20170722

Kebaktian Doa, Sabtu 22 Juli 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 2:12
2:12 Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.

Yesus bersama ibu, saudara-saudara dan murid-muridNya. Kita lihat bagaimana Yesus mengarahkan rombonganNya ini untuk ke Kapernaum. Kapernaum adalah kota hiburan. Jadi Yesus menggiring ibunya, saudara-saudaraNya dan murid-muridNya ke kota hiburan.

Ayat ini diletakkan oleh penulis lewat ilham Roh, diapit oleh nikah yang dibenahi dan ibadah yang dibenahi. Karena manusia menghadapi nikah selalu ada di dalam ketegangan. Tidak ada nikah yang tidak ditandai ketenangan. Buktinya saja ada dalam Yohanes 2:1-11. Itu suansana tegang karena akan berujung dengan aib bila tidak ditolong oleh Tuhan.

Juga dalam ibadah kita juga merasakan ketegangan karena daging kita sukar/ sulit untuk dikoreksi. Apalagi dalam Yohanes pasal dua ini ibadah sudah diselewengkan maka hadirat Tuhan tidak lagi terasa sehingga menjalankan ibadah sudah tidak ditandai dengan kesejukan hati, atau dalam suasana tegang.

Olehnya itu Tuhan perlihatkan dalam Yohanes 2:12 ini bahwa Yesus tahu bahwa manusia butuh hiburan. Tetapi bukan hiburan menonton bioskop atau pergi berekreasi. Kita akan melihat di sini tentang Kapernaum kota hiburan.

Dikatakan Kapernaum akan lebih berat hukumannya dari Sodom dan Gomora. Artinya kalau kita dibawa masuk dalam hiburan dunia dan itu yang dinomorsatukan maka akan lebih berat hukumannya dari Sodom dan Gomora. Di sini Tuhan memperlihatkan bukan hiburan dunia yang menjamin kita bisa melepaskan ketegangan.

Firman Tuhan mengatakan Kapernaum ini satu saat akan mendapatkan hukuman lebih berat dari Sodom dan Gomora. Kenapa? Sebab Tuhan mendemonstrasikan kuasaNya tetapi orang Kapernaum tidak mau percaya. Mengapa? Sebab mereka lebih senang dengan hiburan dunia dan penampilan dunia. Tuhan tampil di situ memperlihatkan kuasanya. Banyak hal yang Tuhan Yesus kerjakan di Kapernaum tetapi mereka tetap tidak percaya.

Kita diperlihatkan oleh Tuhan bahwa kalau kita hanya mencari hiburan di dunia, kita sebenarnya salah sasaran, salah arah. Memang seketika melepaskan ketegangan saudara, tetapi mari kita lihat bagaimana hiburan yang sejati itu menurut kata Firman.

II Tesalonika 2:16
2:16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita,

Dalam bentuk apa Tuhan memberikan hiburan yang abadi atau hiburan yang sejati?
Roma 15:4-5
15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,

Penghiburan yang sejati adalah kitab suci itu sendiri. Jadi hiburan abadi itu bentuknya di dalam Firman. Kehadiran Yesus ke kota hiburan itu bukan mencari hiburan jasmani, tetapi Dia menawarkan penghiburan yang abadi. Dia memperlihatkan kuasaNya dan banyak hal Dia lakukan supaya mereka percaya dan menerima hiburan yang abadi, jangan bangga hanya menerima hiburan duniawi.

Apalagi untuk kita di dalam rumah tangga yang seringkali terganggu, banyak ketegangan-ketegangan. Bagaimana untuk mengurai dan melepaskan ketegangan itu? Ayo kita mencari penghiburan lewat kitab suci itu sendiri. Jadi kalau kita lihat lewat penampilan Firman dalam Amos pasal 8, ternyata yang memuaskan manusia itu ialah Firman. Mereka bisa memiliki segala-galanya, kemudian dengan segala yang mereka miliki itu mereka mencari Firman. Ternyata segala-galanya yang mereka miliki itu tidak bisa memuaskan mereka dan hanya Firman yang bisa. Mereka mencari tetapi sudah terlambat.

Bukan kebetulan Yohanes 2:13. Dia berdiri sendiri di antara ketegangan nikah dan keruwetan ibadah. Kalau ibadah sudah tegang dan ruwet seperti itu, berarti terjadi penyelewengan. Bukan lagi Firman yang pegang peran tetapi kekuasaan manusia yang pegang peran.

Memang manusia itu membutuhkan hiburan, tetapi jangan dominan yang dunia kemudian penghiburan yang sejati akhirnya kita abaikan. Itu keliru! Silahkan menikmati hiburan dunia tetapi bukan itu yang lebih penting dan utama. Firman, ibadah dan pelayanan itu yang utama, itulah yang mengurai keruwetan dan ketegangan yang kita alami. Asalkan saudara menyerap Firman dan menikmati maka biarpun dunia jungkir balik, saudara punya pengharapan bertemu Yesus Kristus Mempelai Laki-laki Sorga karena kita telah dilepaskan dari segala keruwetan dan ketegangan-ketegangan hidup dan menuju pada satu sasaran yang jelas dan tepat lewat acuan-acuan kitab suci.
Pemazmur mengatakan bahwa sekalipun dia ada dalam kemelut berat sekalipun tetapi dia mendapat penghiburan. Ternyata itu dia dapatkan dalam penggembalaan. Penggembalaan tidak lepas dengan Firman.
Mazmur 23:1-4
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Lembah kekelaman ini berarti tantangan yang berat yang mau menimbunnya, cobaan berat yang mau menenggelamkan hidupnya. Di dalam penggembalaan itulah tampil kuasa dari pada tongkat atau wibawa salib, dalam ibadah kita merasakan kuasa kematian dan kebangkitan Kristus. Di sana kita mendapatkan penghiburan.

Bukan berarti kita tidak butuh hiburan, di sini Yesus membawa ibu dan saudara-saudaraNya ke kota hiburan yaitu Kapernaum. Tuhan mau memperlihatkan inilah kota hiburan yang dibanggakan dan diacungkan jempol, tetapi nasibnya lebih runyam dari Sodom dan Gomora nantinya.

Biarlah kita umat Tuhan yang memiliki kitab suci, kita tampillah memberi hiburan kepada orang lain. Ini seperti yang dilakukan oleh seorang Lewi yang berasal dari Siprus bernama Barnabas.
Kisah Para Rasul 4:36-37
4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Anak penghiburan ini akhirnya ada bukti. Dia mengorbankan semua tanahnya dan dia membawa uangnya ke kaki rasul-rasul. Kalau kita menjadi penyalur hiburan bagi orang lain harus ada prakteknya.

Dalam Yohanes 2:12 ini mereka dibawa oleh Tuhan keluar dari Kana menuju ke Kapernaum. Setelah terjadi pembenahan nikah di Kana maka Yesus mengarahkan langkahnya ke Kapernaum karena Yesus pernah tinggal dan dibesarkan di situ dan orang Kapernaum itu tahu siapa Yesus.

Kehadiran Yesus di sana Dia rindu membawa hiburan yang sejati kepada orang-orang Kapernaum agar mereka tidak kepincut dengan hiburan yang kelihatan hebat tetapi hanya sesaat, tetapi mereka menolak, mereka tidak menerima. Banyak kali kita sudah merasa nyaman hidup ini, kita sudah merasa enak dengan hidup kita sehingga tidak lagi peduli dengan ibadah, tidak peduli kitab suci, tidak peduli lagi gada dan tongkat itu. Padahal sumber hiburan yang sejati ada di sana.
II Korintus 1:3
1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,

Kalau memakai kata “segala” berarti ada banyak, sudah termasuk air terjun Wera dan pantai pasir putih Siuri, namun bukan itu yang utama.
II Korintus 1:4-6
1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

Artinya ini penghiburan yang berkelanjutan, mengalir kepada orang lain.

Sumber segala penghiburan adalah Tuhan sendiri. Olehnya jangan kita bodoh, kita pergi ke Wera lalu lupa Tuhan. Jangan kita hanya gemar yang diciptakan tetapi melupakan yang menciptakan, sangat keliru kalau seperti itu. Melihat saja pegunungan kita bisa mengakui bahwa Tuhan itu benar-benar ahli lukis. Olehnya itu patut kita melipat lutut menyembah Tuhan sebab Tuhan Yesus hadir sebagai Raja yang menghibur. Apalagi yang kurang.

Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita mengabaikan Tuhan yang menciptakan alam ini. Melihat alam ini saja kita seperti melihat gambar ahli lukis. Pelukis terhebatpun tidak bisa menyaingi lukisannya Tuhan. Jangan kita lupa, jangan kita hanya gemari lukisannya lalu lupa siapa pelukisnya, kita salah besar.

Segala sesuatu yang saudara lihat dengan mata kasarmu, yang bisa saudara dengar, itu semua ada karena ada Yang mencipta. Sebab itu patutlah saudara lipat lutut menyembah Tuhan sebab Dia adalah sumbernya.

Kita ini adalah orang yang dipanggil oleh Tuhan, kita dipanggil keluar untuk beribadah. Kita sudah dilepaskan oleh Tuhan dari cengkraman ketegangan dunia ini. Kalau sekarang kita masih merasakan ketegangan dan keruwetan, namun satu saat kita akan menikmati dilepaskan dari ketegangan dengan sempurna. Tetapi dari sekarang kita harus berupaya keluar dari ketegangan itu.

Yohanes 2:12
2:12 Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.

Ayat ini berdiri sendiri di tengah untuk mengurai ketegangan dalam nikah dan ibadah. Sebab dua hal ini yaitu nikah dan ibadah tidak bisa lepas. Nikah adalah persekutuan antara seorang wanita dan seorang laki-laki yang diikat dalam perkawinan, kemudian disebut persekutuan tubuh dan kepala. Ibadah adalah persekutuan umat dengan Tuhan, umat Tuhan adalah tubuh dan Tuhan adalah kepala. Hubungan dalam nikah itu horisontal dan persekutuan ibadah itu vertikal, sehingga nikah dan ibadah tidak boleh lari dari salib. Kalau lari dari salib Golgota, dari kematian dan kebangkitan Kristus, maka hancur nikah dan ibadah.

Yohanes 2:12 ini tidak ada korelasinya dengan ayat 11 dan tidak ada korelasinya dengan ayat 13. Maksudnya Tuhan mau memasukan hiburan supaya keruwetan dan ketegangan dalam nikah dan ibadah itu terurai semua.

Tuhan tidak bermaksud supaya nikah dan ibadah kita tegang dan ruwet terus. Ibadah kalau diselewengkan akan menjadi tegang juga.

Yesus datang ke Kapernaum supaya mereka tahu bahwa hiburan-hiburan mereka selama ini hanya sesaat dan tidak bisa mengurai dan membebaskan ketegangan-ketegangan yang ada, maka Dialah sumber dari segala hiburan yang sejati.

Jangan saudara mengkambinghitamkan sesuatu kalau nikahmu lagi ruwet. Jangan salahkan siapa-siapa, periksa apakah penghiburan yang sejati itu sudah dilupakan. Penghiburan yang abadi adalah dari kitab suci sendiri. Tuhan letakkan ayat 12 ini untuk menolong segala ketegangan dalam nikah, hubungan antara kepala dan tubuh yaitu suami isteri. Hubungan Tuhan dengan jemaat juga digambarkan sebagai hubungan kepala dengan tubuh.

Kalau pribadi Yesus ada dalam nikah rumah tangga, ibadah dan perjalanan hidup pribadi maka saudara akan merasa damai sejahtera. Maka tepatlah kalau Tuhan katakan “datanglah kepadaKu, Aku akan memberikan sentosa damai sejahtera”. Jangan datang kepada minuman keras dan mengatakan melepaskan ketegangan. Kelepasan ada di dalam Kristus Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Setelah membenahi nikah di Kana, Yesus mengajak ibu, saudara-saudara dan murid-muridnya ke Kapernaum untuk beristirahat sebentar lalu lanjut membenahi ibadah. Pada ayat 13 ada pembenahan nikah. Jadi nikah dan ibadah tidak bisa dipisahkan. Perlu kembali dibenahi ibadah dan nikah, itu harus dibawa kembali pada pemahaman dalam kitab suci sehingga segala ketegangan yang saudara alami tertolong dan teratasi.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar