20170702

Kebaktian Umum, Minggu 2 Juli 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6
3:1 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
3:2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
3:3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
3:4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
3:6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Sardis adalah nama dari jenis permata yang warnanya indah yaitu merah bening. Arti nama Sardis adalah sisa atau sekelompok kecil yang meluputkan diri. Ini lebih dahulu kita lihat Sardis yang mendapat percikan darah dan ini adalah percikan darah kelima di depan Tabut Perjanjian.

Seharusnya kalau gembala di Sardis bersama seluruh umat Tuhan memahami keadaan mereka maka kepada mereka justru ditawarkan “jangan takut hai kawanan domba yang kecil”. Tetapi sayang jemaat Sardis yang sisa, jemaat Sardis yang disebut kelompok kecil, malah tambah menyusut. Mengapa? Sebab tinggal sedikit yang benar yang dikatakan memakai pakaian putih. Sudah sisa, sudah menjadi kelompok kecil tetapi yang bisa bertahan lagi-lagi yang paling kecil.

Di sini perhatian Tuhan luar biasa. Dari yang kecil, dari yang sisa tadi ada kelompok yang lebih kecil lagi, mereka bertahan dengan pakaian putih “mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih karena mereka adalah layak untuk itu” demikian kata Tuhan.

Sisa atau kelompok kecil, tetapi di perjalanan masih juga terseok-seok. Dan yang terakhir masih juga ada beberapa orang. Ini adalah orang yang punya kesiapan memakai atau menggunakan pakaian mempelai. Kepada sidang jemaat ini Tuhan singgung tentang pakaian.
Mari kita lihat dahulu asal surat yaitu Dia yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu. Di dalam Wahyu pasal 4, tujuh Roh Allah ini bagaikan obor dan dalam Wahyu pasal 5 disebut bagaikan 7 mata Tuhan.
Wahyu 4:5; 5:6
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Wahyu 3:1
3:1 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

Kata “Aku tahu” ini memang disampaikan kepada tujuh sidang jemaat. Jadi bagaimanapun kita bersembunyi, Tuhan tahu. “engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati” dalam terjemahan lain dikatakan “engkau punya nama di luar tetapi di dalam engkau mati”.

Jadi kalau orang bertanya “dari jemaat mana” lalu dijawab “jemaat Sardis” maka orang yang mendengar akan mengakui bahwa jemaat Sardis itu jemaat jempolan. Tetapi mereka hanya bangga secara luar, mereka tidak melihat ke dalam. Tuhan tolong kita agar jangan sampai di luar kita kelihatan indah tetapi di dalam tidak elok/ amburadul.

Inilah yang diselidik oleh Tuhan dengan tujuh mata/ tujuh obor, kesimpulannya adalah tujuh Roh Allah. Roh Tuhan sebenarnya hanya satu tetapi manifestasinya ada tujuh cabang. Jadi tidak ada bagian-bagian dari kehidupan Kekristenan yang tidak dilihat. Apalagi kalau kita mau diserap masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus maka seluruhnya kita akan diselidik oleh Tuhan agar jangan hanya di luar ada nama tetapi di dalam ternyata mati.

“Engkau dikatakan hidup padahal engkau mati”  inilah kondisi sidang jemaat Sardis secara umum walaupun masih ada beberapa orang yang berpakaian putih, ini busana mempelai. Ini pembelajaran bagiku dan bagi saudara agar kita yang sisa atau sekelompok kecil yang meluputkan diri, jangan hanya sekedar slogan atau ucapan namun harus menjadi warna kehidupan kita. Kepada kelompok yang kecil ini benar-benar Tuhan memberikan perhatian yang serius. Sebenarnya perhatian Tuhan sangat serius tetapi sangat disayangkan mereka hanya indah kabar dari rupa. Ini jangan sampai terjadi pada diriku sebagai gembala dan sidang jemaat.

Lukas 12:32
12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Kawanan kecil ini sebenarnya sudah mendapat perhatian Tuhan yang serius. Yang membuat mereka mati karena pemberian Tuhan kepada mereka itulah Kerajaan Allah yaitu Tabernakel tidak dihargai lagi! Tabernakel ini adalah Kerajaan Sorga. Kalau tidak dihargai inilah yang mencelakakan.

Itu sebabnya kita disoroti oleh Tuhan. Puji Tuhan saya diingatkan oleh Tuhan agar saya bertahan dengan pelajaran Kerajaan Sorga ini, jangan diotak-atik. Jangan sampai hanya berbangga di luar padahal di dalamnya sudah bobrok.

Semoga kita yang sisa, sekelompok kecil yang meluputkan diri ini tidak lagi susut. Ketika saudara mulai berpikir untuk berpaling dari pelajaran kerajaan Sorga (Tabernakel), biarpun saudara ada nama di luar sesungguhnya di hadapan Tuhan sudah mati karena keluar dari kerajaan Allah, keluar dari kerajaan Sorga, keluar dari pelajaran Kabar Mempelai. Jangan hanya slogan “Kabar Mempelai” tetapi mana pelajaran Tabernakel.

Jangan sampai saya kelompok kecil yang meluputkan diri dari cengkraman wadah yang ada kemudian tidak berpakaian putih lagi. Pakaian putih itu adalah pakaian pesta, itu adalah pakaian Mempelai wanita untuk Kristus Yesus.

Saya tahu ada tujuh Roh Allah atau tujuh obor atau tujuh mata yang menyelidik terus supaya saya tidak salah arah dan saya turunkan kepada jemaat supaya sidang jemaat juga jangan salah melangkah. Bila salah melangkah maka hancur kita semua.
Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Obor menyala berarti ada aktivitas. Obor itu tidak seperti lampu petromax. Obor itu punya jilatan api yang bermain, itu berarti ada aktivitas. Kalau kita diterangi oleh tujuh obor maksudnya supaya kita ada aktivitas gerakan-gerakan rohani yang tumbuh.

Wahyu 5:6
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Kesimpulannya kita tidak bisa bersembunyi. Jangan ada hal-hal yang kita sembunyikan karena memang tidak bisa kita bersembunyi. Tetapi kadang bisikan daging kita membuat kita menyelinap bersembunyi walaupun sesungguhnya tidak bisa.

Mau ke dasar laut Tuhan pantau, mau menaruh sarang di bintang tidak akan bisa, mau ke gua Tuhan juga melihat. Ini mengajar kepada kita untuk hidup terang di hadapan Tuhan dan hidup terang di antara sesama utamanya dalam nikah karena kita memang tidak bisa bersembunyi.
Izinkan mata itu, izinkan tujuh obor itu bekerja. Kita diterangi artinya kita ditelanjangi dari gelap supaya terang.
Efesus 5:10-11
5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

Perbuatan kegelapan tidak berbuah apa-apa dan bahkan membinasakan. Kalau menelanjangi perbuatan kegelapan berarti kita seirama dengan Roh Kudus, seirama dengan tujuh mata Tuhan, seirama dengan tujuh Roh Allah. Tujuh Roh Allah mau menelanjangi dan kita juga rela ditelanjangi, berarti sejalan dengan kehendak Tuhan.

Roh Tuhan itu akan menyorot kita berarti menelanjangi kegelapan dalam diri kita gereja Tuhan, kemudian kita tanggapi sehingga rela menelanjangi perbuatan kegelapan dalam diri kita. Ini berarti sejalan. Dua orang berjalan bersama-sama tidak mungkin kalau tidak ada perjanjian. Roh Kudus itu janji Tuhan kepada kita dan kita ikrar janji setia dengan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, maka kita jalan bersama.
Amos 3:3
3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Itu sebabnya orang yang berpakaian putih itu berjalan dengan Tuhan Yesus. Mereka memang layak berjalan dengan Tuhan dan layak memakai baju putih karena sudah tidak ada yang gelap sebab mereka sudah menelanjangi perbuatan kegelapan. Ini yang benar, bukannya kita justru gelap-gelapan di dalam gereja. Bagaimana mau berjalan dengan Tuhan Yesus, bagaimana mau bareng dengan Mempelai Laki-laki Sorga kalau saya ada di dalam gelap- gelapan!.

Kalau melihat Tabernakel di halaman ada cahaya matahari secara alamiah, itu yang menerangi saat siang hari. Tetapi masuk di ruangan suci tidak ada cahaya matahari yang masuk dan yang menyinari adalah pelita emas dengan tujuh cabangnya, dia menerangi tujuh bagian yang ada di ruangan suci. Ketika masuk dalam ruangan maha suci tidak ada pelita tetapi Shekina Gloria menerangi secara utuh, tidak ada lagi bayang kegelapan di sana.

Kalau masih cahaya pelita, kalau ada yang menghambat maka bagian di belakangnya menjadi gelap. Tetapi kalau Shekina Gloria tidak ada lagi kegelapan dari telapak kaki sampai ubun-ubun. Itulah Mempelai Wanita dan Mempelai Laki-laki Sorga yang berjanji sampai di sana.

Jangan berpikir dunia kita ini indah terus seperti yang dilihat sekarang. Mungkin sekarang ini diperindah tetapi satu saat itu akan hancur, sebab bumi ini sudah dirusak oleh manusia yang rusak.
Kejadian 6:11-12
6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Itu sebabnya jangan sampai kita keluar dari pelajaran Kerajaan Sorga (Tabernakel). Sebab begitu kita keluar dari sana maka kita akan diterkam oleh manusia yang rusak. Tidak ada lagi nilai perkataan Yesus dalam Lukas 12:32. Siapa penyebabnya? Dirinya sendiri.
Lukas 12:32
12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Ini yang Tuhan tekankan kepadaku ketika masuk dalam sidang jemaat Sardis. Sudah kelompok kecil tetapi di dalam perjalanan sebagian besar yang tidak bisa bertahan, tinggal beberapa orang yang bertahan. Hal ini jangan terjadi kepada saya dan saudara. Termasuk gembala jemaat Sardis lupa diri, dia bangga mengatakan dia hidup padahal mati, dia bangga ada nama di luar padahal sebenarnya dia mati. Ampuni Tuhan kalau Tuhan mendapatkan kami seperti ini.

Saya menangis di kaki Tuhan “Tuhan tolong kami, sudah sisa kemudian tekor lagi!” kasihan kita. Kalau ada yang mau keluar lagi dari sini jangan di halangi, dia akan binasa sebab dia keluar dari kelompok kecil yang disayangi Tuhan.

Bagaimana kita menyikapi waktu yang sisa yang Tuhan berikan.
I Petrus 4:2
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

Jangan pakai lagi menurut keinginan dagingmu. Jangan kembangkan keinginan dagingmu, kembangkanlah keinginan rohanimu. Pasti yang saudara cari akan saudara temukan kalau yang rohani saudara tempatkan pada bagian atas. Juga kami suami-suami kalau kami menempatkan yang rohani di atas maka yang lain ikut serta. Isteri-isteri tidak usah gundah gulana atau merintih karena tidak ada isi belanga, tempatkan yang rohani di atas maka Tuhan pasti berkemurahan mengisi juga yang jasmani.

Tuhan memiliki ratapan keluh kesah, namanya ratapan rintihan karena melihat umat Tuhan yang memberontak kepadanya.
Yehezkiel 2:10
2:10 lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.

Secara manusia kita ini sudah yang sisa dan kita juga menggunakan waktu yang sisa. Waktu yang sisa kita gunakan menurut kehendak Tuhan, berarti kita melekat pada pelajaran Tabernakel.
I Petrus 4:3-4
4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4:4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

Sudah terlalu banyak kita melakukan kehendak kekafiran. Begitu kita memanfaatkan waktu yang sisa sebab kita adalah kelompok kecil yang meloloskan diri maka kita mendapat fitnahan karena kita tidak lagi melakukan seperti kebiasan kita dahulu bersama dengan mereka. Tetapi kalau kita ini sudah kelompok yang kecil kemudian cemplung lagi seperti cara hidup kita yang lama maka habislah kita, penyesalannya double. Tuhan tolong kami jangan terjadi seperti itu.

Dengan hadirnya tujuh Roh Allah maka sekaligus mengingatkan kepada gembala-gembala sidang, salahnya gembala sidang jemaat Sardis yang busung dada, Tritunggal Allah mengingatkannya  “engkau ada nama di luar padahal engkau mati”. Itu sebabnya Tuhan datang dengan tujuh obor, tujuh mata atau tujuh Roh Tuhan.

Tujuh Roh Tuhan itu penjabarannya ada dalam Yesaya 11:1-3
Yesaya 11:1
11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Tunas ini nampak di atas, taruk itu akar yang masuk ke dalam. Jadi tumbuh ke atas dan berakar ke bawah, itulah Tuhan Yesus. Tidak akan mungkin gagal, kita pasti berbuah.

Yesaya 11:2-3; 4:4; 28:6
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh 1hikmat dan 2pengertian, roh 3nasihat dan 4keperkasaan, roh 5pengenalan dan 6takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
4:4 apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.
28:6 akan menjadi 7roh keadilan bagi orang yang duduk mengadili, dan menjadi roh kepahlawanan bagi orang yang memukul mundur peperangan ke arah pintu gerbang.

Kalau dalam sidang jemaat itu ada Roh Tuhan maka kita akan menikmati roh Hikmat. Kita tidak boleh melihat hikmat itu dengan sebelah mata. Yang Tuhan inginkan ketika roh hikmat itu bekerja, seharusnya kita katakan kepada roh hikmat “engkau saudaraku” maka roh Hikmat ini akan bekerja membukakan apa yang tidak kita tahu. Maksudnya roh Hikmat ini akan membuka rahasia Firman.
Amsal 7:4
7:4 Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,

Jadi sebenarnya kalau ada pembukaan rahasia Firman dalam sidang jemaat, itu berarti saudara kita ada di situ. Siapa itu? Itulah roh hikmat karena hikmat itulah yang membuka rahasia Firman.

Coba saudara renungkan, kita ini bangsa kafir tetapi kenapa bisa menjadi bersaudara dengan roh hikmat, bersaudara dengan Kristus.

Kalau dalam beribadah, dalam pelayanan, saat kita berhimpun, kemudian kepada kita dihamparkan pembukaan rahasia Firman berarti saudara kita ada bersama dengan kita, itulah roh hikmat. Sebab kepada bangsa kafirlah rahasia Firman Tuhan dibuka. Kita ini bukan orang Israel, kita tidak punya Tuhan, tidak punya pengharapan. Tetapi dengan hadirnya Kristus maka Dialah yang membawa roh hikmat, karena Kristus itulah hikmat Allah.

Kita harus akrab dengan roh hikmat, artinya kita harus akrab dengan pembukaan rahasia Firman karena pembukaan rahasia Firman ini adalah pekerjaan roh hikmat.
Efesus 1:8-9
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus

Kalau dalam sidang jemaat, dalam ibadah pelayanan kita kemudian dibukakan rahasia nikah Kristus dan rahasia ibadah kepada kita, berarti Roh Kudus dalam manifestasi hikmat ada di tengah kita. Tujuannya supaya kita didorong lewat roh hikmat yang membukakan rahasia Firman Tuhan, untuk masuk dalam persiapan kegenapan waktu.
Efesus 1:10
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Waktu akan segera berakhir. Kalau kita sekarang dilawati Tuhan terang benderang lewat pembukaan rahasia Firman Tuhan bagaimana nikah Kristus dengan gereja dan bagaimana rahasia ibadah kita, itu berarti Tuhan Yesus segera datang. Itu tanda khusus kepada kita. Orang dunia hanya tahu bencana alam, peperangan dan sebagainya sebagai tanda kedatangan Tuhan, tetapi mereka tidak tahu mempersiapkan diri. Kepada kita diberi tahu bahwa Tuhan sudah mau datang maka kita harus mempersiapkan diri. Kapan kita diberi tahu? Dalam ibadah ada saudara kita yang memberi tahu kita, dia membuka isi hati Tuhan lewat roh hikmat.

Kenapa kita harus ragu lagi sehingga meninggalkan pengajaran hanya karena daging sepotong. Bencana nanti bagi orang seperti itu kalau tidak sadar! Jangan harap ada persiapan kalau seperti itu. Di manapun saudara beribadah tanpa pembukaan rahasia Firman Tuhan, berarti tidak ada roh hikmat/ saudara kita di situ. Jangan gampang-gampang kita mengatakan “gereja mana saja semua sama saja”.

Sekarang pasang antena saudara, hikmat itu sedang berseru-seru dengan nyaring. Dengan arti kata pada hari-hari terakhir ini Tuhan bukakan rahasia FirmanNya dengan lantang. Ada peringatan Tuhan kepada kekasihNya seperti jemaat Sardis ini.

Kristus adalah hikmat Allah dan kekuatan Allah.
I Korintus 1:24
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Kekuatan hikmat Allah ini untuk menyucikan kita. Penampilan roh hikmat ini bukti pribadi Tuhan Yesus sendiri ada dalam gereja.

I Korintus 1:25
1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Karena ada roh hikmat maka orang yang bodoh dari Tuhan ini lebih pandai dari orang dunia. Yang lemah dari Tuhan lebih kuat dari orang dunia. Karena ada Roh hikmat maka dia ada kekuatan Allah.

Roh Hikmat ini berseru-seru, roh hikmat ini bekerja keras di tengah-tengah kita bangsa kafir.
Kolose 1:25-26
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.

Batas wilayah geraknya ada pada meja roti pertunjukkan. Semua ini mau mendorong saya dan saudara supaya jangan leha-leha, jangan santai-santai, ayo kita mempersiapkan diri. Bagaimana cara mempersiapkan diri? Lewat kita mendengarkan Firman Tuhan yang dibukakan rahasiaNya lalu kita tanggapi dengan serius. Apa yang salah dan yang kurang kita akui karena ada terang, ada obor yang sedang menerangi kita, ada tujuh mata yang menyorot kita.

Kalau dalam kegelapan disodorkan sepatu kepada orang yang belum tahu pakai sepatu, bisa-bisa salah dia menggunakan. Yang kanan bisa dipakai di kiri, yang kiri bisa dipakai di kanan. Tetapi kalau ada terang dia bisa memakai dengan benar. Sedangkan sudah dalam terang masih ada orang yang bisa salah kaprah.

Sekarang ini hikmat berseru-seru kepada kita. Hikmat itu ada tugasnya yaitu membangun rumah dengan tujuh tiang.
Amsal 9:1
9:1 Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,
Hikmat ini mengandung perlindungan.
Pengkhotbah 7:11-12
7:11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

Jadi, hikmat ini lebih dahsyat dari perlindungan uang. Sebab kalau hanya punya uang lalu bencana melanda dunia, maka tidak akan akan ada lagi perlindungan, semua itu tidak ada artinya. Biarlah kita benar-benar memiliki hikmat karena hikmat itulah yang melindungi. Lebih lagi kalau memiliki hikmat dan Tuhan berikan lagi uang. Tetapi jangan uang yang saudara utamakan tetapi hikmat Tuhan. Gunakanlah berkat Tuhan itu untuk memperoleh hikmat.
Amsal 11:4
11:4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

Hikmat itu berseru dibeberapa tempat:
1.      Hikmat itu berseru-seru dengan nyaring di jalan-jalan. Kenapa berseru di jalan? Sebab di jalan adalah tempat hiruk pikuknya manusia biarpun sampai tengah malam. Kesibukan manusia luar biasa sampai tidak ada waktu masuk gereja.
Amsal 1:20
1:20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

Seruan hikmat di jalan ini amat terlebih hubungannya dengan pesta nikah
Lukas 14:21-23
14:21 Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
14:22 Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.

Jadi hikmat ini menyentuh hubungan Kepala dan Tubuh. Jadi sesibuk apapun kita, tanggapilah seruan hikmat. Kalau mendapatkan pembukaan rahasia Firman berarti kita didorong masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

Kapasitas pembangunan Tubuh Kristus harus lengkap personilnya. Personil yang masuk adalah personil yang mengerti arti pesta. Memang yang diundang ini orang jahat dan najis tetapi tidak mungkin langsung masuk saja, tetapi ada pembentukan karakter. Itulah pekerjaan hikmat yang ada pada diri saya dan saudara.

Di jalan ini manusia hiruk pikuk. Bahkan sudah jauh malam masih ada manusia yang sibuk hilir mudik. Bila dilihat oleh Tuhan dari Sorga dengan oborNya dan disorot dengan tujuh mata Tuhan, hanya sedikit manusia yang memberi waktu duduk menyembah di kaki Tuhan. Hanya sedikit yang tahu tugas tanggung jawabnya dan apa rencana Tuhan dalam dirinya. Masikah saudara memberi waktu untuk sembayang subuh atau karena capek, karena kesibukan di pagi hari atau karena kesenangan daging sehingga sudah tidak bangun menyembah. Ini jangan terjadi. Menyesal nanti saudara kalau melihat suamimu atau isterimu atau anakmu atau tetanggamu diterbangkan dan saudara tertinggal.

Kesibukan saudara jangan sampai menghalangi saudara untuk menanggapi seruan hikmat. Untuk apa seruan hikmat? Untuk melindungi kita.

2.      Hikmat berseru di lapangan-lapangan
Amsal 1:20
1:20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

Hakim-hakim 19:15,17,20
19:15 Sebab itu singgahlah mereka di Gibea, lalu masuk untuk bermalam di situ, dan setelah sampai, duduklah mereka di tanah lapang kota. Tetapi tidak ada seorang pun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam.
19:17 Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?"
19:20 Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini."

Tuhan tahu gerejanya ada kerinduan hati untuk hidup suci, tetapi awas! Ada roh najis yang akan menghadang saudara di lapangan. Keinginannya sangat hebat bekerja di hari-hari terakhir ini.
Amsal 7:9-10
7:9 pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.
7:10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;

Hatinya licik pandai merayu, itulah Babel. Roh Babel ini sekarang masuk di dalam gereja, mereka pandai merayu orang untuk mengikuti mereka.

Amsal 7:11
7:11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,

Ciri perempuan Babel ini dia tidak tenang, ini jangan terjadi pada diri kita. Saya bisa menyampaikan Firman dan sidang jemaat dapat mendengarkan pembukaan rahasia Firman Tuhan, tetapi kenapa hidup kita tidak tenang? Kalau tidak tenang itulah gangguan dari Babel ini. Dia membuat kita tidak tenang karena Babel ini selau mempromosikan hal-hal yang duniawi. Makanya seruan hikmat itu datang supaya kita tenang. Jangan seperti tidak ada kontrol, seperti anjing kudisan lari sana sini.

Itu sebabnya Firman Tuhan datang supaya menghadapi masalah kita bisa tetap tenang. Kalau ada kebenaran kita pasti tenang. Jangan kita muring-muring sepanjang hari, kecuali tutup mata baru diam, itu diganggu roh Babel.

Yesaya 32:17
32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Kalau tidak tenang berarti roh Babel merasuk kehidupan itu. Apapun alasannya kita harus akui bahwa roh Babel mengganggu kita, jangan kita mau dikalahkan oleh roh Babel. Ada hikmat yang berseru-seru kepada kita, ada pembukaan rahasia Firman. Hormati dan hargailah pembukaan rahasia Firman.

Amsal 7:12
7:12 sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.

Di semua lini ada roh najis, utamanya di lapangan. Babel ini jahat, dia akan menelan banyak korban. Tidak sedikit anak Tuhan yang terjebak dan hancur oleh roh Babel ini.
Amsal 7:26-27
7:26 Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya.
7:27 Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.

Makanya hikmat berseru supaya jangan saudara menjadi salah satu korban dari roh Babel ini.

Sardis disebut hidup padahal mati, berarti korban dari Babel, tinggal sedikit yang bertahan. Jangan sampai kita menambah jumlah orang yang korban. Makanya tenanglah hidup dalam tangan Tuhan. Berilah dirimu dijaman oleh Tuhan, berilah hidupmu dirangkul oleh tangan Kekasihmu lewat kebenaran Firman maka saudara tidak akan menjadi bagian yang ditewaskan oleh Babel itu.

Saya berdoa kepada Tuhan, jangan sampai saya menambah jumlah orang yang hancur atau tewas rohani saya. Sardis sebagian besar mati dan tewas karena pekerjaan Babel. Tuhan katakan “waspadalah, Aku datang seperti pencuri”.

3.      Hikmat berseru di tembok-tembok
Amsal 1:21
1:21 di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

Hikmat berseru di tembok-tembok. Tujuanya untuk mencegah kita jangan keluar dari persekutuan. Dia dorong kita masuk pada persekutuan yang benar. Di tembok ada batu yang sudah menyembul keluar sebab diserukan hikmat supaya batu itu didorong kembali pada persekutu. Inilah persekutuan kota yang bersambung rapat yaitu Yerusalem Baru, jangan kita keluar dari situ.
Yesaya 30:13
30:13 maka sebab itu bagimu dosa ini akan seperti pecahan tembok yang mau jatuh, tersembul ke luar pada tembok yang tinggi, yang kehancurannya datang dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata,

Kalau kita keluar dari persekutuan yang benar kita bisa hancur. Yerusalem itu dibangun seperti kota yang bersambung rapat. Berarti ada persekutuan yang benar di situ. Makanya kalau kita diajak masuk dalam persekutuan yang benar jangan kita tolak itu.

Mazmur 122:3,1
122:3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
122:1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."

Jangan kita diajak tetapi tidak mau, celakan nanti kita. Itu sebabnya roh hikmat berteriak di tembok-tembok supaya kita mempertahankan persekutuan yang benar sebab di rumah Tuhan ada Firman pengajaran yang sehat.

Mazmur 122:2
122:2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Ini orang yang menanggapi seruan hikmat, tidak banyak dalih, tidak banyak argument. Kalau saudara siap dan tidak berdalih untuk mendengarkan Firman Tuhan berarti saudara akan diluputkan oleh Tuhan masuk dalam persekutuan Yerusalem yang adalah persekutuan Tubuh Kristus, Mempelai Wanita untuk Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

4.      Hikmat berseru di pintu-pintu gerbang
Di pintu-pintu gerbang hikmat berseru. Ini adalah penyelesaian terakhir untuk masuk dalam nikah. Ketika Boas ingin menyelesaikan perkara Rut, Boas pergi ke pintu gerbang bersama tua-tua menunggu orang yang berhak menebus Rut. Setelah selesai perbincangan maka Boas berhak untuk mengambil Rut menjadi isterinya.
Rut 4:1-2
4:1 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.
4:2 Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.

Pada pasal 4 Boas menikah dengan Rut dan melahirkan anak bernama Obed. Obed ini artinya penyembah. Obed inilah yang menjadi nenek moyang Daud.

Tetapi justru seruan hikmat di pintu gerbang ini yang banyak dibenci. Tuhan tolong kita, ini jangan terjadi pada kita.
Amos 5:10
5:10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas.

Penyelesaian pemasangan Tabernakel justru terjadi di pintu gerbang.
Keluaran 40:33
40:33 Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.

Di pintu gerbang ini adalah penyelesaian yang terakhir dari Boas untuk mendapatkan Rut. Sekarang ini adalah waktu yang terakhir, Yesus dengan roh hikmatNya berseru-seru untuk penyelesaian yang terakhir. Kita ini mau dibawa menjadi Mempelai Wanita untuk Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Jangan kita tutup telinga, jangan kita redam suara hikmat, jangan banyak dalih ketika diajak untuk datang ke rumah Tuhan. Dari pada nanti saudara menyesal karena tidak bisa masuk dalam penyelesaian yang terakhir atau penyempurnaan gereja.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar