20160525

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 25 Mei 2016 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yeremia 1:9-14
1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
1:10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."
1:11 Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?" Jawabku: "Aku melihat sebatang dahan pohon badam."
1:12 Lalu firman TUHAN kepadaku: "Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku."
1:13 Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: "Apakah yang kaulihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara."
1:14 Lalu firman TUHAN kepadaku: "Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini.

Setelah Tuhan menaruh perkataan di dalam mulut Yeremia, maka dia langsung diperhadapkan dengan dua hal atau dua perkara yaitu Tuhan berbicara mau membangun dan meruntuhkan. Membangun dan menanam ada hubungannya dengan badam, mencabut, merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan ada hubungannya dengan periuk yang mendidih.

Firman yang ditaruh di mulut hamba Tuhan ini adalah bagian dari penggenapan Firman Tuhan yang ada dalam kitab Ulangan. Dalam kitab Ulangan ketika Tuhan berkata “Firman tidak jauh dari kamu tetapi dekat dan ada pada mulutmu” maka selanjutnya Tuhan menghadapkan dua suasana, ini sama seperti yang dialami oleh Yeremia. Suasana pertama adalah kehidupan dan keberuntungan, suasana yang kedua adalah kematian dan kebinasaan. Kehidupan dan keberuntungan hubungannya dengan badam, kematian dan kebinasaan hubungannya dengan periuk mendidih.

Setelah Tuhan berbicara hal itu maka ada regenerasi dari yang tua yaitu Musa kepada Yosua yang lebih muda. Firman itu tidak hanya kepada yang tua tetapi harus berkelanjutan kepada yang muda, harus ada pelimpahan tugas dari yang tua kepada yang muda. Berarti Firman Tuhan yang diterima oleh yang tua itu juga yang diterima oleh yang muda, jadi Firman tidak berubah. Yang muda yang melanjutkan tidak boleh merubah apa yang telah diterima oleh pendahulu.  

Kalau hal ini ada maka Alkitab mengatakan seperti kepada Yeremia “Aku menyertai”. Begitu juga yang Tuhan katakan kepada Musa “Aku menyertai”, demikian juga janji Tuhan kepada Yosua “Aku menyertai”. Kalau mau disertai oleh Tuhan jangan merubah Firman Tuhan yang telah diterima dari pendahulu. Sebagaimana Tuhan menyertai para pendahulu demikian juga Tuhan akan menyertai si penerus. Kalau penerus merubah Firman yang diterima oleh pendahulu maka Tuhan tidak menjamin bahwa dia akan disertai Tuhan.

Kalau ada yang berani merubah apa yang telah diterima dari pendahulu maka ibadahnya jadi kering. Untuk menutup-nutup kekeringannya maka dihadirkanlah cara-cara dunia, padahal itu hanya untuk menututup-nutup kekeringan sebab Tuhan sudah tidak menyertai lagi. Hal ini mengajar untuk diriku hati-hati dan waspada.
Ulangan 30:14-15
30:14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
30:15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

Di sini tinggal kita mau memilih, sama seperti Yeremia. Yang diterima oleh Yeremia itu akan dia lempar kepada orang Israel dan tinggal orang Israel memilih. Mau memiliki kebinasaan atau keberuntungan, kematian atau kehidupan.

Ulangan 30:16
30:16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

Jadi untuk memperoleh kehidupan serta rohaninya bertumbuh maka syaratnya harus mengikuti perintah, ketetapan dan peraturan Tuhan. Ini yang Tuhan janjikan kepada Yosua “bagaimana Aku menyertai Musa, demikian Aku menyertai engkau”.

Ulangan 30:17-20
30:17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,
30:18 maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.
30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Tuhan berkata menyertai generasi tua yaitu Musa dan menyertai generasi muda yaitu Yosua, tetapi syaratnya jangan merubah ketetapan yang sudah diberikan kepada generasi tua.

Untuk meraih kehidupan dan keberuntungan ini, siapa yang tidak mau? Kalau diperhadapan kematian dan kebinasaan, siapa yang mau? Tentu kita akan memilih keberuntungan dan kehidupan, atau memilih badam. Pada badam ada keberuntungan seperti Yakub mendapatkan keberuntungan serta mendapatkan kehidupan. Tetapi kematian dan kebinasaan siapa yang memilih. Periuk yang mendidih itu adalah murka Tuhan yang besar.

Untuk meraih kehidupan dan keberuntungan sebagai bukti Firman ada di mulut kita maka syaratnya adalah ini:
Ulangan 30:16
30:16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

Jadi untuk mendapatkan kehidupan dan keberuntungan itu maka syarat utama yang tidak boleh dikurangi adalah mengasihi dan mencintai Tuhan. Kalau kepada bangsa Israel tidak dinyatakan dengan jelas seperti kita. Kalau kepada kita alasan untuk mengasihi dan mencintai Tuhan begitu jelas karena Dia adalah Kekasih kita, Dia adalah Tunangan kita. Kalau tidak mencintaiNya walaupun Dia menempatkan diri sebagai Tunangan atau Kekasih kita maka orang itu akan berhadapan dengan yang kedua yaitu kematian dan kebinasaan.

Kita harus berpegang teguh pada Firman kehidupan sebagai bukti kita mengasihi dan mencintai Tuhan Yesus.
Filipi 2:16
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Dulu orang Israel menuju ke tanah Kanaan, kalau kita sekarang menuju ke Yerusalem Baru.

Ulangan 30:20
30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Pada bagian akhir dikaitkan dengan Abraham, Ishak dan Yakub yang melambai-lambaikan tangan kepada negeri yang dibangun oleh Tuhan.
Ibrani 11:13
11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

Andaikata negeri yang dimaksud ini secara jasmani maka mereka ada kesempatan untuk kembali ke Mesopotamia, kembali ke Haran tetapi yang dimaksud adalah negeri secara rohani yang dari jauh mereka melambai-lambaikan tangan.

Kita tidak berada pada waktu yang begitu panjang seperti mereka, waktu kita sekarang sudah dekat, itu sebabnya kepada kita diperhadapkan kehidupan dan keberuntungan. Kita harus memilih kehidupan dan keberuntungan. Kalau kita benar memilih ini maka kita harus mencintai dan mengasihi Tuhan yang mempunyai Firman, Dialah kekasih kita.

Ada periuk yang mendidih, itu sangat mengerikan. Jangan kita salah memilih. Secara logika memang mudah mau memilih kehidupan dan keberuntungan tetapi prakteknya begitu sukar. Buktinya adalah sidang jemaat yang ada di pulau Kreta, Tuhan lewat rasul Paulus mengutus Titus ke sana untuk mengingatkan mereka sebab ternyata mereka mengaku jemaat Tuhan tetapi perilaku mereka sama dengan perilaku kafir. Mengerikan di depan ini, kita sudah mendekati garis finish. Ke mana arah kita sekarang ini, kepada kehidupan dan keberuntungan atau pada kematian dan kebinasaan.

Kalau benar ada Firman pada mulut saudara maka kita mudah untuk memilah. Lewat pekerjaan Firman itulah yang membentuk cinta kasih di dalam hati saudara kepada Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Ini yang sangat kita dambakan dan harapkan.

Ketika Tuhan berbicara kepada Yeremia dan Yeremia sudah menerima, maka pada ayat-ayat selanjutnya kita melihat orang Israel itu tetap memilih kematian dan kebinasaan. Sebab apa?
1.      Mereka meninggalkan Tuhan
Yeremia 1:16
1:16 Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.

2.      Mereka memerangi hamba Tuhan yaitu Yeremia yang penuh Firman pada mulutnya.
Yeremia 1:19
1:19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

Ulangan 30:17-18
30:17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,
30:18 maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

Dorongan dari tangan iblis begitu kuat sehingga Firman Tuhan mereka lecehkan, mereka meninggalkan kehidupan dan menuju pada kematian, mereka meninggalkan keberuntungan dan menuju pada kebinasaan. Ini harus kita ambil sebagai pelajaran. Apa yang terjadi pada bangsa Israel ini adalah pembelajaran bagi kita yang hidup pada akhir zaman ini.
Roma 15:4
15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Tuhan mengajak supaya mereka berbalik, kalau kita juga ada pada kondisi seperti ini juga harus segera berbalik sebab hukuman periuk yang mendidih ini benar akan menjadi kenyataan. Dalam Yeremia pasal 50 sampai pasal 52 itu adalah puncak dari kenyataannya. Puncaknya raja Zedekia ditangkap dan dirantai dengan rantai tembaga dan harus dicungkil matanya. Sebelum dicungkil matanya maka isterinya dibantai di depannya, anak-anaknya dibantai di depannya dan umat Tuhan yang ditangkap di Ribla semua dibantai di depannya. Itu bukti periuk yang mendidih itu menjadi kenyataan.

Dulu ini terjadi dan menjadi peringatan bagi kita. Olehnya itu bagaimana tanggapan saudara? Mau memilih kehidupan dan keberuntungan atau memilih kematian dan kehancuran. Kalau kita memilih kehidupan dan keberuntungan maka marilah tunjukkan bahwa kasihilah Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dengan bukti lakukanlah apa yang Tuhan perintahkan dan jauhi apa yang Tuhan tidak suka. Jangan berkata mengasihi Tuhan tetapi perilakunya menggambarkan bahwa dia tidak takut akan Tuhan. Jangan seperti orang di Kereta.
Titus 1:11-12
1:11 Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.
1:12 Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: "Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas."

Titus 1:16
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Keadaan di Kreta akan lebih hebat di hari-hari terakhir ini.
II Timotius 3:1,13
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

Kalau memilih kehidupan berarti kita memilih Firman karena Firman itu adalah kehidupan. Kalau saudara mencintai Tuhan maka rasanya setiap ibadah saudara akan ada di sana. Saudara akan ada kerinduan hati untuk mendengar suara kekasih saudara. Setiap saat saudara rindu membaca surat Kekasih saudara itulah Alkitab dan saudara akan berusaha untuk tidak menyakiti hati Kekasih saudara. Itu bukti saudara memilih badam dan bukannya memilih periuk yang mendidih yang datang dari utara.

Untuk memilih kehidupan ada bayarannya.
Filipi 2:16
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Firman itu adalah kehidupan, itulah pribadi Tuhan Yesus yang harus kita kasihi dan kita cinta, yang mengkondisikan dirinya adalah tunangan dari gereja Tuhan. Bahkan Dia menyatakan diri sebagai Suami dari gereja. Dimana bukti mencintai Tuhan kalau asal-asalan beribadah dan melayani, kalau hati lagi senang dia datang beribadah, kalau hati gundah-gulana dia malas beribadah.

Bagian akhir itu adalah upaya dari hamba Tuhan. Itu adalah upaya dari Yeremia, Yeremia menyodorkan kehidupan atau periuk yang mendidih tetapi mereka malah memilih periuk yang mendidih. Mereka meninggalkan Tuhan kemudian melawan dan memerangi hamba Tuhan yang sedang menyampaikan Firman itu. Ini keterlaluan, ditawarkan kehidupan dan keberuntungan tetapi malah menolak. Ini manusia yang aneh.

Kalau sekarang ini ada orang yang menawarkan dengan cuma-cuma uang 1 milliar, bisa-bisa saudara pingsan karena kaget.

Taruhan memilih kehidupan dan keberuntungan adalah kita harus memegang Firman kehidupan. Bukan hanya sekedar dipegang begitu tetapi Firman kehidupan itu harus menjadi bagian diri kita, bagian perbuatan kita. Yang suka mencuri tidak mencuri lagi, yang suka menipu tidak menipu lagi, itu antara lain bukti dia memegang Firman. Berpegang berarti Firman itu menjadi praktek, inilah kehidupan yang memilih kehidupan dan keberuntungan.

Ketika dikatakan “Firman ada pada mulutmu” maka diperhadapan dua hal yaitu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kehancuran. Tuhan mengatakan “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi”. Artinya saudara tidak akan bisa mengelak sebab ke mana saudara berpergian pasti selalu menjunjung langit dan menginjak bumi. Kita tidak bisa melarikan diri, Tuhan selalu memantau kita.

Bagaimana kita ini sebagai umat Tuhan. Saat pergi ke pohon pisang milik orang lain dan mengambil pisangnya, ingat saudara menjunjung langit dan ada di atas bumi. Saat pergi ke kandang ayamnya orang lain mau mencuri, ingat ada langit dan bumi menjadi saksi. Ketika menyusup masuk ke rumah orang mau mengganggu isterinya orang lain, ingat ada yang menjadi saksi. Ke manapun kita pergi, kita tidak akan bisa menghindar. Semua yang kita lakukan ini akan kita pertanggungjawabkan.
II Korintus 5:10
5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Roma 14:12
14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Apa yang kita mau sembunyikan di hadapan Tuhan. Saudara mau mengaku atau tidak mengaku, tidak ada yang bisa saudara sembunyikan. Kalau saudara dibelenggu oleh kuasa maut maka mohon kepada Tuhan supaya dibebaskan. Jangan seperti umat Tuhan di zaman nabi Yesaya. Ketika Yesaya menegur, mereka malah berkata “kami telah berjanji-janjian dengan maut. Biarpun cemeti berdesik-desik tidak akan kena kepada kami”. Ini sangat keterlaluan, betul-betul mereka keras kepala.

Abraham, Ishak dan Yakub nenek moyang Israel, melambai-lambaikan tangan ke negeri yang dibangun oleh Tuhan. Kenapa kita yang sudah dekat ke negeri itu kemudian mau balik kanan.

Resiko ini memang harus kita terima, taruhannya kita harus memegang Firman. Berarti kita harus praktekkan Firman. Jangan berantem terus. Dalam nikah tolonglah supaya kita memegang Firman kehidupan.

I Yohanes 1:1-4
1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
1:2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
1:3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
1:4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Persekutuan di sini adalah persekutuan yang hidup yang perekatnya adalah Firman kehidupan. Secara manusia saya bisa terlihat bersekutu dengan siapa saja tetapi masih bisa terjadi pemisahan.

Orang yang memilih kehidupan dan keberuntungan mendengarkan suara Tuhan. Kalau sekarang ini kita membiasakan mendengar suara Tuhan, maka sekalipun orang itu sudah ada dalam kubur akan mendengar suara Tuhan maka arahnya kepada hidup yang kekal. Tetapi orang yang menutup telinga terhadap Firman Tuhan sekarang, dia juga akan mendengarkan suara Tuhan tetapi arahnya menuju pada kebinasaan.
Yohanes 5:24,27-29
5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Kalau sekarang tidak mau mendengarkan Firman Tuhan, suatu saat walaupun dia sudah mati maka dia akan mendengar tetapi arahnya untuk dihukum. Orang yang berbuat baik walaupun sudah mati, akan dibangkitkan dalam hidup yang kekal. Berbuat baik di sini bukan berarti berbuat amal tetapi berbuat sesuai yang diperintahkan Tuhan mulai dari percaya (pintu gerbang), bertobat (mezbah Korban Bakaran), dibaptis dengan air (bejana pembasuhan) dan dipenuhkan Roh Kudus (pintu kemah), aktif dalam tiga macam ibadah yaitu ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan kudus (meja roti pertunjukkan), ibadah raya (kaki dian emas), ibadah penyembahan (mezbah dupa emas). Orang yang seperti ini sekalipun mati dia akan mendengarkan suara Tuhan untuk menuju pada kehidupan kekal (sorga).

Kalau dibaca di sini seperti terjadi secara serempak. Padahal yang ada dalam kehidupan itu dibangkitkan menjelang kerajaan 1000 tahun dan yang akan masuk neraka dibangkitkan setelah kerajaan 1000 tahun untuk dihukum.

Adakah kita berpegang pada Firman kehidupan, adakah Firman kehidupan itu pada mulut hamba Tuhan untuk disuarakan pada sidang jemaat dan juga ada pada tangannya (berarti ada dalam praktek)? Sebab kalau tidak ada maka akan diperhadapkan dengan periuk yang mendidih. Siapa yang akan diterjang oleh periuk yang mendidih ini, yang akan diterjang oleh murka Allah yang besar.
Yeremia 1:15
1:15 Sebab sesungguhnya, Aku memanggil segala kaum kerajaan sebelah utara, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan datang dan mendirikan takhtanya masing-masing di mulut pintu-pintu gerbang Yerusalem, dekat segala tembok di sekelilingnya dan dekat segala kota Yehuda.

Berawal mereka mendirikan takhta di mulut pintu-pintu gerbang. Kenapa lokasinya ada di pintu-pintu gerbang? Kita harus waspada dengan suasana pintu gerbang. Suasana pintu gerbang adalah lokasi Tuhan memakai hamba-hamba Tuhan untuk mengingatkan orang yang melakukan kesalahan. Tetapi sayang orang-orang yang diingatkan ini malah benci orang yang menegur dia, yang sebenarnya dia disayang.
Amos 5:10
5:10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas.

Hamba Tuhan melihat bahwa Firman Tuhan sudah dilanggar sehingga dia berbicara dengan tulus ikhlas supaya orang itu berbalik dari kesalahannya tetapi orang itu malah membenci hamba Tuhan itu. Ini jangan sampai terjadi dalam diri kita. Inilah orang yang akan berhadapan dengan periuk yang mendidih, dalam 3,5 aniaya antikristus itu adalah periuk yang mendidih, itulah puncak murka Tuhan di bumi ini.

Jangan sampai ada orang yang memberikan teguran tetapi justru saudara benci. Orang itu berbicara dengan tulus ikhlas karena mengasihi jiwamu tetapi saudara malah tidak bisa menerima. Ini berbahaya, jangan saudara anggap sepeleh. Jangan saudara berkata tidak melanggar Firman. Sebenarnya kalau kita ditegur oleh Firman kita harus menyambut itu sebab kalau tidak ada teguran maka kita akan salah langkah dan bagaimana nasib kita kelak.

Bagi orang yang membenci teguran, dia akan menerima takhta musuh di pintu-pintu gerbang. Tidak akan ada lagi teguran baginya tetapi yang akan ada hanyalah penyembelihan dan sengsara.
Yesaya 65:12
65:12 Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai! Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku."

Bila saudara mendengar teguran maka itu berarti tanda sayangnya Tuhan. Dia akan menghambat kematian dan kebinasaan yang akan terjadi pada saudara dan Dia akan memberikan kehidupan dan keberuntungan.

Bagi anak-anakku, kalau orang tua sudah berkata tidak usah dibantah! Terima nasehat. Sekalipun induk serigala itu buas, dia tidak akan memakan anaknya. Jangan bantah nasihat papa dan mama. Jangan biarkan air mata orang tua berlinang-linang karena dilawan oleh anak. Juga jangan biarkan air mata gembala berlinang-linang karena dilawan oleh jemaat.

Dalam poin yang berikutnya orang Israel malah melawan Yeremia.
Yeremia 1:16
1:16 Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.

Ibadah mereka sudah tidak murni.
Zefanya 1:5
1:5 juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom,

Mengaku menyembah Tuhan Yesus tetapi menyembah berhala. Mengaku menyembah Tuhan Yesus tetapi keras hati, itu menyembah berhala.
I Samuel 15:23
15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

Mengaku menyembah Tuhan Yesus tetapi serakah, itu juga berhala.
Efesus 5:5
5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

Kolose 3:5
3:5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

Mereka menyembah buatan tangannya sendiri, berarti mereka bersandar pada kekuatannya sendiri. Sama dengan mendewakan kekuatannya.
Habakuk 1:11
1:11 Maka berlarilah mereka, seperti angin dan bergerak terus; demikianlah mereka bersalah dengan mendewakan kekuatannya.

Yeremia 1:17-19
1:17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
1:18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
1:19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

Yang dihadapi oleh Yeremia ini adalah raja-raja Yehuda dan imam-imam yaitu penyelenggara kebaktian yang sudah tidak benar. Makanya Tuhan memperlengkapi dengan menaruh Firman pada mulutnya untuk membangun dan menumbuhkan, untuk mencabut, merobohkan, menghancurkan dan membinasakan.

Gejala bahaya ini diberitahu di pintu gerbang. Tetapi karena mereka tidak mau menerima maka akan berhadapan dengan musuh yang membangun takhta di pintu-pintu gerbang.
Kita dari sekarang harus ada kesiapan menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Karena Tuhan tahu kita tidak ada kesanggupan maka Tuhan berikan FirmanNya melalui mulut hamba Tuhan untuk mempersiapkan umatNya. Tugas kami hamba Tuhan untuk membersihkan umat Tuhan dari segala kecemaran. Itu dimulai dari diri hamba Tuhan itu sendiri. Jadi tugas hamba Tuhan adalah untuk menolong sidang jemaat supaya mereka dibersihkan dan layak tampil di hadapan Tuhan. Sekalipun sidang jemaat itu kondisinya sudah tidak karu-karuan tetapi tugas kami untuk membenahi mereka lewat Firman. Bukannya malah menyediakan tiang gantungan, apalagi memenjarakan jemaat. Kalau sekarang ini yang terjadi justru pendeta yang menjebloskan jemaat ke dalam penjara. Orang seperti ini yang akan malang melintang kehidupannya berhadapan dengan takhta-takhta dari antikristus yang ada di pintu gerbang.

Seharusnya yang terjadi adalah menyelesaikan ke dalam seperti kata Firman.
I Korintus 6:1-6
6:1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?

Makin mendalami makin merasuk ketakutan dalam diriku. Saya tidak akan mampu menghadapi aniaya antikristus. Tuhan sudah tawarkan kehidupan dan keberuntungan, saya harus memilih itu. Walaupun harus membayar mahal memegang Firman dan memperaktekkan. Sebenarnya tidak sakit, tetapi kadang kala kita tidak mau memegang Firman kehidupan karena kita mengikuti keinginan daging kita. Kita ditipu oleh iblis.

Kenapa takhta-takhta musuh itu dia dirikan?
1.      Orang Israel itu telah meninggalkan Tuhan
2.      Mereka memerangi hamba Tuhan yakni Yeremia yang ada Firman di mulutnya.

Resikonya berat kalau merangi hamba Tuhan yang ada Firman di mulutnya sebab Tuhan sudah berjanji akan memagari, Tuhan bagaikan tembok di sekitarnya dan dia akan selalu disertai oleh Tuhan. Akhirnya orang itu akan berhadapan dengan Tuhan yang memberikan padanya periuk yang mendidih, itulah murka Tuhan yang besar.
Yeremia 1:13-14; 25:8-11
1:13 Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: "Apakah yang kaulihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara."
1:14 Lalu firman TUHAN kepadaku: "Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini.
25:8 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: Oleh karena kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan-Ku,
25:9 sesungguhnya, Aku akan mengerahkan semua kaum dari utara -- demikianlah firman TUHAN -- menyuruh memanggil Nebukadnezar, raja Babel, hamba-Ku itu; Aku akan mendatangkan mereka melawan negeri ini, melawan penduduknya dan melawan bangsa-bangsa sekeliling ini, yang akan Kutumpas dan Kubuat menjadi kengerian, menjadi sasaran suitan dan menjadi ketandusan untuk selama-lamanya.
25:10 Aku akan melenyapkan dari antara mereka suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan pengantin perempuan, bunyi batu kilangan dan cahaya pelita.
25:11 Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya.

Yeremia telah menubuatkan dan ini telah terjadi serta akan terjadi kelak nanti. Karena bangsa Yehuda dimurkai oleh Tuhan selama 70 tahun, namun aniaya antikristus selama 3,5 tahun itu lebih mengerikan dibandingkan 70 tahun bangsa Israel di Babel. Selama di Babel mereka masih bercocok tanam dan membangun rumah. Tetapi dalam masa 3,5 tahun aniaya antikristus rumah diambil, isteri diambil, suamimu diambil dan mau apa lagi. Pelita tidak ada lagi berarti gelap gulita, ini jangan terjadi pada diri kita.

Orang yang melawan Yeremia akan diperhadapkan dengan periuk yang mendidih. Ini bukti bahwa hamba Tuhan yang disertai oleh Tuhan sekalipun mengahadapi banyak tantangan jangan sampai gentar sebab Tuhan mengatakan “jangan Aku membuat engkau gentar di hadapan mereka”.

Yesaya 65:12-14
65:12 Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai! Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku."
65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu;
65:14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.

Yang mengalami yang negatif ini adalah orang yang tidak mau dengan Firman Tuhan, dipanggil oleh Tuhan tetapi mereka tidak mau menghirau. Hamba Tuhan menghadapi orang yang melawan Firman ini jangan gentar. Jemaat yang bersikap tidak mau mendengar Firman harus segera berbalik datang kepada Tuhan supaya jangan kita bertekuk lutut untuk dibantai oleh musuh.
Baru mendengar berita penganiayaan itu sudah membuat orang terkencing-kencing ketakutan.
Yehezkiel 7:17
7:17 Semua tangan terkulai dan semua orang terkencing ketakutan.

Makanya Tuhan menyuruh Yehezkiel untuk menghentakkan kaki ke tanah dan sambil menepukkan tangan dia berseru “awas!”.
Yehezkiel 6:11
6:11 Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Bertepuklah dan entakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah: Awas! Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar.

Ini peringatan yang keras dari Tuhan kepada kita, ketika Dia memanggil jangan abaikan, ketika Dia berbicara dengarkan suaraNya. Ketika Tuhan menyampaikan Firman melalui hamba Tuhan dan kita mendengar berarti kita memberi diri kita disucikan oleh pekerjaan Firman pengajaran.

Setelah Yeremia pasal 1, ternyata yang membuat hati Tuhan sedih sehingga Tuhan memperhadapkan periuk mendiri adalah karena Israel yang disebut isteriNya itu sudah menyeleweng, sudah tidak setia. Sakit hatinya Tuhan karena melihat Mempelai WanitaNya sudah tidak setia. Masuk pada pasal yang ketiga itu dipertajam lagi oleh Tuhan. Umat Israel digambarkan seperti isteriNya. Gereja Tuhan sekarang dipertunangkan dengan Tuhan. Betapa sedih hatiNya kalau melihat tunanganNya tidak setia, betapa susah hati Tuhan kalau tunangannya tidak peduli ketika dipanggil.

Yeremia 2:1-2
2:1 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
2:2 "Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya.

Saudara lihat bagaimana perasaan hati Tuhan melihat kekasihNya yang tidak setia, kekasihNya itu mendukakan hatiNya.

Yeremia 3:8-9
3:8 Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal.
3:9 Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu.

Menyembah batu itu keras hati, menyembah kayu itu kedagingan. Kehidupan Israel sudah keras hati dan kedagingan, mereka penuh dengan hawa nafsu daging. Dijauhkan Tuhan ini jangan terjadi pada kita. Itu sebabnya ketika Tuhan memanggil pasanglah telinga, ketika Dia berseru datanglah kepada Tuhan. Dia kekasihmu, Dia rindu memeluk saudara. Dia cinta saudara dan saya, itu sebabnya jangan kita bersikap seperti orang Israel. Ini semua menjadi pembelajaran bagi kita.
I Korintus 10:6,11
10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Itu sebabnya kita harus menerima, kalau ada teguran jangan kita benci orang yang menegur kita. Orang yang menegur itu tujuannya tulus ikhlas supaya jangan saudara binasa, justru supaya saudara berbalik dari kematian dan kebinasaan, jangan saudara benci. Kalau membenci orang yang menegur saudara itu bukan berarti orang itu kehilangan berkat sebab yang memberi nasihat itu akan makan dan berpakaian. Tetapi yang membenci akan haus, telanjang dan lapar.

Kita semua yang ada pada sore malam ini biarlah kita menerima nasihat Tuhan. Jangan tunggu takhta bangsa-bangsa yaitu kaki tangan antikristus mendirikan takhtanya di pintu-pintu gerbang. Saat itu tidak ada lagi yang bisa lari lagi.

Apa yang Tuhan ingatkan pada pasal 1 itu Tuhan tujukan kepada isteriNya yaitu bangsa Israel. Sekarang ditujukan kepada calon isteriNya yaitu kita gereja Tuhan sebab isteriNya yaitu bangsa Israel sudah menolak Dia. Ini adalah surat cintanya Tuhan, ini suara Kekasih kita yang diperdengarkan kepada kita, walaupun sakit bagi daging kita tetapi harus kita terima, bukan untuk mempermalukan kita. Tetapi kalau menolak maka orang itu akan dipermalukan oleh Tuhan.
Yesaya 65:13
65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu;

Saya mau bersukacita di hadapan Tuhan, biarpun suara itu keras tetapi saya mau menerima sebab kalau menolak, celaka nanti akan menerima bagian yang sangat mengerikan.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar