20160501

Kebaktian Umum, Minggu 1 Mei 2016 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Zakharia 14:19-21
14:19 Itulah hukuman dosa Mesir dan hukuman dosa segala bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.
14:20 Pada waktu itu akan tertulis pada kerencingan-kerencingan kuda: "Kudus bagi TUHAN!" dan kuali-kuali di rumah TUHAN akan seperti bokor-bokor penyiraman di depan mezbah.
14:21 Maka segala kuali di Yerusalem dan di Yehuda akan menjadi kudus bagi TUHAN semesta alam; semua orang yang mempersembahkan korban akan datang mengambilnya dan memasak di dalamnya. Dan tidak akan ada lagi pedagang di rumah TUHAN semesta alam pada waktu itu.

Secara umum dalam Zakharia pasal 14 ini ada dua suasana yang Tuhan perlihatkan. Kedua suasana ini sangat kontradiksi.
1.      Umat manusia yang masuk dalam siksaan yang tidak ada taranya.
2.      Umat Tuhan yang masuk dalam kebahagiaan

Ini belum 100% berbicara Sorga dan Neraka sebab ini masih ada di dalam dunia ini. Kita akan berbicara mulai dari poin yang pertama.

1.      Pembalasan Tuhan terhadap manusia yang melawan rencana Allah.
Yang menjadi objek perlawanan manusia adalah Yerusalem. Jadi dapat disimpulkan ini adalah pembalasan Tuhan terhadap manusia yang melawan Yerusalem. Dalam kitab nabi Yehezkiel dikatakan Yerusalem ini dipungut untuk menjadi isterinya Tuhan.

Yang dibicarakan di sini bukan hanya manusia di luar sana tetapi juga untuk kita. Ada dua kemungkinan mengapa mereka melawan rencana Allah:

a)      Mereka tidak tahu rencana Allah
Mengapa umat Tuhan tidak tahu rencana Allah? Penyebabnya adalah hamba Tuhan atau pelayan Tuhan, merekalah biang keroknya sehingga umat Tuhan kena tulah. Itu sebabnya pelayan Tuhan ini tidak boleh memanfaatkan waktu asal-asalan.

Dalam Kisah Para Rasul 6:2-4 dikatakan bahwa pelayan Tuhan kepuasanya di dalam doa dan pelayanan Firman.
Kisah Para Rasul 6:2
6:2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.

Seharusnya kepuasan kami hamba Tuhan adalah doa dan pelayanan Firman (menyelidik Firman). Kalau ini diabaikan maka kasihan umat Tuhan kena tulah karena tidak tahu rencana Tuhan. Kalau pelayan Tuhan membuang-buang waktu pada persoalan-persoalan yang tidak ada hubungannya demi kemajuan kerohanian umat Tuhan maka itu sudah salah.

Contoh kecilnya saya sebagai gembala mengabaikan pelayanan doa dan memeriksa Firman untuk membesuk jemaat. Mungkin saudara senang menyambut saya di rumah, tetapi saya sudah melakukan pelayanan yang salah karena meninggalkan doa dan pelayanan Firman. Yang lebih utama dalam penggembalaan adalah memberi makan domba-domba, dalam bahasa Gerika adalah Bosco, setelah itu baru mengunjungi jemaat yang dalam bahasa Gerikanya adalah Poimen.

Jadi memberi makan domba-domba dan doa penyahutan adalan tugas yang harus lebih dominan dari pada hanya poimen. Kalau hanya pergi membesuk terus akibatnya umat Tuhan tidak tahu Firman karena hamba Tuhan itu yang tidak tahu apa rencana Tuhan untuk Yerusalem. Apa maksud Tuhan memungut kita yang digambarkan seperti Yerusalem? Untuk mengangkat kita dari status manusia berdosa kemudian dibenarkan. Tidak hanya berhenti dibenarkan tetapi mengalami proses penyucian sampai disempurnakan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Kalau umat Tuhan tidak tahu hal ini lalu kena tulah maka siapa lagi penyebabnya kalau bukan gembala. Itu sebabnya kami bertanggung jawab dalam hal ini. Saya tidak mau akhirnya saya senasib dengan orang yang dihukum. Kenapa senasib? Karena saya yang menyebabkan orang itu dihukum dengan tidak mengajar dia serta saya menahan pengajaran itu. Ada juga bukan karena menahan tetapi memang pendeta itu tidak tahu pengajaran.

Hosea 4:6
4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Yang menolak ini adalah imam. Imam sendiri yang tidak tahu apa maksud Tuhan memungut gereja, memungut Yerusalem. Padahal tujuannya untuk disiapkan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Akhirnya imam itu dipecat. Penolakan Tuhan terhadap pelayan seperti ini memang tidak terlihat secara kasat mata ada surat pemecatan tetapi tidak akan ada lagi bukti nyata adalah kepercayaan Tuhan kepada hamba Tuhan itu sebab sudah dicabut pembukaan rahasia Firman. Kepadanya tidak akan dipercaya pembukaan rahasia Firman dan kepadanya tidak akan dipercaya apa tujuan Tuhan mendirikan sidang jemaat.

Imam itu yang melupakan pengajaran, akhirnya yang kena imbas adalah anak-anaknya. Secara jasmani saya mempunyai 6 anak, 2 anak mantu, 1 cucu. Secara rohani saya adalah bapa rohani dan yang kena imbas adalah jemaat sebagai anak-anak rohani saya. Apakah kita beribadah untuk kena hal ini yaitu dilupakan Tuhan? Sial sekali kita beribadah kalau seperti itu.

Hosea 4:7
4:7 Makin bertambah banyak mereka, makin berdosa mereka kepada-Ku, kemuliaan mereka akan Kutukar dengan kehinaan.

Mereka bangga dengan jumlah. Jumlahnya memang bertambah banyak tetapi makin berdosa. Apakah hal seperti ini tidak memilukan hati Tuhan! Bukannya hati Tuhan gembira dan girang melihat Mempelai WanitaNya hadir di depannya tetapi hati Tuhan pilu melihat penampilan umatNya dalam kehidupan yang tidak benar.

Hosea 4:8
4:8 Mereka mendapat rezeki dari dosa umat-Ku dan mengharapkan umat-Ku itu berbuat salah.

Gembala tidak mendeteksi dari mana jemaat mendapatkan pencaharian, yang salah dibiarkan saja yang penting gembala bisa mendapat rezeki. Walaupun pelayan itu tahu kalau umat Tuhan menjual minuman keras dan rokok, judi tidak boleh tetapi dia biarkan yang penting perpuluhan dan korban tatangan umat Tuhan itu masuk kepada gembala.

Hosea 4:9
4:9 Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya.

Hosea 4:6 (Terjemahan Lama)
4:6 Bahwa umat-Ku dibinasakan sebab mereka itu tiada berpengetahuan, melainkan kamu sudah mencelakan pengetahuan, sehingga Kutolak akan kamu, supaya jangan kamu melakukan imamat bagi-Ku; tegal kamu sudah melupakan hukum Allahmu, maka Aku juga melupakan anak-anakmu.

Jangan berpikir sudah menjalankan syariat agama dengan beribadah kemudian kita sudah akan lurus-lurus masuk di Sorga. Belum tentu! Jangan sampai lurus-lurus ke neraka. Jangankan ke neraka, menghadapi 3,5 tahun aniaya antikristus apakah kita mampu menghadapi.

Hamba Tuhan mempertanggungjawabkan jiwa sidang jemaat di hadapan Tuhan.
I Petrus 2:25
2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Peran hamba Tuhan menentukan keselamatan jemaat.
I Timotius 4:16
4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Ini bukan sekedar kita dengar dan kita abaikan, sebab orang yang meremehkan Firman akan dibinasakan Tuhan.
Amsal 13:13
13:13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

Jangan hal seperti ini terjadi dalam sidang jemaat ini.

b)      Ada pemaparan dan sudah disampaikan dari belakang mimbar tetapi umat Tuhan itu menutup hati. Ketika disampaikan umat Tuhan mau dijadikan Mempelai Wanita Tuhan mereka malah mengatakan “tidak mungkin”. Sialnya kalau umat Tuhan bersikap apatis (tidak mau tahu), acuh tak acuh (cuek) dan apriori yaitu merasa diri tahu. Sikap merasa diri tahu ini justru terjadi di kalangan hamba Tuhan dan imam-imam, mereka tidak tahu rencana Tuhan tetapi merasa tahu.

Rencana Tuhan memungut saudara untuk menjadi Mempelai WanitaNya malah mereka tantang. Orang yang melawan rencana Tuhan akan mendapatkan pembalasan dari Tuhan.
Zakharia 14:12
14:12 Inilah tulah yang akan ditimpakan TUHAN kepada segala bangsa yang memerangi Yerusalem: daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut mereka.

1)      Daging mereka akan busuk
Kenapa Tuhan angkat “daging mereka akan busuk”? Sebab ketika Tuhan bermaksud mengangkat mereka menjadi Mempelai WanitaNya, berarti mau membangun mereka menjadi rohani, mereka ini hanya merawat dagingnya! Ini yang bahaya, kalau kita hidup di dunia ini dan hanya merawat hawa nafsu daging kita maka kita akan kena tulah dan menjadi busuk di hadapan Tuhan.

Ini yang membuat manusia tersandung dan menolak rencana Allah bahkan berupaya melawan rencana Allah karena mereka mau memuaskan dagingnya. Orang dunia memupuk dagingnya, anak Tuhan menyalibkan daging.
Roma 13:14
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Kalau kita sekarang dipanggil oleh Tuhan, dipungut oleh Tuhan untuk dijadikan Mempelai WanitaNya, itu bukan berarti secara instan/ langsung jadi. Dalam susunan Tabernakel harus lebih dahulu melewati halaman di mana kita bertobat dan dibaptis lalu melalui pintu kemah yaitu baptisan Roh Kudus. Kemudian masuk ke ruangan suci, di sana kita diunjuk-unjuk oleh hamba Tuhan lewat Firman Pengajaran dan Perjamuan Kudus, lewat ibadah Raya yang adalah persekutuan dengan Roh Kudus dan karunia-karuniaNya serta ibadah doa penyembahan yaitu persekutuan dengan Bapa di dalam KasihNya.

Dalam wilayah penggembalaan yang isinya Firman, Roh dan Kasih Tuhan kita diunjuk-unjuk. Firman ditunjukkan oleh alat meja roti sajian, Roh ditunjukkan oleh alat kaki dian emas dan kasih ditunjukkan oleh alat mezbah dupa emas. Di sini kita diunjuk-unjuk oleh hamba Tuhan. Bagaimana kalau kami hamba Tuhan tidak tahu hal ini. Nasib kita ditentukan suara dari belakang mimbar, keselamatan kita yang akan datang tidak bisa lepas dari pundaknya seorang gembala. Kalau gembala tidak tahu maka akhirnya gembala itu juga merawat dirinya, hawa nafsu dagingnya yang dia ikuti, keinginan-keinginan dagingnya yang dia kembangkan dan jemaat juga ikut seperti itu.

Orang Kristen duniawi berusaha merawat dan memupuk keinginan-keinginan dagingnya dan berusaha menepis persoalan yang rohani, tetapi anak Tuhan dipanggil oleh Tuhan untuk salibkan keinginan daging. Ini yang tidak diingini oleh banyak orang. Kalau saudara tidak punya minat menyalibkan daging sama dengan melawan rencana Tuhan.

Makanya dinasihati oleh Roh Kudus melalui tulisan rasul Paulus dalam Roma 13:14 untuk kita mengenakan Kristus. Ini seperti kita memakai baju. Kristus dikenakan sebagai senjata terang. Artinya Tuhan mengundang dan memanggil kita untuk perang melawan dosa.

Satu saat ada orang bertanya pada Marten Luther “apa bedanya orang Kristen dan orang yang bukan Kristen”. Marten Luther menjawab “orang Kristen dan bukan Kristen sama-sama orang berdosa”. Sampai di situ orang yang bertanya terlihat senang, lalu Marten Luther melanjutkan “tetapi orang Kristen adalah orang berdosa yang sudah ditebus oleh Tuhan dan sekarang mereka perang melawan dosa”. Kita sekarang harus berperang melawan keinginan-keinginan daging kita. Tuhan Yesus sudah hampir datang dan dengan niat suciNya Dia mau datang mengambil saudara.

Perikop: Yehezkiel 16:1-14 Allah memungut Yerusalem menjadi isteriNya.

Sayangnya mereka tidak setia. Sudah siap menjadi ratu tetapi mendadak menukik.
Yehezkiel 16:13
16:13 Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak, pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna; makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu.

Siap menjadi ratu sebab Tuhan memberikan asupan makanan yang bergizi. Diberikan tepung yang terbaik itu menunjuk Firman yang murni. Mereka diberikan karunia-karunia tetapi sayang dengan sekejap mereka menukik.
Yehezkiel 16:47
16:47 Bukankah engkau hidup menurut perbuatan mereka dan engkau lakukan seperti perbuatan-perbuatan mereka yang keji; sebentar lagi saja engkau berbuat lebih jahat dari mereka dalam seluruh hidupmu.

Itu sebabnya kita harus waspada, iblis bukan iblis kalau dia tidak berulah. Jangan sampai kita sudah meroket kemudian karena terbentur pada persoalan daging sehingga tiba-tiba menukik dan hancur di batu cadas.

Pengajaran untuk mengkatrol dan membawa gereja Tuhan menjadi Mempelai Wanita ini memang tidak diminati oleh banyak orang. Yang banyak diminati adalah ibadah yang banyak guyonannya padahal itu adalah isi dari ibadah Babel.
Yesaya 57:4
57:4 Tentang siapakah kamu berkelakar, terhadap siapakah kamu melontarkan kata-kata yang bukan-bukan dan mengejeknya? Bukankah kamu ini anak-anak pemberontak, keturunan pendusta,

Yeremia 15:17-19
15:17 Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram.
15:18 Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai.
15:19 Karena itu beginilah jawab TUHAN: "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.

Yeremia tidak duduk di tempat orang yang bersenda gurau dan melawak. Kalau pernah seperti itu segera kita kembali karena Tuhan mau menetapkan kita sebagai imam dan pelayan.

Orang Kristen duniawi ini hanya mau merawat tabiat daging. Pemikiran mereka hanya cenderung bagaimana merawat keinginan daging mereka. Anak muda remaja jangan cepat-cepat pacaran kalau belum mau menikah. Kalau sudah mengikuti keinginan daging, akhirnya orang itu diseret kepada maut.
Yakobus 1:14
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Kata diseret ini tidak enak kedengarannya. Tetapi kadang kita tidak sadar bahwa kita sudah diseret oleh keinginan daging kita.

Yakobus 1:15
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Jangan kita merawat daging, kita nomorsatukan rencana Allah dalam diri kita. Apa yang kita dengar ini satu saat akan menjadi kenyataan. Jangan sampai kenyataan yang terjadi ada pada poin yang pertama ini.

Satu saat manusia baru sadar bahwa kepuasan itu hanya ada pada Firman. Selama ini dia tidak merasa butuh Firman, tetapi akan datang waktunya Tuhan buat manusia lapar dan haus serta butuh Firman tetapi sudah tidak mendapatkan lagi.

2)      Mata mereka akan menjadi busuk
Yang kedua yang busuk dikatakan mata mereka busuk. Bagaimana supaya mata kita tidak busuk? Harus ditangkap oleh Tuhan. Bagaimana caranya:
Ibrani 12:2
12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Mata kita harus tertuju pada Tuhan Yesus, sekalipun dalam pengalaman salib tetapi sukacita menanti Dia. Dikatakan Yesus memimpin kita kepada iman, bagaimana caranya Dia memimpin? Iman datang karena mendengar Firman Kristus.
Roma 10:17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Ketika kita memperhatikan Firman yang disajikan oleh hamba Tuhan di dalam urapan Roh Kudus berarti kita mulai diisi dengan iman dan oleh pemberitaan Firman yang terus menerus maka kita akan sampai pada iman yang sempurna. Berarti sampai kepada kesempurnaan karena gereja dilimpahkan Firman pengajaran dalam dirinya.

Jangan hanya berhenti pada iman yang standar. Iman yang sempurna ini tidak diberikan kepada sembarang orang.
II Tesalonika 3:1-2
3:1 Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu,
3:2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman.

Ini bukan iman standar tetapi iman yang sempurna. Dia tidak kena semburan si penjahat dan semburan orang-orang pengacau. Gundukan jahat, kacau dan banyak dosa dalam hati kita kalau sudah Tuhan ratakan maka akan tumbuh iman dan iman itu akan sempurna.

Mata ini tidak tahu kenyang dan tidak pernah puas. Contohnya ibu-ibu yang ke pasar. Catatan yang mereka sudah buat di rumah untuk dibeli di pasar kadang malah sudah tidak dibeli, yang mereka beli yang sesuai dengan keinginan matanya yang tidak pernah puas.
Pengkhotbah 1:8
1:8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

Kalau mata tidak ditangkap oleh Tuhan Yesus (Firman pengajaran), maka tidak akan pernah mata ini puas.
Amsal 27:20
27:20 Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.

Jadi mata manusia yang tidak pernah puas itu selevel dengan dunia orang mati. Artinya kalau mata tidak disucikan sehingga tidak pernah puas maka itu sudah dicap mati dan binasa. Sekarang ini para produsen menggoda para konsumen dengan produk-produk yang selalu baru. Anak yang sudah membeli tas lalu ke sekolah melihat temannya memakai model yang baru bisa merengek kepada orang tuanya supaya dibelikan lagi tas yang model seperti itu. Itu karena matanya tidak pernah puas sehingga orang tuanya yang menderita.

Kita kendalikan mata kita supaya selalu memandang Yesus pemimpin iman kita yang rela tersalib menderita luar biasa hanya untuk saudara dan saya.
Ibrani 12:3
12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Pemimpin iman kita adalah Pemimpin yang pernah dicerca dan dinista oleh orang-orang berdosa.

Ibrani 12:4-6
12:4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."

Tuhan tidak benci kita, sekalipun kadang-kadang Dia mencubit telinga kita dan Dia kutik hidung kita lewat Firman pengajaran. Siang ini Tuhan kutik mata dan lidah kita bukan karena Dia membenci kita tetapi karena Tuhan mengasihi kita. Arahkan pandangmu karena Dia membawa kita pada iman yang sempurna.

3)      Mulut mereka menjadi busuk
Mengapa menjadi busuk? Karena suka menggemakan lidahnya dengan kata-kata kotor.
Efesus 4:29     
4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Kata-kata kotor di sini bukan hanya makian tetapi yang dimaksudkan juga kata-kata yang tidak membangun, tidak memberikan suport supaya orang lain mendapatkan kasih karunia.

Mazmur 141:3
141:3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

Mazmur 141:3 (Terjemahan Lama)
141:3 Ya Tuhan! taruhlah kiranya suatu penunggu di hadapan mulutku dan tunggui apalah akan pintu bibirku.

Tujuannya bibir diawasi supaya jangan kita berdosa.

Efesus 4:30-32
4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Soal mengampuni atau minta maaf inilah yang paling berat. Kenapa? Sebab dari dalam dirinya dan mulutnya tidak mau dibersihkan yang kotor. Sudah tahu bahwa itu suatu kesalahan tetapi untuk mengatakan maaf itu susah sekali. Kalau seperti itu maka mulutnya akan busuk selagi dia masih berdiri. Kelihatan masih menganga tetapi sudah busuk semuanya.

2.      Pembalasan Tuhan kepada umatNya yang membuka hati yaitu mereka diberikan sukacita dan kebahagiaan.

Ini sukacita yang dimiliki orang yang rindu akan Yerusalem artinya rindu untuk masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus, berarti menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Kerinduan hati mereka ini dijawab oleh Tuhan dengan hujan yang turun.
Zakharia 14:17
14:17 Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.

Kalau kita rindu datang ke Yerusalem untuk menyembah raja maka hujan akan turun. Begitu saudara ada kerinduan hati “saya rindu menjadi tubuh Kristus. Saya ingin menjadi Mempelai Wanita Tuhan” maka saudara akan dibawa oleh Tuhan untuk didirus oleh hujan yang turun. Kalau ada kerinduan hati “bagaimana untuk keselamatan saya ini Tuhan, jangan sampai saya terjebak pada hal-hal yang salah. Sudah salah kehidupanku kemudian tidak mendapatkan apa-apa lagi dalam pelayanan”, hidup seperti itu ada tanda-tanda dia mau maju ke Yerusalem. Maka hujan yang deras akan turun kepadanya. Artinya dia akan dipertemukan dengan Firman pengajaran yang deras dan lebat yang turun.

Seorang hamba tuhan bagaikan awan yang membawa air. Kalau awan itu putih bersih, tidak ada butir-butir air di dalamnya maka itu mudah ditiup angin ke sana kemari dan tidak ada faedahnya. Tetapi walaupun kelihatan gelap tetapi kalau ada butir-butir air di dalamnya maka itu dibutuhkan oleh manusia sebab hujan akan turun.

Isi dari Yerusalem ada hujan yang turun. Bila hati saudara sungguh-sungguh berminat maka Tuhan akan terus mencurahkan hujan yang deras dan lebat. Tujuannya supaya kita tidak kering. Secara jasmani air ini sangat dibutuhkan oleh semua manusia. Secara rohani hujan Firman pengajaran dibutuhkan oleh gereja yang rindu menjadi Yerusalem yaitu Mempelai Wanita Tuhan.  
Zakharia 10:1
10:1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikanNya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.

Begitu Tuhan katakan “mintalah hujan yang lebat” maka Tuhan menjawab dengan memberikan awan lebih dahulu.
1 Raja-raja 18:44
18:44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan."

Tetapi awas: Yudas 1:12
1:12 Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.

Awan itu berbicara hamba Tuhan. Jadi hamba Tuhan yang membawa hujan firman pengajaran itulah yang dibutuhkan di dalam gereja dalam pembangunan Tubuh Kristus. Gereja bukan membutuhkan hamba Tuhan yang mudah ditiup angin pengajaran sehingga pergi ke sana kemari. Mereka tidak ada pendirian karena tidak ada butir-butir air dalam dirinya.

Berarti terjadi pemisahan, yang satu kena tulah yang satunya menerima kebahagiaan.

Matius 25:32
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,

Sekarang ini belum nampak pemisahan. Si A dan si B masih duduk sebangku, suami isteri masih serumah, satu kamar dan makan bersama, belum nampak pemisahan. Tetapi suatu saat akan nampak pemisahan. Itu diibaratkan bagaikan gembala yang memisahkan kambing dan domba.

Ciri kambing:
Ø  Kambing ini sangat takut pada hujan, begitu ada guntur dan petir mereka berteriak supaya tuannya membawa mereka ke tempat perteduhan. Kristen kambing takut pada Firman pengajaran. Jadi orang Kristen yang tidak suka Firman pengajaran, di hadapan Tuhan dia adalah kambing dan tempat mereka di sebelah kiri.
Matius 25:41
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Neraka ini untuk iblis tetapi kenapa kristen kambing ke sana? Karena dia adalah kehidupan yang tidak mengerti rencana Allah, melawan rencana Allah dan menantang rencana Allah. Termasuk juga pendetanya yang tidak paham rencana Tuhan sehingga mengajar jemaat menjadi tidak mengerti rencana Tuhan. Kalau saudara tidak sudi dan tidak senang dengan Firman pengajaran maka kondisimu persis seperti kambing.

Kita harus menerima Firman pengajaran yang mendongkel akar-akar dosa kita supaya jangan sampai mata kita busuk, lidah kita busuk dan daging kita busuk. Supaya daging saya tidak busuk maka saya merawat rohani saya dan itu akan mempengaruhi daging saya. Sebab rohani saya yang tumbuh akan menguasai daging saya. Tetapi kalau daging yang dirawat maka rohani akan amblas.

Ø  Bila bulunya digunting maka kambing akan mati kedinginan. Bulu digunting untuk diberikan pada yang lain untuk menghangatkannya. Jadi Kristen kambing ini tidak bisa memberi apa-apa untuk menolong dan menghangatkan orang. Kalau membawa perpuluhan dan berkorban dia merasa mau mati sehingga tidak berani berkorban. Itu bahasa salah, itu bukan bahasa domba tetapi bahasa kambing.

Ø  Kambing suka menyeruduk temannya

Ø  Kambing hidungnya ke atas makanya takut kalau hujan turun nanti air masuk dalam hidungnya. Hidung berbicara penyembahan berarti Kristen kambing tidak tahu menyembah Tuhan. Diajak menyembah malah tidur.

Kambing dan domba ini sama-sama binatang memamah biak, berarti binatang halal. Ada kesamaan, mereka sama-sama orang Kristen. Tetapi kambing ini tidak ada prakteknya.

Ciri domba:
Ø  Domba suka digunting bulunya sebab kalau dibiarkan dia merasa berat. Berarti dia suka memberi dan menghangatkan orang lain.
Ø  Domba tidak suka menyeruduk temannya, tidak suka berkelahi. Bahkan tanduknya berbalik menusuk dirinya sendiri.
Ø  Domba suka menerima hujan.
Ø  Hidungnya arah ke bawah berarti ada penyembahannya.

Biarlah kita memilih di mana kebahagiaan dan sukacita Tuhan sudah siapkan di sana. Biarlah kita memilih Yerusalem, di sana ada hujan dan ada pesta pondok daun-daunan, itulah dambaan hati kita.

Jangan kita menjadi Kristen yang lemas, yang tidak tahu menyembah, yang tidak ada pergumulan, hanya memupuk dan merawat daging, tidak ada penyaliban daging. Kehidupan seperti itu akan menemukan dirinya menerima pembalasan Tuhan yang tidak enak.
Zakharia 14:18-19
14:18 Dan jika kaum Mesir tidak datang dan tidak masuk menghadap, maka kepada mereka akan turun tulah yang ditimpakan TUHAN kepada bangsa-bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.
14:19 Itulah hukuman dosa Mesir dan hukuman dosa segala bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.

Kenapa untuk merayakan pesta pondok daun orang tidak suka padahal itu adalah sukacita terbesar pada bulan yang ketujuh tanggal 15. Kemungkinan besar ini terjadi karena gembala tidak mengajar. Kemungkinan kedua domba merasa tidak butuh seperti ini karena matanya hanya melihat yang ada di sekitarnya yaitu yang lahiriah dan tidak bisa memandang jauh ke depan kepada pemimpin yang memimpin iman kita kepada kesempurnaan.

Kalau kita memandang dengan mata iman kita melihat Tuhan Yesus pemimpin iman kita maka penyingkiran gereja sudah ada di tangan saudara.

Kita sudah melihat hasil ibadah yang benar, hasilnya sangat memukau dan mencengangkan. Segala sifat lama itu habis digusur oleh Firman pengajaran sehingga tampil kudus, ibadah kudus, rumahnya kudus, nikahnya kudus.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar