20160522

Kebaktian Kaum Muda Remaja, Minggu 22 Mei 2016 Pdt. Handri Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Keluaran 8:22-24 (Tulah yang keempat)
8:22 Tetapi pada hari itu Aku akan mengecualikan tanah Gosyen, di mana umat-Ku tinggal, sehingga di sana tidak ada terdapat pikat, supaya engkau mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini.
8:23 Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu. Besok tanda mujizat ini akan terjadi."
8:24 TUHAN berbuat demikian; maka datanglah banyak-banyak pikat ke dalam istana Firaun dan ke dalam rumah pegawai-pegawainya dan ke seluruh tanah Mesir; negeri itu menderita karena pikat itu.

Lalat pikat ini menunjukkan setan dengan roh-roh jahat, roh najis, roh durhaka. Di mana tempat perlindungan kita? Di tanah Gosyen. Itu tempat perlindungan kita untuk luput dari kuasa setan yang mau menguasai anak muda. Hari-hari terakhir ini begitu banyak anak muda yang dihantam roh jahat, roh najis dan roh durhaka.

Tanah Gosyen itu adalah daerah penggembalaan. Kalau kita tekun di dalam penggembalaan maka kita akan dilindungi oleh Tuhan. Dalam terang Tabernakel daerah pengembalaan itu menunjukkan ruangan suci. Kalau kita tekun di dalam penggembalaan maka kita dikuasai oleh Roh Kudus sehingga tidak ada kesempatan untuk roh jahat, roh najis dan roh durhaka masuk di dalam diri kita.

Dalam ayat 23 dikatakan “Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu”. Dulu ada perbedaan antara orang Israel di tanah Gosyen dengan orang Mesir. Di akhir zaman ini juga akan ada perbedaan antara orang tergembala dan orang yang tidak tergembala. Kalau semakin dipersempit berarti ada perbedaan antara kaum muda yang tergembala dan yang tidak tergembala. Mungkin sekarang kita tidak melihat perbedaannya tetapi suatu saat akan semakin jelas perbedaannya. Yang satu masuk dalam penyingkiran dan yang lain masuk dalam aniaya antikristus. Yang masuk dalam penyingkiran suasananya sukacita dan yang masuk dalam aniaya antikrist suasananya dukacita (ratap tangis, kertak gigi dan menderita).

Maleakhi 3:18; 4:1
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
4:1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

Sungguh-sungguh akan terjadi perbedaan. Orang yang tidak beribadah, orang yang tidak tergembala dikatakan seperti orang fasik. Orang fasik digambarkan seperti jerami yang hanya untuk dibakar. Kaum muda yang tidak tergembala, gembala yang tidak tergembala, siapapun yang tidak tergembala dia seperti jerami yang mudah terbakar.

Ciri-ciri kehidupan yang tidak tergembala:
1)      Saat mendengar Firman yang seperti api yang menyucikan maka mudah sekali terbakar emosinya. Mulai dari bosan, marah bahkan sampai melawan Firman. Kaum muda harus periksa, kalau kena Firman yang seperti api menyucikan lalu marah, tersinggung dan bersungut itu berarti ciri tidak tergembala.

Yeremia 23:29a
23:29a Bukankah firman-Ku seperti api,

2)      Saat api pencobaan datang mudah putus asa, kecewa dan tinggalkan Tuhan. Pencobaan itu seperti api. Tujuan api ujian datang untuk memurnikan iman kita.
I Petrus 1:6-7
1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Kalau dia tergembala, begitu pencobaan dan ujian datang dia tahan, imannya tampil seperti emas murni. Tetapi kalau tidak tergembala maka ketika ujian datang dia langsung putus asa dan kecewa.

Misalnya diizinkan oleh Tuhan bagi yang sudah ujian, hasil ujian nilainya jelek dan tidak lulus, lalu dia langsung marah dan kecewa kepada Tuhan lalu berkata “Tuhan saya sudah ibadah dan rajin melayani tetapi kenapa saya tidak lulus”. Ini sama dengan hanya sekedar datang ke gereja tapi belum tergembala.

Syarat tergembala itu adalah masuk kandang tekun dalam tiga macam ibadah
Makan Firman Allah yaitu taat dengar-dengaran pada Firman penggembalaan.

Banyak kali kita baru tekun tetapi belum makan Firman, saat dengar Firman masih main-main. Akhirnya ketika ada masalah langsung putus asa. Yang lebih parah lagi masih SMP sudah diputus pacar langsung putus asa tidak mau lagi datang ke gereja. Sekali lagi diingatkan pacaran itu tujuannya untuk menikah bukan untuk eksperiment.

3)      Cepat sekali terbakar oleh api hawa nafsu daging sehingga nanti menyala-nyala di dalam dosa terutama dalam dosa kenajisan sampai puncaknya dosa.
Roma 1:27
1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Menyala-nyala dalam birahi sama dengan menyala-nyala dalam kenajisan, sampai puncaknya dosa yaitu makan minum dan kawin mengawinkan. Kaum muda remaja dites, kalau baca Firman dibandingkan baca yang lain lebih berkobar-kobar yang mana, apakah menyala-nyala pada yang jasmani atau yang rohani. Kalau dia tergembala maka akan berkobar-kobar membaca Firman. Tetapi kalau tidak tergembala tidak berkobar-kobar membaca Firman dan malah membaca yang lain sampai yang najis-najis. Kalau lebih banyak membaca yang lain itu berarti belum tergembala. Harus belajar untuk membaca Firman Tuhan, diupayakan menyelesaikan membaca satu Alkitab ini. Kalau membaca novel-novel yang tebal-tebal cepat sekali dibaca, tetapi kalau membaca Alkitab malah merasa bosan kapan selesainya.

Akibat menjadi jerami yang terbakar nanti dibakar dalam api neraka. Kaum muda yang tidak tergembala sama dengan jerami dan juga sama seperti sekam (kulit padi, kulit gandum). Banyak orang Kristen/kaum muda hanya suka dapat kulit yaitu berkat tetapi tidak menggunakan berkat itu untuk tergembala. Mereka hanya mengejar berkat-berkat jasmani tetapi tidak mau diisi dengan Firman dan tidak mau beribadah melayani Tuhan. Hanya sekam berarti kosong terus, nanti orang seperti itu dibakar. Jerami dibakar, sekam juga dibakar.

Di akhir zaman yaitu sekarang ini, Tuhan akan mengadakan pemisahan antara orang Kristen yang tergembala yang sama dengan gandum yang berisi, akan dipisahkan dari jerami atau sekam. Akan ditapis, yang gandum tetap berada dalam alat penampi/ nyiru, yang sekam akan terbuang keluar.
Matius 3:12
3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Matius 3:12 (Terjemahan Lama)
3:12 Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."

Orang tidak tergembala itu seperti sekam, begitu ditapis maka langsung terlempar keluar. Gandum dikumpulkan dalam lumbung, di mana lumbungnya Tuhan? Yaitu di dalam kerajaan Sorga.

Ada dua kali penampian:
1)      Lukas 22:31-32
22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Penampian oleh iblis atau setan. Kalau kita tergembala maka kita tidak akan keluar dari nyirunya Tuhan. Cara iblis menampi:
a)      Lewat dosa sampai puncaknya dosa
Sekarang ini banyak ditawari dosa-dosa. Setan begitu licik sampai dosa itu dikatakan pesta, pesta narkoba, pesta minuman keras, pesta seks. Kalau jatuh dalam dosa ini berarti jatuh dari nyirunya Tuhan, gugur dari iman. Hati-hati dengan tontonan-tontonan/gambar yang najis-najis, sebab sekarang ini anak muda memiliki HP canggih-canggih. Kecanggihan teknologi memang untuk mempermudah manusia tetapi juga untuk mempermudah iblis. Kecanggihan teknologi bisa menjebak, kalau kita tidak tergembala sungguh-sungguh kita bisa terjebak.

b)      Lewat pencobaan dan masalah-masalah
Ini membuat kaum muda kecewa, putus asa sampai tinggalkan Tuhan. Kalau menampi tidak ada yang diam-diam saja, orang menampi itu digoyang-goyang. Ini cara setan untuk mengoyang kita sampai jatuh dalam dosa. Kalau gandum berisi maka tidak akan terlempar keluar tetapi kalau sekam langsung terlempar keluar.

c)      Lewat ajaran-ajaran palsu/sesat
Kelihatan beribadah tetapi yang ditampilkan adalah ajaran palsu dan ajaran sesat.

Ketiga penampian setan ini tujuannya untuk mengugurkan iman. Bagaimana caranya supaya iman tidak gugur?
Lukas 22:32
22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Ada doa syafaat dari Tuhan Yesus Gembala Agung. Tuhan Yesus berdoa untuk domba-domba yang tergembala. Dari Sorga Tuhan Yesus berdoa, dari bumi ada gembala-gembala secara jasmani yang mendoakan. Gembala Agung dari atas memegang dua tangan kita, gembala dari bumi menopang kita, bagaimana kita bisa jatuh lagi. Lalu kenapa ada yang masih jatuh? Salah sendiri waktu diangkat dia goyang-goyang kesana kemari sehingga jatuh. Itu sebabnya ayo kita tergembala sungguh-sungguh supaya ketika setan menampi kita lewat dosa-dosa, pencobaan dan ajaran palsu kita tidak jatuh dan kita aman di dalam tangan Tuhan.

2.      Matius 3:11-12
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Penampian oleh Tuhan Yesus. Ini sama dengan pemurnian lewat Firman pengajaran yang benar, lewat Firman yang dahsyat seperti api. Bagaimana supaya kita tahan dimurnikan oleh api Firman pengajaran? Dalam ayat di atas dikaitkan dengan baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Jadi bagaimana supaya kita tahan menghadapi pemurnian oleh api Firman pengajaran? Baptisan air dan baptisan Roh Kudus yang kita terima harus benar. Kalau baptisan airnya tidak benar, baptisan Roh Kudusnya tidak benar maka tidak akan tahan. Jangan diremehkan baptisan air yang benar dan baptisan Roh Kudus. Kalau ada Roh Kudus kita akan tahan menghadapi ujian.

1)      Baptisan air
Baptisan air yang benar syaratnya harus benar, bukan karena dipaksa-paksa oleh orang tua. Syaratnya adalah bertobat/harus mati terhadap dosa. Kaum muda yang dibaptis jangan sampai karena ikut ramai atau karena dipaksa oleh orang tua.
Roma 6:2
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Pelaksanaan yang benar adalah dikubur bersama Tuhan Yesus di dalam baptisan air dan bangkit bersama Tuhan Yesus, keluar dari air. Pelaksanaan yang benar juga ada meterai nama yaitu dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Matius 28:19
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Jadi syaratnya harus benar dan pelaksanaannya harus benar. Mungkin syaratnya belum benar, pelaksanaannya sudah benar, sekarang hasilnya harus benar.
I Petrus 3:20-21
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Apa hasil baptisan air yang benar? Yaitu hati nurani yang baik= Hati yang selalu rindu untuk mendengar Firman pengajaran.

Hati ini menentukan, kita tahan mengalami pemurnian oleh Tuhan. Kalau hati jahat pasti tidak taat dan akan terbuang. Kalau hati nuraninya benar maka dia selalu rindu untuk mendengar Firman, rindu diisi oleh Firman Pengajaran yang murni.
I Petrus 2:2
2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Murni itu tertulis dalam Alkitab, ayat menerangkan ayat, dibukakan rahasiaNya. Rohani itu berarti dalam urapan Roh Kudus. Sore ini kita periksa hati, saya datang beribadah untuk cari apa?. Apakah supaya bisa bertemu teman, supaya bisa latihan musik atau supaya bisa bertemu gebetan, itu semua salah.

Kalau hati nurani kita baik maka kita pasti dipakai dalam pembangunan Bait Tuhan yang rohani.
I Tawarikh 29:17-18
29:17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka aku pun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.
29:18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.
29:19 Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."

Kalau hati nurani kita baik selalu rindu diisi Firman pengajaran yang benar maka pasti dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Kalau mau dipakai oleh Tuhan milikilah hati nurani yang baik.

Kalau hati itu sudah diisi oleh Firman maka dia akan sukarela dan tulus ikhlas. Tidak usah lagi dipaksa-paksa untuk beribadah, tetapi beribadah dan melayani dengan sukarela. Kalau hidupnya bisa dengan sukarela dan tulus ikhlas dia berikan maka apalagi yang kecil-kecil. Bisa tulus ikhlas mengeluarkan perpuluhan. Kalau belum bisa mengembalikan perpuluhan berarti hatinya yang kotor/ tidak baik.

2)      Baptisan Roh Kudus
Kisah Para Rasul 2:1-4
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Salah satu tanda baptisan Roh Kudus yang benar adalah berbahasa Roh seperti yang diberikan oleh Roh Kudus, bukan yang diberikan oleh pendeta. Sekarang ini banyak yang menirukan pendeta berbahasa roh contohnya: bala bala bala bala. Kalau sudah berkata begitu berarti sudah dipenuhkan.

Syarat dipenuhkan Roh Kudus
Ø  Tinggal di Yerusalem berarti hati harus damai sejahtera
Ø  Seperti permukaan air berarti ada kerendahan hati

Kalau baptisan air sudah benar, hati damai sejahtera dan rendah hati maka tidak sulit untuk dipenuhkan Roh Kudus, bisa berbahasa roh seperti yang Roh Kudus ajarkan. Kalau hati sudah baik maka bisa dipenuhkan Roh Kudus. Kalau tidak dipenuhkan Roh Kudus tidak akan tahan menghadapi penampian, pasti keluar dari nyirunya Tuhan. Dia dikumpulkan tetapi untuk dibakar.

Firman itu api dan Roh Kudus itu juga api. Kalau memiliki api maka kita tahan menghadapi api ujian.

II Raja-raja 6:25
6:25 Maka terjadilah kelaparan hebat di Samaria selama mereka mengepungnya, sehingga sebuah kepala keledai berharga delapan puluh syikal perak dan seperempat kab tahi merpati berharga lima syikal perak.
Banyak orang berkata-kata asing tetapi sebenarnya tinggal tahinya merpati. Yang belum dipenuhkan Roh Kudus, berupaya cari terus digumuli sampai dipenuhkan Roh Kudus. Bagi yang sudah dipenuhkan tetap jaga sampai meluap-luap dalam Roh Kudus.

Prakteknya kalau sudah dipenuhkan oleh Roh Kudus.
Ø  Yohanes 16:14
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.

Bisa memuliakan Firman pengajaran di dalam hidup kita. Dalam perkataan dan perbuatan kita harus bisa memuliakan pengajaran. Perkataan yang baik, benar dan suci. Muliakanlah Firman pengajaran dalam seluruh hidup kita baik dalam perkataan, perbuatan sampai dalam hati dan pikiran.
Titus 2:10
2:10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

Dalam melayani Tuhan muliakanlah Firman pengajaran. Di sekolah, di rumah, di mana saja muliakanlah Firman pengajaran, itu berarti hati kita diisi oleh Firman pengajaran.

Ø  Roma 12:11
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir, sampai Tuhan Yesus datang. Kalau tidak ada Roh Kudus jadinya hanya berkoar-koar (hanya banyak bicara).

Ø  Titus 3:5
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Praktek ketika ada pembaharuan, ada keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani, layak masuk dalam lumbungnya Tuhan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Supaya tahan menghadapi penyucian Firman Tuhan maka harus miliki hati yang baik, selalu diisi oleh Firman pengajaran, sukarela, tulus ikhlas melayani Tuhan, memuliakan Firman Pengajaran yang benar, setia berkobar-kobar melayani Tuhan dan ada keubahan hidup.

Kalau tidak dipenuhkan oleh Roh Kudus pasti tidak akan tahan menghadapi pemurnian sehingga keluar dari nyirunya Tuhan.

Hasilnya secara jasmani:
Roma 8:11
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Roh Kudus mampu memelihara tubuh kita. Apa yang sudah mati mampu Tuhan hidupkan kembali. Mungkin ekonomi sudah mati, masa depan sudah suram, mau lanjut sekolah sudah tidak ada biaya lagi, tetapi kalau ada Roh Kudus maka Roh Kudus mampu membangkitkan yang sudah mati. Roh Kudus mampu menghapus segala kemustahilan.

Secara rohani kita diubahkan sampai sempurna layak masuk ke dalam kerajaan sorga, menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Tuhan Memberkati.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar