20160522

Kebaktian Umum, Minggu 22 Mei 2016 Pdt. Bernard Legontu




Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Wahyu 1:1
1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa  yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya,  Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Tidak dikatakan “wahyu-wahyu” atau “rangkaian wahyu” namun langsung dikatakan “wahyu Yesus Kristus” berarti ini tunggal. Ini adalah kitab terakhir dalam Alkitab dan ditulis oleh rasul Yohanes. Yohanes ini menulis 5 kitab yaitu Injil Yohanes, surat I Yohanes, surat II Yohanes, surat III Yohanes dan Wahyu.

Kepercayaan Tuhan terhadap Yohanes ini sangat nyata. Dia masuk dalam tiga serangkai rasul yang dipilih oleh Tuhan Yesus untuk selalu diajak yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Kalau dipikir secara manusia kalau ada Petrus maka seharusnya ada Andreas karena mereka adalah murid-murid yang pertama dipilih oleh Tuhan Yesus, tetapi Andreas tersisihkan. Ketika Tuhan Yesus membangkitkan anak Yairus, 3 serangkai ini yang dipilih untuk masuk dalam kamar. 9 murid yang lain ada di luar, termasuk Andreas. Andreas artinya berani, tetapi itu hanya slogan dan tidak ada tindakan.

Ketika Tuhan Yesus dipermuliaakan di atas gunung, tiga serangkai ini juga dipilih oleh Tuhan naik ke atas gunung untuk menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus dipermuliakan. Ditulis oleh Petrus bahwa kemuliaan ini adalah kemuliaan Tuhan Yesus kelak pada waktu Dia datang menjadi Raja di bumi ini selama 1000 tahun. Kali yang ketiga adalah ketika Tuhan Yesus di taman Getsemani, tiga serangkai ini dibawa berada dekat dengan Dia. 8 murid yang lain berada di pintu gerbang

Jadi Yohanes ini termasuk murid inti, itu sebabnya dia diizinkan Tuhan bersama dengan Tuhan Yesus masuk ke dalam kamar untuk menyaksikan pekerjaan kuasa kebangkitan. Yohanes menyaksikan kemuliaan yang luar biasa yang dinikmati Tuhan Yesus, Musa dan Elia. Yohanes juga menyaksikan bagaimana pergumulan Tuhan Yesus di taman Getsemani  sampai peluhNya menjadi seperti darah. Sebelum kemuliaan itu diterima oleh gereja Tuhan maka jangan lupa ada pergumulan. Pengalaman derita sengsara itu tidak bisa kita elakkan. Itu pasti akan kita alami dalam pengiringan kita kepada Tuhan.
Filipi 1:29
1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Kata menderita ini yang banyak membuat umat Tuhan undur. Mereka berpikir ikut Tuhan akan mulus-mulus dan bahagia-bahagia saja, padahal tidak demikian.

Kisah Para Rasul 14:22
14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

I Tesalonika 3:3-4
3:3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.
3:4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.

II Timotius 3:12
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

Mengikut Tuhan kita akan menderita sengsara. Bukan karena kita berhadapan dengan bedil atau pisau yang tajam di depan kita, tetapi ketika mengikuti Tuhan maka daging kita akan disayat-sayat oleh pedang Firman. Kita datang beribadah itu sebenarnya adalah bagian dari proses penyaliban daging kita. Kita memberi waktu untuk beribadah itu penyaliban daging, kita berkorban untuk ibadah pelayanan kepada Tuhan itu juga penyaliban daging. Kadang kita tidak paham bahwa sesungguhnya mengiring Tuhan itulah penyaliban daging. Dalam penyaliban daging kita harus serius dengan Tuhan.
Galatia 5:24
5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Kitab Wahyu berbicara bagaimana persiapan gereja Tuhan untuk bertemu dengan Tuhan. Wahyu 1:1 ditulis setelah pengalaman yang dirasakan Yohanes pada ayat 10 dan seterusnya. Pada ayat 10 diceritakan oleh pekerjaan Roh Kudus maka Yohanes diangkat. Oleh pekerjaan Roh Kudus maka Yohanes mampu mendengarkan suara Tuhan yang bagaikan bunyi sangkakala yang terdengar di belakangnya.

Kenapa suara itu harus datang dari belakang? Tidakkah lebih enak kalau suara ini datang dari depan? Suara yang bagaikan bunyi sangkakala yang memekakkan telinga ini adalah suara Tuhan Yesus untuk membersihkan gereja Tuhan yang didengar dan harus ditulis oleh Yohanes kemudian harus dia kirimkan kepada sidang jemaat. Suara yang seperti sangkakala itu justru diperdengarkan dari belakang maksudnya Firman Tuhan yang keras dan tajam itu mengoreksi apa-apa perilaku kita yang telah kita lakukan di masa yang silam.
Seandainya tidak ada suara yang keras ini maka kasihan sidang jemaat tidak akan bisa siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Contohnya jemaat Efesus, kasih mereka kepada Tuhan di masa lampau telah mereka lupakan. Kalau tidak ada koreksi Firman Tuhan yang kuat, kasihan nasib mereka.

Itu sebabnya gereja Tuhan membutuhkan suara Firman Tuhan yang keras untuk mempersiapkan kita bertemu dengan Tuhan Yesus. Firman Tuhan itu mengoreksi hal-hal  masa lampau yang membuat dingin rohani kita. Saya sebagai hamba Tuhan lebih dahulu mendengar. Saya hamba Tuhan lebih dahulu dikoreksi supaya bisa menyampaikan koreksi kepada sidang jemaat.

Kita sebenarnya berbahagia kalau mendengar suara yang keras ini. Jangan seperti pada zaman Yeremia, Firman Tuhan itu datang dengan keras tetapi bangsa Israel tidak mau mendengar.
Yeremia 6:17
6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!

Yeremia 6:17 (Terjemahan Lama)
6:17 Dan lagi Aku sudah mengangkat akan beberapa orang penunggu atas mereka itu, serta firman-Ku: Dengarlah baik-baik akan bunyi nafiri! tetapi kata mereka itu: Kami tiada mau dengar.

Tidak mau memperhatikan di sini berarti tidak mau disucikan, tidak mau dikoreksi. Saya minta di dalam nama Tuhan Yesus jangan ada satu di antara kita yang menolak suara Firman ini, sebab kalau menolak suara Firman itu berarti menolak kasih Tuhan yang sebenarnya mau mengangkat saudara menjadi Mempelai WanitaNya. Kalau saudara menolak maka akan berada di luar pembentukan Tubuh Kristus.

Wahyu 1:1-9 dicatat setelah peristiwa ayat 10 dan selanjutnya.
Wahyu 1:10-11
1:10 Pada Hari Tuhan aku digerakkan oleh Roh, dan kudengar dari belakangku suatu suara yang besar seperti bunyi sangkakala,
1:11 katanya, "Barang apa engkau tampak, suratkanlah di dalam suatu kitab, lalu kirimkan kepada ketujuh sidang jemaat, yaitu ke Epesus, dan ke Smirna, dan ke Pergamus, dan ke Tiatira, dan ke Sardis, dan ke Filadelfia, dan ke Laodikea."

Tuhan mengasihi tujuh sidang jemaat, ini mewakili gereja di akhir zaman. 7 sidang ini bagaikan 7 wanita yang merindukan 1 laki-laki supaya nama laki-laki itu dimeteraikan pada kehidupan mereka dan aib mereka diambil.
Yesaya 4:1
4:1 Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"
Ini adalah kerinduan hati umat Tuhan yang hidup di ujung akhir zaman ini dan itu Tuhan jawab dengan bunyi sangkakala yang dahsyat untuk membersihkan mereka.

Dari tujuh sidang jemaat ini hanya Smirna dan Filadelfia yang sudah tidak terlalu bermasalah. Tetapi bagaimana dengan lima sidang jemaat yang lain yang disuruh bertobat? Mereka memang sudah menjadi umat Tuhan tetapi akhirnya tercemar kembali sehingga mereka harus bertobat. Pertobatan itu suatu keharusan, bukan karena kita mau atau asal-asalan.
Kisah Para Rasul 26:20
26:20 Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.

Kalau tidak ada suara yang datang bagaimana nasib mereka. 5 sidang jemaat terbuang dan hanya 2 yang selamat. Terlalu banyak Kristen yang terbuang. Tetapi karena Tuhan cinta maka Dia datang dengan suara yang nyaring untuk membenahi. Utamanya terhadap 5 sidang jemaat ini yaitu Efesus, Pergamus, Tiatira, Sardis dan Laodekia.

Kalau kita menjadi dua sidang jemaat yang sudah bertobat lalu kita terangkat ke Sorga maka kita tidak akan mengingat lagi yang lain yang tertinggal.
Yesaya 65:17
65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.

Kalau saudara tertinggal maka di depanmu orang tuamu dianiaya, suamimu dianiaya atau isterimu diperkosa, bagaimana perasaanmu. Olehnya itu Tuhan mengingatkan umatNya walaupun dengan suara yang keras dari belakang untuk mengoreksi dan membersihkan hidup kita dari minggu lalu, bulan lalu dan tahun lalu. Jangan sampai ibadah dan pelayanan kita malah menukik. Seandainya tidak dilayani oleh Tuhan kemudian rohani kita menukik karena tidak ada Firman yang lantang diperdengarkan untuk mengingatkan apa yang kita lakukan dahulu maka celakalah kita.

Puji Tuhan ada hamba Tuhan yang rela diasingkan di pulau Patmos, tidak ada temannya tetapi Tuhan datang di sana. Tuhan tidak datang karena jumlah yang banyak, satu dua orang yang berseru karena nama Tuhan maka Tuhan pasti datang dan hadiratNya pasti menghiburkan saudara. Karena Firman rasul Yohanes harus terbuang di sana tetapi Tuhan memilih dan memakai dia. Sudah di dalam derita dan penderitaan ketika dia terisolir dari masyarakat, masih ada beban lagi yang dia terima untuk menulis.

Wahyu 1:1
1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa  yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya,  Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
Berkali-kali Tuhan Yesus berkata “sebagaimana Bapa mengutus Aku demikian juga Aku mengutus kamu”. Apa misi Tuhan Yesus mengutus kita?

Yohanes 17:17
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Ini kerinduan hati Tuhan kepada umatNya. Belum ada jiwa-jiwa yang dimenangkan oleh hamba-hambaNya tetapi mereka sudah didoakan. Berarti saudara dan saya belum ada tetapi Tuhan sudah lebih dahulu berdoa untuk kita.
Yohanes 17:18-20
17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.
17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

Imani bahwa doa ini untuk saudara. Ayat 18 itu adalah pengutusan dan diapit oleh ayat 17 dan 19. Tuhan mengutus hamba Tuhan ke dalam dunia ini bukan supaya terlibat dengan dosa tetapi untuk merebut umat Tuhan dari cengkraman dosa. Jadi hamba Tuhan lebih dahulu sebagaimana Tuhan berkata “Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka”. Yang diutus itu yang lebih dahulu menguduskan diri untuk merebut orang-orang yang dalam kecemaran dan dalam pergulatan ikatan belenggu dosa.

Bagaimana saya memberitakan pembebasan kalau saya sendiri diperhamba oleh dosa. Kalau mengatakan terlepas dari belenggu dunia, maka harus ada bukti-bukti nyata lebih dahulu. Kalau saya mengatakan “kita harus terlepas dari belenggu mamon” saya harus ada bukti nyata lebih dahulu terlepas dari ikatan mamon. Itu sebabnya Yohanes dipakai oleh Tuhan karena dia ada bukti nyata.

Doa Tuhan Yesus bukan hanya waktu yang lampau tetapi sampai kurun waktu kita sekarang ini. Jadi saudara sudah maksud daftar doa Tuhan Yesus sebelum kita dijaring oleh Injil. Kalau kita sekarang ini ada di hadirat Tuhan itu karena kita sudah termaktub dalam doa Tuhan Yesus.

Doa Tuhan Yesus yang mengatakan “biarlah mereka menjadi satu” itu pasti akan terjadi. Bagaimana caranya? Lewat suara nafiri yang dahsyat yang mengoreksi kita, nanti suara ini akan lebih dahsyat lagi untuk menghimpunkan kita. Sesudah kita dikoreksi apa yang terjadi pada masa silam kita, maka akhirnya pada bunyi sangkakala yang terakhir orang-orang itu dihimpun oleh Tuhan. Kalau sekarang ini tidak membiasakan diri mendengarkan suara Firman Tuhan walaupun Firman itu mengoreksi masa-masa silamnya maka saat sangkakala yang terakhir orang itu tidak bisa masuk.

Matius 24:31
24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Yang meniup sangkakala ini adalah malaikat pilihan. Dalam Wahyu pasal 1 dikatakan setiap sidang jemaat ada malaikat pilihan Tuhan di situ yang harus meniup sangkakala. Dalam Bilangan pasal 10 maksudnya sangkakala ditiup supaya kita diingat oleh Tuhan.
Bilangan 10:8-10
10:8 Nafiri-nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun; itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun.
10:9 Dan apabila kamu maju berperang di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu.
10:10 Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu."

Jadi kalau ada bunyi sangkakala (Firman Tuhan) diperdengarkan berarti kita diingat oleh Tuhan. Kalau kita tidak mau peduli untuk membawa diri masuk dalam penggembalaan supaya mendengar Firman yang keras dan tajam itu, sama dengan kita membuat diri untuk tidak diingat oleh Tuhan.

Yang dikumpulkan pada bunyi sangkakala yang terakhir itu adalah orang-orang yang telah didoakan Tuhan Yesus. Dia sudah melihat bahwa malaikat-malaikat pilihanNya akan menghimpun orang-orang ini. Sebelum kita dihimpunkan dalam kesatuan secara tubuh lahiriah ini, mulai dari sekarang kita sudah harus membiasakan diri mendengar bunyi sangkakala walaupun Firman itu tajam dan keras untuk mengoreksi masa lampau kita.

Surat pertama Yohanes dituliskan kepada jemaat Efesus yang dulu kasihnya membara dan sekarang sudah dingin, berarti mereka sudah menukik. Kalau tidak dituliskan maka kasihan nasib jemaat Efesus, mereka binasa.

Pengutusan itu membawa suasana kekudusan. Kalau saja hamba Tuhan melayani bukan untuk membawa pengudusan maka dia bukan hamba Tuhan. Kalau dia hanya berbicara berkat-berkat dan tidak bicara penyucian dari soal nikah, pekerjaan dan hasil pekerjaan sidang jemaat maka diragukan pengutusannya.

Bagi saudara yang membuka usaha, hindarilah pekerjaan yang tidak ada pengudusan. Kios-kios jangan menjual rokok dan minuman keras, termasuk kupon putih (judi) karena itu tidak dikuduskan oleh Tuhan.

Bagaimana nasib sidang jemaat kalau tidak mendengar suara yang keras yang mengoreksi masa lalu kita. Supaya terjadi pembangunan Tubuh Kristus maka nasib gereja Tuhan ditentukan oleh suara bunyi sangkakala  yang sekarang kita dengar lewat suara Firman Pengajaran yang disampaikan gembala.

Rangkaian tugas dari Yohanes:
1.      Dia mendengar
2.      Dia melihat
3.      Dia menulis
4.      Dia mengirimkan surat yang sudah dia tulis itu.

Pekerjaan hamba Tuhan adalah bagaimana mendengar suara Firman Tuhan agar sidang jemaat menerima surat dari Tuhan lewat mimbar penggembalaan. Itu sebabnya jangan kita entengkan penggembalaan. Kalau saudara mengatakan dibimbing oleh Roh Kudus lalu mengentengkan penggembalaan maka itu berarti bukan Roh Kudus yang ada pada saudara sebab gembala itu diangkat oleh Roh Kudus. Kalau tanpa penggembalaan yang benar maka tidak betul kalau mengatakan sudah dipenuhkan Roh Kudus.

Penggembalaan itu tidak asal, gembala itu harus mendengar, melihat dan menulis lalu mengirimkan apa yang sudah dia dengar itu lewat mimbar penggembalaan.

Galatia 5:24-25
5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Bagaimana caranya dipimpin oleh Roh.
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Ini jiwa-jiwa yang diperoleh Tuhan dengan darahNya,  bertobat dan dibaptis, penuh Roh Kudus dan harus digembalakan.

Kita melihat perhatian Tuhan kepada umatNya yang telah dibeli dengan darahNya. Di sana ada Efesus, Pergamus, Sardis, Tiatira dan Laodekia. Mereka sudah dibeli dengan darahNya tetapi di sana ada permainan dari kuasa kegelapan. Apakah hal ini dibiarkan, tidak! Itu sebabnya Tuhan kejar sebab mereka adalah hartanya Tuhan. Tuhan menyuruh Yohanes mendengar, melihat, menulis dan mengirimkan kepada mereka. Itu adalah rangkaian Tuhan untuk menyampaikan isi hatiNya kepada umatNya, dimulai dari suara yang keras dari Tuhan (bunyi sangkakala).

Yesaya 58:1
58:1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!

Latar belakang keadaan mereka harus diberitahu. Kalau saja Tuhan datang memberitahu, biarlah kita membuka hati, jangan menolak dan jangan tersinggung. Kalau ini ditolak maka ada bunyi sangkakala yang lain yang keras dan dahsyat tetapi suasananya sudah beda.
Hosea 8:1
8:1 Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah TUHAN! Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Ku dan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku.

Mereka ini diberitahu tetapi tambah melawan sehingga tiupan sangkakala berubah menjadi serangan bagaikan rajawali. Olehnya itu perlu pembersihan terhadap perilaku hidup kita yang salah yang sadar atau tidak sadar kita lakukan kemarin, minggu lalu, bulan lalu atau tahun yang lampau harus dibersihkan.

Firman Tuhan datang mengoreksi bapa-bapa di sini, sudah sejauh mana kasih kita kepada Tuhan dan kasih kita kepada sesama kita yaitu isteri. Tuhan mengatakan “suami yang tidak mengasihi isterinya maka Aku Tuhan Yesus bukan kepalanya”. Lalu dilanjut “isteri yang tidak tunduk pada suaminya maka Aku Tuhan Yesus bukan kepalanya”. Kemudian dikatakan “anak-anak yang tidak menghormati orang tuanya maka Aku Tuhan Yesus bukan kepalanya”.

Ayat 10 itu yang menjadikan kita umat Tuhan tahan masuk dalam penyucian Firman pengajaran. Kenapa banyak anak Tuhan dan pelayan Tuhan tidak tahan mendengar Firman pengajaran yang menyucikan? Karena Roh Kudus tidak berakar dalam dirinya.
Wahyu 1:10
1:10 Pada Hari Tuhan aku digerakkan oleh Roh, dan kudengar dari belakangku suatu suara yang besar seperti bunyi sangkakala,

Ini yang menjadi pergumulan sidang jemaat ini. Mengapa kita berkomentar kadang-kadang salah, kenapa ketika mendengar Firman Tuhan malah dipreteli? Sebab tidak membiarkan Roh Kudus bekerja dalam diri kita, yang ada adalah daging kita sendiri. Ini jangan sekali-kali terjadi pada kita.

Kalau salah dalam hal ini maka kasihan kita tidak akan masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus. Kadang kita mendengarkan suara Firman Tuhan yang mengoreksi kehidupan kita tetapi malah kita tarik untuk membenarkan kehidupan kita dan mengikuti keinginan daging kita, bukan Roh Kudus yang kita izinkan bekerja. Itu karena kita tidak membuka hati terhadap Roh Kudus.

Yohanes di Pulau Patmos dalam keadaan sendirian. Kenapa perhatian Tuhan begitu besar kepadanya? Karena ada rencana Tuhan yang besar kepada Yohanes. Kenapa perhatian Tuhan tertuju kepada kita dibuktikan kita mendengarkan suara dari belakang mimbar? Karena ada rencana Tuhan yang besar bagi kita. Tetapi seringkali kita malah salah tanggap dan salah menerima.

Boas menebus ladang Elimelekh, Mahlon dan Kilyon sekalian dengan Rut, jadi manusia serta pekerjaannya ditebus oleh Tuhan. Berarti perhatian Tuhan kepada kita itu secara menyeluruh dan bukan hanya secara person saja, seluruh kehidupan kita mau Tuhan kuduskan.
Yohanes 17:17-19
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

Di mana cacat celanya Tuhan Yesus sehingga mengatakan “Aku menguduskan diri”. Dimana bukti telah menguduskan diri? Pengudusan diri itu tertampak pada seseorang ketika disentil perasaannya. Apakah pernah saudara membaca Tuhan Yesus ketika disentil perasaanNya, dicaci maki, mau dilempari dengan batu kemudian Dia balik memaki dan mengancam? Tidak pernah.

Ketika Tuhan Yesus tidak disambut di Samaria waktu berjalan dari Galilea menuju Yudea, murid-muridNya yaitu Yohanes dan Yakobus berkata “Guru, izinkan kami minta api dari Sorga turun membakar orang-orang Samaria ini”. Tetapi Tuhan Yesus melarang mereka dan mereka pergi ke desa yang lain.

Ketika perasaan kita disentil, disitu kita buktikan bahwa kita kudus atau tidak. Mulai dari dalam nikah, ketika suami melihat ulah isteri, bagaimana dia bersikap, demikian juga kebalikkannya. Disitulah test case-nya kita dikuduskan atau tidak.

Tuhan menguduskan diri untuk murid-muridNya. Lewat pemberitaan murid-muridNya ada orang-orang yang percaya dan orang-orang yang percaya ini sudah dimasukan dalam doa Tuhan Yesus. Apakah saudara yakin bahwa hidupmu sudah masuk dalam doanya Tuhan Yesus?

Yohanes 17:20-21
17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Bagaimana kita bisa jadi satu? Bisa jadi satu ini karena hasil Firman pengajaran yang disampaikan oleh si pemberita yang sudah didoakan oleh Tuhan Yesus. Tanggapilah berita hamba Tuhan yang diutus oleh Tuhan. Mulailah menjadi satu dalam nikah. Anak-anak perhatikanlah hidupmu dalam rumah tangga orang tua. Anak-anak yang belum tahu mencari nafkah, ketika membuka dompet mama dan papa ambillah sesuai yang disuruh oleh orang tua, jangan mengambil lebih! Kalau ada uang lebihnya itu harus dikembalikan, itu tandanya kita disucikan. Kalau kita mau kudus maka kita harus belajar dari perkara yang kecil supaya ketika sangkakala terakhir berbunyi maka kita yang sudah biasa mendengar bunyi sangkakala akan dihimpunkan.

I Korintus 15:23-28,50
15:23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
15:24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
15:25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
15:26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
15:27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
15:28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Oleh sebab itu jangan kita pelihara nafsu daging, salibkanlah dagingmu, daging tidak akan menghentarmu ke Sorga. Izinkan Roh Kudus beracara dalam dirimu sehingga pada bunyi sangkakala yang terakhir kita akan diubahkan dan disempurnakan.

I Korintus 15:51-52
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Di sini ada bunyi nafiri yang terakhir. Saat itu akan terjadi dua suasana:
1.      Hukuman
2.      Sukacita

Apakah kita membiasakan telinga kita mendengarkan bunyi nafiri. Waktu mendengar hebatnya suara itu maka Yohanes jatuh tersungkur tidak berdaya.
Wahyu 1:17
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Dia mengoreksi yang awal dan yang akhir. Yang awal dikoreksi supaya yang akhir kita masuk pada kesempurnaan.

Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga sangat mendambakan saudara tampil di hadapanNya sebagai Mempelai WanitaNya, karena itulah Dia tampil dengan suara yang menggelagar seperti bunyi sangkakala. Tuhan mengingatkan 7 sidang jemaat sebab Dia tidak rela melihat sidang jemaat yang sudah ditebus oleh darahNya itu terhilang. Dalam jemaat Tiatira gembala itu sudah kalah dengan Izebel, Izebel lebih diagung-agungkan dari pada gembala. Dalam jemaat Pergamus kemurnian pengajaran itu sudah disingkirkan dan didongkel oleh pengajaran Bileam dan Nikolaus, itu lebih mereka gemari dari pada pengajaran yang murni. Jemaat Efesus lebih mengandalkan kemuliaan dunia daripada kasih Tuhan, begitu juga jemaat Laodekia. Kasihan kalau Tuhan tidak datang melayani mereka.

Tujuh sidang jemaat ini digambarkan 7 perempuan, itulah sidang jemaat di akhir zaman.
Yesaya 4:1
4:1 Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

Kata “pada waktu itu” ada 50 kali disebutkan dalam kitab Yesaya, itu berarti kitab Yesaya berbicara zaman Roh Kudus. Kita sekarang ada di ujung zaman Roh Kudus. Adakah minat dan ikhtiar saudara untuk dibersihkan dari aib dan noda? Kalau ada ikhtiar dan minat maka Tuhan tidak akan tutup telinga, Dia akan bekerja bersama dengan hamba Tuhan. Biarlah kita seperti tujuh perempuan yang merindukan kebebasan dari aib.

Yohanes sudah dalam usia tua tetapi Tuhan mau pakai dia untuk menyurati tujuh sidang jemaat. Kondisi saudara ada di mana? Biarlah kita berkata “saya mau seperti sidang jemaat Filadelfia”.

Jangan kita terkontaminasi dengan pengajaran Nikolaus, Bileam dan sebagainya. Saya harus mempertahankan eksistensi Firman Pengajaran yang sehat dalam sidang jemaat untuk siap bertemu dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Maukah saudara siap bertemu dengan Tuhan Yesus? Terimalah bunyi sangkakala yang keras, jangan marah ketika Firman Tuhan mengoreksi hidup kita. Tuhan punya maksud yang indah buat saudara, bukan berarti Tuhan benci kita. Pakaian kitalah yang Dia benci, bukan diri kita.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar