20170726

Kebaktian PA Imamat, Rabu 26 Juli 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 20:25
20:25 Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan.

Ketetapan ini diulangi oleh Tuhan yang menyimpulkan apa yang ada dalam Imamat 11:1-46, binatang yang haram dan binatang yang halal. Yang pertama disebut adalah binatang yang haram yang berkaki empat, yang memamahbiak tetapi berkuku ganjil. Juga binatang haram yang berkuku genap tetapi tidak memamahbiak, itupun disebutkan haram. Burung-burung juga terbagi yang haram dan ada yang halal. Kemudian semua yang melata semuanya disebut haram, tidak ada yang halal.

Binatang yang berkaki empat ada yang halal dan ada yang haram. Kita lihat yang halal ini dipakai menjadi korban, baik korban bakaran maupun korban-korban dalam bentuk apapun namanya. Begitu juga burung-burung ada yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan dan ada yang tidak. Yang melata sama sekali tidak ada yang bisa dikorbankan.

Semua ini digambarkan dalam Kisah Para Rasul sebagai kita manusia. Dulu dalam bentuk binatang sungguhan, tetapi dalam Kisah Para Rasul itu menunjuk saudara dan saya secara langsung. Itu terjadi dalam peristiwa ketika rasul Paulus diutus ke Kaisarea.
Kisah Para Rasul 10:12-16
10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"
10:14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir."
10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
10:16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.

Binatang haram berkaki empat adalah yang berkuku genap tetapi tidak memamah biak maupun yang memamahbiak namun berkuku ganjil. Tetapi dari hewan berkaki empat ini ada yang dikorbankan, yang haram tidak boleh dikorbankan.

Dalam Kisah Para Rasul pasal 10 itu tidak ada lagi yang haram karena Tuhan mengatakan “apa yang Aku halalkan, jangan diharamkan oleh manusia”. Manusia yang digambarkan seperti pada ayat di atas, kita melihat sudah tidak ada yang haram, semua sudah menjadi halal artinya bisa diterima oleh Tuhan.

Bukti bahwa tidak ada lagi yang haram di mata Tuhan adalah semua diberi kesempatan untuk diselamatkan. Dibuktikan secara jasmani semua manusia ini dipelihara sama oleh Tuhan.
Mazmur 104:11
104:11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan;

Jadi baik keledai dan binatang apapun semua sama dipelihara Tuhan. Artinya kita semua mendapat pemeliharaan Tuhan.

Mazmur 104:12
104:12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.

Sekarang Tuhan sudah menganulir kata haram dan diberi kesempatan menjadi halal. Kalau kita tidak memanfaatkan maka itu bencana. Bagaimana bukti kita memanfaatkan sehingga kita dari haram menjadi halal? Kalau tadinya kita berkuku ganjil dan memamahbiak maka memamahbiak ini harus kita teruskan. Kita mendengar Firman tidak boleh hanya sampai di sini lalu ketika keluar kita sudah lupa. Harus ditambahkan, kuku yang tadinya ganjil harus menjadi kembar. Harus memiliki pendirian dua menjadi satu, supaya kita tidak haram= terima kabar mempelai.

Yang tadinya berkuku genap atau dua, tetapi tidak memamahbiak, maksudnya sudah bicara tentang Mempelai Sorga tetapi tidak pernah memamahbiak. Apa guna kita bicara mempelai tetapi mempertahankan yang haram. Padahal Tuhan sudah buka peluang.

Begitu juga burung. Burung yang halal itu merpati dan tekukur. Sekarang Tuhan buka kesempatan. Kalau tadinya kita burung yang haram maka harus berubah citra. Lihat kepada burung yang dipersembahkan yang diterima oleh Tuhan. Artinya rela mempersembahkan diri bagaikan korban.
Roma 12:1-2
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Berarti kita harus mengupayakan diri di mana tadinya kita haram tetapi sudah dijadikan halal. Makanya Kornelius berupaya, dia dari bangsa kafir tetapi soal doa dan bersedekah dia tidak tanggung-tanggung karena dia mau menghapus atribut haram dari dirinya dan sekarang menjadi halal.

Kita sebagai umat Tuhan harus waspada, sebab sekalipun halal dan haram sama-sama dipelihara oleh Tuhan. Tetapi awas di penghujung perjalanan.
Matius 5:45
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Kita lihat pemeliharaan secara jasmani di hadapan Tuhan sama.
Matius 6:26
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Kita lihat burung-burung ini baik halal maupun haram semua dipelihara, tetapi ujungnya nanti berbeda. Ini yang harus kita jaga, jangan sampai di ujung perjalanan kita justru terpisah selama-lamanya. Makanya diawasi lagi oleh Tuhan dalam Imamat pasal 11, Tuhan bicara tentang itu yaitu tentang binatang haram dan halal.

Untuk binatang yang merayap itu tidak pernah ada satupun yang Tuhan katakan untuk dijadikan korban. Tetapi dalam Kisah Para Rasul pasal 10, yang merayap diterima kembali oleh Tuhan. Kita lihat lebh dahulu asalnya binatang yang merayap ini.
Kejadian 3:14
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,

Soal merayap ini bukan hanya ular, yang merayap ini termasuk buaya, biawak dan sebagainya. Tidak ada dari antaranya yang dipakai untuk korban. Namun dalam Kisah Para Rasul pasal 10, kepada mereka dibuka peluang.
Kisah Para Rasul 10:12,15
10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."

Kalau kepada kita dibuka kesempatan yang tadinya merayap perut ke bumi kemudian Tuhan berikan kesempatan, maka jangan kita ulangi melekat ke bumi. Kalau perut melekat ke bumi itu berbahaya, berarti kembali kepada citra yang lama. Kalau kita sudah dihalalkan oleh Tuhan jangan kita kembali menjadi haram. Secara rohani jangan lagi kita kembali merayap di bumi, perut kita jangan melekat ke bumi.
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Tadinya kita haram kemudian dibuka peluang menjadi halal lewat Korban Kristus. Lalu ditingkatkan oleh korban Kristus, dapat pembukaan rahasia Firman. Dari tampilnya Firman pengajaran akan ketahuan siapa yang masih mengulang hidup lama dan siapa yang melanjutkan bertahan tetap halal.  
Ibrani 12:8 (Terjemahan Lama)
12:8 Tetapi jikalau kamu tiada diajari, padahal semua orang mendapat bahagian itu, maka kamu anak haram, bukannya anak halal.

Itu sebabnya penting Firman pengajaran, karena kalau menolak pengajaran maka orang itu haram. Jangan perut kita lengket terus ke bumi sehingga akhirnya kita tidak lepas dari belenggu dan ikatan dunia. Kalau saya diizinkan Tuhan bicara seperti ini, jangan berasumsi “si B itu menuduh si A” padahal ini penampilan Firman untuk menolong bukan mau menuding siapa-siapa. Tadinya kita haram, perut kita lengket di bumi, sekarang diberi kesempatan supaya jangan kita ulangi. Untuk menolong kita perlu Firman pengajaran dan Firman pengajaran ini satu saat akan menunjukkan siapa yang masih tetap merayap dengan perutnya dan siapa yang melanjutkan langkahnya untuk menjadi korban yang diterima oleh Kristus.

Dalam Imamat 20:25 Tuhan ingin melihat ketegasan kita. Tuhan ingin kita teliti sungguh-sungguh ke mana kita mengayunkan langkah hari-hari terakhir ini. Kalau kita melangkah memasuki suatu komunitas persekutuan yang menampilkan Firman pengajaran berarti kita ada kesempatan untuk mengalami pembaharuan dari Tuhan. Kalau kita sudah salah maka akan terjadi pemulihan, akan ada pengampunan kalau kita minta ampun. Tetapi kalau kita sudah tidak mau mendengarkan Firman pengajaran yang mengoreksi begitu tajam kehidupan kita maka kasihan hidup itu akan terbuang dari persekutuan tubuh Kristus yang sempurna.

Merayap itu ada hubungannya dengan perut:
Kejadian 3:14
3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Ini sebenarnya yang mau diangkat oleh Tuhan dalam Kisah Para Rasul pasal 10. Tetapi kalau menolak, tetap mempertahankan perut dan selalu pandangan kepada debu tanah yaitu harta dunia maka ini akan menjadi bencana bagi orang itu. Termasuk bencana buat saya jika pelayananku hanya untuk mendapatkan debu tanah (hal-hal yang duniawi).
Jangan lupa, bagaimana berkat untuk Abraham. Dikatakan anaknya akan banyak bagaikan debu tanah, bagaikan pasir dan bintang. Jangan kita kembali pada kelas paling bawah yaitu debu tanah. Jangan juga kita tinggal sebagai kerikil, kita harus meningkat menjadi bintang.
Filipi 2:15
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Tuhan langsung bicara soal perut, merayap dengan perut dan makan debu, ini yang jangan sampai terjadi! Rasul Paulus mengingatkan agar jangan kita merayap dengan perut artinya jangan bertuhankan perut! Tidak ada satupun binatang yang merayap dibawa di mezbah Tuhan. Jadi tidak ada satupun yang bisa diterima oleh Tuhan ibadah pelayanannya kalau orang itu mengutamakan persoalan perut dan debu tanah. Karena tidak ada binatang yang merayap dengan perutnya yang dijadikan korban di atas mezbah. Dengan kata lain orang yang beribadah tetapi bertuhankan perutnya, tidak akan diterima oleh Tuhan.

Termasuk saya, intensnya saya dalam pelayanan dan aktifnya saya dalam persekutuan, tetapi kalau saya tidak berubah maka satu saat saya akan mendapat penolakan. Hal ini yang harus saya jaga di ujung akhir zaman.

Kalau kita benar mau menjaga dan memelihara hidup kita maka caranya lewat pengajaran Firman yang dibukakan oleh Tuhan rahasiaNya. Di situ kita dijaga dan dipelihara sekaligus dihentar maju mencapai sasaran akhir.

Jangan sampai bahasa kita adalah Kabar Mempelai tetapi tidak memamah biak. Artinya  kita datang beribadah yang ada Firman pengajaran Kabar Mempelai tetapi ketika pulang tetap saja sama seperti ketika datang, dia tidak memamah biak, tidak melanjutkan Firman yang didengar. Ini yang jangan sampai terjadi. Untuk saya bila hal itu yang saya lakukan maka  suatu kesalahan besar di hadapan Tuhan sebab kelak akan terjadi penolakan.

Kadang kala pemikiran yang sudah terkontaminasi perutnya dengan dunia ini, ketika mendengar Firman ini bukannya diterima dan berterima kasih serta bersyukur kepada Tuhan. Tetapi malah berbalik yang memberitakan Firman itu justru diumpat mati-matian! Ini kesalahan besar yang terjadi, ini binatang yang berkuku genap tetapi tidak memamah biak.

Hewan haram yang memamahbiak tetapi berkuku ganjil artinya orang itu memang memamahbiak tetapi dia suka bersekutu pada si A, si B atau si C, akhirnya pengajarannya ABC, itu berkuku ganjil namanya! Tidak jelas persekutuannya. Memamahbiak berarti di pergi kepada si A dia serap pemberitaan di sana, pergi ke si B dia serap juga pengajaran di sana, akhirnya pengajaran gado-gado yang dia sajikan.

Jangan sampai kita seperti Filistin, Filistin ini bangsa pengembara. Filistin ini disebut bangsa keledai. Keledai berkuku ganjil tetapi memamahbiak. Ini harus kita perhatikan supaya jangan sampai kita seperti ini. Tandanya memamahbiak tetapi berkuku ganjil adalah ketika ketemu si A dia ikut, ketemu si B dia ikut, ketemu si C dia ikut, dia memamahbiak tetapi yang dia mamahbiak itu sudah campur. Ini yang ditakutkan kalau hamba Tuhan sudah seperti ini.

Puji Tuhan sekarang untuk kita semua yang haram ini dibuka kesempatan supaya ada pemulihan. Itu ada dalam Kisah Para Rasul 10:12-16. Kalau tidak ada pemulihan, gawat kita semua, kita pasti mengalami malapetaka.

Binatang yang merayap itu adalah gambaran kehidupan yang kedepankan perutnya dengan dunia. Ini jangan sampai terjadi, diangkat dan ditolong Tuhan tetapi masih mau merayap. Sudah dibuka peluang untuk diterima tetapi kembali bersekutu dengan dunia. Sampai Petrus menolak mati-matian untuk dimakan, tetapi Tuhan mengatakan “apa yang Aku halalkan, jangan diharamkan oleh manusia”. Tuhan sudah beri peluang tetapi kenapa mempertahankan cara yang salah.

Filipi 3:17
3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Seandainya saya yang menulis surat ini pasti akan banyak yang mengumpat saya dan berkata “merasa diri bisa, merasa diri jago, merasa diri rohani”. Sekarang bisakah kita menuding rasul Paulus sombong rohani karena dia mengatakan “ikutilah teladanku”. Kenapa kalau hal ini diangkat oleh si B dan didengar si A malah si A ini mengumpat mati-matian kepada si B. Kenapa bisa seperti itu? Karena si B bicara persoalan perut dan yang mengumpat itu tersinggung!

Awalnya rasul Paulus menyatakan untuk mengikuti teladannya dan kemudian disampaikan ternyata yang menjadi teladan ini bukan hanya dia sendiri. Semoga kita yang ada di sini juga menjadi teladan seperti Paulus, terutama kami hamba-hamba Tuhan.

Rasul Paulus menasihati sambil menangis sebab rasul Paulus sayang kepada mereka.
Filipi 3:18-19
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Yang merayap dengan perut ini ternyata seteru salib. Kalau si B yang mengangkat ini pasti dia habis dinista dan diumpat. Padahal itu karena kasih Tuhan yang ada padanya, dia tidak tega melihat bencana di depan mereka. Rasul Paulus menyatakan ini dengan derai air mata, tetapi sayang air mata Paulus dianggap air mata buaya. Padahal itu karena kasih Allah yang ada pada Paulus termasuk kawan-kawannya yang seteladan dengan Paulus.

Hamba-hamba Tuhan muda, saudara mau dipakai oleh Tuhan. Tetapi keluarlah lebih dahulu dari suasana haram dan pindah ke suasana halal. Tuhan sudah membuka jalan, terpergantung dari kita, Tuhan tidak pernah memaksa. Sudah Tuhan berikan kesempatan tetapi sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan.

Kalau sudah merayap, biarpun beribadah, katakanlah ibadahnya hebat sekali, namun di mata Tuhan ibadah itu tidak ada arti.
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Ini yang melata/merayap! Makanya dalam perjanjian lama tidak ada satu ekorpun binatang yang merayap di bawa ke atas mezbah. Bagi kita sekarang hanya ada satu mezbah yaitu mezbah Allah yang luar biasa yaitu korban Kristus. Dibuka peluang, sebabnya mari kita manfaatkan itu.

Kalau ada yang dengar hal seperti ini malah dia ambil sebagian untuk memperuncing keadaan. Kita sebenarnya datang mendengar Firman untuk apa? Kita beribadah bukan untuk memperuncing keadaan tetapi supaya saya dan saudara diterima oleh Tuhan. Sebab kalau masih berjalan menggunakan perut, apapun ibadah pelayanan yang kita kerjakan, itu ditolak oleh Tuhan.

Itu sebabnya rasul Paulus menangis, dia melihat dengan mata rohaninya bahwa terjadi penolakan bagi kehidupan seperti itu. Dia menangis sebab dia tidak rela hal itu terjadi dalam kehidupan saya dan saudara.

Kalau melihat Imamat 20:25 ini sepertinya tidak ada korelasinya dengan ayat-ayat sebelumnya yang berbicara persoalan najis. Imamat 20:9-21 berbicara persekutuan. Kemudian ayat 25 ini sebetulnya penekanannya bahwa Firman pengajaran yang menentukan saudara ada pada jalur yang haram atau jalur yang halal. Firman pengajaran yang akan menghentar saudara pada jalur yang halal dan jangan tetap pada yang haram. Di dalam Ibrani 12:8 dikatakan bicara tentang pengajaran hubungannya dengan haram atau halal.
Ibrani 12:8 (Terjemahan Lama)
12:8 Tetapi jikalau kamu tiada diajari, padahal semua orang mendapat bahagian itu, maka kamu anak haram, bukannya anak halal.

Jadi pengajaran itu menentukan seseorang itu halal atau haram. Itu sebabnya jangan sampai kita menolak penampilan Firman pengajaran. Apalagi Tuhan berkenan membukakan rahasia FirmanNya agar menghentar kita dua menjadi satu agar benar-benar kita berkuku genap dan memamah biak. Sedangkan yang merayap tadi juga masih dibukan jalan oleh Tuhan untuk menjadi binatang yang halal.

Bangsa Filistin disebut bangsa keledai.
Hakim-hakim 15:16
15:16 Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."

Ayub 11:12
11:12 Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liar pun dapat lahir sebagai manusia.

Sejauh itu Tuhan berikan perbandingan bahwa keledai bisa lahir sebagai manusia kalau orang dungu bisa mengerti. Makanya jangan kita pertahankan dungu, bodoh dan tolol. Supaya sekalipun kita keledai, kita bisa lahir sebagai manusia segambar dengan Allah, berarti kita menjadi halal.

Daud sempat bersekutu dengan orang Filistin. Tetapi di dalam I Samuel 27:2-3 dia pergi dan pada I Samuel 29:9-11 orang Filistin kembali menolak dia. Daud tidak bisa mempertahankan persekutuan yang salah.

Daud ini orang Israel, berarti bangsa lembu. Filistin ini bangsa keledai. Kenapa Daud bergabung dengan orang Filistin. Tetapi orang Filistin ini menolak Daud sehingga Daud disuruh pulang. Yang dilakukan oleh Daud itu satu kesalahan. Ternyata keledai dan lembu itu tidak bisa satu kuk, sebab Alkitab mengatakan tidak boleh dua jenis binatang ada pada satu kuk. Untung orang Filistin menolak dia sehingga dia pulang. Jadi kadang tanpa sadar kami hamba Tuhan menggiring jemaat bersekutu dengan keledai, bersekutu dengan yang haram.

I Samuel 27:2-3;29:9-11
27:2 Bersiaplah Daud, lalu berjalan ke sana, ia dan keenam ratus orang yang bersama-sama dengan dia itu, kepada Akhis bin Maokh, raja kota Gat.
27:3 Daud dan semua orangnya menetap pada Akhis di Gat, masing-masing dengan rumah tangganya; Daud dengan kedua orang isterinya, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, perempuan Karmel.
29:9 Lalu Akhis menjawab Daud: "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita.
29:10 Jadi, bangunlah pagi-pagi beserta orang-orang tuanmu ini yang datang bersama-sama dengan engkau; bangunlah kamu pagi-pagi, segera sesudah hari cukup terang bagimu, dan pergilah."
29:11 Lalu bangunlah Daud dan orang-orangnya pagi-pagi untuk berjalan pulang ke negeri orang Filistin, sedang orang Filistin itu bergerak maju ke Yizreel.

Ini pembelajaran bagi kita, diizinkan Tuhan sehingga Daud sadar lewat panglima-panglima orang Filistin yang menyuruh Daud pulang, tidak boleh bersekutu. Kalau kita mengaku halal dan yang haram kita datangi maka yang haram terusik, makanya dia suruh pulang. Karena mereka mengatakan “jangan-jangan”. Jangan sampai kita gegabah melakukan hal seperti ini.

Binatang melata atau merayap itu juga orang yang mempertahankan status haram. Jadi orang yang mempertahankan haram, mereka seperti orang Filistin, menolak Daud dan tidak menerima. Arti Filistisn adalah mengembara dan tidak cinta damai. Mereka bangsa yang tidak tetap pendiriannya atau pengembara.

Jadi tiga kelompok yang haram itu adalah:
1)      Bangsa Filistin (bangsa kafir)
2)      Orang yang menolak pengajaran Tuhan
3)      Umat yang lekat pada dunia, merayap dengan perutnya

Kepada tiga kelompok yang haram itu sudah diberi kesempatan oleh Tuhan. Tetapi kalau tetap mempertahankan kondisi seperti ini maka kelak akan mengalami pemisahan yang mengerikan. Ini jangan sampai terjadi pada diriku dan saudara. Jangan sampai kita salah memasuki suatu persekutuan.

Sisi positifnya kehadiran Daud sebenarnya menolong orang Filistin. Dari sisi negatifnya Daud justru bergabung dengan yang haram. Akhirnya orang Filistin mengusir Daud. Jadi yang mau ditolong ini malah mengusir. Sebab mereka mempertahankan status haram.

Kalau mau bergabung untuk menolong itu memang baik. Tetapi jangan sampai justru kita yang ditarik dan seringkali itu yang terjadi. Termasuk juga dalam nikah banyak yang terjadi yang seperti itu.
I Korintus 7:37-40
7:37 Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.
7:38 Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.
7:39 Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.
7:40 Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.

Tujuannya untuk menolong, tetapi terpergantung dari orang itu menurut rasul Paulus. Kalau mau menikah harus yang seiman. Makanya saya katakan untuk kita semua jangan sampai pilihan kita salah, jangan jatuh pada Filistin. Kepada Filistin bangsa keledai, dibuka kesempatan untuk menjadi bangsa lembu. Kita ini juga bangsa kafir, bangsa keledai, dibuka kesempatan untuk menjadi bangsa lembu.

Jangan sampai tindakan, pikiran, langkah dan perbuatan  kita hanya pada persoalan merayap dengan perut, itu sangat berbahaya. Jangan sampai karena masalah itu kita mengalami bahaya atau kebinasaan.

Kepada kita dibuka peluang oleh Tuhan. Tadinya kita haram tetapi dibuka peluang oleh Tuhan untuk menjadi halal. Berarti diberi kesempatan untuk beribadah dan melayani. Datanglah ke mezbah Tuhan. Jangan datang dengan sifat ular, jangan datang dengan sifat buaya, jangan datang dengan sifat biawak dan sebagainya. Datanglah dengan sifat halal. Tadinya kita haram tetapi sekarang Tuhan sudah buka jalan jadi halal.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar