20150618

Kebaktian PA Kitab Rut, Kamis 18 Juni 2015 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Rut pasal yang pertama jiwanya kena mengena injil Matius, pasal dua kena mengena Injil Markus, pasal tiga nafasnya Injil Lukas dan pasal empat Injil Yohanes. Bila dilihat dari perhatiannya maka pasal satu perhatian dirindukan karena mereka mendengar di Betlehem telah kelimpahan gandum. Pasal dua dan pasal tiga perhatian yang dirindukan itu dicari. Kemudian pasal yang keempat perhatian yang dirindukan dan dicari itu akhirnya didapat.

Rut 1:1-6
1:1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
1:2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
1:3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
1:4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
1:5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
1:6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Ini tindakan-tindakan dari Elimelekh beserta isteri dan kedua putranya yang tidak dikendalikan oleh Raja di atas segala raja, tidak bertanya dahulu kepada Tuhan. Pada zaman mereka tidak ada raja yang memerintah sehingga apa yang baik menurut mereka itu yang mereka ikuti. Artinya raja mereka adalah hati mereka sendiri.
Hakim-hakim 21:25
21:25 Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Ini yang terjadi bila manusia tanpa pemimpin. Gereja Tuhan akan fatal bila tidak punya pemimpin. Kalau tidak ada pemimpin yang memimpin kerohanian maka mereka akan bertindak sendiri-sendiri. Itulah yang dapat diistilahkan dalam dunia kekafiran “hukum rimba”.

Olehnya kita lihat di sini, seorang yang mengaku Tuhan rajanya, sebab Elimelekh artinya Tuhan Rajaku, itu hanya ucapan bibir belaka. Seandainya dia menerapkan perkataan “Tuhan Rajaku” tentu dia tidak akan bertindak tanpa bertanya pada rajanya atau tanpa ada masukan dari rajanya. Tetapi Elimelekh bertindak sesuka hatinya, dia mengajak isteri dan kedua anaknya meninggalkan Betlehem dan pergi ke Moab.

Umat Tuhan ini kemudian rohaninya turun dan beradaptasi dengan roh kekafiran. Mengapa hal ini terjadi? Sebab umat Tuhan ini tanpa roti. Betlehem artinya rumah roti tetapi tidak ada rotinya karena terjadi kelaparan di tanah Israel. Tidak ada gandum berarti tidak ada roti. Ini yang membahayakan kalau kita gereja di penghujung akhir zaman ini tanpa Firman pengajaran nantinya akan jatuh pada pelukan kekafiran (Moab).

Seperti Elimelekh yang memiliki nama “Tuhan adalah Rajaku” tetapi kenyataan anaknya diberi nama Mahlon yang artinya dukacita atau sakit-sakitan. Dia tidak punya pengharapan kepada Tuhan. Dia lebih mengklaim anaknya sakit-sakitan dan lebih bangga dengan dukacita. Padahal dia mengatakan Tuhan itu raja, kenapa tidak mengizinkan Tuhan yang adalah Rajanya menguasai pribadinya, nikahnya dan buah nikahnya.

Anak kedua diberi nama Kilyon artinya merana atau sekarang aku lemah. Jadi wibawah Tuhan sebagai raja tidak nampak dalam keluarga ini. Kita harus mencari permasalahnya kalau dalam kehidupan kita tidak nampak kewibawahan Tuhan sebagai raja atas kehidupan kita. Kita harus mencari penyebabnya.

Di sini diperlihatkan kepada kita, dengan adanya kelaparan di Betlehem berarti putuslah hubungan mereka dengan Tuhan. Rumah roti sudah tidak ada roti berarti putus hubungan dengan Tuhan. Ini permasalahan yang pertama. Jangan kita anggap enteng kalau putus hubungan dengan roti, putus hubungan dengan Firman pengajaran.

Apa penyebabnya? Sebab Elimelekh tidak pernah bertanya pada Tuhan Rajanya, artinya tidak mengkaitkan diri dengan Rajanya yakitu Tuhan. Jadi dia katakan Tuhan adalah Rajanya tetapi hanya sekedar lipservice hanya sekedar hiasan bibir.

Sebelum kitab Rut ada kitab hakim-hakim yang isinya melawan daging. Sebelum kitab Hakim-hakim ada kitab Yosua yang isinya melawan dunia. Sebelum kitab Yosua ada lima kitab Musa yang isinya melawan iblis. Iblis, dunia dan daging ini adalah musuh gereja Tuhan. Ketiga musuh gereja Tuhan ini telah menggerayangi kehidupan keluarga Elimelekh. Telah dikalahkan oleh iblis buktinya dia ke Moab, telah dikalahkan oleh dunia buktinya dia tidak bertahan di Betlehem tidak bertahan di rumah roti, dikalahkan oleh daging buktinya dia diperintah oleh keinginan dagingnya sendiri.

Kalau kita bisa menang menghadapi iblis, dunia dan daging maka kita akan sampai pada kitab Rut. Kitab Rut ini dikunci dengan pernikahan antara Boas dan Rut. Ini menggambarkan gereja Tuhan yang menang menghadapi iblis, dunia dan daging akan dibawa oleh Tuhan pada suasana yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata manusia bagaimana kegirangan sukacita dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

Masuk pada  kitab Rut pasal satu ini isinya perhatian yang dirindukan. Artinya ada sesuatu yang mereka rindukan. Ayat satu sampai ayat lima adalah hal yang memilukan tetapi pada ayat yang keenam ada hal yang dirindukan.
Rut 1:6
1:6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Perhatian Tuhan sudah kembali pada Betlehem dan itu dirindukan oleh Naomi. Tetapi Elimelekh sudah tidak ada demikian juga Kilyon dan Mahlon sudah tidak ada, tinggal Naomi bersama kedua anaknya. Yang harus menjadi perhatian gereja Tuhan untuk bisa masuk dalam pesta nikah maka kita harus menaruh memperhatikan bahwa ada kelimpahan di Betlehem. Kalau gereja Tuhan tidak menaruh perhatian dan tidak tertarik dengan kelimpahan Firman dan dia anggap biasa-biasa saja maka orang itu tidak akan sampai pada pesta nikah Anak Domba Allah.

Perhatian Tuhan kepada Betlehem, kepada gereja Tuhan, seharunya menjadi kerinduan hati kita. Kita harus rindu roti, rindu Firman Allah, rindu sabda Allah, rindu ucapan Ilahi. Kalau ada kerinduan hati yang mendalam maka dia tidak akan peduli dengan tantangan di depan, tantangan itu akan dia tabrak sebab dia sangat butuh kelimpahan Firman Allah.

Ketika tidak merindukan hal ini maka akan terjebak dengan Moab. Jadikanlah perhatian Tuhan terhadap Betlehem ini menjadi kerinduan hati kita yaitu rindu Firman Allah. Kalau rindu Firman Allah sama dengan rindu pada satu pribadi itulah Yesus Mempelai Pria Surga.

Padahal perhatian Tuhan sudah tertuju pada Betlehem, pada rumah roti, pada gereja Tuhan tetapi kerinduan hati kita sepertinya hambar. Kalau hambar berarti masih ada tetapi kalau sudah kosong itu berbahaya. Kalau ada perhatian Tuhan kemudian kita tanggapi dengan kerinduan hati yang mendalam maka akan ada action dari kita seperti yang terjadi pada Rut pasal dua dan tiga yaitu perhatian Tuhan yang ada itu pasti kita cari, kita tidak akan diam. Tidak akan ada rasa ketenangan karena didorong kerinduan hati untuk bertemu dengan Firman, Firman itu adalah Yesus sendiri.
Yohanes 1:1-2,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Di Betelehem tidak ada roti, terjadi kelaparan di sana yang mengakibatkan Elimelekh mengambil langkah yang salah, dia pergi ke Moab. Mestinya dia harus bertahan kalau mengatakan “Tuhan itu Rajaku” seperti nasihat Tuhan kepada Ishak ketika terjadi kelaparan:
Kejadian 26:2
26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.

Tetapi Abraham pernah mengambil langkah yang salah ketika terjadi kelaparan. Dia tidak ke Moab pada waktu kelaparan tetapi dia turun ke Mesir sehingga nikahnya hampir hancur. Lapar di sini berarti tidak ada roti lagi, artinya sudah lepas hubungan dengan Firman Allah maka yang pertama terancam adalah nikah. Dalam kisah keluarga Elimelekh benar nikahnya hancur, nikah buah nikahnya juga hancur. Itu terjadi kalau kita lepas hubungan dengan Firman.

Ini jangan terjadi pada kita menjelang gereja Tuhan bertemu dengan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Bagaimana mau masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah kalau dirundung suasana seperti ini.

Sebabnya perhatian Tuhan di mana Tuhan isi dengan roti yang ada kembali di Betlehem, biarlah itu menjadi kerinduan kita yang mendalam. Karena keriduan hati yang mendalam inilah sehingga Naomi berangkat dari Moab meninggalkan suasana kekafiran bersama kedua anak mantu untuk menunju ke Betlehem. Artinya mereka rindu kembali menikmati Firman pengajaran, berarti rindu kembali memandang wajah Mempelai Laki-laki Sorga. Itu yang harus ada pada kita.

Tuhan berkata “Aku tidak akan menyembunyikan wajahKu lagi”. Kenyataan bahwa Tuhan tidak akan menyembunyikan wajahNya lagi berarti Tuhan membukakan rahasia firman Allah tentang apa yang akan terjadi di depan ini. Jadi Tuhan membukakan rahasia Firman Allah utamanya tentang hal-hal yang akan terjadi ke depan ini.

Biarlah itu menjadi kerinduan hati kita. Jangan sampai hal itu kita sesali tetapi sudah tidak ada artinya lagi karena ketika Tuhan menaruh perhatian kepada gereja, anak Tuhan itu tidak ada kerinduan hati terhadap pembukaan rahasia firman. Berarti itu bencana bagi dirinya. Ketika Tuhan menaruh perhatian kepada gereja Tuhan dan Tuhan membukakan FirmanNya, utama hal-hal yang akan datang maka kita harus ada kerinduan hati untuk memandang wajahNya, berarti melihat pembukaan rahasia Firman.

Sementara Tuhan menaruh perhatian kepada kita kalau  kita tidak imbangi dengan kerinduan hati yang mendalam untuk menikmati Firman berarti menikmati penampilan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, maka kelak akan berakhir dengan bencana. Biarlah kita menaruh sikap ada kerinduan hati dan kalau kita ada kerinduan hati untuk mendapatkan sesuatu maka akan seperti seorang jejaka yang mempunyai kerinduan hati untuk bertemu dengan kekasihnya, walaupun ada hujan batu akan dia lawan saja.
Kenapa kita tidak menabrak segala tantangan di depan kita untuk bertemu dengan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Kenapa tidak ada kerinduan hati? Jangan sampai ke depan ini ada penyesalan yang besar dan harus dibayar dengan derita sengsara yang hebat. Ini jangan terjadi pada diri kita.

Hari-hari terakhir inilah yang saya rasakan dalam dagingku, kerinduan hati yang mendalam saya ingin jumpa dengan Yesus. Jangan sampai saya sebagai hamba Tuhan melayani tetapi tidak jumpa dengan Yesus.

Yehezkiel 39:29
39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Tuhan tidak akan menyembunyikan wajahNya, artinya Tuhan tidak akan menyembunyikan rahasia tetapi Tuhan akan menyatakan rahasia-rahasia yang akan datang. Berarti itu perhatian Tuhan kepada kita yang harus kita barengi dengan kerinduan hati yang mendalam ingin memandang wajah Yesus.

Kita merindu atau tidak itu terpergantung masing-masing tetapi kelak akan nyata di permukaan. Kalau Si A merindu dan si B tidak ada kerinduan hati maka akan terjadi pemisahan. Si B dalam kengerian dan si A dalam sukacita abadi. Jadi terjadi suasana yang paradoks. Yang rindu akan menikmati sukacita besar dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Yang tidak ada ada kerinduan hati akan ada dalam derita sengsara selama-lamanya. Ini jangan terjadi dalam diri kita.

Dalam pasal dua dan tiga, perhatian Tuhan ini karena dirindukan sehingga dicari. Kita merindukan perhatian Tuhan yang tertuju dan nyata lewat kelimpahan Firman. Jadi kelimpahan Firman dalam sidang jemaat itu adalah perhatian Tuhan dan harus diimbangi dengan kerinduan hati kita mencari makna di dalamnya, mencari apa sebenarnya maksud Tuhan sehingga begitu besar perhatianNya sehingga membukakan rahasia Firman.

Tuhan menyuruh kita mencari.
Yesaya 45:19
45:19 Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus."

Orang yang tidak disuruh dan langsung mencari itu lebih besar poinnya dari pada orang yang disuruh baru mencari. Orang yang tidak disuruh tetapi langsung mengerjakan sesuatu yang menjadi selera tuannya itu lebih besar poinnya dari pada yang disuruh baru bekerja. Jadi yang mana yang mau kita lakukan. Sedangkan yang disuruh lalu mencari nilainya sudah luar biasa apalagi tanpa disuruh dia sudah mencari. Lebih besar resikonya kalau sudah disuruh mencari tetapi tidak mencari.

Orang yang tanpa disuruh sudah mencari poinnya lebih besar dari pada yang disuruh baru mencari. Kenapa? Sebab orang yang mencari tanpa disuruh itu berarti landasannya kerinduan hati. Kalau disuruh baru mencari belum tentu kerinduan hati menjadi landasannya.

Kiranya kita gereja Tuhan yang hidup akhir zaman ini tanpa disuruh kita sudah mencari sebab itu indah di mata Tuhan. Kalaupun kita disuruh kita harus berusaha dengar-dengaran dan kita cari. Jangan sampai sudah disuruh tetapi tidak mau. Orang seperti itu hukumannya lebih berat.

Yesaya 55:6
55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Carilah Mempelai Laki-laki Sorga selagi Dia bisa kita temui. Ini ada hubunganya dengan perhatian Tuhan yang kemudian diimbangi dengan umat Tuhan yang rindu. Kemudian kerinduan hatinya ini ditindaki dengan mencari. Tuhan menyuruh mencari selagi masih mendapat sebab suatu saat Dia akan menyembunyikan wajahNya.

Kadang ucapan berkat dalam Bilangan pasal 6 itu sudah dihafal dalam gereja, “sinarilah dengan wajahMu”. Tetapi hanya sekedar dibahasakan, tidak dicari apa makna di dalamnya.
Bilangan 6:22-26
6:22 TUHAN berfirman kepada Musa:
6:23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
6:27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Ini berkat, yang memberkati lebih tinggi dari yang diberkati.
Ibrani 7:7
7:7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.

Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya” tetapi seringkali umat Tuhan tidak mencari apa nilai dari wajah Tuhan, apa yang tersirat dari wajah Tuhan. Memperlihatkan wajah berarti pembukaan rahasia Firman tentang apa yang akan terjadi di depan. Kalau Tuhan memperlihatkan belakang berarti Tuhan memperlihatkan apa yang Dia lakukan di masa-masa silam.
Keluaran 33:23
33:23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."

Memperlihatkan belakang berarti memperlihatkan apa yang telah Tuhan lakukan di masa lalu. Memperlihatkan wajah berarti memperlihatkan apa yang akan Tuhan lakukan ke depan.
Keluaran 12:8, 33:11
33:11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.

Beruntunglah kita gereja Tuhan kalau ada dalam suasana seperti ini, berarti perhatian Tuhan kepada kita sangat serius. Sementara perhatian Tuhan begitu besar jangan sampai kita abaikan sebab kalau diabaikan akan ada penyesalan yang disertai dengan penderitaan.

Pada pasal satu kita melihat perhatian Tuhan yang dirindukan oleh Naomi secara pribadi, kemudian membonceng Rut dan kemudian membonceng Orpa. Tetapi Orpa hanya setengah jalan. Jadi apa yang dia rindukan tidak kesampaian dan dia undur kembali ke Moab. Tetapi Rut terus mengikuti Naomi.

Pada pasal empat, perhatian Tuhan yang dirindukan kemudian dicari, sekarang di peroleh. Jadi benar Tuhan tidak menyuruh orang mencari Dia dengan sia-sia. Bukan Rut yang pertama bersukacita tetap yang pertama disentuh sukacita adalah Naomi. Rut tidak disebutkan bersukacita. Otomatis dia bersukacita karena menjadi isterinya Boas dan dia melahirkan anak yang namanya Obed. Yang paling nampak sukacitanya adalah Naomi.

Mengapa Naomi yang duluan bersuka cita setelah itu baru Rut? Naomi ini adalah pribadi yang melayani dan menangani Rut dengan sangat serius. Karena keseriusannya menangani Rut itu maka yang menikmati sukacita pertama kali adalah Naomi.

Saya sebagai hamba Tuhan, sebagai gembala yang memposisikan diri sebagai Naomi yang melayani dan menangani Rut-Rut akhir zaman akan bersukacita ketika Rut itu berhasil menjadi isterinya Boas, menjadi isterinya Tuhan Yesus. Kalau hamba Tuhan itu gagal, tidak ada satupun yang bisa dia bawa kepada Tuhan, umat tidak berhasil menjadi isterinya Boas maka kekecewaannya luar biasa.

Peran Naomi terhadap Rut tidak bisa dianggap remeh. Peran seorang gembala menangani Gereja Tuhan yaitu Rut-rut di akhir zaman tidak bisa dipandang enteng. Utamanya gembala itu sendiri jangan memandang enteng pelayanannya dalam penggembalaan. Kalau gembala itu serius menangani seperti Naomi serius menangani Rut maka jemaat yang adalah Rut akhir zaman tidak boleh mengentengkan upaya dari gembala yang seperti Naomi. Jadi ada timbal balik gembala dan jemaat.

Jemaat harus berbahagia kalau ada pribadi gembala yang memiliki roh seperti Naomi dan serius menangani untuk membawa jemaat menjadi isterinya Boas. Jemaat juga harus bersukacita dan berterima kasih. Jangan kita berpikir kita bisa rohani tanpa pelayanan hamba Tuhan. Seandainya bisa Tuhan tidak perlu mengangkat jabatan gembala dalam gereja. Apalagi jabatan gembala itu diangkat setelah pengalaman Yesus mati dan bangkit. Tuhan sangat serius untuk membawa Rut-Rut akhir zaman untuk bertemu dengan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Kalau kita merindu pada perhatian Tuhan lalu perhatian Tuhan itu kita cari dan akhirnya perhatian Tuhan itu kita dapat maka yang memegang peranan itu siapa? Gembala yang seperti Naomi yang menangani Rut. Tokoh sentralnya yang membuat Rut berjumpa dengan Boas adalah Naomi. Walaupun Naomi tiga kali mempersalahkan Tuhan tetapi puji Tuhan ketika kerinduan hatinya semakin mendalam dan serius menangani Rut maka kekurangannya tidak nampak lagi.

Tiga kali Naomi mempersalahkan Tuhan.
1.      Rut 1:13
1:13 masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?"

Naomi merasa tangan Tuhan menekan dia. Nafas dari perkataannya ini seperti menyalahkan Tuhan. Inilah awal-awal Naomi menangani Rut, dia merasa seperti tangan Tuhan teracung terhadapnya. Sesungguhnya itu adalah titik start dari Naomi.

2.      Rut 1:20
1:20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.

Pengalaman yang pahit dari Naomi ini tidak membuat dia surut langkah. Dalam penggembalaan tidak dapat disangkal pengalaman pahit yang dialami oleh gembala.

3.      Rut 1:21
1:21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."

Naomi ini menunjuk posisi seorang hamba Tuhan yang menangani Rut, menangani gereja Tuhan. Kadang kala hamba Tuhan berkata “mengapa malapetaka ini terjadi padaku” dan perkataan ini menular pada jemaat.

Sesudah kita bertanya berikutnya Tuhan secara luar biasa memberikan penanganan kepada Naomi. Bukan hanya Naomi yang ditangani Tuhan atas tiga keluahannya itu tetapi sekaligus juga Rut ditangani.
Rut 2:1-2
2:1 Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
2:2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."

Lebih dahulu diperkenalkan pribadi Boas, ada kaitan darah dengan Elimelekh, ada kaitan kaum dengan Elimelekh. Jadi sebelum Rut minta permisi kepada Naomi untuk memungut gandum lebih dahulu diperkenalkan satu pribadi itulah Boas.

Jadi gembala ini harus paham siapa yang mempunyai hubungan erat dengan dia. Apakah gembala itu punya hubungan karib dengan Tuhan atau tidak. Apakah hubungan kami gembala benar-benar sahabat kental dengan Tuhan. Kalau itu ada maka inilah yang akan terjadi:
Mazmur 25:14
25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Bagi hamba Tuhan bagaimana mau menangani Rut-Rut akhir zaman kalau tidak mengenal siapa itu Boas, siapa itu Yesus. Jadi ibadah itu bukan hanya sekedar pengisi upacara ibadah atau upacara agama. Pada awal pasal dua ini satu sosok yang ada di Betlehem yang disebut kaya raya itu diperkenalkan, itulah Boas. Kami hamba Tuhan harus memperkenalkan Yesus kepada umat Tuhan.

Di sini bahasa Naomi masih sangat terbatas “pergilah anakku”. Tetapi ketika Rut pulang dan Naomi melihat hasil yang dibawa oleh Rut maka ada bahasa yang lebih kuat bahwa ladang di mana dia memungut gandum itu tidak ayal lagi adalah ladang milik kerabat Elimelekh yang kaya raya itulah Boas. Berarti ada dorongan yang lebih kuat. Jadi dari tindakan terhadap yang perhatian yang dirindukan kemudian dicari, sekarang ada dorongan lebih kuat dan deras di dalam penggembalaan. Kalau umat Tuhan ada kerinduan yang mendalam kemudian gembala sepi-sepi saja itu gawat. Ketika ada kerinduan hati yang lebih mendalam dari sidang jemaat maka ada dorongan yang lebih deras datang dari penggembalaan.

Rut 2:4-5
2:4 Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: "TUHAN kiranya menyertai kamu." Jawab mereka kepadanya: "TUHAN kiranya memberkati tuan!"
2:5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"

Mulai ada perhatian serius, ini awal perhatian dari Boas ketika dia memandang dengan matanya sendiri Rut berada di ladang.

Rut 2:6-7
2:6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti."

Rut ini begitu ulet dan perhatian Boas juga semakin meningkat. Banyak perempuan di situ tetapi kenapa perhatian Boas tertuju pada Rut bangsa kafir. Jadi Naomi dan Boas sudah bekerja sama menangani Rut. Gembala bekerja sama dengan Tuhan Yesus menangani jemaat
Rut 2:8-9
2:8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan.
2:9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."

Jadi di sini ada perlindungan sampai empat kali.
1.      Jangan ke ladang lain
Di dunia ini banyak ladang tetapi kita harus ada pada ladang mempelai.
2.      Dekatlah pekerja perempuan
Artinya sebab kalau dekat pekerja-pekerja laki-laki ada gangguan di sana. Di sinlah perlindungan Tuhan soal jangan jatuh pada kenajisan.
3.      Lihat dan ikutlah pekerja perempuan
4.      Laki-laki jangan menggangu engkau

Isi dari perlindungan Boas dinikmati oleh Rut. Tetapi Rut tidak ditangani sendiri oleh Boas namun bersama Naomi.

Kalau kita mendapat perhatian Tuhan dan kita rindukan untuk kembali menikmati perhatian Tuhan maka akan kita cari. Kalau kita cari pasti kita dapat.

Yang menangani Rut adalah Naomi dan Boas, menunjuk gembala dan Yesus. Inilah yang  menangani kita untuk kita mencapai apa yang kita rindukan yaitu menjadi Mempelai Wanita.

Dalam silsilah Tuhan Yesus darah kafir ada empat yang masuk di situ.
Rahab = darah orang Yerikho
Rut = darah orang Moab
Tamar = darah orang Kanaan yaitu orang Filistin
Betsyeba = darah orang Het yang juga orang Kanaan

Artinya kita bangsa kafir di keempat penjuru dunia ini dicari oleh Tuhan. Kalau perhatian Tuhan kepada kita bangsa kafir sudah mau berakhir, jangan kita leha-leha jangan kita abaikan dan remehkan. Kalau meremehkan maka satu saat orang itu akan menyesal dan mencari dengan air mata darah. 

Perhatian Tuhan sekarang ini kepada Betelehem, ada Firman Allah berarti ada Mempelai Laki-laki Sorga, kita harus menggebu-gebu untuk mencarinya. Tuhan sangat mengasihi dan mencintai kita, Rut-Rut yang hidup di akhir zaman.

Gembala seperti Naomi kedengarannya seperti tiga kali mempersalahkan Tuhan tetapi bukan seperti itu sebenarnnya. Dalam kata itu seperti kita lihat mempersalahkan Tuhan padahal sebenarnya ditunjukkan betapa sengsaranya kalau Tuhan menekan kehidupannya dengan berbagai tantangan hidup. Itu juga yang seringkali kami hamba Tuhan alami. Tetapi saya yakin tidak sendirian, saya selalu bersama dengan Tuhan.

Naomi dengan Boas sama-sama bergerak, akhirnya tampilah Rut menjadi isterinya Boas. Boas artinya di dalam dia ada kuat kuasa, arti yang kedua adalah tangkas.

Inilah yang harus kita perhatikan di penghujung akhir zaman. Dalam derita sengsara apapun kalau itu dikaitkan dengan persoalan Rut maka itu pasti akan berakhir dengan sukacita yang luar biasa.
Rut 4:13-17
4:13 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
4:14 Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.
4:15 Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."
4:16 Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya.
4:17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Yang mendengar bahasa yang menyenangkan dan menyegarkan hati bukan siapa-siapa. Yang lebih dulu ditampilkan adalah Naomi. Pada pasal 1 Naomi salah menanggapi, dia menilai miring apa yang dia hadapi. Kalau gembala saja seringkali salah atau miring menanggapi sesuatu yang terjadi pada dirinya, tidak dapat disangkal kalau jemaat juga bisa seperti itu. Tetapi bukan berarti akan membuahkan baik gembala atau jemaat akan terpuruk dan hancur. Ternyata Naomi berhasil menembusi apa yang membuat hatinya seperti kehilangan sukacita dan dikunci dengan sukacita yang luar biasa.

Kita gereja Tuhan akan menikmati kebahagiaan yang luar biasa. Ketika kita ada dalam Firman pengajaran biarlah kita memiliki kerinduan hati yang sangat mendalam. Utamanya saya hamba Tuhan. Apapun yang saya hadapi, seakan-akan seperti malapetaka dan itu benar-benar tidak menyenangkan daging tetapi jangan sampai membuat saya terpuruk.

Tuhan mempelihatkan suatu gambaran yang sangat mulia, yang sangat indah. Teladan di sini ditunjukkan oleh satu pribadi yang bernama Naomi. Naomi ini menunjuk status gembala dalam urapan Roh Kudus.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar