20170713

Kebaktian PA Kitab Yehezkiel, Kamis 13 Juli 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Penyerahan anak

Markus 10:13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Ternyata kesediaan Yesus untuk memberkati anak-anak itu sesuai kehendak Allah. Bagi murid-murid itu suatu gangguan tetapi di mata Tuhan tidak demikian. Sehingga ketika murid-muridNya memarahi, berbalik Kristus menegur mereka. Artinya di dalam ibadah pelayanan bukan tempat memarahi tetapi tempat pelayanan/ membenahi hidup.

Tuhan membuktikannya dengan memeluk anak-anak itu. Berarti kedua tangan Yesus merangkul bagaikan dua sayap dari induk yang menaungi anak-anaknya.
Lukas 12:32
12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Yesus bagaikan induk ayam mau melindungi anak-anaknya. Di sini Yesus memeluk anak-anak karena ada tindakan dari orang tua. Yesus memeluk arti kata Dia memberikan jaminan perlindungan dan kehangatan kepada anak.

Kemudian bukan hanya memeluk dikatakan juga sambil meletakkan tangan di atas mereka, Dia memberkati. Tidak disebut jenis berkat yang mereka terima. Tetapi kita tahu tangan Tuhan adalah tangan yang perkasa. Tangan Tuhan adalah tangan yang memberikan perpanjangan usia. Tangan Tuhan juga adalah tangan yang menjamah dan menyembuhkan dan di tangan kanan Tuhan juga ada nikmat.

Berarti kalau Tuhan memberkati agar anak itu, dikemudian hari dia akan merasakan kenikmatan dari Tuhan dan dia bisa merasakan betapa tangan Tuhan melindungi dia.

Bagi orang tua, begitu ada kerinduan hati menyerahkan anak-anaknya kepada Tuhan untuk dijamah, itu langsung ditanggapi serius oleh Tuhan. Dikatakan “anak-anak seperti inilah yang empunya kerajaan Allah” artinya anak yang dibawa kepada Tuhan, bukan anak yang ditelantarkan tetapi anak yang ada pikiran orang tua untuk dibawa kepada Tuhan. Itulah yang disebut yang empunya kerajaan Allah.

Markus 10:15
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

Ini bermakna bagi kita bahwa sikap kita ketika menyambut Firman yang adalah tangan Tuhan yang terulur, jangan ada protes sebab anak-anak belum tahu memprotes. Harus dengan sikap menerima sebab anak-anak itu belum dapat memberi dan hanya menerima.

Kalau kita mau dikategorikan sebagai pemilik kerajaan Sorga maka kita harus memiliki hati seperti anak kecil. Artinya menerima Firman sebagai mana adanya tanpa mengurangi atau menambahi.

Ibadah Pendalaman Alkitab

Yehezkiel 2:5,7-8
2:5 Dan baik mereka mendengarkan atau tidak -- sebab mereka adalah kaum pemberontak -- mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka.
2:7 Sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka, baik mereka mau mendengarkan atau tidak, sebab mereka adalah pemberontak.
2:8 Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu."

Ini untuk pertama kali Yehezkiel diminta oleh Tuhan untuk membuka mulut untuk makan gulungan kitab yaitu Firman Tuhan itu sendiri. Sebagai seorang abdi atau penyambung lidah Tuhan maka lebih dahulu mulutnya harus makan Firman. Kemudian diteruskan ke perut agar perutnya ada isi Firman Tuhan.

Kita telah mengikuti bagaimana Tuhan mengajar kepada kita bahwa adalah kemurahan Tuhan kalau kita masih diberi kesempatan ditaburi benih Firman Pengajaran. Entah kita seperti tanah dipinggir jalan, entah kita seperti tanah berbatu-batu, entah seperti di semak duri atau tanah yang baik, yang jelas Firman Tuhan yang diterima semuanya sama.

Tuhan tidak melihat sebelah mata kepada seseorang tetapi kepada semua Tuhan mengarahkan kemurahanNya. Tinggal tergantung dari kehidupan itu apakah menyambut seperti tanah dipinggir jalan, seperti tanah di batu-batu atau atau tanah di semak belukar. Semua sama mendapat kemurahan.

Kita lihat dalam perumpamaan ini, sesuai dengan Yehezkiel 2:5,7-8, Yehezkiel makan Firman, itu ada hubungannya dengan mulut. Kemudian Firman terus ke perut berarti Firman ada di dalam hati tidak hanya di mulut. Maksudnya supaya itu semua disebarluaskan. Dia bagaikan penabur benih, yang dia tabur bukan yang ilmiah atau pengetahuan tetapi Firman yang telah dia makan yang menguasai hidupnya. Sebab kalau Firman hanya dalam bentuk ilmiah atau pengetahuan lalu tidak menguasai perut maka ketika dalam pelayanan yang dia kedepankan adalah kepentingan perut. Itu sebabnya kami hamba Tuhan harus waspada.

Sebelumnya kita membahas tentang tanah di tepi jalan. Sekarang kita akan membahas tanah berbatu-batu. Bagi saudara yang mau kembali ke Samarinda, jangan seperti tanah berbatu-batu. Sekarang kita meluap-luap menerima Firman tetapi bagaimana kalau tidak menerima siraman lagi.
Lukas 8:6
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.

Dia bisa menjadi kering kalau tidak mendapatkan air. Oleh sebab itu berdoalah supaya selalu ada hubungan dengan Tuhan lewat ibadah, supaya tanah hati kita selalu ada air Firman Allah. Ini yang harus kita jaga, bukan hanya kepada kekasih yang kembali kepada Samarinda tetapi untuk kita semua.

Ketika tidak mendapatkan siraman air maka tumbuhan itu bisa kering. Benih yang kita terima mungkin tumbuh sesaat, tetapi kalau tidak mendapat siraman air bisa berbahaya. Apalagi kalau dikatakan tanaman itu tumbuh pada tanah di atas batu.

Di daerah Duri (Sulsel) yang adalah daerah gersang, di sana tanahnya berbatu-batu tetapi kalau diberikan tanah sedikit di atas batu maka apa yang mereka tanam bisa berhasil. Itu karena selalu disiram.

Ini masalah bagi kita. Kalau tidak mendapat siraman air Firman Tuhan, benih yang sudah tumbuh itu mudah layu dan mati karena ada batu di bawahnya. Olehnya kita perlu mendapat siraman hujan dari sorga yaitu hujan Firman pengajaran.

Markus 4:16-17
4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

Mereka akhirnya jadi murtad. Iblis tidak akan tinggal diam, dia akan mengupayakan mengganggu tanaman yang sudah kita terima. Apakah lewat penganiayaan, penindasan dan kekerasan yang kita temui. Walaupun ada penganiayaan, penindasan dan kekerasan namun kalau kita disiram terus oleh Firman Allah, maka kita bisa tangguh dan mampu bertahan. Tetapi kalau tidak maka kita bisa murtad.

Kalau sudah murtad sudah sulit untuk dibenahi karena dia nyaman dengan cara hidupnya yang sudah meninggalkan Firman. Makanya kita diingatkan oleh Tuhan bahwa kita akan menghadapi tantangan-tantangan dan banyak hambatan yang kita alami tetapi kalau kita tetap kena siraman berarti kita selalu ditopang oleh Tuhan maka kita akan tangguh.

Pada akhir zaman Roh Allah dengan tegas mengatakan bahwa akan banyak orang murtad.
I Timotius 4:1
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

I Timotius 4:1 (Terjemahan Lama)
4:1 Tetapi Roh itu berkata dengan nyata, bahwa pada akhir zaman beberapa orang akan gugur daripada iman, sebab berpaling kepada penguasa, yang menyesatkan orang, dan kepada beberapa pengajaran setan-setan,

Roh Allah tidak mungkin salah sebab jelas dia sudah melihat. Olehnya jangan saudara ada pada barisan orang murtad. Ketika saudara sudah longgar dengan Firman, hati-hatilah sebab
Roh dengan tegas sudah mengatakan. Jangan sampai kita mengisi apa yang dikatakan oleh Roh yang bernilai negatif ini tujuannya supaya kita waspada.

Inilah jenis tanah yang berbatu-batu:
Amsal 14:14
14:14 Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya, dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.

Pikirnya dia sudah kenyang. Tetapi waktu Tuhan membuat dia lapar, dia mau mencari tetapi tidak dapat, sudah terlambat. Ini semua harus kita jaga agar kita tidak mengentengkan penampilan Tuhan hari-hari terakhir ini. Utamanya kami hamba Tuhan harus mengisi Firman di mulut kami dan selanjutnya dimakan sehingga perut diisi dengan Firman.
Yehezkiel 3:3
3:3 Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Jangan sampai yang melayani murtad dan yang dilayani ikut murtad. Orang yang murtad ini tidak ada lagi pembaharuan baginya.
Ibrani 6:5-6
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Untuk mencegah jangan murtad, perlu selalu mendapat siraman Firman Tuhan. Pembukaan rahasia Firman adalah peringatan yang paling tegas dari Tuhan kepada kita.

Kata murtad mari kita lihat pada kehidupan berkeluarga.
I Timotius 5:8
5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

Dari pada dikategorikan murtad karena tidak bisa memelihara seisi rumah, maka mengabdilah. Jadi yang tidak memelihara keluarga ini adalah orang murtad yang lebih buruk dari orang kafir. Makanya jangan sampai kita tidak peduli keluarga. Kita harus memberikan service, memberikan pelayanan supaya jangan kita dikategorikan tanah yang berbatu-batu. Ketika mendapat taburan benih, hanya pada waktu itu dia gembira. Ketika datang ujian dia tidak gembira lagi. Ini jangan terjadi pada diriku dan pada diri sidang jemaat.

Kami hamba Tuhan harus mengisi perut kami dengan Firman. Karena kalau ada Firman kami tidak akan memikirkan kebutuhan perut. Tetapi kalau tidak ada Firman maka pelayanan kami tujuannya untuk perut, itu sangat berbahaya sebab akan ditolak oleh Tuhan.
Filipi 3:18-19
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Penaburan ketiga adalah tanah di semak belukar. Kalau pemikiran kita yang bodoh ini, kenapa menabur benih yang bagus-bagus di tengah-tengah belukar, kenapa hambur di batu-batu dan di tepi-tepi jalan. Logika kita berpikir penabur ini yang tidak betul, tetapi sorga mengatakan sebenarnya itu bentuk kemurahan Tuhan. Itu adalah bentuk hati manusia namun Tuhan mengasihi dan mencintai.

Yang di semak belukar ini tumbuh tetapi terhimpit, tidak bisa mengeluarkan buah. Apa yang menjadi penyebabnya tumbuh tetapi tidak berbuah.
Lukas 8:14
8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh 1kekuatiran dan 2kekayaan dan 3kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

1.      Kekuatiran
Jangan anggap sepeleh kekuatiran. Itu adalah intrik dari iblis untuk membuat benih yang saudara terima yang sudah tumbuh itu tidak ada buahnya sehingga tidak bermanfaat bagi Tuhan dan bagi sesama. Kekuatiran itu nampak bukan dengan kata tetapi tergambar dari ekspresi dan tindakan-tindakan bahwa orang itu kuatir. Mungkin kita mengatakan “saya tidak kuatir” tetapi kalau dalam gerak geriknya ada warna-warna kekuatiran itu bahaya. Olehnya gereja Tuhan jangan seperti itu. Sebab itu sifat bangsa kafir.
Matius 6:31-32
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

2.      Kekayaan
Sesudah ditimbun dengan kekayaan, Tuhan berikan kekayaan dia lupa diri. Tidak ingat lagi kepada Tuhan, tidak ingat lagi pekerjaan Tuhan, tidak ingat lagi kepada sesama sampai tulang-tulangnya dimakan habis, alias perpuluhan tidak mau dia kembalikan.
Lukas 12:15,21
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

3.      Kenikmatan hidup
Karena kenikmatan hidup makanya rohaninya terseok-seok. Hari itu ada ibadah tetapi dia lebih gemar ke air terjun Saluopa atau lebih gemar ke mall. Jangan sampai kenikmatan dunia, kenikmatan hidup yang menjadi dominan atau menjadi utama sehingga tidak bisa berbuah. Orang seperti itu akan mendapat masalah yang paling rumit di kemudian hari. Padahal ada kenikmatan ditawari Tuhan dia tolak.
Mazmur 16:11
16:11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Yang berikutnya adalah tanah yang baik. Tanah yang baik ini berbuah 30kali lipat, 60 kali lipat dan 100 kali lipat. 30 kali lipat mengganti tanah di tepi jalan, 60 kali lipat mengganti tanah berbatu-batu dan 100 kali lipat itu mengganti tanah yang disemak-semak. Berarti semaunya diambil. Berarti hasil tanah di tepi jalan, hasil tanah berbatu-batu dan hasil tanah di semak-semak, semua diberikan kepadanya. Karena Tuhan berkata bahwa kepada orang yang tidak punya akan diambil dan diberikan kepada orang yang punya.

Jangan kita seperti ketiga tanah itu, sebab tanah di tepi jalan, tanah berbatu-batu dan tanah di semak-semak tidak bisa memberi apa-apa, sehingga apa yang ada padanya diambil dan diberikan kepada tanah yang baik.

Kita menerima Firman tujuannya supaya kita bermanfaat bagi Tuhan, Dia adalah Mempelai Laki-laki Sorga dan bagi sesama anggota Tubuh Kristus.
30 angka adalah awal pelayanan dan korban Kristus, 60 angka adalah pengawalan nikah, 100 angka adalah hasil dari nikah yang dikawal itu.

Kita akan masuk pada persoalan makan itu.
Yehezkiel 2:8
2:8 Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu."

Mengimbangi roh pemberontakan maka orang itu harus buka mulut supaya bisa makan Firman. Artinya membuka hidupnya untuk menyambut Firman agar tertolong dari roh pemberontakan dan jangan kita terlibat dengan itu. Roh pemberontakan itu adalah akibat tidak ada Firman di mulutnya apalagi di perutnya.

Roma 10:8
10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Ini yang Tuhan cari dari kehidupan kita untuk bisa mengempang roh pemberontakan yaitu harus ada Firman di mulut dan di hati. Bagaimana prakteknya?
I Petrus 1:8
1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,

Orang yang mengasihi Yesus sekalipun belum melihat adalah orang yang ada Firman di mulut dan di hatinya. Ini orang yang tidak ada indikasi menuju pada pemberontakan karena dia bergembira mendengar Firman dan mengasihi Tuhan walaupun tidak ada wujud yang dia lihat. Ini tanda bahwa ada Firman di mulutmu dan ada Firman di perutmu. Ini untuk mengatasi roh pemberontakkan.

Akhir zaman ini saudara akan melihat pemberontakkan di mana-mana, huru hara di mana-mana, kerusuhan di mana-mana, peperangan di mana-mana. Bangsa yang satu melawan bangsa yang lain, suku yang satu melawan suku yang lain.
Matius 24:3-5
24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Ini akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua. Untuk kita tidak terjebak di sana, ayo kita makan Firman. Itu sebabnya nabi Yehezkiel yang sekaligus imam, dua kali dia disuruh makan.
Yehezkiel 3:1-3
3:1 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel."
3:2 Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan.
3:3 Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Karena dia adalah hamba Tuhan, dia imam dan nabi maka dia harus makan dua kali lipat supaya dalam pelayanan dia tidak mengedepankan perutnya tetapi Firman yang ada di perutnya yang dia kedepankan. Ini yang harus dijaga karena menghadapi suasana pemberontakkan. Tanda kedatangan Tuhan pada kali yang kedua adalah huru-hara, kerusuhan, pemberontakan, suku yang satu melawan suku yang lain dan sebagainya.

Untuk mengatasi ini, isi mulutmu dengan Firman dan terus sampai ke perutmu, berarti sampai ke hati. Sehingga sekalipun kita belum melihat Tuhan tetapi kita mengasihi Dia.
I Petrus 1:8
1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,

Kita tidak usah ragu, percayalah kepada Tuhan walaupun tidak kita lihat karena kita berjalan dengan iman bukan dengan penglihatan.
II Korintus 5:7
5:7 -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat --

Menerima Firman dengan gembira yang tidak terkatakan, hal ini dampak dari Firman yang kita terima. Tetapi kalau tidak membuka hati dan menerima Firman dengan muka mengkal itu tidak ada gunanya. Itu bukti tidak mau makan Firman, tidak mau perutnya diisi dengan Firman. Bagi pelayanan Tuhan yang seperti ini maka dia bekerja hanya untuk perut.
Roma 16:17
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

Kenapa bertentangan? Karena ada pemberontakan akan Firman. Dalam pikirannya dia anggap Firman itu kurang pas, sehingga terjadi perlawanan. Akhirnya menimbulkan godaan dan perpecahan. Yang harus kita hindari adalah roh melawan Firman pengajaran yang sehat.

Roma 16:18
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Karena tidak ada Firman pada mulutnya sehingga dia tidak melayani Kristus melainkan perutnya dan akhirnya menjadi penipu. Yang dia tipu justru orang yang tulus hatinya.

Semua manusia perutnya di depan. Tidak ada manusia perutnya di belakang. Kalau manusia yang sudah ditolong oleh Tuhan, walaupun perutnya di depan tetapi sudah diisi dengan Firman. Maka dia tidak mendahulukan perutnya. Di dalam pelayannya tidak ada indikasi penipuan. Kalau ada penipuan berarti perutnya belum diisi dengan Firman, belum bersekutu dengan benar dengan Firman.

Sampai dua kali pesan Tuhan kepada Yehezkiel “makan gulungan kitab itu”. Dua tetapi untuk satu yaitu Yehezkiel. Kita mendengar dua kali Firman tetapi untuk kita sendiri. Berarti berita yang harus disampaikan oleh Yehezkiel adalah berita dua tetapi satu. Apalagi kami hamba Tuhan berita kami harus dua menjadi satu yaitu Kabar Mempelai.

Ini yang dikumandangkan oleh Yehezkiel. Kalau dia makan dan Firman itu sampai di perutnya, berarti sampai di hatinya menjadi iman, maka dia bisa menjadi teladan iman dan tidak ada indikasi penipuan. Kalau mulut dan perut saya tidak diisi dengan Firman maka bisa saja saya melakukan penipuan.
Titus 2:10
2:10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

Kami harus makan Firman dan isi perut dengan Firman supaya perut itu tidak dikedepankan. Ini lebih dahulu untuk saya sebagai hamba Tuhan agar saya juga harus waspada di akhir zaman itu. Hamba Tuhan harus menjadi teladan iman.
Ibrani 13:7
13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

Bagaimana mau mencontoh iman hamba Tuhan kalau dia curang. Padahal kami harus hidup dengan iman dan bukan dengan penglihatan.

II Korintus 5:7
5:7 -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat --

II Korintus 5:7 (Terjemahan Lama)
5:7 Karena perjalanan kami dengan iman, bukannya dengan penglihatan.

Prakteknya tadi ada dalam I Petrus 1:8. Ini bukan hanya untuk hamba Tuhan tetapi kepada kita semua anggota Tubuh Kristus. Sekalipun kita belum melihat Tuhan kita sudah harus mengasihi Dia dan kita mendengar Firman dengan gembira, bukannya malah mengkerut wajah, atau bengkak muka seperti disengat lebah. Kalau ada seperti itu, itulah gejala roh pemberontakan bisa masuk karena perutnya kosong dari Firman. Ini yang bisa mencelakakan kita bersama.

Akhirnya pada saat Tuhan datang, jangan sampai tidak menemukan iman pada kita.
Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Jangan sampai anak Manusia datang, Dia tidak menemukan lagi iman di bumi. Ini tantangan bagiku dan bagi saudara.

Tuhan Memberkati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar