20150625

Kebaktian PA Kitab Rut, Kamis 25 Juni 2015 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Rut 1:1-6
1:1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
1:2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
1:3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
1:4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
1:5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
1:6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Sebelum kitab Rut ada kitab Hakim-Hakim. Kitab Hakim-Hakim kesimpulannya adalah perang melawan daging. Sebelum kitab Hakim-Hakim ada kitab Yosua, kesimpulannya adalah perang melawan dunia. Sebelum kitab Yosua ada 5 kitab nabi Musa yang kesimpulannya perang melawan iblis.

Jadi ada tiga kesatuan yang mendahului munculnya kitab Rut. Tiga kesatuan itu disimpulkan sebagai trio iblis yaitu iblis, dunia dan daging.
I Yohanes 2:16-17
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Keinginan mata inilah yang dimanfaatkan oleh iblis sehingga menjatuhkan Adam dan Hawa. Dunia ini bukan akan, tetapi sedang lenyap menuju pada kebinasaan. Itu sebabnya peganglah dunia dengan tangan terlepas. Jangan menggenggam dunia sebab bila menggenggam dunia maka ketika dunia ini menuju pada kebinasaan maka orang itu ikut terseret tetapi bila memegang dengan tangan terlepas maka ketika dunia menuju pada kebinasaan kita tidak ikut terseret.
Bukan susunan yang kebetulan ada lima kitab nabi Musa setelah itu kitab Yosua dan selanjutanya kitab Hakim-Hakim dan akhirnya kitab Rut. Kalau kita menang terhadap iblis, dunia dan daging maka kita akan menikmati suasana kitab Rut yaitu suasana nikah dimana Rut adalah gambaran gereja Tuhan dan Boas menggambarkan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Arti nama Boas adalah di dalam dia ada kuat kuasa Allah.

Tujuan ibadah kita bukan hanya menjalankan upacara ibadah. Seringkali orang beribadah tetapi mengira ibadah itu hanya sekedar upacara padahal bukan itu tujuan utama. Tujuan utama kita beribadah adalah mempersembahkan hidup kita kemudian digarap oleh Firman, digarap oleh Roh Allah dan digarap oleh Kasih Allah sehingga kita bagaikan tanah yang menyerahkan diri di tangan Penjunan. Penjunan itu yang membentuk kita sampai suatu saat menjadi alat yang elok dan mulia yaitu menjadi Mempelai WanitaNya. Tuhan membentuk kita untuk menjadi MempelaiNya dan kita luput dari aniaya 3,5 tahun antikristus.

Tujuan ibadah kita salah satunya supaya kita terhindar dari aniaya 3,5 tahun antikristus. Kita berdoa supaya tidak masuk dalam aniaya antikristus sebab di situ orang mempertaruhkan nyawanya ikut antikristus atau tetap mengikut Tuhan. Kalau mengikut antikristus akan dicap 666. Kalau sekarang kita tidak sungguh-sungguh maka kelak akan masuk dalam masa aniaya antikristus 3,5 tahun. Sekarang ini dosa kejahatan dan dosa kenajisan semakin memuncak.
Wahyu 22:11a
22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar;

Biarlah kita berdoa supaya menjadi orang Kristen yang masuk dalam kategori Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan. Bukan berarti kita menikah secara lahiriah dengan Tuhan Yesus. Tetapi hubungan Tuhan Yesus dengan gerejaNya diibaratkan seperti hubungan nikah antara suami isteri.

Dalam Rut pasal 1 kita melihat terjadi kelaparan. Lapar ini ada hubungannya dengan perut. Tokoh yang diceritakan di sini adalah Elimelekh, dia awalnya ada di Efrata. Efrata adalah tanah yang berbuah-buah atau tanah subur. Ketika semua daerah Israel dilanda kelaparan, berarti bukan hanya keluarga Elimelekh yang merasakan kelaparan.

Mereka ini adalah keluarga kaya, sebab dikatakan Boas adalah keluarga Elimelekh dan Boas ini kaya. Tetapi kenapa hanya Elimelekh yang pergi ke Moab? Kenapa Boas tidak ikut? Kenapa yang lain tidak ikut, apakah mereka tidak dilanda kelaparan? Ini berarti Elimelekh melakukan sesuatu berjalan dengan pikirannya sendiri untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya bukan hanya mereka yang menghadapi namun seluruh orang Israel. Elimelekh tidak bertanya kepada Tuhan. Mestinya Elimelekh sebagai umatnya Tuhan seharunya bertanya kepada Tuhan. Dia juga bisa melihat kenapa orang-orang lain tidak pergi. Hanya Elimelekh bersama isteri yang bernama Naomi bersama kedua anaknya.

Alkitab menceritakan kepada kita, apapun yang kita hadapi sewajarnya kita harus bertanya kepada Tuhan. Kita harus berdoa kepada Tuhan bahwa kita menghadapi ini dan itu maka Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar. Tetapi Elimelekh tidak bertanya kepada Tuhan. Contoh konkritnya adalah raja Daud, dia selalu bertanya kepada Tuhan.

Ketika dia mau maju berperang terlebih dahulu dia bertanya kepada Tuhan dan Tuhan menyuruhnya maju berperang. Setelah itu dia bertanya lagi suku mana yang harus lebih dahulu maju berperang.

Ketika Saul mati beserta dengan Yonatan sahabat karib Daud maka Daud menyanyikan ratapan dan berkata tentang Yonatan “cintamu lebih ajaib dari cinta perempuan”. Dalam keadaan seperti itu Daud bertanya kepada Tuhan.
II Samuel 2:1
2:1 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron."

Elimelekh ini tidak bertanya kepada Tuhan. Hanya untung nama sebab arti namanya Tuhan Rajaku. Jadi kalau anak Tuhan orang percaya sungguh, bila dia bertanya Tuhan pasti menunjukkan jalan keluar, masakan Raja biarkan umatNya binasa. Kalau Elimelekh bertanya pasti Tuhan akan menunjukkan kemana dia harus pergi.

Inilah orang Kristen kalau tidak punya hubungan yang indah dengan Tuhan, bila menghadapi masalah dia tidak bertanya kepada Tuhan dan mengikuti jalan keluarnya sendiri. Lebih sial lagi kalau dia memakai setan untuk menyelesaikan masalahnya sehingga akhirnya terjebak.

Daud bertanya kepada Tuhan mau pergi ke kota mana dan Tuhan menjawab supaya Daud pergi ke Hebron. Hebron artinya persekutuan. Jadi kalau menghadapi permasalahan dalam kehidupan kita di penghujung akhir zaman ini, lewat catatan Firman Allah dalam pengalaman raja Daud ini, solusi satu-satunya jangan tinggalkan persekutuan. Pergi ke Hebron berarti pergi pada persekutuan. Artinya jangan tinggalkan persekutuan.

Hebron ini dahulu namanya Kiryat-Arba.
Hakim-hakim 1:10
1:10 Lalu suku Yehuda bergerak menyerang orang Kanaan yang diam di Hebron -- nama Hebron dahulu adalah Kiryat-Arba -- dan memukul kalah Sesai, Ahiman dan Talmai.

Kejadian 23:2
23:2 Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.

Daud setelah menjadi raja, dia suka bertanya kepada Tuhan. Secara kedudukannya siapa lagi yang bisa menandingi dia sebab dia adalah orang nomor satu di Israel. Secara ekonomi dia kaya tetapi selalu bertanya kepada Tuhan.
II Samuel 5:19,23
5:19 bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."
5:23 maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: "Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.

Sampai strategi perang diajar oleh Tuhan. Jadi strategi mengalahkan musuh diajar oleh Tuhan. Kita umat manusia bagaikan orang perang.
Ayub 7:1
7:1 "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

Tetapi seringkali berperang sendiri tanpa mengundang Tuhan dalam diri kita. Di sini strategi perang Tuhan ajar kepada Daud. Artinya strategi menghadapi permasalahan Tuhan memberikan caranya. Tuhan turut berperang kalau kita mau bersandar kepada Tuhan.

Jangan kita mencari jalan sendiri seperti Elimelek. Akhirnya bencana yang dia alami, dia membawa dirinya mati di Moab beserta dengan dua anaknya. Yang kembali ke Betlehem tinggal isterinya Naomi beserta dua anak mantunya. Itupun anak mantunya yang satu kembali ke Moab di tengah jalan. Akhirnya yang Naomi alami kepahitan.

Kalau kita bertanya kepada Tuhan maka Tuhan akan menyelesaikan masalah apalagi persoalan Elimelekh ini adalah persoalan kelaparan, persoalan perut. Kalau kita bertanya maka Tuhan akan menyelesaikan persoalan perut ini. Lebih baik kita bertanya dari pada berjalan sendiri dan akhirnya menjadi seteru salib karena bertuhankan perut.

I Samuel 23:2,4,10-12
23:2 Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?" Jawab TUHAN kepada Daud: "Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila."
23:4 Lalu bertanya pulalah Daud kepada TUHAN, maka TUHAN menjawab dia, firman-Nya: "Bersiaplah, pergilah ke Kehila, sebab Aku akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."
23:10 Berkatalah Daud: "TUHAN, Allah Israel, hamba-Mu ini telah mendengar kabar pasti, bahwa Saul berikhtiar untuk datang ke Kehila dan memusnahkan kota ini oleh karena aku.
23:11 Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku ke dalam tangannya? Akan datangkah Saul seperti yang telah didengar oleh hamba-Mu ini? TUHAN, Allah Israel, beritahukanlah kiranya kepada hamba-Mu ini." Jawab TUHAN: "Ia akan datang."
23:12 Kemudian bertanyalah Daud: "Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku dengan orang-orangku ke dalam tangan Saul?" Firman TUHAN: "Akan mereka serahkan."
23:13 Lalu bersiaplah Daud dan orang-orangnya, kira-kira enam ratus orang banyaknya, mereka keluar dari Kehila dan pergi ke mana saja mereka dapat pergi. Apabila kepada Saul diberitahukan, bahwa Daud telah meluputkan diri dari Kehila, maka tidak jadilah ia maju berperang.

Semua ini membuktikan bahwa Tuhan tidak berdiam diri, Dia pasti membela milikNya. Ini contoh bagi kita supaya jangan kita bergerak mengikuti mau kita. Kalau dengan Tuhan kita pasti aman, Tuhan akan membentengi kita.

I Samuel 30:8
30:8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan."

Kemudian di tengah jalan Daud bertemu dengan anak muda yang sakit yang ditinggalkan rombongannya. Setelah Daud merawatnya dia bertanya ke mana arah rombongan itu pergi. Lalu Daud menemukan mereka sedang berpesta karena jarahan. kemudian Daud memukul mereka kalah.

Dalam menghadapi permasalahan apapun sampaikan itu kepada Tuhan asal yakin dalam diri saudara ada rencana Allah. Kalau saudara tahu lewat Firman bahwa Tuhan sedang membentuk saudara menjadi Mempelai WanitaNya maka Tuhan pasti tidak akan membiarkan. Kita harus lebih dahulu paham bahwa saya menjadi pengikut Kristus dan saya rindu menjadi pilihan Tuhan.
Roma 8:32-33
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?

Kita harus membawa diri bukan hanya sebagai orang yang dipanggil namun orang yang dipanggil dan dipilih. Sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih.

Roma 8:34
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Tuhan Yesus ada di sebelah kanan Bapa Sorgawi sebagai Pembela kita. Masakan hanya persoalan perut Elimelekh lari ke Moab dengan tidak bertanya kepada Tuhan. Hanya karena persoalan perut, persoalan lapar sehingga membuat Elimelekh mati di Moab. Kedua anaknya yang menikah di Moab juga tidak umur panjang sehingga mati di Moab. Jangan kita menjadi kehidupan umat Tuhan yang lepas dengan Tuhan.

Jangan menjadi anak Tuhan yang lepas dengan Tuhan. Ke manapun saya pergi saya tidak mau mengikuti keinginanku sendiri. Saya harus bertanya kepada Tuhan. Kalau untuk pelayanan saya pergi, kalau hanya sekedar pelesir, hanya kesenangan daging biarlah Tuhan batalkan.

Soal lapar ini bukan baru mereka yang mengalami, nenek moyang mereka juga pernah mengalami dan pernah melakukan kesalahan karena pergi tanpa bertanya kepada Tuhan.
Kejadian 12:10
12:10 Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.

Pada zaman Abraham tanah Kanaan mengalami kelaparan. Diceritakan dalam kitab Rut terjadi kelaparan di tanah yang sama. Abraham meninggalkan Mesopotamia karena panggilan Tuhan. Mereka ini orang pilihan Tuhan tetapi sebagai orang pilihan Tuhan mereka gagal bertanya kepada Tuhan. Seharusnya mereka bertanya “ini ada kelaparan, Tuhan saya mau ke mana?” Tetapi mereka tidak bertanya dan langsung putar otak menuju ke Mesir. Sekarang banyak hamba Tuhan dan anak Tuhan seperti itu yang mencari solusi sendiri.

Kalau Abraham paham janji Tuhan maka dia tidak akan melakukan hal seperti ini.
Kejadian 12:2
12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

Kelaparan itu bukan berkat. Kalau memberkati tidak akan mungkin ada kelaparan, dalam pengertian boleh negeri itu ada kelaparan tetapi mereka tidak akan kelaparan. Tuhan pasti memberikan jalan keluar. Ini berkat umat pilihan, ada empat macam berkat di sini.
Kejadian 12:3
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Manusia kalau dalam keadaan lapar maka daging manusia juga akan dia makan. Kalau manusia ini lapar, berarti diperhamba oleh perutnya, maka siapa saja dia tidak peduli akan dia lalap. Artinya dia akan mencari keuntungan dari kita hanya karena persoalan perutnya.

Abraham sudah dipanggil. Panggilan itu ada empat isinya. Dalam bahasa Ibraninya adalah Kahaal. Isi dari Kahaal ini ada empat salah satunya Tuhan panggil untuk berkumpul. Ketika Daud bertanya ke kota mana, Tuhan tunjukkan Hebron yang artinya persekutuan. Kalau Tuhan memanggil, awalnya supaya kita berkumpul.

Tuhan memanggil Abraham beserta Isterinya untuk berkumpul. Tetapi karena kelaparan dia ke Mesir, bukan lagi berkumpul tetapi hampir Abraham dan Sara berpisah. Isterinya sempat diambil oleh Firaun dan hampir nikahnya berantakan. Tetapi karena dalam dirinya ada rencana Tuhan maka Tuhan membela dia. Jadi kalau kita ini umat pilihan Tuhan, sekalipun awalnya sudah renggang tetapi karena dalam dirimu ada rencana Allah maka pasti Tuhan bela.
Kejadian 12:17
12:17 Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.

Ketika Abraham di Mesir dia mendapat berkat pancingan. Bukan berkat yang mengutuhkan nikah tetapi berkat yang mau menghancurkan nikah.
Kejadian 12:16
12:16 Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.

Hamba perempuan diberikan oleh Firaun, salah satunya adalah Hagar. Kalau kita ke Mesir tanpa bertanya Tuhan dan hanya karena solusi sendiri maka akan mendapat berkat tetapi berkat dari iblis untuk menghancurkan nikah. Oleh kemurahan Tuhan karena dalam dirinya ada panggilan Tuhan maka ada pembelaan Tuhan.

Jangan berkata “orang yang meninggalkan Tuhan malah diberkati, saya yang setia malah hidup susah”. Itu berkat pancingan iblis untuk memutuskan hubungan kita dengan Tuhan padahal Tuhan menginginkan hubungan kita makin akurat, makin elok dengan Tuhan hubungan Mempelai Laki-laki dan Mempelai Perempuan. Tuhan memperlihatkan kepada kita agar kita tidak tergoda dengan hal-hal seperti itu padahal kita sudah terancam putus hubungan dengan Tuhan.

Gembala didalam pelayanannya kalau tahbisannya salah maka umat yang kena kutuk.
Bilangan 8:19
8:19 dan Aku menyerahkan orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke tempat kudus."

Imam atau hamba Tuhan jangan mencemarkan tahbisannya, jangan mencemarkan pelayanannya. Kalau mencemarkan tahbisannya maka umat berbahaya, tidak akan masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Bagaimana yang disebut dengan hamba Tuhan yang mencemarkan tahbisannya? Itulah pendeta atau gembala yang tidak 100% melayani Tuhan. Dia gembala tetapi masih punya pekerjaan sambilan, masih punya sawah, masih punya kebun, masih punya kios. Jangan kita jatuh dalam penggembalaan seperti itu. Pendeta seperti itu Tuhan benci dan Tuhan cela.
Maleakhi 2:1-3 (Murka Tuhan terhadap para imam)
2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.

Lengan dipatahkan berarti pelayanannya tidak sempurna. Apa penyebabnya:
Maleakhi 2:8
2:8 Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam.

Perjanjian Tuhan dengan hamba Tuhan adalah Tuhan menjadi pusakanya, Tuhan pasang badan berarti Tuhan yang menjamin kehidupannya. Pendeta yang merusak perjanjian dengan Tuhan membuat sidang jemaat tergelincir.

Kita dipanggil, jangan sampai panggilan itu gagal dalam diri kita. Kalau kita dipanggil, Tuhan tidak mungkin tidak memberi Firman. Firman itu yang mengadakan.
Roma 4:17
4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Yang kita layani itu adalah Yehova Jireh yang mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada. Itu yang membuat kita yakin.

Karena dalam diri keluarga Abraham ada rencana Allah maka Tuhan bela. Tuhan memberi tulah kepada Firaun dan kepada seluruh istananya. Inilah yang terjadi kalau Tuhan memberikan pembelaan terhadap umat yang dikasihi oleh Tuhan. Anak Abraham yaitu Ishak juga menghadapi soal kelaparan. Jadi Abraham diuji soal kelaparan, Ishak diuji soal kelaparan dan Tuhan Yesus diuji soal kelaparan.
Kejadian 26:1-3
26:1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. -- Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
26:3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.

Tuhan berfirman, masakan Tuhan tidak akan bertanggung jawab akan FirmanNya. Kepada orang pilihan Tuhan seringkali Tuhan memberikan ujian persoalan yang hampir sama yaitu persoalan perut. Abraham diuji panggilan Tuhan kepadanya lewat persoalan perut, Ishak juga persoalan perut. Yang lebih hebat yaitu Tuhan Yesus juga diuji persoalan perut.
Matius 4:1-4
4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Tuhan Yesus digoda oleh iblis ketika Dia lapar supaya menciptakan roti dari batu. Dengan arti kata Yesus disuruh oleh iblis untuk makan kerikil, ini roti tipuan. Roti itu asalnya dari tepung gandum tetapi kalau roti berasal dari batu itu namanya roti tipuan. Kalau roti tipuan seperti ini yang dimakan oleh karena godaan iblis maka Alkitab mengatakan orang yang makan roti tipuan giginya akan rontok.

Jangan kita mengkonsumsi roti tipuan atau Firman yang tidak jelas.
Amsal 20:17
20:17 Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil.

Kalau makan kerikil gigi yang rontok.
Ratapan 3:16
3:16 Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil; Ia menekan aku ke dalam debu.

Kalau kepalsuan Firman yang dimakan membuat gigi rontok. Orang yang giginya rontok sudah tidak cantik lagi. Mempelai wanita untuk Tuhan Yesus giginya tidak pernah rontok berarti tetap cantik sebab tidak menkonsumsi roti tipuan.
Kidung Agung 4:2
4:2 Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.

Gigi yang mengkonsumsi, yang mengunyah roti yang dari gandum adalah gigi yang tetap dipuji oleh Tuhan, tetap kembar = berpasangan (suasana mempelai).

Dalam suasana lapar jangan kita mencari solusi sendiri. Tuhan Yesus tidak memakai solusi dari iblis tetapi Tuhan Yesus berkata.
Matius 4:4
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Firman yang keluar dari mulut Allah berarti Firman Tuhan yang asli, yang murni.

II Korintus 4:1-2
4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
4:2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

Tahbisannya murni, tidak ada pekerjaan sambilan. Jadi tidak menutup kemungkinan untuk dipertimbangkan di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Itulah beraninya rasul Paulus. Dia berani dipertimbangkan apakah dia bekerja 100% untuk Tuhan atau ada pekerjaan sambilan.

Olehnya itu jangan sampai kita mengkonsumsi Firman yang palsu, atau injil manusia.
Galatia 1:6-7
1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

Lewat penginjilan rasul Paulus, orang Galatia ini dimenangkan dan menjadi orang Kristen. Tetapi anehnya mereka berpaling pada injil yang lain. Memutar balikkan Injil Kristus berarti kepala sudah di bawah dan kaki atau tubuh yang di atas. Alkitab berkata yang menjadi gembala adalah suami, berarti laki-laki. Berarti kalau perempuan yang menjadi gembala berarti memutar balikkan Injil Kristus.
Galatia 1:10-11
1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

Jadi injil manusia artinya berita itu hanya memberikan penekanan soal kesenangan daging. Kalau saya memberitakan Firman untuk mengenakkan daging saudara berarti saya bukan hamba Tuhan. Tetapi kalau saya memberitakan Firman Allah supaya daging kita dihancurkan agar sifat Ilahi muncul pada diri kita maka itu yang betul. Maksudnya supaya kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Dikatakan gigi mempelai wanita Tuhan semuanya kembar sebab pada bagian bawah ada 16 dan bagian atas ada 16. Tabernakel yang dibangun oleh Musa menggunakan 16 macam bahan. Tabernakel yang dibangun oleh Petrus yaitu gereja Tuhan di mulai dengan 16 bahasa yang diberikan roh. Jadi pembangunan Tubuh Kristus yang diibaratkan dengan pembangunan Tabernakel oleh Musa dengan 16 bahan, itu ibarat gigi bagian bawah. Kemudian Tabernakel rohani yang dibangun oleh Tuhan lewat khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul pasal 2 juga menggunakan 16 bahasa yang dipakai oleh mereka ketika berbahasa roh, ini bagaikan 16 gigi di bagian atas.

Jangan kita mengkonsumsi roti tipuan yang bagaikan memakan kerikil dan menyebabkan gigi kita rontok. Kalau memakan roti tipuan bukannya kita menjadi elok di mata Tuhan tetapi malah tambah bercacat cela. Ini jangan terjadi. Bila mau tampil elok dan tidak bercacat di mata Tuhan maka jangan makan roti tipuan.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar