak. Orang tuli positif seperti Saul di sini ini jangan dikutuki, kalau ada orang yang mengutuki maka orang itu akan dibunuh.

Kita semua harus tuli seperti itu kalau dicerita negatif oleh orang lain. Tetapi bukannya pura-pura tuli namun bangkit amarahnya. Itu menunjukkan hidup itu belum bisa merendahkan diri (rendah hati).

b)      Mazmur 38:13-14
38:13 Orang-orang yang ingin mencabut nyawaku memasang jerat, orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku, memikirkan kehancuran dan merancangkan tipu daya sepanjang hari.
38:14 Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya;

Awas, orang yang seperti Daud yang membuat telinganya tuli mendengar cercaan orang, Tuhan yang akan mengambil alih menghadapi orang yang mencerca. Mengapa? Sebab Daud ini selalu melakukan apa yang baik. Ketika Daud ini melakukan yang baik dan benar justru dia dimaki dan mereka merancang untuk membinasakan.

Mazmur 38:15-16
38:15 ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya.
38:16 Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.

Kenapa dia buat telinganya tuli? Karena dia punya iman, dia berharap dan menyerahkan kepada Tuhan. Makanya kita belajar dari Firman, biarpun apa orang bilang buat telinga kita tuli dan serahkan kepada Tuhan. Itu yang positif.

Mazmur 38:17-23
38:17 Pikirku: "Asal mereka jangan beria-ria karena aku, jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!"
38:18 Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku selalu dirundung kesakitan;
38:19 ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku.
38:20 Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya, banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab;
38:21 mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik.
38:22 Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku!
38:23 Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!

Ternyata orang yang tuli ini ada yang mengutuki dan mengata-ngatai dia, tetapi dia menyerahkan kepada Tuhan. Yang menjadi urusannya adalah mencari yang baik dan mengejar yang benar. Ini yang harus ada padaku dan pada saudara.

Kadang kala yang terjadi karena ulah kita lalu kita dicaci maki, kita malah balas orang itu.

2)      Tuli yang negatif
Yesaya 42:19
42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?

Tuli yang negatif ini adalah hamba Tuhan. Tetapi kepada mereka inipun jangan kita kutuki tetapi bagaimana kita buat mereka sadar. Jangan kita buat batu sandungan di depannya, kita harus berusaha bagaimana menolong agar dia jangan tersandung. Masalahnya terjadi pada proses ini. Apakah hamba Tuhan yang dikatakan tuli tadi mau ditolong, mau diberkati? Pasti orang akan menjawab “mau” kalau berkat yang kita berikan itu berupa dollar. Tetapi kalau saudara paparkan pengajaran Firman yang benar, bisakah orang ini menerima.

Baik terhadap tuli yang positif dan terhadap tuli yang negatif ini kita harus waspada, jangan mengutuk sebab keduanya akan ada efeknya. Sekalipun menghadapi tuli yang negatif kita harus tetap menolong dengan pikiran yang positif.

Dalam imamat pasal 19 tadi tuli dan buta digandeng. Dalam Yesaya pasal 42 tuli dan buta juga digandeng. Ternyata tuli dan buta ini seperti kembar siam tidak bisa dipisah. Tuhan telah mengambil sikap untuk menolong baik yang tuli maupun kepada yang buta. Jadi gereja tidak ada alasan untuk tidak meniru apa yang telah Tuhan lakukan.

Lukas 7:22
7:22 Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Buta pada ayat di atas juga dengan tuli. Akibat Tuhan menolong yang buta dan tuli, selalu dampak negatif yang muncul. Muncul perlawanan! Coba lihat saja dalam Yohanes pasal 9, apakah tidak muncul perlawanan. Orang tua dari anak yang disembuhkan Tuhan Yesus itu sendiri malu mengakui bahwa itu anaknya karena ada ketakutan. Nanti dia dikucilkan dari sinagoge, dikucilkan dari persekutuan.

Itu sebabnya dalam memberikan pertolongan kepada orang buta dan tuli, ada efek negatif dan ada efek postif. Tetapi kalau dia adalah hamba Tuhan yang murni, dia tidak peduli pada efek yang negatif sebab dia hanya memikirkan efek yang positif. Namanya melakukan pekerjaan Tuhan dan melakukan kebenaran Firman Tuhan jangan kita anggap itu akan diterima semua orang. Tidak ada nabi yang tidak mendapat perlawanan. Tuhan Yesus datang ke dunia ini sudah jelas misinya tetapi dilawan. Namun bukan hanya orang di luar sana yang melawan, kitapun pendeta-pendeta masih banyak yang melawan kebenaran Firman! Makanya saya sebagai hamba Tuhan tidak akan diam diri.

Awas jangan yang tuli positif kita kutuki, sebab ada Tuhan yang langsung membela. Yang tuli negatif ini adalah pelayan Tuhan. Kalau ada yang mau menolong dia supaya tidak jatuh di lubang lalu dia tidak mau maka awas! Ada seruan Tuhan kepada segala hewan untuk memakan orang tuli dan yang buta ini.
Yesaya 42:18-21; 56:9-11
42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!
42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?
42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.
42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;
56:9 Hai segala binatang di padang, hai segala binatang di hutan, datanglah untuk makan!
56:10 Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja;
56:11 anjing-anjing pelahap, yang tidak tahu kenyang. Dan orang-orang itulah gembala-gembala, yang tidak dapat mengerti! Mereka semua mengambil jalannya sendiri, masing-masing mengejar laba, tiada yang terkecuali.

Untuk menolong yang buta dan tuli ini maka Tuhan drop pelajaran besar dan mulia.  

Imamat 19:19
19:19 Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

Ini dua menjadi satu tetapi dalam versi yang berbeda.
Ø  Praktek dalam Alkitab orang yang mengawinkan dua jenis ternak yaitu kuda dikawinkan dengan keledai sehingga menghasilkan bagal. Ini bukan 100% bicara hewan di luar sana tetapi juga kena pada kita. Misalnya dalam Kisah Para Rasul pasal 10, Petrus melihat binatang yang haram dan binatang halal yang ada di dalam kain lalu disuruh untuk sembelih. Apakah itu binatang yang sesunggunya? Maksudnya Petrus mau diutus pada Kornelius. Kornelius ini adalah bangsa kafir, dia bagaikan binatang haram di mata Tuhan.
Kalau kuda dikawinkan dengan keledai maka menghasilkan bagal. Mengawinkan itu berarti nikah. Secara rohani kalau ada nikah yang dipaksakan atau persekutuan yang dipaksakan maka akan melahirkan Absalom, sebab Absalom mati karena menungang bagalnya yang tidak bisa dia kendalikan. Kalau nikah dipaksakan atau masuk dalam persekutuan yang dipaksakan maka akan lahir Absalom-Absalom dalam kehidupan orang itu.

Kalau persekutuan hanya karena dipaksa atau datang dalam persekutuan karena terpaksa, maka nanti akan muncul Absalom-Absalom yaitu orang yang aka membunuh pengajaran yang telah dia terima dari para pendahulu. Itu sebabnya jangan saudara paksakan masuk dalam satu persekutuan kalau jelas di sana tidak benar pengajarannya. Kalau saudara paksakan maka akhirnya orang itu yang akan melawan pendahulu, karena Absalom melawan papanya yaitu Daud.

Lihat persekutuan-persekutuan yang bukan diikat oleh Firman pengajaran yang murni, yang hanya dipaksakan. Akibatnya mereka melawan Firman pengajaran yang telah disampaikan oleh para pendahulu. Waspada kita!

Termasuk kita di sini, kita datang di sini tidak ada unsur paksaan dan jangan terpaksa. Kalau hatimu tidak tulus lebih baik jangan datang. Sebab nanti dalam dirimu akan muncul Absalom yaitu daging yang memberontak. Termasuk pada anak-anak saya yang sudah menjadi pendeta saya katakan jangan datang berfellowship di sini karena saya papa mereka, tetapi kalau datang karena dasar Firman maka silahkan datang.

Kalau persekutuan karena dasarnya pengajaran yang benar maka itu bukan akan menghasilkan bagal tetapi lembu yang bisa disembelih untuk menjadi korban. Persekutuan karena pengajaran yang murni, akan menghasilkan kehidupan yang rela disembelih dagingnya. Dia rela disembelih karena digarap oleh Firman pengajaran yang murni. Kalau sudah tahu jenisnya sudah lain, kenapa mau masuk dalam persekutuan itu. Kalau memaksakan masuk, nanti hasilnya bagal, daging yang memberontak, akhirnya melawan kebenaran Firman.

Sebagai gembala saya harus waspada. Kalau saya mengikuti persekutuan yang tidak sejenis lagi, saya bisa mengadopsi itu, kemudian di dalam penggembalaan saya beritakan. Akibatnya saya rugi, jemaat yang mendengar juga rugi. Kalau persekutuan itu sudah lain jenisnya, hati-hati.

Kami sebagai gembala harus berupaya bergumul di kaki Tuhan mohon supaya Tuhan memberikan pengertian terhadap kalimat-kalimat di dalamnya dan Firman pengajaran itu menjadi pagar bagi kita.

Ø  Ladang jangan ditaburi dua jenis benih, ini ada hubungannya dengan buta.
Matius 15:13-14
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Matius 15:1-20 itu terjadi di wilayah Israel
Matius 15:21-28 terjadi di wilayah kafir
Matius 15:29-31 terjadi di batas antara wilayah Israel dan wilayah kafir

Ternyata di wilayah Israel, di wilayah Yahudi ini ada ditemukan tanaman lain. Yahudi sejati adalah saudara dan saya. Orang yang menabur tanaman yang lain ini adalah hamba yang buta. Apakah ini tidak berbahaya? Kalau saudara tidak buta, saudara melek mata, maka lihatlah ada tanaman yang lain di dalam gereja Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan itu harus dicabut sampai ke akar-akarnya.

Di sinilah yang menjadi kesulitan berat. Tuhan mengatakan jangan ditaburi dua jenis, tetapi ternyata itu terjadi dalam gereja Tuhan. Sedangkan sudah benih yang satu jenis tetapi kalau ketika direndam lalu dijatuhi oleh bangkai binatang, benih itu jangan ditabur.
Imamat 11:38
11:38 Tetapi apabila benih itu telah dibubuhi air, lalu ke atasnya jatuh bangkai seekor dari binatang-binatang itu, maka najislah benih itu bagimu.

Ini belum ditabur, baru benih tetapi sudah tercampur. Ini yang harus kami waspadai, benih yang kita taburkan jangan sampai sudah masuk ajaran lain. Itu belum tumbuh, baru mau disampaikan, kita sudah harus hati-hati. Apalagi kalau benih itu sudah direndam.

Pernah seorang hamba Tuhan berdoa menangis meminta Firman kepada Tuhan dan Tuhan berikan Firman. Dia gembira sekali sebab merasa sudah mendapat Firman. Tetapi motivasinya yang salah, cara penyajiannya yang salah. Ini yang seringkali banyak terjadi pada diriku dan kami hamba-hamba Tuhan.

Minggu depannya dia melihat kenapa kurang yang datang. Lalu dia menangis “Tuhan bukannya Engkau sudah memberikan Firman dan sudah saya sampaikan, kenapa malah banyak yang pergi”. Lalu Tuhan menjawab “Aku sudah berikan Firman tetapi belum Aku suruh sampaikan”. Berarti belum waktunya untuk diberitakan kepada jemaat, lebih dahulu Firman itu untuk hamba Tuhan itu, untuk dirinya. Tetapi belum untuk dirinya, sudah dia beritakan. Inilah yang banyak terjadi. Benih itu sudah direndam dengan air mata, lalu diberitakan tetapi hasilnya nol. Malah orang banyak tidak mau datang lagi.

Apalagi kalau ditanam benih yang lain. Sekalipun sudah tumbuh, Tuhan suruh itu dicabut. Ini justru terjadi di wilayah orang Kristen.

Ø  Imamat 19:19
19:19 Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

Mazmur 28:3
28:3 Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan.

Jangan kita tertipu dengan keramah-tamahan. Ramah itu bagus tetapi jangan tertipu. Sebab ternyata di dalamnya ada kekerasan, ada roh memeras, ada roh merampas, ini yang berat. Kelihatannya ramah tetapi munafik. Inilah yang disebut dengan dua macam pakaian tadi. Jangan sampai kita memakai pakaian dari berbagai macam jenis bahan.

Kelihatan ramah tetapi hatinya judes sekali, ramah tetapi di dalamnya ada yang tidak beres. Itu berarti tampil dengan dua macam baju yang sangat mencelakakan kita gereja Tuhan. Ini jangan terjadi pada kita.

Jangan masuk dalam persekutuan yang dipaksakan. Sudah tahu itu bukan jenis yang benar tetapi saudara paksa masuk. Kalau dia hamba Tuhan akhirnya yang kena adalah jemaat. Nanti saya ceritakan di lain waktu pengalaman saya. Hampir saya terjebak karena saya coba masuk, saya paksakan masuk dalam persekutuan yang tidak benar. Secara logika memang saya dibujuk untuk masuk, setelah saya masuk ternyata gawat di dalamnya. Seandainya saat itu saya terbuai melihat gegap gempitanya maka hancurlah saya.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar