20170729

Kebaktian Doa, Sabtu 29 Juli 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 2:13-16
2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
2:15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
2:16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."

Pelayan-pelayan dalam Yohanes 2:1-11 mengerti apa itu persekutuan nikah yang sudah dimulai dengan kegoncangan. Pelayan-pelayan itu ditandai dengan roh tunduk dan taat. Jadi pelayananan yang mau membenahi nikah benar-benar harus dipahami persis oleh pelayan-pelayan itu sendiri.

Tetapi ketika sampai pada wilayah pelayanan di Bait Allah di mana orang beribadah, pelayan-pelayan di sana justru salah arah. Tidak ada lagi roh tunduk dan taat tetapi masing-masing mengejar keuntungan yang jasmani. Sehingga Tuhan bersikap keras menghadapi pelayan-pelayan Tuhan yaitu imam-imam yang bertugas menyelenggarakan ibadah. Mereka telah kehilangan sasaran karena pelayanan mereka bermotivasi mencari keuntungan duniawi, sehingga teguran Tuhan sangat keras.

Ini teladan bagi kami, utamanya saya hamba Tuhan. Bila melihat dalam pelayanan ibadah, apalagi penyelenggara kebaktian sudah salah arah, maka keteladanan yang diberikan oleh Tuhan untuk menghadapi ini perlu sikap yang keras. Memang itu yang harus terjadi di dalam gereja. Tetapi pelayan-pelayan yang mengerti sasaran dari nikah, pelayan-pelayan itu taat benar kepada Yesus, kepada Kepala, kepada Mempelai Laki-laki Sorga.

Imam-imam dalam Yohanes 2:13 sudah lupa. Justru di pusat ibadah mereka sudah tidak benar. Apalagi di sinagoge-sinagoge di kota dan desa yang lain. Di pusat saja sudah amburadul apalagi cabang-cabangnya.

Itu sebabnya bapak ibu yang dikasihi Tuhan, kita harus bercermin dengan apa yang terjadi di sini. Jangan sampai saya salah di dalam melayani Tuhan. Kadang buruk rupa, cermin dihancurkan. Artinya sudah salah dalam pelayanan, Firman lagi disalah-salahkan. Ini yang banyak terjadi di dalam gereja Tuhan. Yang menjadi sasaran umpatan adalah pelayanan Tuhan yang menyuarakan Firman pengajaran yang benar.

Yohanes 2:13
2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.

Ini bukan hari raya Paskah orang Yahudi, sebenarnya ini hari raya Tuhan. Berarti sudah direndahkan nilainya. Dalam kitab Imamat pasal 23 dikatakan ada 7 masa raya Tuhan yang dimulai dengan masa raya Paskah. Masa raya Tuhan menjadi masa raya Yahudi, berartib sudah direndahkan. Masa raya Ilahi sudah menjadi masa raya untuk daging. Kadang kita berkata beribadah untuk Tuhan padahal datang untuk menyenangkan daging kita. Ini ciri ibadah orang Kristen hari-hari terakhir ini yang membuat Tuhan murka

Karena sudah menjadi masa raya daging maka daging ini bergerak mencari kepentingan-kepentingan dan keuntungan-keuntungan daging. Sebab nilai yang rohani sudah hilang dan yang ditampilkan adalah nilai yang daging, yang duniawi. Itu sebabnya ini sangat disesali oleh Tuhan. Yang sebenarnya orientasinya harus kepada yang rohani tetapi orientasi mereka sudah kepada daging, kepada yang duniawi.

Imamat 23:4-5
23:4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.
23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.

Tuhan menemukan hari raya orang Yahudi ini sudah bukan lagi untuk Tuhan. Orientasi sudah salah, arah mereka sudah salah, motivasi pelayanannya sudah salah. Apa yang dilakukan oleh Tuhan di sini, begitu keras Tuhan bertindak. Jadi ini adalah peduli Tuhan akan nilai hari raya Paskah bagi Tuhan, bukan daging dan bukan duniawi.

Kalau lembu dijual, apa yang tinggal? Tinggal keledai yang tinggal. Sebab kalau bicara lembu kaitannya dengan keledai. Kalau domba dijual yang tinggal adalah serigala. Kalau merpati dijual maka yang tinggal adalah ular. Ular ini kecerdikan dan itu yang tinggal pada mereka. Makanya itu yang ada yaitu kecerdikan bagaimana menjaring kebutuhnan-kebutuhan lahiriah dengan menjual ibadah. Ini banyak ditemukan di dalam gereja Tuhan. Jangan sampai kita kesusupan oleh hal ini.

Kalau ini dibiarkan maka itu berarti mengundang bencana. Kalau gerakan imam-imam ini dibiarkan maka ini berarti ibadah pelayanan yang mengarah pada pembentukan tubuhnya iblis, gereja palsu yaitu Babel. Sebagai hamba Tuhan saya harus memiliki kaca mata rohani, jangan sampai hal ini masuk karena ini mencelakakan. Hal ini bisa menggiring saya dan saudara menuju ke Babel, bukan Yerusalem Baru. Jangan sampai terjadi pada kita.

Kalau melihat pelayanan pada waktu Yesus memerintahkan kepada mereka hadapi ketegangan di dalam nikah, pelayan-pelayan di situ tunduk. Kalau saya mengaku sebagai pekabar mempelai, saya harus tunduk dan taat  kepada Kepala yang menyuruh saya. Agar tidak hanya sekedar slogan “Kabar Mempelai”. Ini adalah perbuatan kehidupan yang sangat berseberangan dengan selera Tuhan. Saya tidak mau pikiran dan perasaanku disusupi dengan hal itu sebab pelayanan gembala menentukan selamat tidaknya sidang jemaat.
I Timotius 4:16
4:6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

Jangan berkata “saya membawa diri saya sendiri”. Contohnya 7 jemaat di Asia Kecil, gembala-gembala yang menentukan warna dari sidang jemaat. Dari mereka ada 5 yang salah arah sehingga terpaksa Tuhan tuntut kembali pertobatan. Tinggal 2 yang masih berjalan bagus yaitu Smirna dan Filadelfia.

Ini adalah bentuk pelayanan yang mengejar keuntungan-keuntungan. Sebab dikatakan Di dalam Bait Allah didapatiNya pedagang, berarti bukan hanya di halaman tetapi sudah masuk ke dalam.
Yohanes 2:14
2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

Harga di dalam Bait Allah ini sudah berlipat-lipat dibandingkan dengan yang ada di luar. Ini sudah menjadi manipulasi imam-imam. Kalau jemaat membawa lembu dan domba yang sudah tidak ada cacat maka imam-imam akan mencari-cari cacatnya lalu disuruh mengganti dengan yang ada di dalam yang harganya sudah berlipat-lipat. Apalagi kaum proselite, mereka dipermainkan oleh imam-imam. Sekarang ini oleh pendeta-pendeta. Inilah yang berbahaya yang muncul juga di akhir zaman ini.

Ini penipuan-penipuan di zaman Yesus dan berjalan terus sampai sekarang. Alangkah bejatnya moral imam-imam ini yang hanya mengedepankan keuntungan duniawi, berarti mengedepankan perutnya. Hal ini harus segera dibenahi. Suara Firman Tuhan ini datang kepada saya dan saudara supaya jangan kita terkontaminasi dan mengatakan “semua sama saja”. Secara logika terdengar benar sebab di sana dan di sini sama-sama menyembah Tuhan. Tetapi mau ke mana kita diarahkan dan dituntun.

Roh yang menyelidik hati manusia, menyelidik umat Tuhan, menyelidik pelayan-pelayan Tuhan. Ternyata ditemukan dua sisi.
II Korintus 2:14-15
2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

Kalau ayat ini misalnya saya yang tulis maka orang akan mengumpat habis-habisan “sombong sekali Bernard Legontu”. Tetapi apakah berani kita menumpat rasul Paulus? Ini Ilham roh. Apakah salah kalau ini diajarkan dalam sidang jemaat, terlebih lagi di tengah-tengah pertemuan hamba-hamba Tuhan.

II Korintus 2:16
2:16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

Penampilan hamba Tuhan yang membawa keselamatan berbau harum, bagi yang binasa bau kematian. Bagi yang binasa dia tidak akan suka. Tetapi bagi yang mau selamat pasti suka, sebab diarahkan kepada Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, bukan sekedar Tabib. Kalau kita sakit datang kepada Tabib, bila kita lemah datang pada Yesus Pembaptis Roh Kudus. Berita dan pengajaran yang mau mengarahkan pada Yesus Mempelai Laki-laki Sorga itu harum. Tetapi itu bau kematian bagi yang tidak mau menerima.

II Korintus 2:17
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

Ternyata tidak mudah untuk tampil dalam pelayanan seperti itu. Karena nyata ketika rasul Paulus bersama kawan-kawannya menyebarkan bau harus, mereka dilawan habis-habisan.

Kaum proselit jauh-jauh datang dari Etiopia dan kerajaan-kerajaan yang lain hanya untuk merayakan Paskah di Yeusalem. Mereka sudah membawa domba atau lembu atau merpati. Tetapi tiba di sana harus ditukar. Berapa dinar lagi harus keluar uang mereka. Tetapi karena mereka mau beribadah, apa boleh buat mereka harus membeli gantinya di Bait Allah. Itu karena kepentingan dari orang-orang yang mencari keuntungan lewat manipulasi Firman Tuhan. Jangan pikir ini terjadi hanya dulu, hanya zaman Yesus atau rasul Paulus. Sekarang orang mencari keuntungan lewat manipulasi Firman Tuhan.

Rasul Paulus menemukan ada yang memanipulasi Firman.
II Korintus 4:1-2
4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
4:2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

Yang berlaku licik dan memalsukan Firman itu ada di Bait Allah. Rasul Paulus bersama kawan-kawannya ini terbuka, tidak ada yang tersembunyi.

II Korintus 1:12.
1:12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.

Apakah saya tulus dan ada kemurnian, itu Tuhan yang mengetahui.

II Korintus 1:13-14
1:13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya,
1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

Kalau ada ketulusan dan kermunian maka kedua belah pihak akan bermegah di hadapan Tuhan. Ini untuk kita semua. Jangan sampai dalam pelayanan kita hanya mengejar keuntungan yang duniawi dengan mamanipulasi Firman Tuhan. Mereka ini menipu umat dengan menggunakan Firman.

Titius 1:10-11
1:10 Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.
1:11 Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.

Ternyata ujung-ujungnya tujuan mereka adalah duit.

Filipi 1:17
1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.

Pemberitaan yang lain ini ada zaman Yesus dan zaman rasul Paulus. Apalagi menjelang kedatangan Tuhan pada kali yang kedua, iblis menghimpun kekuatan luar biasa. Sekarang ini secara fisik alat pemusnah yang jasmani sedamg dibangun. Secara rohani banyak alat-alat iblis yang mau menghancurkan kita, menggunakan Firman tetapi dengan motivasi yang licik

Tuhan Yesus mau membersihkan Bait Allah dengan cambuk. Lalu Yesus mengambil tali. Tali ini yang mengikat hewan dan dihubungkan dengan mezbah. Kalau tali sudah dilepas berarti itu menunjukkan ibadah orang Israel sudah tidak ada lagi hubungan dengan mezbah, tidak ada hubungan dengan Korban Kristus. Itu jangan sampai terjadi pada diriku dan diri saudara.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar