20150628

Kebaktian Umum, Minggu 28 Juni 2015 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Zakharia 12:10-14 (Ratapan atas dia yang tertikam)
12:10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.
12:11 Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido.
12:12 Negeri itu akan meratap, setiap kaum keluarga tersendiri; kaum keluarga keturunan Daud tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Natan tersendiri dan isteri mereka tersendiri;
12:13 kaum keluarga keturunan Lewi tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga Simei tersendiri dan isteri mereka tersendiri;
12:14 juga segala kaum keluarga yang masih tinggal, setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri."

Di sini Tuhan nyatakan pada nama-nama yang disebut tadi bahwa keselamatan itu dikerjakan sendiri-sendiri. Tuhan menginginkan baik suami atau isteri maupun anggota keluarga untuk menyesali segala perbuatan masa silam sehingga Yesus tertikam.
Yesaya 53:5
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Roh pengasihan atau roh rahmat atau kasih karunia. Ada beberapa orang yang diberi Tuhan kasih karunia. Selanjutnya dihubungkan dengan Anak Tunggal sebab Anak Tunggal itu penuh dengan kasih karunia. Tuhan Yesus adalah anak Tunggal itu.
Yohanes 3:16
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Tuhan Yesus Anak tunggal Allah yang memberikan kehidupan.
I Yohanes 4:5
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

Yohanes 1:14
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Kita akan melihat contoh atau teladan manusia yang mendapat kasih karunia. Kenapa dia mendapat kasih karunia? Sebab dia tidak turut-turut kebanyakan orang. Dikatakan dia adalah orang yang benar, sampai tiga ayat mengatakan bahwa dia adalah orang benar.

Nuh mendapat kasih karunia.
Kejadian 6:8
6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Nuh orang benar dan tidak mengikuti kelakuan kebanyakan orang. Jadi dia bisa memisahkan diri dengan kebanyakan orang. Itu sebabnya dia disebut orang benar.
Kejadian 6:9;7:1
6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
7:1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.

Ibrani 11:7
11:7 Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Jadi orang yang benar ini adalah kehidupan yang mendapat kasih karunia. Tidaklah mungkin Tuhan memberikan roh pengasihan kalau dia ikut membaur, ikut-ikut kelakuan banyak orang. Pada zaman Nuh ada banyak penduduk dunia tetapi Nuh tidak mengikuti kebanyakan orang, Nuh bisa menjauhkan diri. Bagaimana pandangan tetangga-tetangga Nuh? Bisa saja mereka berkata “Nuh ini sok rohani, sudah tidak mau bergaul dengan orang lain”. Atau yang lain berkata “memangnya hanya kau orang benar?” bisa saja ada yang berpendapat seperti itu terhadap Nuh.

Kejadian 6:9
6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Nuh tidak bergaul dengan yang lain, dia bergaul dengan Tuhan. Kalau sekarang ini ada orang seperti ini bisa saja ada yang menertawakan. Tetapi apapun kata orang lain, kalau saudara mendapatkan kasih karunia, maka saudara sudah bisa memberikan garis pemisah untuk menentukan bagaimana saudara berprilaku. Sekalipun kita tinggal di masyarakat umum tetapi kita harus hidup dengan Tuhan dan jangan kita tercemar dengan prilaku orang banyak.

Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, salah satu nasehat Tuhan lewat Musa adalah:
Kejadian 23:2
23:2 Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum.

Orang yang mendapat kasih karunia jangan mengikuti kelakuan orang banyak. Anak muda remaja jangan ikut kelakuan kawan-kawanmu yang tidak takut akan Tuhan. Bukan berarti kita tunjuk diri sok rohani tetapi kita harus beda.

Ini adalah orang yang ada bukti mendapatkan pelayanan Tuhan dengan kasih karunia. Sudah mendapat kasih karunia masih disuruh meratap. Kenapa kita harus meratap? Sebab kita mendapatkan kasih karunia karena Anak Tunggal yang sudah berkorban. Tuhan Yesus juga Anak Sulung yang sudah berkorban, tertikam karena pemberontakan kita. Kita meratap artinya kita kembali merenungkan kenapa paket kasih karunia ini saya miliki. Itu karena Tuhan Yesus Anak Tunggal dan juga Anak Sulung yang rela berkorban untuk kita. Kalau kehidupan itu paham bahwa ia memiliki kasih karunia maka air mata tidak bisa dibendung.

Alkitab menceritakan memang banyak orang di zaman Nuh.
Matius 24:37-38
24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

Ini kelakuan banyak orang pada waktu itu. Mereka makan dan minum, kawin dan mengawinkan. Ditunjukkan keadaan di akhir zaman akan seperti ini bahkan akan melampaui lagi. Mereka sudah tidak ada penghargaan terhadap nikah. Nikah hanya dianggap pelampiasan hawa nafsu saja sehingga tidak ada kendali lagi. Hal ini sedang marak dan akan makin marak.

Matius 24:39-40
24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;

Jadi apa yang kita pelajari dari Nuh yang mendapat kasih karunia ini untuk mengingatkan kita menjelang kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua, hidup manusia itu seperti zaman Nuh. Hal ini nyata tergambar di muka mata kita hari-hari terakhir ini. Inilah yang menyebalkan/menyakiti hati Tuhan.

Penginjil Lukas juga menulis hal yang sama seperti penginjil Matius.
Lukas 17:26-27
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Kita perhatikan apa sebenarnya yang harus kita lakukan. Sementara keadaan dunia seperti ini, manusia kebanyakkan dibawa oleh arus menuju kebinasaan, maka kepada Nuh Tuhan katakan “engkau mendapatkan kasih karunia. Jalan keluar supaya jangan engkau (Nuh) terbawa arus kebinasaan, buatlah Bahtera untuk keselamatan dirimu dan keluargamu”.

Kemudian bahasa selanjutnya mengejutkan bagi Nuh “Aku akan mengakhiri semua yang bernafas”. Jadi kesimpulannya, kejadian yang hari-hari terakhir ini tergambar di muka mata kita dan di ujung hidung kita, itu adalah peringatan bahwa Tuhan akan segera mengakhiri kehidupan di dunia ini, bukan untuk memperpanjang kehidupan di dunia ini.

Kalau ini akan terjadi, bagaimana kita semestinya? Apakah kita pangku tangan dan hanya menonton orang? Atau lebih sial lagi kalau ikut terlibat dan tertawa terbahak-bahak, apa yang mereka lakukan juga kita lakukan sehingga tidak ada kejelasan lagi bahwa kita mendapat kasih karunia.

Ini sangat mengejutkan Nuh.
Kejadian 6:13
6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

Coba kalau saudara hidup di zaman Nuh dan mendengar perkataan Tuhan ini, pasti mengejutkan saudara.

Kejadian 6:17
6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.

Ini mengejutkan tetapi kepada Nuh sudah Tuhan tunjukkan jalan keluarnya. Kalau kita meyakini ini adalah Firman Tuhan dan bahwa Tuhan akan segera mengakhiri makhluk hidup di seluruh dunia kecuali orang yang mendapat kasih karunia maka kita akan mengikuti anjuran Tuhan untuk kita membangun bahtera atau mengerjakan keselamatan kita dan kita akan gesit, kita akan giat dan tidak akan diam.
Filipi 2:12
2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Kejadian 7:4
7:4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu."

Hujan akan turun adalah hujan yang membinasakan. Tetapi Nuh membangun bahtera karena ada Firman yang dia terima. Firman yang diterima oleh Nuh bagaikan hujan yang menyelamatkannya. Jadi ada dua hujan di sini, hujan yang membinasakan dalam Kejadian 7:4 dan hujan yang memberi kehidupan yaitu hujan Firman pengajaran.
Ulangan 32:1-2,44,47
32:1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.
32:44 Lalu datanglah Musa bersama-sama dengan Yosua bin Nun dan menyampaikan ke telinga bangsa itu segala perkataan nyanyian tadi.
32:47 Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."

Jadi hujan yang diberikan oleh Tuhan yaitu hujan pengajaran, adalah kehidupan bagi kita dan bukan untuk membinasakan.

Ada dua hujan yang dibicarakan di dalam Alkitab. Hujan di zaman Nuh ini membinasakan orang banyak. Tetapi Nuh mendapat Firman, Firman itu diibaratkan hujan yang membawa kehidupan bagi Nuh. Ini yang harus kita renungkan di penghujung akhir zaman ini.

Jadi menghadapi murka Tuhan yang akan datang untuk membinasakan semua makhluk yang hidup maka solusi bagi kita untuk terhindar adalah perhatikan turunnya hujan pengajaran dalam gereja. Jangan sampai menjadi anak Tuhan yang menganggap Firman pengajaran itu hal yang biasa dan berkata tidak butuh Firman pengajaran dan hanya suka Firman penginjilan. Firman penginjilan perlu ditingkatkan pada Firman pengajaran. Firman penginjilan itu pengajaran mula-mula dan masih ada di halaman, berarti tidak dilindungi oleh Tuhan. Itu sebabnya perlu ditingkatkan kepada Firman pengajaran.

Hujan yang diterima oleh Nuh bagi dirinya yaitu firman pengajaran yang isinya bagaimana untuk membangun. Pertama Tuhan menyuruh Nuh untuk mengambil kayu gofir atau kayu saru. Ini adalah kayu yang mempunyai mutu tinggi. Ini Firman yang khusus diberikan Tuhan kepada Nuh, orang banyak tidak tahu, orang banyak tidak mendengar. Rahasia keselamatan hanya diberikan kepada Nuh dan orang banyak tidak tahu.
Tuhan menyuruh mengambil kayu gofir menunjuk mutu. Jadi sebelum model bahtera itu ditunjukkan Tuhan kepada Nuh, terlebih dahulu Tuhan mengajak Nuh untuk menekankan mutu. Bukan model lebih dahulu tetapi mutu. Inilah Firman pengajaran yang bagaikan hujan renai, bagaikan dirus hujan yang ditujukan khusus kepada Nuh dan keluarganya. Orang luar tidak tahu dan tidak mendengar hujan ini (Firman).

Jadi rahasia keselamatan ini hanya dikaruniakan kepada Nuh. Rahasia keselamatan ini berpasang-pasangan, itulah rahasia keselamatan mempelai. Tuhan memerintahkan Nuh untuk mengambil bintang yang halal tujuh pasang dan yang haram sepasang. Jadi rahasia keselamatan yang dikaruniakan kepada Nuh ini adalah rahasia keselamatan Mempelai. Hanya khusus, tidak semua orang tahu ini sebab tidak diberitahu kepada semua orang.

Lukas 17:26-27
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Kalau kita tahu bahwa gambaran kehidupan menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali perseisi seperti di zaman Nuh, maka kita didorong oleh Tuhan untuk masuk pada turunnya hujan pengajaran untuk meraih keselamatan Mempelai. Olehnya itu kita perhatikan di akhir zaman ini agar orang Kristen mendapat kasih karunia. Begitu ada aksi dari Tuhan memberikan paket kasih karunia kepada kita maka kita harus segera bereaksi mengerjakannya, jangan diam.

Ini hujan dalam bentuk pengajaran yang hanya diterima oleh Nuh dan tidak diterima oleh kebanyakan orang. Karena mereka tidak menerima sehingga prilaku mereka bertolak belakang dengan selera Tuhan bahkan menyakiti hati Tuhan, membuat hati Tuhan sebal, membuat hati Tuhan menyesal sehingga Tuhan mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup semua yang bernafas.

Kita menjadi anak Tuhan pada kelompok yang mana. Kalau kita menghargai kasih karunia maka kita seperti Nuh, orang yang benar. Kenapa Nuh dijuluki Tuhan orang benar? Karena dia tidak mengikuti kelakuan kebanyakan orang.

Tinggal sedikit orang, tetapi masih ada orang yang bisa bertahan. Sekiranya mereka tidak mempertahankan sifat atau kondisi rohaninya maka mereka sudah habis. Kita harus mengatakan “ya di atas yang ya dan tidak di atas tidak” artinya katakan ya untuk Firman dan tidak untuk dosa. Kita harus belajar seperti itu sekalipun kita diberi atribut atau label “sok rohani”.

Ada pendeta yang mengatakan “bengkok sedikit tidak apa-apa”. Tetapi ketika dosanya ditegur malah mencap orang yang dipakai Tuhan untuk menegur dia mulutnya tidak bertobat. Apakah yang bengkok itu yang disebut bertobat?
Amos 5:10
5:10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas.

Israel bangsa yang kecil tetapi sekalipun dikeroyok mereka tidak bisa dikalahkan. Kenapa? Sebab mereka dilindungi oleh taruk Isai. Ini juga untuk kita, bukan untuk mereka saja. Oleh sebab itu mari kita perhatikan bagaimana keadaan yang harus kita lakukan dan mana yang jangan kita lakukan.

Tuhan tekankan “ayo ambil kayu gofir”. Berarti Tuhan menuntut mutu. Mutu itu hanya dimiliki oleh Mempelai Wanita Tuhan, keselamatan Mempelai. Yang akan disingkirkan oleh Tuhan ke padang belantara hanyalah Mempelai Wanita Tuhan yang mempunyai mutu rohani paling di atas yang disebut pneumatickos. Ada orang percaya tetapi tidak mau meningkat dan tetap kanak-kanak rohani, itu namanya sarchikos. Ada juga orang percaya tetapi tidak mau menyerahkan hidupnya untuk lahir baru, belum bertobat dan belum dibaptis, itu namanya psuchikos. Pneumatickos, sarchikos dan psuchikos, sama-sama orang Kristen tetapi berbeda.

Kejadian 6:14
6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.

Tuhan menyuruh mengambil kayu gofir. Tuhan tidak menyuruh mengambil kayu sembarang. Artinya Tuhan ingin menemukan saudara punya minat memiliki rohani yang bermutu. Tuhan ingin menarik saudara lewat siraman hujan pengajaran supaya saudara punya minat, mau rohani yang bermutu. Semoga kita semua yang ada ini, ketika bunyi sangkakala yang terakhir, kita semua terangkat dan terkumpul di satu tempat yang Tuhan sudah sediakan. Dengan satu kali sentakan sayap kita sudah ada di sana sebab kita sudah dilengkapi dengan mutu (gofir) sehingga tumbuh dua sayap yang luar biasa. Itulah Firman pengajaran dan Roh Kudus yang saudara manfaatkan untuk terbang ke padang belantara berkumpul dengan orang-orang yang punya mutu rohani yang sama.

Ini yang saya dambakan. Saya rindu isteri dan putra, putri saya berada dalam kondisi rohani seperti itu. Coba saudara komitmen “Tuhan saya mau seperti itu”.

Bahtera itu dibuat bertingkat-tingkat. Ada bagian bawah, bagian tengah yang ada pintu dan bagian atas yang ada jendela. Bagian bawah menunjuk Allah Bapa, bagian tengah yang ada pintu menunjuk Allah Anak dan bagian atas yang ada jendela adalah gambaran Roh Kudus. Ini yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita sehingga Allah Bapa tampil dalam kesetiaanNya, Yesus dalam kesediaannya dan Roh Kudus yang menerangi. Kita harus mendasari bahwa benar ada Allah, itu harus menjadi landasan kita.
Ibrani 11:1,6
11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Jangan sampai saudara berpikir “apa betul ada Allah?”. Kalau ada yang berpikir begitu segera hempaskan berarti orang itu tidak percaya ada Allah Bapa, tidak memiliki dasar. Seringkali manusia dibodohi lewat akalnya sendiri.

Biarlah dasar ini ada pada kita.
Yohanes 1:1,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman itu adalah Allah dan itulah Yesus. Kalau saudara mengatakan ada Allah tetapi tidak percaya Yesus itu sama dengan bohong, karena Tuhan itulah Yesus. Dia juga adalah dasar dan Dia juga yang di tengah yang ada pintu sebab Tuhan Yesus berkata “Akulah pintu”. Yang ada pada tingkat tiga yang mempunyai jendela itulah Roh Kudus yang memberikan penerangan dalam perjalanan gereja Tuhan.

Bentuk bahtera itu berpetak-petak. Kenapa berpetak-petak? Sebab pada zaman itu sudah tidak ada petak-petak lagi (penghargaan terhadap nikah).
Kejadian 6:2,4
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Tanpa petak-petak ini sama dengan hukum rimba yang berlaku. Biarpun isteri orang, kalau dia kuat bisa dia ambil. Manusia menjadi raksasa, dagingnya yang membengkak/ hawa nafsunya yang membengkak.

Hati-hati dengan tontonan-tontonan yang najis. Tidak sedikit orang yang jatuh karena menonton hal seperti itu sehingga doanya sudah tidak terdengar karena pandangannya sudah najis. Begitu iblis bekerja di udara sekarang ini. Kalau melihat yang porno membuat rohani hancur. Kenapa gereja Tuhan harus hati-hati di akhir zaman ini? Sebab sarana yang mau menggoncang dan menghancurkan rohani kita begitu hebat di hari-hari terakhir ini.
I Tesalonika 4:1
4:1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.

Berkenan kepada Allah berarti mutu, melakukannya lebih bersungguh-sungguh berarti mutu itu ditingkatkan.

I Tesalonika 4:2-6
4:2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.
4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,
4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.

Saudara paling dekat dari suami adalah isterimu, saudara paling dekat dari isteri adalah suami, jangan saling memperdayakan.

I Tesalonika 4:7-8
4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
4:8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.

Bila nasihat ini tidak dihirau itu sama dengan menolak Tuhan. Sorgakah yang didapatkan orang seperti ini? Tentu tidak! Bagaimana mau masuk ke rumahNya Tuhan kalau dia menolak Tuhan.

Kemudian Bahtera itu harus dipakal supaya air tidak masuk sekaligus supaya papan yang satu dengan papan yang lain rapat, berarti ada persekutuan dan bukan renggang. Untuk menahan pengaruh dunia ini jangan masuk maka harus ada persekutuan. Persekutuan ini tidak bisa dipaksakan. Hanya orang yang mendapat kasih karunia yang dapat masuk dalam keselamatan di dalam Bahtera.

Tuhan melihat dari tempat ketinggiannya bahwa manusia cenderung hidup dalam kekerasan, sekarang ini kekerasan makin menjadi-jadi utama dalam nikah.
Maleakhi 2:16
2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
Kita mau menerima hujan yang mana? Hujan yang seperti Nuh alami secara pribadi yaitu hujan pengajaran atau hujan yang membinasakan yang tidak dialami oleh Nuh karena dia sudah ada di dalam Bahtera dan itu dialami oleh orang kebanyakan. Sekerang ini kita tentukan mau menerima hujan yang mana, hujan kebinasaan atau hujan pengajaran yang menghentar kita untuk datang kepada Yesus.

Setelah Nuh mendengarkan semua ini, dia tidak diam. Dia langsung bergerak dan bekerja, dia mengajak ketiga puteranya, isterinya dan mantunya. Semua bekerja dan apa yang dikerjakan seperti kata Tuhan, tidak meleset.
Kejadian 6:22
6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Kalau mau mutu jangan menceng, harus tepat, harus sesuai. Jangan dirubah. Demikian juga dalam pembangunan Tabernakel, Musa memeriksa ternyata persis seperti apa yang Tuhan perintahkan. Demikian juga dalam pembangunan Bait Allah oleh Salomo, semua pesis seperti ilham dari Tuhan yang diterima oleh bapanya yaitu Daud.

Jadi tiga bangunan ini sebagai saksi bagi kita, bahwa pembangunan Bait Allah secara fisik maupun secara rohani jangan sedikitpun ada penyelewengan. Dalam membangun Bait Allah secara fisik tidak boleh ada kredit. Musa membangun Tabernakel tidak pernah kredit. Nuh membangun Bahtera tidak ada kredit. Salomo membangun Bait Allah tidak ada kredit.
Tuhan Yesus membeli saudara dan saya tidak dengan kredit tetapi Tuhan Yesus bayar tunai. Kita harus ada di sana dan ini diajarkan Tuhan supaya gereja Tuhan benar-benar bersandar dan berharap kepada Tuhan lewat turunnya hujan. Hujan Firman pengajaran ini sebagai penuntun kehidupan kita dan itulah sumber kehidupan kita.

Ulangan 11:11-12
11:11 Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
11:12 suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

Jadi turunnya hujan itu termasuk cara Tuhan mengawasi dari awal sampai akhir tahun. Jadi umat Israel masuk di Kanaan, negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah ini, mereka hanya berharap pada turunnya hujan. Buat kita, kita bisa hidup dan memiliki sesuatu karena hanya berharap pada turunnya hujan Firman pengajaran dalam gereja. Olehnya itu jangan tinggalkan hujan pengajaran dalam gereja, jangan tinggalkan persekutuan yang ada turun hujan pengajaran di dalamnya. Jadi turunnya hujan pengajaran di dalam gereja itu berarti mata Tuhan ada di situ dan Tuhan mengawasi kita. Jangan coba saudara nista, jangan coba saudara remehkan Firman pengajaran.

Di manapun kita beribadah memang sama Tuhan yang disembah, tetapi adakah hujan Firman pengajaran turun di situ? Kalau ada hujan Firman pengajaran turun di situ maka ada mata Tuhan di situ. Tidak pernah Tuhan lalai mengamati. Diamati bahwa anak Tuhan itu benar-benar hidupnya hanya bersandar pada hujan pengajaran yang turun dalam kehidupannya.

Kalau ada mata Tuhan masakan binatang buas (antikris) akan dibiarkan menerkam saudara? Lembah itu berbicara kematian, gunung itu berbicara kebangkitan. Kalau kita ada di sana, bersekutu dengan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus maka otomatis kita akan menerima hujan turun di sana. Berarti sepanjang Tahun diawai oleh Tuhan, hidupmu tidak akan diterlantarkan.

Tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan asalkan kita ada komitmen dengan Tuhan. Saya mau bermutu, saya tidak mau menjadi anak Tuhan yang seperti kayu lapuk. Kalau hujan ini turun maka saudara adalah orang paling berbahagia karena mata Tuhan melihat saudara. Apakah Tuhan tidak akan prihatin melihat saudara saat mau digerayangi binatang buas? Atau tegakah Tuhan melihat di meja saudara tidak ada makanan? Secara lahiriah saja kita harus optimis mata Tuhan melihat. Apalagi kalau ada kerinduan hati untuk memiliki rohani yang bermutu.

Saudara bertunangan dengan Yesus, mataNya melihat kepada saudara. Jangan saudara mata keranjang dan melihat pada laki-laki yang lain. Laki-laki yang lain itu datang dan berkata “saya mau memberikan kepadamu kesenangan dan kekayaan dunia” lalu saudara tanya kepada laki-laki itu “selanjutanya kita akan ke sorga”, lalu dia menjawab “saya tidak bisa ke sorga” karena laki-laki itu iblis namanya. Datang lagi laki-laki yang lain dan berkata “saya berikan ini semua kepadamu” kemudian ditanya lagi “sesudah itu Sorga?” dan dia menjawab “saya tidak bisa berikan” itulah nabi palsu dan antikristus. Hanya Yesus yang memberikan kita sorga. Jangan kita berbalik melihat pada kemuliaan dunia ini yang menggoda kita. Jangan karena persoalan dunia ini kita berbalik dan melupakan kekasih kita karena persoalan dunia. mataNya melihat apakah kasihmu kepadaNya penuh atau tidak.

Di dalam penggembalaan di situlah Tuhan menagih kasih. Tuhan tidak menagih kasih di luar sana. Tuhan Yesus menagih kasih. Tuhan Yesus gembala yang baik, Dia menyerahkan nyawaNya untuk kita kekasihNya. Sementara Kekasih kita memberikan semuanya Dia korbankan untuk saudara lalu saudara berbalik membelakangi, itu keterlaluan! Tidak heran orang seperti itu kelak bukan menerima lagi air yang membinasakan tetapi api yang membinasakan.

Itu sebabnya sekarang ini kita membutuhkan api yang memurnikan iman kita. Kalau kita tidak mau menerima api yang memurnikan iman kita maka akan menerima api yang membinasakan. Kalau tidak menerima air atau hujan pengajaran maka air yang lain atau hujan yang lain yang akan membinasakan. Ini jangan terjadi dalam diri kita.

Hujan yang turun dalam gereja dengan begitu hebat akan membawa kita kepada Tuhan Yesus. Berarti Tunangan kita menunggu kita dibenahi dengan turunnya hujan Firman pengajaran sehingga oleh hujan ini kita kelak dihentar kepadaNya.
Yohanes 6:45
6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

Inilah keselamatan Mempelai. Jangan sampai gereja Tuhan hidup tidak berkemenangan atau menjadi kehidupan yang asal-asal saja.

Nyanyian Musa atau nyanyian pengajaran itu dinyanyikan di Sorga bersama dengan nyanyian Anak Domba.
Wahyu 15:1-3
15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

Nyanyian ini diperuntukkan secara khusus untuk orang-orang seperti Nuh. Nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba Allah ini bekerja pada dua sisi. Sisi pertama kepada orang yang takut akan Tuhan seperti Nuh, bagaikan umat Tuhan yang mendapat Firman pengajaran dan itulah yang menjadi kehidupannya seperti yang dikatakan dalam Ulangan 33:47. Sisi kedua adalah ayat 4, ini khusus kepada orang yang akan binasa.
Wahyu 15:4
15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

Ulangan 32:5
32:5 Berlaku busuk terhadap Dia, mereka yang bukan lagi anak-anak-Nya, yang merupakan noda, suatu angkatan yang bengkok dan belat-belit.

Dikatakan “bukan lagi anak-anakNya” berarti pernah sah menjadi anakNya tetapi kemudian tidak menjadi anak lagi. Itu sebabnya jangan coba-coba kita keluar dari anak Allah.

Ulangan 32:6
32:6 Demikianlah engkau mengadakan pembalasan terhadap TUHAN, hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Ia Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau?

Orang ini tidak ada terima kasih kepada Tuhan, malah dia membalas yang tidak baik kepada Tuhan.

Ulangan 32:16,41-42
32:16 Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian,
32:41 apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.
32:42 Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku akan memakan daging: darah orang-orang yang mati tertikam dan orang-orang yang tertawan, dari kepala-kepala musuh yang berambut panjang.

Jadi nyanyian Musa tadi dua arah. Yang satu membawa kehidupan dan di sisi lain justru membawa kebinasaan. Tuhan perlihatkan hal ini, kita pilih yang mana? Jangan sampai mengatakan telah mendapat kasih karunia tetapi tidak seperti Nuh dan masih ikut kebanyakan orang melakukan yang tidak berkenan kepada Tuhan sehingga akhirnya Tuhan mengatakan “Aku mengasah pedang untuk menebas engkau”.

Itu ada pada nyanyian Musa padahal tujuan nyanyian Musa adalah:
Ulangan 32:44-47
32:44 Lalu datanglah Musa bersama-sama dengan Yosua bin Nun dan menyampaikan ke telinga bangsa itu segala perkataan nyanyian tadi.
32:45 Setelah Musa selesai menyampaikan segala perkataan itu kepada seluruh orang Israel,
32:46 berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini.
32:47 Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."

Dalam nyanyian ini ditampilkan yang positif dan negatif tetapi yang melakukan negatif itu paling banyak dibandingkan yang positif hanya sedikit. Tetapi kalau yang sedikit menaruh perhatian maka itulah kehidupan.

Sudah tidak lama Tuhan Yesus akan datang. Alangkah terkejutnya kehidupan itu kalau Tuhan berkata “Aku tidak mengenal engkau”. Tetapi alangkah bahagianya kalau Tuhan mengatakan “masuklah hai hamba yang setia dalam kebahagiaan BapaKu”. Kasih karunia Tuhan sudah menjadi paket kepada kita, jangan kita sia-siakan.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar