20160526

Kebaktian PA Kitab Rut, Kamis 26 Mei 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Rut 4:8-13
4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.
4:9 Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi;
4:10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi."
4:11 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem,
4:12 keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!"
4:13 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.

Kisah ini menubuatkan hubungan gereja dengan Tuhan Yesus. Bagaimana sikap Rut ketika dia mengkaitkan diri dengan umat Israel dan mengkaitkan diri dengan Tuhannya Israel, ini memberikan gambaran yang jelas kepada kita. Kita bangsa kafir yang mendapat kesempatan untuk mengkaitkan diri dengan Tuhannya Israel.

Ada dua pribadi yang sama-sama statusnya janda yaitu Orpa dan Rut. Berarti mereka adalah kehidupan yang sudah runyam di dalam kehidupan kekafiran. Tetapi dalam pasal 4 ini, keberhasilan Rut dinyatakan dan ini adalah gambaran keberhasilan gereja yang satu saat akan diwujudkan. Gereja bukan hanya dikatakan keadaannya terang tetapi benar-benar gereja Tuhan adalah sumbernya terang. Gereja Tuhan disebut terangnya dunia.

Rut dan Orpa sebenarnya ada pemaksaan untuk pulang ke negerinya. Banyak kali tanpa kita sadari ada bisikan di telinga kita “lebih baik saya kembali pada hidup lama saya”. Bukan hanya sampai pada bisikan tetapi kadang ada pemaksaan. Apalagi sidang jemaat yang pasangannya belum satu pengajaran.

Kita harus ada minat dan kerinduan hati untuk mengkaitkan diri dengan Tuhannya Israel dan bangsa Israel. Kelebihan bangsa Israel itu banyak, antara lain mereka memiliki Tuhan, mereka dipercayakan Firman Tuhan dan dari jalur merekalah datang Juruselamat yaitu Tuhan Yesus.

Tekad dari Rut untuk mengikuti Tuhannya Israel dan mengkaitkan diri dengan bangsa Israel sudah bulat dan dia tidak mau undur selangkahpun. Tekadnya ini ternyata berbuah, gereja Tuhan harus seperti ini. Ada komitmen yang nyata dan jelas. Sekali saya membuang langkah ikut Kristus saya tidak mau surut langkah, walaupun ada indikasi-indikasi yang bisa memaksa kita untuk pulang dan tidak bisa melangkah maju. Halangan-halangan itu mungkin datang dari orang tua, suami, isteri atau anak, dsb.

Kita harus punya tekad apapun yang terjadi saya tidak mau undur. Kalau kita undur maka Tuhan tidak berkenan. Waktu tinggal sedikit lalu mau undur lagi, maka tidak ada waktu untuk dipulihkan.
Ibrani 10:37
10:37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

Waktu yang sedikit ini dihubungkan dengan kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua. Ada hal yang diingatkan di sini.
Ibrani 10:38-39
10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
10:39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Orang yang tidak mengundurkan diri ini sama seperti Rut yang terus mengiring Tuhan. Kita harus punya tekad seperti ini.
Wahyu 14:4
14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Di ujung waktu yang sudah mau berakhir ternyata Rut mendapat penyelamat yang luar biasa. Penebus itu berarti penyelamat. Ada penyelamat yang pertama. Ketika Boas berkata pada penebus pertama bahwa dia harus menebus ladang-ladang, tetapi ketika mau menyelamatkan Rut, dia langsung menarik kembali ucapannya yang pertama.

Alkitab mengajarkan kepada kita, kita harus menjadi berkat bagi orang lain, menjadi berkat bagi jiwa. Bukan menjadi berkat bagi tanaman di kebun, kambing di kandang atau ayam di petak. Kalau hanya berpikir kita menjadi berkat untuk kebun karena dari sana kita memperoleh berkat maka itulah ciri penebus yang pertama. Inilah yang banyak bersileweran di hari-hari terakhir ini.

Sekalipun sudah menjadi hamba Tuhan sepenuh yang bekerja untuk Tuhan demi keselamatan orang lain tetapi untuk berkorban bagi jiwa itu belum tentu dia mau. Kalau mendapatkan keuntungan maka dia mau.

Bagi kami pelayanan bukan untuk mencari sesuatu tetapi demi keselamatan jiwa. Itu tujuan pelayanan kita semua dan Alkitab mengatakan kita semua terpanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain, untuk menjadi penyelamat orang lain. Bukan berarti kita harus dipaku lagi tetapi kita menjadi saluran penyelamat bagi orang lain.
I Petrus 3:8-9
3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

Inilah kondisi orang yang bisa disebut menjadi penyelamat, menjadi penyalur berkat. Jadi penyelamat ini tidak membalas maki dengan maki, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kalau membalas kejahatan dengan kejahatan, maki dengan maki maka itu bukan penyelamat.

Kita dipanggil untuk memberkati dan memperoleh berkat. Jadi penyelamat yang pertama ini hanya mau menerima berkat tetapi tidak mau memberkati. Alias dia tidak mau rugi bagi orang lain, ini salah. Berbeda dengan penyelamat kedua yaitu Boas, dia mau memberkati (rela rugi) dan dia menerima berkat.

Pembicaraan terakhir ini ada di pintu gerbang. Siapa yang ada di pintu gerbang itu?
Rut 4:2,9,11
4:2 Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.
4:9 Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi;
4:11 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem,

Jadi pintu gerbang itu ditunggui oleh tua-tua. Ini adalah karya yang terakhir untuk memperoleh Rut. Tua-tua ini adalah gambaran rohani yang dewasa. Karena rohaninya dewasa maka dia bisa mendeteksi hal-hal yang bisa membahayakan bagi orang lain dan apa yang menguntungkan bagi orang lain.

Amos 5:10
5:10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas.
Jadi orang di pintu gerbang adalah orang yang cakap memantau orang yang bersilewaran di situ bahwa ada bencana di depan mereka. Bukan hanya menunggui pintu gerbang tetapi sekaligus mereka memberi tahu dan menegur orang yang berjalan di situ kalau ada salah. Rohani mereka dewasa dan bisa membaca situasi. Kalau orang yang berjalan itu terancam binasa dan memilukan hidupnya maka dia akan memberi tahu. Ketika diberi tahu, dalam Amos 5:10 dikatakan mereka malah dibenci. Kenapa mereka membenci? Karena dia merasa dipermalukan, dagingnya tidak mau disalib, tidak mau ditegur.

Pintu gerbang itu dijaga oleh tua-tua dan di sana ada penyelamat itu yaitu Boas. Jadi tua-tua bekerja sama dengan penyelamat, berarti ikut dalam penyelamatan untuk menyelamatkan Rut orang Moab ini. Ini menggambarkan kita, hanya kemurahan kalau kita bangsa kafir mendapatkan teguran dan ajaran Firman Tuhan. Itu harus kita terima demi keselamatan kita.

Yesaya 29:21
29:21 yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, dan yang memasang jerat terhadap orang yang menegor mereka di pintu gerbang, dan yang mendesak orang benar dengan alasan yang tidak-tidak.

Jangan kita berpikir “kalau saya diberkati baru saya mau menjadi berkat”. Kita harus berprisip “saya mau menjadi berkat sekalipun saya rugi” itu berarti kita merobek daging kita.

Benar-benar Rut ini mendapatkan pelayanan penyelamat dan penebusan yang luar biasa. Gereja Tuhan yang digambarkan dengan Rut ini, kita lebih indah dan lebih mulia lagi dibandingkan Rut, walaupun Rut di sini hanyalah simbol atau gambaran.
Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Gereja Tuhan tampil dalam keadaan menjadi terang. Tetapi di sini bukan hanya keadaan menjadi terang tetapi benar-benar sumbernya terang. Setelah menjadi isteri Boas maka dari Rut lahirlah Obed kemudian Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan Daud lalu dari Daud ini menjadi jalur kedatangan Yesus yang adalah sumber terang. Berarti Rut ini menjadi sumbernya terang.

Kalau melihat jalur kelahiran Yesus ada nama Rahab yang adalah perempuan dekadensi moral. Tetapi Rahab ini menjadi nenek buyut dari Daud. Rut orang Moab yang dalam keadaan kafir di Moab namun menjadi nenek Isai ayah Daud.

Bukan hanya Rut yang menjadi sumbernya terang yang berbahagia tetapi Naomi juga yang adalah penganjur dari Rut mendapat pujian. Kalau kami hamba Tuhan berhasil membawa jemaat menjadi Mempelai Wanita Tuhan maka kami mendapat pujian dari Tuhan, berarti kami mendapatkan mahkota. Jangan tawar hati di dalam pelayanan. Kalau satu saja yang berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan itu sudah luar biasa, apalagi kita semua.

Rut 4:14-16
4:14 Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.
4:15 Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."
4:16 Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya.

Naomi mendapat pujian dan sanjungan. Tidak sia-sia kalau kita menjadi berkat bagi orang lain, memberikan suport bagi orang untuk menjadi berkat dan menerima berkat. Jangan sampai yang negatif terjadi dalam kehidupan kita.

I Tesalonika 2:19
2:19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
2:20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Berarti pelayanan kami benar-benar menjadi penyelamat bagi orang lain. Ini yang kami upayakan sebagai hamba Tuhan yaitu menjadi penyelamat bagi orang lain yaitu bagi sidang jemaat. Tujuan pelayanan kami bukan supaya kami dapat makan atau untuk mendapatkan ini dan itu tetapi supaya sidang jemaat bagaikan Rut yang diterima oleh Boas.

Ada 4 perempuan kafir yang dicatat dalam Alkitab yang menjadi penyalur berkat bagi gereja Tuhan. Sekalipun kalau melihat latar belakang kehidupan mereka bukan perempuan baik-baik tetapi Tuhan memakai mereka. Kenapa? Sebab mereka tidak tinggal terus dalam keadaan seperti itu dan mereka benar-benar berubah dan bertobat sungguh-sungguh, lahir baru dan mengasihi Tuhan. Kenapa akhirnya Rut dan Rahab bisa menjadi bersih? Karena mengalami pembersihan dari Firman Tuhan. Kita ini juga wadah yang kotor namun kita bisa menjadi wadah yang mulia. Bagaimana caranya?
II Timotius 2:20-21
2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Jadi beri hidup saudara untuk disucikan lewat pengajaran Firman, Roh dan Kasih Tuhan supaya kita menjadi wadah yang mulia.

Kalau dilihat latar belakang Rut orang Moab, maka tidak ada peluang sama sekali dia untuk menjadi umat Tuhan apalagi menjadi penyalur berkat bagi dunia ini, itu mustahil.
Ulangan 23:3-4
23:3 Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,
23:4 karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau.

Kalau melihat hidup kita yang lalu mustahil kita menjadi berkat bagi orang lain. Dari kecil kita sudah berbuat salah terutama kepada ibu. Makanya jangan kita membantah orang tua apalagi mama. Bukan hanya orang tua yang menjadi berkat tetapi anak-anak juga harus rindu menjadi berkat bagi orang tua.

Rut 4:15
4:15 Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."

Menantu perempuan lebih berharga dari tujuh anak laki-laki. Berarti ada sifat yang berkesinambungan yang ada pada Rut, ini sifat yang sangat terpuji dan harus ada dalam kehidupan anak Tuhan. Walaupun sudah menjadi isteri dari Boas orang kaya di Betlehem, sikapnya tetap sama kepada Naomi. Sifat menjadi berkat ini turun dari Boas kepada Rut. Kita harus memiliki sifat seperti Rut yang makin berkembang dan tumbuh dalam kehidupan kita.

Rut 4:16
4:16 Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya.

Ada timbal balik dari Naomi kepada Rut dan Rut kepada Naomi. Berarti dua-duanya menjadi berkat satu dengan yang lain. Jangan malah berkata “biarlah ibu mertua saya cepat mati!”.

Rut 4:17
4:17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Ternyata semua terlibat dalam sukacita ini, bukan hanya Rut, Boas dan Naomi tetapi juga tetangga-tetangga.

I Petrus 3:8
3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,

Ini simpul yang ada pada nikah yang baru ini. Inilah nikah Kristen yang menuju pada nikah yang rohani. Saya merindukan terjadi seperti ini di dalam sidang jemaat, dalam sidang jemaat ada kebersamaan, ada roh kerendahan hati, saling memberkati satu dengan yang lain sehingga terjadi sebutan nama Obed. Obed artinya penyembah Tuhan. Kalau kondisi hidup kita diwarnai I Petrus 3:8 maka pasti lahir penyembah-penyembah yang luar biasa.

Kalau tidak rendah hati, omong kosong dikatakan menyembah sekalipun dia berlutut berjam-jam. Tinggi mezbah dupa emas itu dua hasta, itu menunjuk 10 hukum yang diringkas oleh Tuhan Yesus menjadi dua yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.

Kalau penyembahan itu benar berarti orang itu penyayang, rendah hati, seia sekata maka sudah dipastikan penyembahannya masuk ukuran dan orang itu ada kesegaran hati.

Peristiwa di pintu gerbang itu dihubungkan dengan tua-tua. Berani kita memberikan nasihat dan teguran, lebih dulu harus menunjukkan bahwa kita sudah dewasa rohani. Tua-tua menunjukkan kematangan rohani. Ini adalah jabatan yang tugasnya:
Ø  Mengawasi, tujuannya supaya yang diawasi jangan salah langkah. Kalau ada yang salah langkah dia tegur. Tetapi seringkali yang ditegur itu berbalik marah.Walaupun resikonya harus dibenci, dia harus rela menerima.
Ø  Memelihara agar tidak disusupi ajaran lain. Dia pelihara isterinya, anaknya, cucunya dan mantunya supaya jangan sampai pengajaran palsu masuk. Bagaimana bisa dia memantau bahwa ini ajaran yang tidak benar kalau dia sendiri tidak matang rohaninya.
Ø  Memperhatikan dengan seksama.
Ø  Menyelidik dari dekat dengan sikap sungguh agar tidak terlibat dalam keberpihakan tetapi benar-benar datang sebagai penengah, sebagai penyelamat, sebagai penebus dan menjadi berkat bagi orang lain.

Ini adalah tugas tua-tua, tugas hamba Tuhan dan anak Tuhan yang sudah matang rohaninya. Kalau berani memberikan nasihat buktikan bahwa rohani kita sudah matang.

Rut 4:9-10
4:9 Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi;
4:10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi."

Boas punya tanggung jawab penyelamat dan tua-tua menjadi saksi. Jadi orang yang sudah matang rohaninya ini yang menjadi saksi. Kalau tidak matang rohaninya maka saksi ini akan memutar balikkan kata-kata.

Yohanes 4:22
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
Ini yang menarik Rut dan yang harus menarik kita. Kita tidak memiliki keselamatan dari jalur lain selain dari jalur Israel melalui Tuhan Yesus. Dialah penyelamat yang tidak diragukan lagi.
Yohanes 4:22
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.


Tuhan Memberkati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar