20150620

Kebaktian Doa, Sabtu 20 Juni 2015 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amos 9:15
9:15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.

Kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, kita melihat pemulihan oleh Tuhan terhadap umat Tuhan baik secara jasmani yaitu bangsa Israel di Timur Tengah juga bagi kita Israel secara rohani.

Karena di tanam berarti akan bertumbuh, berbunga dan akan berbuah (bermanfaat). Itu tujuan Tuhan. Namun ada tiga hamba Tuhan yang sangat terkejut bahkan hampir-hampir salah seorang tergelincir karena melihat ada orang yang disebut orang fasik tetapi bertunas dan juga tumbuh. Hal ini membuat tiga hamba Tuhan itu bingung tujuh keliling mengapa hal itu bisa terjadi. Kemudian dianalisa kenapa anak Tuhan justru kebalikannya.
Mazmur 73:1-5,8-10,13-14
73:1 Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.
73:2 Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.
73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
73:4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;
73:5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.
73:8 Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.
73:9 Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi.
73:10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah.
73:13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.
73:14 Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi.

Kadang kita salah kaprah karena membanding-bandingkan diri dengan orang lain sehingga berkata “orang jahat itu enak hidupnya saya sudah menjaga hidup dalam kesucian tetapi saya hidup begini”. Sepertinya Tuhan itu tidak adil tetapi setelah dia memperhatikan ada sesuatu yang Tuhan kerjakan yang akhirnya mengejutkan Asaf.
Mazmur 73:15
73:15 Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.
Seandainya dia mengikuti cara orang fasik berarti sama dengan berkhianat pada generasi ke depan.

Mazmur 73:17-20
73:17 sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.
73:18 Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.
73:19 Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!
73:20 Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

Jadi penilaian Asaf ini keliru, tidak seperti penilaian Tuhan. Kalau kita memakai logika kita, tidak menilai seperti apa yang dinilai oleh Firman maka kita juga tidak akan beda bahkan akan lebih dari Asaf. Penilaian yang salah ini jangan terjadi pada diri kita sehingga menuduh Allah tidak adil.
Yehezkiel 18:25
18:25 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

Mereka terlihat bertumbuh tetapi ada bedanya. Orang fasik disebut bertumbuh seperti tumbuh-tumbuhan belaka.
Mazmur 92:6-8
92:6 Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.
92:7 Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.
92:8 Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya.

Orang benar disebutkan jenis tanamannya, kalau orang fasik disebutkan secara umum yaitu “tumbuh-tumbuhan”. Kita lihat perbandingan dengan orang benar.
Mazmur 92:13
92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

Orang benar diibaratkan seperti pohon korma. Ini yang Tuhan sebutkan dalam kitab nabi Amos “Tuhan akan menanam mereka ke tanah mereka”. Mereka diibaratkan seperti pohon korma.

Mazmur 92:14-15
92:14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

Orang benar yang masuk dalam pemulihan yang ditanam oleh Tuhan di tanahnya Tuhan, ada ucapan tanaman secara khusus yaitu bagaikan pohon korma dan pohon aras. Pohon korma ini adalah pohon yang banyak tumbuh di padang gurun di dekat oase. Pohon korma ini juga dihubung-hubungkan dengan Mempelai Wanita.

Jadi orang yang ditanam oleh Tuhan, ujung-ujungnya dia adalah calon Mempelai Wanita. Cirinya walaupun ada angin badai menerpa di padang gurun memang dia akan sedikit miring namun setelah itu tegak kembali. Berarti yang ditanam dan dipulihkan oleh Tuhan bukan seperti orang fasik yang kelihatan secara jasmani subur tetapi rohaninya hancur.

Itu yang membuat Ayub salah dalam menilai. Demikian juga Yeremia salah dalam menilai karena membanding-bandingkan orang fasik dan orang benar.

Ternyata ada sesuatu yang unik yang Tuhan lakukan bagi gereja Tuhan. Kalau tumbuh-tumbuhan yang lain ditanam di padang gurun, dia akan terpental dan tercabut dihantam oleh badai, mudah kering dan mati . Tetapi pohon korma, apapun yang menerpa tidak akan bisa tercabut. Itu tanda orang yang dipulihkan, orang itu ada di pelataran rumah Tuhan. Orang itu adalah kehidupan yang sudah diampuni oleh Tuhan, walaupun baru di pelataran tetapi dia rindu ke sana. Orang yang dipulihkan Tuhan tidak gampang patah semangat.

Kita ini diajar oleh Tuhan supaya kita semakin diperhalus. Diperhalus bukan berarti gampang tersinggung tetapi maksudnya tumbuh dalam sifat tabiat Ilahi, dalam hal ini seperti pohon korma. Pohon korma ini juga masuk dalam bait Allah dijadikan hiasan. Dinding-dinding Bait Allah selalu ada gambar pohon korma.
1 Raja-raja 6:29
6:29 Dan pada segala dinding rumah itu berkeliling ia mengukir gambar kerub, pohon korma dan bunga mengembang, baik di ruang sebelah dalam maupun di ruang sebelah luar.

Bila diterpa pencobaan dan tantangan dalam hidup lalu rohani orang itu patah berarti dia adalah tumbuhan lain. Tetapi kalau rohani saudara tidak patah berarti saudara adalah pohon korma.

Ayub 21:7-10,15
21:7 Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah kuat?
21:8 Keturunan mereka tetap bersama mereka, dan anak cucu diperhatikan mereka.
21:9 Rumah-rumah mereka aman, tak ada ketakutan, pentung Allah tidak menimpa mereka.
21:10 Lembu jantan mereka memacek dan tidak gagal, lembu betina mereka beranak dan tidak keguguran.
21:15 Yang Mahakuasa itu apa, sehingga kami harus beribadah kepada-Nya, dan apa manfaatnya bagi kami, kalau kami memohon kepada-Nya?

Ini bahasa dari orang fasik. Mereka menolak Tuhan secara langsung tetapi kenapa hidup mereka nyaman, tanaman mereka begitu subur dan hewan mereka berkembang biak. Ini yang dipertanyakan oleh Ayub dan akhirnya Ayub mendapatkan kesimpulan.
Ayub 21:16-19
21:16 Memang, kemujuran mereka tidak terletak dalam kuasa mereka sendiri! Rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku.
21:17 Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan, kebinasaan menimpa mereka, dan kesakitan dibagikan Allah kepada mereka dalam murka-Nya!
21:18 Mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai.
21:19 Bencana untuk dia disimpan Allah bagi anak-anaknya. Sebaiknya, orang itu sendiri diganjar Allah, supaya sadar;

Jadi jangan kita banding-bandingkan “itu orang tidak tahu pengajaran tetapi kenapa enak hidupnya, saya tinggal tidak tidur di gereja kenapa hidupku begini?”. Awas jangan sampai kita salah dan Tuhan tersinggung.

Yeremia juga sempat berpikir seperti itu.
Yeremia 12:1-3,10
12:1 Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia?
12:2 Engkau membuat mereka tumbuh, dan mereka pun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka.
12:3 Ya TUHAN, Engkau mengenal aku, Engkau melihat aku, dan Engkau menguji bagaimana hatiku terhadap Engkau. Tariklah mereka ke luar seperti domba-domba sembelihan, dan khususkanlah mereka untuk hari penyembelihan. --
12:10 Banyak gembala telah merusakkan kebun anggur-Ku, memijak-mijak tanah-Ku, dan membuat tanah kedambaan-Ku menjadi padang gurun yang sunyi sepi.

Kemudian sampai pada ayat 10 ternyata mereka berada pada penggembalaan yang gembalanya suka merusak kebun anggur. Berarti ini bukan orang yang tidak percaya. Di kalangan orang percaya kemudian Yeremia membanding-bandingkan “kenapa orang yang ada dalam penggembalaan yang tidak benar tetapi kelihatan subur’.

Ini lebih dahulu untuk saya agar tidak mencurigai keadilan Tuhan. Kita melihat di sini ternyata nubuatan Firman Allah mengatakan kita akan ditanam dan tidak ada orang yang dapat mencabut lagi.

Pohon korma ini pelepahnya dipakai dalam pesta pondok daun-daunan. Ketika Tuhan Yesus masuk di Yerusalem dengan menunggangi keledai, orang-orang juga memakai pelepah kurma untuk dilambai-lambaikan sambil bersorak “Hosana”. Berarti anak Tuhan yang digambarkan seperti pokok korma yang tertanam dalam rumah Tuhan artinya kehidupan anak Tuhan yang ada dalam penggembalaan dan penggembalaan yang memiliki arah, bukan penggembalaan yang tidak punya arah. Hidupnya dalam penggembalaan diarahkan untuk tampil bagaikan Bait Allah, tampil sebagai Tubuh Kristus, Mempelai Wanita Sorga yang berkemenangan.

Dalam pujian Salomo terhadap kekasihnya, dia menggambarkan seperti pohon korma.
Kidung Agung 7:6-7
7:6 Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.
7:7 Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.

Berarti Mempelai Wanita kekasihnya Yesus bukan pribadi yang gampang patah semangat, bukan pribadi yang gampang menyerah pada pencobaan, bukan pribadi yang cepat kalah menghadapi tantangan. Ini sebabnya kita mau dipulihkan oleh Tuhan.
Kidung Agung 7:8
7:8 Kataku: "Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.

Berarti mempelai wanita yang seperti pokok korma ini dewasa rohani. Dewasa dalam pengertian bisa menjadi saluran berkat Firman bagi orang lain. Susu itu untuk memberikan asi kepada bayi-bayi, berarti bisa menjadi saluran Firman bagi orang lain. Ini orang yang dipulihkan oleh Tuhan. Ini orang yang tumbuh dalam gereja Tuhan dan orang yang merindu. Bukan menjadi kehidupan Kristen yang menonton tayangan iklan.

Tujuan Tuhan supaya pemulihan terjadi dan tidak bisa lagi dicabut. Artinya kalau sudah ada tanda untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan siapa lagi yang bisa merampas kita. Sebagai orang Kristen di penghujung akhir zaman ini, kita tidak akan bisa mengelak tantangan yang datang silih berganti, kita akan dihimpit oleh cobaan tetapi pertahankan sifatmu yang seperti pohon korma, jaga jangan patah. Perlihatkanlah bahwa saudara dewasa rohani. Kita sudah harus dewasa rohani, kita harus selalu siap memberi menjadi saluran berkat Firman Tuhan bagi orang lain. Ini yang Tuhan cari dan akan Tuhan lakukan dalam kehidupan gereja Tuhan.

Jangankan di dalam Bait Allah, di pelataran saja kita sudah harus ada kerinduan hati.
Mazmur 84:3,11
84:3 Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Baru di pelataran saja dia sudah merindu sebab di sana ada sukacita. Ketika masuk dalam pelataran kita mendapat pengampunan, di sana kita dibenarkan. Apalagi kalau masuk ke ruangan suci, kita lebih disucikan. Ini yang dia rindukan berarti dia ingin dosa-dosanya dia akui di pelataran dan diampuni oleh Tuhan.
Mazmur 32:1
32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

Ini yang dicari oleh Daud, dia ingin dosanya ditutupi. Itu yang dirindu oleh Daud. Di sini dia tertanam.

Mazmur 32:2-3
32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
32:3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;

Berdiam diri di sini berarti tidak ada kerinduan hati untuk maju sehingga terus dituduh oleh dosa. Orang fasik, dosa bertutur dalam hatinya namun dia sepi saja.
Mazmur 36:2
36:2 Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu,

Mazmur 32:4-5
32:4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. S e l a
32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. S e l a

Ini yang dirindu, bukannya mempertahankan dosa tetapi yang dirindukan penyelesaian dosa, mohon pengampunan. Itulah yang terjadi di halaman. Setelah itu meningkat ke ruangan suci masuk dalam penggembalaan di mana akar-akar dosa itu dicabut, penyucian makin mendalam.

Bila kita bertunas dan tumbuh di Bait Allah berarti kita digembalakan. Banyak orang Kristen sepertinya mengabaikan apa itu penggembalaan. Padahal di sanalah kita mendapatkan pelayanan, kita dibina dan di sanalah proses pemulihan itu berjalan.

Mazmur 92:13
92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

Ditanam di bait Allah namun bertunas di pelataran Allah. Berarti dia berada di Bait Allah namun ada anaknya di pelataran, seperti pohon pisang yang mempunyai anak. Artinya dia bisa melahirkan jiwa baru. Ini orang yang sedang berjalan dalam pemulihan. Hidupnya dia bawa untuk menjadi tubuh Kristus tetapi melahirkan anaknya tumbuh di pelataran.

Kalau kita ini BaitNya, kita digembalakan oleh Tuhan berarti kita tidak boleh keluar dari suasana Bait Allah. Orang yang dipulihkan adalah yang cinta suasana Bait Allah.
Efesus 2:20-21
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

Kalau kita Bait Allah kita dibangun tersusun rapi. Jangan memperebutkan yang bukan tempatmu, harus tersusun rapi, jangan memperebutkan yang bukah hakmu. Supaya kita tersusun rapi dibutuhkan dua hal, Firman pengajaran dan Firman nubuatan. Di dalam gereja kalau hanya dominan Firman pengajaran tanpa ditunjukkan apa nubuatannya maka tidak akan rapi tersusun. Kadang hamba Tuhan salah besar hanya menekankan Firman pengajaran tetapi mana nubuatannya. Bagiku setiap kali membaca Alkitab saya harus bergumul melihat dari dua sisi, satu dari sisi nubuatannya dan kedua dari sisi pengajarannya.

Mulai dari nikah jangan diperebutkan posisinya, suami itu kepala dan isteri itu tubuh. Bagaimanapun gobloknya suamimu, dia adalah kepala, kalau itu suamimu hargai dia. Betapa indah kalau saudara menghargai dia maka sekalipun dia bodah maka bisa menjadi pandai karena saudara mendukung. Ini harus dibangun dengan rapi tersusun lewat Firman pengajaran dan Firman nubuatan.

Lonceng dunia sekarang sudah bergerak kembali. Sekian ribu tahun lonceng itu sudah mati tetapi tiba-tiba bergerak jarumnya. Siapa yang menggerakkan? Tuhan. Lonceng dunia itulah Israel, sekarang sudah bergerak lagi. Itu berarti hari kedatangan Tuhan sudah dekat. Israel negara kecil dikeroyok oleh banyak negara tetapi tidak pernah negara yang mengeroyok itu menang. Dalam perang 6 hari bangsa Israel yang hanya 650.000 penduduk dan baru kemarin diproklamasikan langsung dikepung oleh tentara Arab tetapi tidak bisa dikalahkan. Siapa yang melindungi Israel? Tuhan.

Itu lonceng dunia yang harus kita perhatikan. Jangan kita main-main. Berilah dirimu ditanam Tuhan di rumah Tuhan. Berilah dirimu digembalakan yang ada dalam suasana pengaruh Bait Allah, pengaruh Tubuh Kristus.
Kisah Para Rasul 2:46
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

Mereka berada dalam pengaruh Bait Allah (suasana rohani/ tubuh Kristus). Tiap hari berada dalam Bait Allah artinya di manapun saudara berada, di ladang, di toko, di rumah tetapi biarlah pengaruh Bait Allah selalu ada, jaga keharmonisan dengan Tuhan. Mereka memecahkan roti secara bergilir berarti menunjuk kedewasaan di mana mereka bisa saling memberi.

Kisah Para Rasul 2:46
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

Artinya biarlah saudara ada di toko, di ladang dan bekerja sebagai tukang, biarlah pengaruh Bait Allah selalu ada, suasana Bait Allah itu ada. Jaga keharmonisan saudara dengan Tuhan. Kedewasaan mereka diperlihatkan di sini, mereka bisa saling memberi.

Kisah Para Rasul 2:47
2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Semakin mereka bertekun dalam Bait Allah, maka tumbuh tunas di halaman. Artinya ada jiwa baru yang dimenangkan. Cara Tuhan bekerja ini memang tidak bisa kita selami dengan akal kecuali kita tenggelam dan dekati dengan iman. Kalau hanya didekati dengan akal kita bisa gila. Kalau Tuhan bekerja seakan-akan tidak masuk akal tetapi itulah yang Tuhan kerjakan.

Mazmur 27:4
27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Jadi hidupnya selalu menyaksikan kebaikan Tuhan, tidak mau lepas dengan pengaruh Bait Allah.
Mazmur 118:19-21
118:19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
118:20 Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
118:21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Kita gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini biarlah kita perhatikan, apakah kita ini ada dibawah pengaruh Bait Allah. Kalau benar kita ada dibawah pengaruh suasana Sorga, pasti bertunas di halaman, artinya ada jiwa baru yang saudara menangkan. Jangan mengambil sikap masa bodoh. Biarlah untuk dosa kita bermasa bodoh tetapi untuk Tuhan kita harus serius. Untuk dosa kita katakan “tidak”, untuk Tuhan kita katakan “ya”.

Ibrani 12:22-23
12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

Secara rohani kita sudah ada di Yerusalem Sorgawi. Alangkah tidak bijaknya kalau saudara sudah menjadi warga Yerusalem Sorgawi lalu malah keluar. Jangan kita hempaskan berkat sulung. Tuhan sudah sulungkan kita, itu pemberian Tuhan pada level yang di atas, mengapa mau dilepaskan.
Orang yang melepaskan sekarang terlihat aman terkendali karena Tuhan belum menghukum. Di katakan karena penghukuman itu belum langsung dijatuhkan maka manusia membiasakan diri berbuat dosa. Satu saat kalau Tuhan menyatakan kemurahan Tuhan sudah berakhir baru orang itu akan menangis dengan air mata darah. Ini jangan terjadi pada diri kita.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar