20150617

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 17 Juni 2015 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yehezkiel 48:8-25
48:8 Berbatasan dengan wilayah Yehuda, dari perbatasan sebelah timur sampai perbatasan sebelah barat, terdapat persembahan khusus yang harus kamu khususkan, yaitu dua puluh lima ribu hasta lebarnya, dan panjangnya sama dengan panjang satu bagian, yaitu dari perbatasan sebelah timur sampai perbatasan sebelah barat, dan di tengah-tengahnya terdapat tempat kudus.
48:9 Bagian persembahan khusus yang harus kamu khususkan bagi TUHAN, panjangnya dua puluh lima ribu hasta dan lebarnya dua puluh ribu hasta.
48:10 Dan bagi orang-orang inilah persembahan khusus yang kudus itu: Bagian imam-imam ialah panjangnya di utara dan selatan dua puluh lima ribu hasta, dan lebarnya di timur dan di barat sepuluh ribu hasta. Dan di tengah-tengahnyalah terletak tempat kudus TUHAN.
48:11 Inilah bagian imam-imam, yang sudah dikuduskan, yaitu bani Zadok, yang memelihara kewajibannya terhadap Aku dan yang tidak turut sesat dalam kesesatan orang Israel, seperti orang-orang Lewi.
48:12 Ini adalah bagian khusus bagi mereka dari tanah yang sudah dikhususkan, suatu hal yang maha kudus, berbatasan dengan bagian orang-orang Lewi.
48:13 Bagian orang-orang Lewi ialah sejajar dengan wilayah imam-imam, panjangnya dua puluh lima ribu hasta dan lebarnya sepuluh ribu hasta. Jadi seluruhnya ialah: panjang dua puluh lima ribu hasta dan lebar dua puluh ribu hasta.
48:14 Mereka tidak boleh menjual sedikit pun dari situ atau menukarnya, dan mereka tidak boleh mewariskan yang terbaik dari negeri itu kepada orang lain, sebab itu kudus bagi TUHAN.
48:15 Yang tertinggal dari lebarnya, yaitu lima ribu hasta lagi, yang berbatasan dengan yang dua puluh lima ribu hasta itu adalah tidak kudus, tetapi itu untuk keperluan kota sebagai tempat tinggal dan tanah perladangan.
48:16 Dan ukurannya adalah begini: sebelah utara dan selatan: empat ribu lima ratus hasta, sebelah timur dan barat: juga empat ribu lima ratus hasta.
48:17 Sekeliling kota itu ada tanah lapang, di sebelah utara dan selatan dua ratus lima puluh hasta, serta di sebelah timur dan barat dua ratus lima puluh hasta juga.
48:18 Yang tertinggal dari panjangnya, yang sejajar dengan persembahan khusus yang kudus itu, adalah sepuluh ribu hasta di sebelah timur dan sepuluh ribu hasta di sebelah barat dan hasilnya ialah menjadi makanan untuk pekerja-pekerja di kota itu.
48:19 Pekerja-pekerja ini, yang datang dari semua suku Israel, akan mengerjakannya.
48:20 Seluruh persembahan khusus itu adalah dua puluh lima ribu hasta kali dua puluh lima ribu hasta. Dalam bentuk empat persegi kamu harus mengkhususkan persembahan khusus yang kudus itu bersama milik kota itu.
48:21 Selebihnya adalah milik raja, yaitu di sebelah timur dan barat dari persembahan khusus yang kudus dan milik kota itu, dan berbatasan dengan yang dua puluh lima ribu hasta itu, ke timur sampai di perbatasan timur dan ke barat sampai di perbatasan barat dan sejajar dengan bagian suku-suku lain, adalah untuk raja. Di tengah-tengah bagian itu adalah persembahan khusus yang kudus dan Bait Suci.
48:22 Terkecuali milik orang-orang Lewi dan milik kota itu -- yang terletak di tengah-tengah kepunyaan raja itu -- maka yang diapit oleh wilayah Yehuda dan Benyamin adalah bagi raja.

Wilayah untuk raja dan sekaligus bait suci adalah wilayah yang diapit oleh wilayah suku Yehuda dan suku Benyamin. Sebab dari dua suku ini, khususnya Benyamin, raja Israel pertama berasal dari suku Benyamin yaitu Saul. Kemudian raja dari suku Yehuda berlanjut terus menerus, tidak pernah diganti oleh suku lain hingga Yesus datang. Ini ada hubungannya dengan Bait Allah.

Ketika kita datang beribadah, kita datang mendengarkan Firman Allah, jangan kita samakan dengan menonton tayangan iklan. Bila suka diambil, bila tidak suka ditolak, itu kalau menonton tayangan iklan. Ini banyak terjadi dalam gereja, bila Firman Tuhan ditampilkan kadang ada sifat penolakan. Ini sama seperti hanya melihat tayangan iklan. Hal ini yang paling berat dalam gereja Tuhan, kalau dia suka dia terima, kalau tidak suka ditolak.

Yang paling penting dalam ibadah adalah pemberitaan Firman maka tidak ada alasan untuk kita tolak. Setajam apapun Firman Tuhan jangan kita tolak sebab itu adalah uluran tangan Tuhan untuk membentuk kehidupan kita. Kalau kita tolak sama dengan kita menolak uluran tangan kasih Tuhan untuk menolong kita.

Contohnya iklan rokok. Dikatakan rokok itu membunuh dan menyebabkan kanker serta sebagainya. Tetapi karena hanya iklan maka orang yang ingin merokok sekalipun dia melihat dia tetap merokok. Lebih dalam lagi untuk hamba Tuhan, hamba Tuhan sudah mendengar Firman bahwa seorang hamba Tuhan tidak boleh berhutang tetapi karena menganggap itu hanya iklan maka setelah itu dia tetap berhutang. Jadi orang itu mendengar Firman hanya menganggap itu tayangan iklan. Hal ini mengerikan sekali.

Kita ini mau dibawa oleh Tuhan pada rencana Allah yang besar. Orang yang menganggap Firman itu hanya iklan bisa mendengar Firman tetapi animonya untuk ke sana tidak ada. Hanya sekedar mendengar dan tidak mau melibatkan diri. Mengerikan kehidupan yang seperti itu. Sekarang ini di satu negara ada hujan laba-laba. Dunia ini makin aneh, tetapi orang Kristen akhir zaman ini juga makin aneh.

Milik atau berkat imam dan orang-orang Lewi ini ada di tengah-tengah wilayah umat. Jadi kehadiran pelayanan imam dan orang Lewi yang ada di tengah-tangah umat itu adalah pusat atau peran inti dan menetukan rohani yang ada di sekelilingnya. Peran imam dan orang Lewi ini sangat menentukan kerohanian umat Tuhan. Tuhan tidak menaruh imam dan orang Lewi ini di sudut-sudut tetapi di tengah.
Bilangan 1:53
1:53 tetapi orang Lewi haruslah berkemah di sekeliling Kemah Suci, tempat hukum Allah supaya umat Israel jangan kena murka; orang Lewi haruslah memelihara Kemah Suci, tempat hukum itu."
Mereka ini bagaikan tokoh sentral untuk kerohanian umat Tuhan. Kehadiran kami hamba Tuhan di tengah-tengah umat Tuhan itu benar-benar bagaikan tokoh sentral, penentu kerohanian dari sidang jemaat.

Tetapi yang anehnya di wilayah yang 12 suku yang lain tidak ada disebutkan ada tempat yang tidak kudus. Tetapi di wilayah Lewi, di wilayah imam-imam ada disebutkan tempat yang tidak kudus. Ini mengerikan! Kenapa justru di wilayah Lewi yang adalah sentral malah ada sepenggal wilayah yang disebut tidak kudus.

Jadi penampilan kami hamba Tuhan, harus menyikapi hal ini dengan hati-hati. Sebab ternyata di tengah-tengah itu ada gerakan yang tidak kudus.
Ayub 1:6;2:1
1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
2:1 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN.

Datang anak-anak Allah dan hadir juga si najis. Jadi ada di wilayah kudus tetapi dihadiri iblis. Jadi selalu iblis ini datang menghadap Tuhan.
Ayub 1:7;2:2
1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."
2:2 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."

Kita lihat dahulu di sini, anak-anak Allah datang beribadah di tempat yang kudus. Mereka hadir di Sorga. Sorga itu suasananya kudus, iblis itu najis, namun dia ada di situ. Tetapi kita perhatikan pada ayat di atas, itu yang lebih dahulu ditanya oleh Tuhan. Seakan-akan Tuhan mengabaikan mereka yang datang dengan hati nurani yang tulus dan suci. Bukan berarti Tuhan menolak mereka tetapi yang lebih dahulu disapa oleh Tuhan adalah iblis ini.

Ayub 2:2 (Terjemahan Lama)
2:2 Maka firman Tuhan kepada syaitan itu: Dari mana engkau? Maka sahut syaitan kepada Tuhan, sembahnya: Dari pada jalan keliling dan beridar-idar di atas bumi.

Dikatakan “sembahnya” enak didengar, indah bahasanya padahal munafik! Menghadap Tuhan ikut sertakan dengan angka 10.000. Di tengah-tengah penampilan di mana ada yang tidak kudus ini maka Tuhan tampilkan angka 10.000, angka Firman pengajaran untuk membersihkan yang tidak kudus supaya menjadi kudus.

Saudara tidak tahu posisi saya, saya juga tidak tahu posisi saudara, hanya Tuhan yang tahu posisi kita. Apakah kita ada pada yang tidak kudus atau yang kudus. Kalau ada pada posisi yang tidak kudus jangan tolak angka 10.000 ini, itu angka Firman pengajaran ini. Firman pengajaran ini yang digandrungi oleh Sulamit dan tidak mau dia lepaskan. Rasul Paulus juga memberikan penekanan begitu pentingnya penampilan Firman pengajaran di dalam gereja Tuhan.
I Korintus 4:15
4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

Angka 10.000 ini dihubungkan dengan yang tidak kudus supaya yang tidak kudus itu menjadi kudus. Tuhan memperlihatkan di sini bukan berarti Tuhan salah “kenapa di tempat kudus ada yang tidak kudus”. Bukan itu masalahnya. Sekarang ini memang iblis masih naik turun ke Sorga, tetapi dalam Wahyu pasal 12 dikatakan suatu saat tempat iblis akan dihapus di sorga.
Wahyu 12:10
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Berarti di dalam kekudusan suatu saat bagian yang tidak kudus itu tidak ada lagi. Kalau seseorang tidak digarap oleh Firman pengajaran berarti dia tetap tidak kudus maka tidak ada tempatnya di Sorga. Itu sebabnya sekarang ini jangan kita tolak Firman pengajaran.

Yang memegang peranan di sini adalah Lewi dan imam-imam yang bagaikan inti atau pusat yang memegang peran sentral dalam pertumbuhan rohani sidang jemaat. Ketika mendengar Firman jangan kita hanya seperti menonton tayangan iklan. Ibadah pelayanan bukan hanya sesuatu pengisi acara atau sesuatu yang biasa-biasa saja.

Dikatakan wilayah itu selalu bersinggungan dengan soal kekudusan. Berkali-kali dikatakan kudus.
Yehezkiel 48:8,10-12,14
48:8 Berbatasan dengan wilayah Yehuda, dari perbatasan sebelah timur sampai perbatasan sebelah barat, terdapat persembahan khusus yang harus kamu khususkan, yaitu dua puluh lima ribu hasta lebarnya, dan panjangnya sama dengan panjang satu bagian, yaitu dari perbatasan sebelah timur sampai perbatasan sebelah barat, dan di tengah-tengahnya terdapat tempat kudus.
48:10 Dan bagi orang-orang inilah persembahan khusus yang kudus itu: Bagian imam-imam ialah panjangnya di utara dan selatan dua puluh lima ribu hasta, dan lebarnya di timur dan di barat sepuluh ribu hasta. Dan di tengah-tengahnyalah terletak tempat kudus TUHAN.
48:11 Inilah bagian imam-imam, yang sudah dikuduskan, yaitu bani Zadok, yang memelihara kewajibannya terhadap Aku dan yang tidak turut sesat dalam kesesatan orang Israel, seperti orang-orang Lewi.
48:12 Ini adalah bagian khusus bagi mereka dari tanah yang sudah dikhususkan, suatu hal yang maha kudus, berbatasan dengan bagian orang-orang Lewi.
48:14 Mereka tidak boleh menjual sedikit pun dari situ atau menukarnya, dan mereka tidak boleh mewariskan yang terbaik dari negeri itu kepada orang lain, sebab itu kudus bagi TUHAN.

Ini sudah harus menjadi pemikiran kami. Dan kalau ini menjadi buah pemikiran kita maka tangan, pikiran, perasaan, langkah, kata kita sudah ada kendala sehingga untuk melakukan yang tidak kudus rasanya terkendala tetapi untuk melakukan yang kudus kita bisa berjalan dengan mudah. Seorang imam yang menjadi pusat pemikirannya adalah tentang kekudusan.
Tuhan tunjuk satu pribadi dan yang akan diberi penekanan adalah persoalan kesesatan.
Yehezkiel 48:11
48:11 Inilah bagian imam-imam, yang sudah dikuduskan, yaitu bani Zadok, yang memelihara kewajibannya terhadap Aku dan yang tidak turut sesat dalam kesesatan orang Israel, seperti orang-orang Lewi.

Ini yang harus menjadi bagian dari pemikiran kita bahwa akhir zaman ini terlalu mudah dan terlalu banya muncul hal-hal dari berbagai sisi kehidupan kita untuk menyerang kita, untuk merebut kita dan untuk menyesatkan kita. Tanda-tanda pertama kedatangan Yesus pada kali yang kedua adalah roh penyesatan. Itu 4 kali disebutkan dalam Matius pasal 24
Matius 24:4,5,11,24
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

Sialnya lagi kita harus melihat di sini, penyesatan itu muncul di mana umat Tuhan yang beribadah dikatakan harus kena aniaya. Sementara umat Tuhan dan hamba Tuhan sedang teraniaya batinnya maka muncul penyesat ini. Kemudian dihiburkan pada ayat di bawah ini:
II Timotius 3:12
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

Akan teraniaya berarti ada percikan-percikan darah. Kita tidak harus menunggu ditembak dengan bedil atau disayat dengan pisau. Orang yang beribadah seringkali batinnya teraniaya, jiwanya teraniaya tetapi apakah kita harus surut langkah? Apakah mau berkata “selamat tinggal Yesus, saya tidak sanggup, saya tidak mampu untuk hidup dalam kesucian dan untuk mengejar kekudusan, saya merasa seperti teraniaya”. Jangan berkata seperti itu!
II Timotius 3:14
3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

Pada ayat 12 teraniaya, pada ayat 14 adalah hiburan.
II Timotius 3:13
3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
Ini yang berbahaya, penyesatan justru terjadi di tengah ibadah. Seringkali orang yang tidak datang mendengar Firman ini malah yang tersinggung. Apakah harus dihalangi saya menyampaikan Firman? Tidak! Ini kebenaran Firman untuk mengingatkan saudara dan saya.

Kenapa terselip ayat 13 di antara ayat 12 dan 14? Itu berarti di tengah ibadah pelayanan ada yang tidak kudus, akan muncul orang seperti ini.

Imam dan Lewi itu dari suku Lewi yang tidak boleh punya pusaka. Imam ini mempunyai tugas khusus kemudian dibantu oleh Lewi. Ini pelayanan yang harus diterapkan dalam ibadah. Pelayan-pelayan ini sudah harus ada pikiran lebih dalam bagaimana mengangkat mutu rohani jemaat sebab tokoh sentral adalah imam-imam dan orang-orang Lewi.

Imam besar saja dalam Zakharia pasal 3 masih melayani dengan pakaian kotor tetapi Tuhan suruh ganti pakaiannya. Dia tidak marah dan menerima. Padahal seorang imam besar harus menentukan sesatnya seseorang atau jahilnya seseorang tetapi bagaimana kalau dia sendiri kotor.
Ibrani 5:1-2
5:1 Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.
5:2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan,

Ini tugas tokoh sentral. Dia harus mengerti orang itu jahil. Jahil ini bisa dikatakan nakal, suka menghalalkan yang haram. Imam besar Yosua melakukan yang salah, tidak seperti dalam Ibrani 5:2. Kemudian Yosua ditegur. Apakah teman-teman Yosua tega melihat di samping kanannya ada iblis si penuduh? Tentu tidak tega. Makanya ada proses untuk menolong dia. Untung imam besar Yosua yang tugasnya untuk mengetahui yang jahil dan sesat, ketika ditegur dia terbuka hati untuk menerima. Akhirnya dia diberikan pakaian pesta. Jadi kehidupan yang mau ditolong oleh Tuhan sekalipun disampaikan dengan tajam dan tersinggung perasaannya tetapi kalau mau menerima percikan darah maka dia akan layak memiliki pakaian pesta.

Kalau imam besar mengenakan pakaian pesta maka mudah mengenakan pakaian pesta kepada jemaat. Kalau imam atau pelayan ini mengerti soal bahasa kekudusan maka tidak sulit menerapkan kekudusan kepada jemaat.

Jadi tujuan kita mendengarkan Firman bukan menonton tayangan iklan. Tugas kami hamba Tuhan sangatlah mulia, walaupun berat kita tidak sendiri, kita berpasangan dengan Tuhan Yesus. Dia adalah mitra kerja kita.
1 Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.


Ibrani 5:1-2
5:1 Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.
5:2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan,

Dia harus paham yang bagaimana disebut jahil dan yang bagaimana disebut sesat. Kalau yang jahil dan yang sesat itu dibiar berarti bukan sorga sasarannya, bukan kesempurnaan tubuh Kristus sasarannya. Kalau dibiar ke mana muara pelayanannya? Bukan berarti yang menegur itu sudah sempurna tetapi Alkitab mengatakan lebih baik pukulan sahabat dari pada ciuman seteru.
Amsal 27:6
27:6 Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.

Amsal 27:6 (Terjemahan Lama)
27:6 Jikalau dipalu oleh sahabat, ia itulah tanda setia, tetapi cium seteru patut ditangkiskan dengan doa.

Ketika Petrus dan temannya diadili, mereka menghadapi orang yang mengadili yaitu para petinggi agama Yahudi. Petrus berkata “kepada siapa kami harus taat? Hanya kepada Tuhan bukan kepada kamu”. Kemudian mereka terlentang untuk dicambuk lalu setelah dilepas mereka berbahagia sebab telah mengambil bagian dari sengsara Kristus, itulah percikan darah. Jadi makin banyak percikan darah kita terima maka kita makin dipakai Tuhan. Percikan darah itu penting supaya kita makin dipakai oleh Tuhan.

Apa yang dikatakan dalam Yehezkiel 48:11, kita melihat peran sentral dari hamba-hamba Tuhan adalah untuk penentu kerohanian umat Tuhan. Saya menyadari pelayanan di belakang mimbar ini bukan main-mainan. Tanggung jawabnya tidak enteng. Dalam hal kekudusan inilah harus menjadi buah pemikiran imam dan Lewi.

Arti Lewi adalah menggabungkan, menghubungkan, melekatkan dan mengikat. Itu adalah tugasnya Lewi, tugasnya imam, yaitu mau menggabungkan, menghubungkan, melekatkan dan mengikat anggota Tubuh Kristus kepada Kepala.

Kita harus rela menerima lawatan Tuhan walaupun sakit ketika mendengar Firman. Sekeras dan setajam apapun Firman Allah, ujung-ujungnya adalah kebahagiaan. Tetapi semanis madu bujuk rayu iblis, ujung-ujungnya kebinasaan.
Amsal 10:17
10:17 Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

 

Untung imam Besar Yosua mau menerima.
Zakharia 3:1-4
3:1 Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
3:2 Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"
3:3 Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,
3:4 yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."

Ketika melihat seseorang berpakaian kotor tidak sopan kita langsung menanggalkannya, tentu kita lebih dahulu menegur dan menunjukkan kotorannya. Kalau yang ditegur itu mau menerima baru kita tanggalkan bajunya dan diganti. Tetapi kalau tidak mau apa boleh buat.

Itu sebabnya kita harus ada kerelaan hati karena kita ini dipercayakan oleh Tuhan suatu jaminan untuk mengangkat mutu rohani sidang jemaat, sebab hamba Tuhan memegang peranan penting dalam sidang jemaat maka alangkah indah dan elok kalau kita mau menanggalkan pakaian yang kotor dan memakai pakaian kudus supaya tidak sulit kita mengenakan pakaian pesta atau pakaian kekudusan kepada jemaat.

Mari kita melihat dari pandangan Tuhan yang memakai rasul Paulus.
I Timotius 4:6
4:6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

Selalu diikutkan dengan mengingatkan hal itu kepada saudara-saudara. Wajar kalau saudara memperingatkan saya dan wajar juga kalau saya mengingatkan saudara. Apalagi kalau yang mengingatkan itu melihat tempat orang labil, mudah longsor, atau arah perjalanannya sangat bahaya.

Kalau suami melihat isterinya melakukan yang kurang pas yang saudara anggap membahayakan rohaninya, apakah suami akan diam? Wajar kalau suami mengingatkan karena suami itu gembala kecil dalam sidang. Apalagi dalam pembentukan Tubuh Kristus wajar kalau kita mengingatkan sebab orang yang memperingatkan dan berani berbicara itu di hadapan Tuhan adalah pelayanan Tuhan yang baik. Mau menjadi pelayan Tuhan yang baik maka jangan sungkan memberikan peringatan kepada sesama. Terima atau tidak itu terpergantung orang itu yang penting kita tampil sebagai pelayan yang baik di hadapan Tuhan.

I Timotius 4:7
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
Dalam ibadah jangan sampai membawa tahyul dan dongeng nenek-nenek, artinya jangan membawa hal-hal yang di masa lalu.

I Timotius 4:8-16
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.
4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.
4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.
4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Penentunya ada pada ayat 16. Ini menentukan mati hidup rohani sidang jemaat. Kita tidak bisa mengelak. Rohani sidang jemaat tidak bisa tumbuh kalau salah dari belakang mimbar, sidang jemaat bisa tumbuh kalau benar dari belakang mimbar.

Jadilah teladan dalam perkataan. Dalam perkataan ini ada empat perkara:
1.      Dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar.
2.      Mengenal dengan benar serta mengatur.
3.      Mengetahui dengan tepat.
4.      Ada saatnya diam dan ada saat berbicara.
Yang keempat ini sudah berbahaya. Ada sisi yang paling berbahaya di sini. Sebab pernah Yehezkiel dibuat Tuhan bisu, bila umat Tuhan datang dia tidak mau menyampaikan Firman. Tetapi kalau Tuhan berbicara dengan dia, Tuhan membuka suaranya. Kalau seseorang tidak mau berbicara dan dia diam sekalipun dia tahu ada sesuatu yang kurang pas maka ada dua kemungkinan:
Ø  Tuhan yang menutup mulutnya untuk tidak berbicara
Ø  Dia sungkan atau malu berbicara
Tetapi kalau dia hamba Tuhan dia tidak akan malu dan tidak sungkan.

Penentu rohani kita bertumbuh, tidak lepas dari peran sentral seorang gembala.


Yehezkiel 48:17
48:17 Sekeliling kota itu ada tanah lapang, di sebelah utara dan selatan dua ratus lima puluh hasta, serta di sebelah timur dan barat dua ratus lima puluh hasta juga.

Jumlah keliling dari tanah lapang ini 1000 hasta dan ini terbuka. Berarti di wilayah imam, di wilayah Lewi, ada tanah lapang, ada hal yang terbuka. Atau bahasa sekarang adalah transparan. Saya sebagai hamba Tuhan  harus transparan/ tidak ada yang tersembunyi.
Titus 2:9
2:9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,

Secara hurufiah ini hubungan hamba dengan majikannya. Secara rohani ini hubungan kita dengan Tuhan. Apakah dia hamba Tuhan fulltimer ataupun sidang jemaat, dia adalah hamba kebenaran, jangan kita membantah.

Titus 2:10
2:10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

Harus tulus dan setia berarti harus terbuka seperti tanah lapang. Maksudnya supaya Firman pengajaran itu dimuliakan, ajaran Tuhan itu dimuliakan. Dikunci dengan kata “Juruselamat kita”. Kalau ditekankan “ajaran Allah, Juruselamat kita” maka kita sudah harus berpikir kita selamat karena ada Juruselamat kita. Tanpa ada juruselamat kita tidak akan selamat, tanpa pengorbanan Kristus saya dan saudara tidak selamat. Setelah kita diselamatkan karena pengorbanan Kristus kemudian Dia berikan kita ajaran, tujuannya supaya kita memuliakan ajaranNya. Yang berbunga-bunga hati, yang senang, gembira dan bersukacita adalah Juruselamat kita karena orang yang diselamatkan memuliakan ajaranNya. Itu yang Tuhan inginkan dari dalam kehidupan kita.

Kita harus transparan, kita harus terbuka. Rasul Paulus adalah contoh hamba Tuhan yang sangat terbuka. Keterbukaannya benar-benar dia paparkan di depan sidang jemaat Tesalonika.
I Tesalonika 2:1-2
2:1 Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia.
2:2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.

Rasul Paulus tidak surut langkah ketika dia dianiaya di Filipi sampai babak belur dan masuk penjara, tetapi tetap dengan berani memberitakan Injil. Seandainya waktu itu Paulus menggunakan pemikiran daging maka ketika kepala penjara sudah menghunus pedang untuk membunuh diri karena melihat situasi yang terjadi (jelas mereka melihat kuasa Allah nyata, pintu terbuka, belenggu terlepas dan semua terbebas) maka Paulus bisa membalas kepala penjara. Tetapi Paulus tidak begitu. Punggungnya sakit habis dipukul, darah segar masih mengalir dan badannya sudah memar tetapi Paulus tidak tampil dengan daging mengahadapi kepala penjara. Ini karakter hamba Allah, saat itu kesempatan untuk membalas ada tetapi dia tidak menggunakan peluang. Itulah Paulus sehingga dia berani berkata “ikutilah teladanku seperti aku mengikuti teladan Kristus”.
I Petrus 2:21
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Tuhan Yesus dalam derita tidak membalas, kita ini baru tersinggung sedikit marahnya luar biasa. Apalagi mau diukurkan tongkat bambu seperti dalam Wahyu pasal 11. Bambu seperti yang dipukulkan kepada Yesus di pengadilan Pilatus. Suasana itu akan dipakai sebagai ukuran Bait Allah. Kalau ketika dicaci maki saudara tidak bisa menerima maka saudara tidak masuk ukuran Tuhan. Sangat di sayangkan kalau gampang tersinggung. Bagaimana kalau bambu itu dipakai mengukur kita. Bagaimana pengalaman Yesus dalam pengadilan Pilatus dengan tongkat bambu kalau itu direntang untuk mengukur Bait Allah yaitu kita ini? Apakah kita masuk ukuran atau tidak. Kita sudah banyak mendengar dan banyak tahu tetapi hanya seperti melihat tayangan iklan. Di jauhkan Tuhan jangan kita seperti itu.

Sedikit hari lagi Tuhan akan mengukur kita, banyak kejadian nyata hari-hari terakhir ini tetapi seringkali kita anggap sepi, kita anggap tersiksa daging kita kalau disentuh oleh Firman.
I Tesalonika 2:3-6
2:3 Sebab 1nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau 2dari maksud yang tidak murni dan juga 3tidak disertai tipu daya.
2:4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, 4bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.
2:5 Karena kami 5tidak pernah bermulut manis -- hal itu kamu ketahui -- dan 6tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- Allah adalah saksi --
2:6 juga 7tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.

Ini rasul Paulus yang adalah teladan kita yang berani berkata “ikutilah teladanku seperti aku mengikuti teladan Kristus”. Kita telah diwariskan teladan oleh Tuhan.

Apapun yang kita terima dalam pelayanan kita, mungkin ada orang yang tidak senang dengan kita, belajarlah kita diam dan tidak usah membantah.
I Petrus 2:21
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Meninggalkan jejak ini dalam terjemahan lain yang paling tepat adalah adalah mewariskan.
I Petrus 2:22-24
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Dia adalah tokoh sentral untuk mengangkat rohani kita bangsa kafir. Jangan sedikitpun saudara berpikir bahwa rohanimu bisa bertumbuh tanpa pelayanan dari tokoh sentral. Kalau saja rohanimu bisa tumbuh sendiri maka Tuhan tidak perlu mengangkat jabatan-jabatan pelayanan. Hempaskan pandangan bahwa saudara bisa bertumbuh tanpa ada pelayanan hamba Tuhan. Itu bukan sistem Sorga. Itu sebabnya tidak ada alasan bagi saudara untuk merendahkan tokoh sentral dalam sidang jemaat. Apalagi kalau dia serius mengangkat soal kekudusan Tuhan dalam sidang jemaat.

Lagi-lagi saya katakan kenapa dan mengapa ada wilayah yang tidak kudus di tengah-tengah wilayah imam-imam dan orang Lewi. Walaupun demikian masih Tuhan kaitkan dengan angka 10.000.
Yehezkiel 28:18
48:18 Yang tertinggal dari panjangnya, yang sejajar dengan persembahan khusus yang kudus itu, adalah sepuluh ribu hasta di sebelah timur dan sepuluh ribu hasta di sebelah barat dan hasilnya ialah menjadi makanan untuk pekerja-pekerja di kota itu.

I Korintus 4:15 (Terjemahan Lama)
4:15 Karena meskipun kamu ada sepuluh ribu guru di dalam Kristus, tetapi kamu tiada banyak Bapa; karena di dalam Kristus Yesus aku ini telah memperanakkan kamu dengan Injil itu.

10.000 itu ada hubungannya dengan firman pengajaran. Bukan berarti 10.000 pengajaran itu yang harus kita anut.
Kidung Agung 5:10
5:10 -- Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.

Walaupun ada 10.000 pengajar tetapi hanya ada 1 yang menyolok mata yaitu Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Jangan terbias dengan pengajaran yang lain. Banyak sidang jemaat bahkan satu wilayah yang hancur kerohaniannya karena banyak masuk pengajaran yang lain-lain.

Jangan terbias dengan istilah-istilah psikologis. Secara ilmiah mereka mengatakan manusia itu hanya mampu kurang lebih satu jam untuk menyerap sesuatu pengajaran, lebih dari itu pikirannya sudah kalut dan tidak mampu. Itu pikiran manusia tetapi sudah masuk dalam gereja. Mereka sudah menyingkirkan Roh Kudus, menyingkirkan kuasa Allah. Padahal kuasa Allah memampukan manusia. Katakanlah orang itu tidak berpendidikan tetapi kalau dia ada kuasa Roh Kudus maka dia akan mampu menyerap pengajaran. Tetapi karena dicemari ajaran ini maka banyak orang pengajaran yang hancur rohaninya.

Kalau saudara ada roh Mempelai seperti Sulamit maka walaupun banyak pengajaran tetapi hanya satu yang menyolok mata yaitu Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Selain dari pada itu jangan kita memasang telinga.

Yehezkiel 48:21-22
48:21 Selebihnya adalah milik raja, yaitu di sebelah timur dan barat dari persembahan khusus yang kudus dan milik kota itu, dan berbatasan dengan yang dua puluh lima ribu hasta itu, ke timur sampai di perbatasan timur dan ke barat sampai di perbatasan barat dan sejajar dengan bagian suku-suku lain, adalah untuk raja. Di tengah-tengah bagian itu adalah persembahan khusus yang kudus dan Bait Suci.
48:22 Terkecuali milik orang-orang Lewi dan milik kota itu -- yang terletak di tengah-tengah kepunyaan raja itu -- maka yang diapit oleh wilayah Yehuda dan Benyamin adalah bagi raja.

Ada kalimat yang penting yang perlu diulangi “ke timur sampai di perbatasan timur dan ke barat sampai di perbatasan barat dan sejajar dengan bagian suku-suku lain, adalah untuk raja”, ini milik Raja itulah Yesus dan di sana ada Bait Suci.

Berarti di sini kita diingatkan oleh Tuhan untuk tidak melampaui batas timur. Katakanlah sekarang rohani kita masih standar, masih di timur, masih di halaman, jangan kita keluar lagi ke padang gurun. Sebab kalau keluar dari batas ini berarti ada di padang gurun. Selemah apapun tekanan batin kita tetapi jangan lewati timur sampai di perbatasan timur.

Juga ke barat sampai perbatasan barat. Artinya jangan kita juga melambung dan merasa lebih suci dari Roh suci. Ada standarnya ada ukurannya. Kita dari timur sampai ke barat, dari pintu gerbang sampai ke ruangan maha suci. Di situ standar perjalanan kita. Itu wilayah Raja, di situ Raja dan saudara diajak ke situ. Di mana Raja berada di situ kita berada. Itu sebabnya Bait Allah ada di situ.

Sidang jemaat Laodekia yang sudah berantakan Tuhan cegah supaya jangan keluar dari batas timur. Ketika Tuhan melihat gejala mereka akan ke sana maka Tuhan hadir dan mengetuk pintu ingin masuk makan bersama dengan mereka.
Wahyu 3:21
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Di situlah Tuhan mengajak kita. Di mana Raja di situ ada Bait Allah, itulah kita gereja Tuhan.

Wilayah itu diapit oleh wilayah Yehuda dan Benyamin. Raja pertama Israel dari suku Benyamin. Begitu bangga orang-orang yang berasal dari suku Benyamin sebab raja pertama Israel berasal dari suku Benyamin. Pauluspun bangga karena dia dari suku Benyamin.
Filipi 3:5
3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,

Penampilan suku Benyamin ini suatu kebanggaan. Kalau kita melihat perjalanan kita terkatrol, terarah menuju pada kegenapan rencana Allah maka kita seharusnya bangga dan bermegah sebab kehidupan yang kotor ditolong oleh Tuhan, kehidupan yang tidak layak dan tidak pantas diselamatkan oleh Tuhan. Orang Yehuda bangga sebab raja berasal dari suku Yuhuda dan Tuhan Yesus juga berasal dari suku Yehuda. Jadi baik suku Benyamin maupun suku Yehuda sama-sama memiliki kebanggaan.

II Korintus 1:14
1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

Apa yang saudara mau banggakan kalau pelayanan saya tidak becus. Dan apa yang kita mau banggakan kalau kita sama-sama tidak berhasil. Jangan hal itu terjadi. Pergumulan kita supaya kita mencapai standar ini.

Jemaat itu adalah mahkota hamba Tuhan bila dia berhasil. Itu sebabnya saya merindukan agar jemaat ini jangan seperti pribahasa dunia “hidup segan mati tak mau”. Hidup segan sebab tidak ada tanda pertumbuhan dan takut mati. Biarlah kita ada pertumbuhan.

Yehezkiel 48:22
48:22 Terkecuali milik orang-orang Lewi dan milik kota itu -- yang terletak di tengah-tengah kepunyaan raja itu -- maka yang diapit oleh wilayah Yehuda dan Benyamin adalah bagi raja.

Lewi ada di situ hanya seakan-akan dia terpisah padahal dia ada tergabung di dalamnya. Lewi dikecualikan, ada priortias khusus kepada Lewi. Di sini Lewi, pelayan Tuhan, dipromosikan oleh Tuhan.

Di penghujung akhir zaman ini kita mau dihentar oleh Tuhan pada satu tingkat rohani dan yang memegang peran inti adalah kami hamba Tuhan (gembala).

Berapapun jiwa yang saudara layani, satu atau dua jiwa tetapi kalau dia berhasil menjadi mahkota maka itu lebih berharga dibandingkan hamba Tuhan yang melayani ratusan atau bahkan ribuan jemaat tetapi tidak ada yang berhasil dibawa menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Jangan kita mati rohani, Tuhan Yesus sudah mau datang. Dia memiliki wilayah dan di situ Bait Allah. Dia mengajak kita ke sana. Dia tidak mengajak kita di luar. Ke timur sampai batas timur, ke barat sampai batas barat, itulah Tabernakel. Jangan kita keluar dari situ.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar