20160519

Kebaktian PA Kitab Rut, Kamis 19 Mei 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Rut 4:1-12
4:1 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.
4:2 Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.
4:3 Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: "Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab.
4:4 Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku." Lalu berkatalah ia: "Aku akan menebusnya."
4:5 Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
4:6 Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."
4:7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.
4:9 Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi;
4:10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi."
4:11 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem,
4:12 keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!"

Rut 4:1-12 dalam terang Tabernakel kena mengena Mezbah Dupa Emas yang menunjuk penyembahan atau penyerahan sepenuh, penyerahan utuh dan sekaligus menerima upah sepenuhnya.

Rut 4:13-22 kena pada Peti Perjanjian

Ukuran Mezbah Dupa Emas tingginya 2 hasta, panjang dan lebarnya sama yaitu 1 hasta. Berarti bentuknya segi 4. Ini menunjukkan kepada kita bahwa di manapun kita berada di keempat penjuru alam ini kita diberi kesempatan bisa jumpa dengan Tuhan. Untuk jumpa dengan Tuhan dibutuhkan angka 2, itu adalah hukum yang diringkas oleh Tuhan (salib Kristus) :
1.      Mengasihi Tuhan
2.      Mengasihi mengasihi sesama

Penyerahan sepenuhnya hanya bisa dinikmati oleh orang yang menghayati arti pekerjaan penebusan. Kalau kita tidak menikmati apa arti pekerjaan penebusan maka tidak akan bisa menyerah sepenuh.

Arti penebusan adalah:
1.      Membeli kita dari dalam pasar (agurazo). Kita ini dahulu adalah manusia-manusia yang diperjualbelikan iblis di dalam dosa seperti suasana pasar. Orang yang tidak menikmati pekerjaan penebusan hidupnya terlalu ramai dengan dosa. Ada orang yang tidak ditebus terlihat baik sekali tetapi kalau tersentuh maka dendamnya luar bisa, itu berarti tidak menikmati pekerjaan penebusan. Kalau menikmati pekerjaan penebusan maka akan dibarengi dengan penyerahan sepenuh. Itulah yang disebut penyerahan Mempelai.
2.      Membeli kita dari luar pasar (exagurazo).
3.      Dari budak diangkat menjadi anak (lutro). Kita dari budaknya dosa diangkat menjadi anak Tuhan.

Ada seorang penebus yang awalnya mau menebus tetapi pandangannya hanya tertuju pada ladang, pada yang jasmani. Dia tidak melihat pribadi Rut perempuan Moab, jiwa, roh dan tubuhnya yang harus ditebus. Ini menunjuk kita bangsa kafir yang harus ditebus, kita harus menanggapi penebusan dengan sikap penyerahan sampai penyerahan sepenuh. Ini yang harus ada pada kita.

Penebus yang satu ini hanya mengatakan “mau” tetapi begitu disebut pribadi Rut dia mengurungkan niat, dia menanggalkan kasutnya dan dia berikan kepada Boas. Kalau Tuhan Yesus tidak ada yang berani untuk membuka tali kasutNya. Yohanes Pembaptis nabi besarpun mengatakan “membuka tali kasutNyapun aku tidak layak” apalagi mencopot sepatu Tuhan Yesus. Berarti Tuhan Yesus adalah Pribadi yang benar-benar menebus kita. Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat menebus kita kecuali Tuhan Yesus.

Kita lihat proses penebusan dari Tuhan Yesus kepada kita, Dia rela rugi untuk kita. Kalau penebus yang pertama itu tidak mau rugi, dia mau mempertahankan milik pusakanya. Boas mau rugi tetapi yang dia dapatkan bukan kerugian, justru dari Boas dan Rut ini menjadi jalur kedatangan Yesus.

Ibu kandung dari Boas ini adalah Rahab, perempuan sundal dari Yerikho. Tetapi karena dia menyambut dua utusan orang Israel maka dia diselamatkan. Sejelek-jeleknya keadaan kita tetapi kalau kita masih mau menyambut dua utusan Tuhan yaitu Firman dan Roh Kudus maka kita dapat diselamatkan.

Salmon mengambil Rahab dan melahirkan Boas. Boas mengambil juga perempuan kafir yaitu Rut lalu melahirkan Obed. Obed ini memperanakkan Isai, Isai memperanakkan Daud dan dari Daud ini menjadi jalur kelahiran Yesus. Hanya Tuhan Yesus yang bisa menebus kita. Kalau kita tidak ditebus maka arah kita jelas ke neraka.

Ini aturan di antara orang Israel, kalau ada yang meninggal tanpa memiliki keturunan maka saudaranya yang harus mengambil isteri saudaranya itu untuk membangkitkan keturunan. Kalau orang ini tidak mau menebus maka dia harus menanggalkan kasutnya lalu janda yang seharusnya dia tebus harus meludahi muka orang itu. Jadi orang yang tidak mau menebus ini dipermalukan. Jika orang yang tidak mau ditebus maka dia akan dipermalukan. Tuhan Yesus berkata “orang yang tidak mengakui aku maka Aku juga tidak akan mengakui dia di hadapan BapaKu”.

Ulangan 25:5-9
25:5 "Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar.
25:6 Maka anak sulung yang nanti dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu, supaya nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel.
25:7 Tetapi jika orang itu tidak suka mengambil isteri saudaranya, maka haruslah isteri saudaranya itu pergi ke pintu gerbang menghadap para tua-tua serta berkata: Iparku menolak menegakkan nama saudaranya di antara orang Israel, ia tidak mau melakukan kewajiban perkawinan ipar dengan aku.
25:8 Kemudian para tua-tua kotanya haruslah memanggil orang itu dan berbicara dengan dia. Jika ia tetap berpendirian dengan mengatakan: Aku tidak suka mengambil dia sebagai isteri --
25:9 maka haruslah isteri saudaranya itu datang kepadanya di hadapan para tua-tua, menanggalkan kasut orang itu dari kakinya, meludahi mukanya sambil menyatakan: Beginilah harus dilakukan kepada orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya.

Kita bukan lagi mengerjakan penebusan, Tuhan yang mengerjakan penebusan untuk kita. Tetapi kita harus menjadi saksi penebusan Tuhan bagi orang lain.

I Yohanes 3:16
3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
Tuhan menyerahkan nyawa untuk menebus kita, maka kita juga harus menyerahkan nyawa bagi orang lain. Artinya kita tidak boleh seperti penebus pertama yang tadinya bilang mau kemudian menjadi tidak mau karena melihat ada kerugian. Jangan kita sudah menerima penebusan lalu tidak mau bersaksi menjadi saluran berkat bagi orang lain. Minimal kita harus bersaksi pada orang yang dekat kepada kita, suami bersaksi kepada isteri atau isteri bersaksi pada suami yang belum bertobat.

Tiga tingkatan orang Kristen:
1.      Psuchikos adalah orang Kristen yang percaya tetapi belum lahir baru, tidak mau dibaptis yang benar sesuai Alkitab, tidak mau dikuburkan hidup lamanya. Ini yang paling banyak dalam gereja.

2.      Sarchikos adalah orang Kristen yang percaya dan lahir baru, mau memberi diri dibaptis. Tetapi rohaninya tidak dewasa. Yang dia suka Firman yang susu terus, tidak mau meningkat pada makan keras atau Firman pengajaran yang keras. Jangan tinggal pada point 2 tetapi Tuhan mau kita harus meningkat pada yang ketiga.

3.      Pnoumachikos adalah orang Kristen yang dewasa rohani. Untuk meningkat pada kedewasaan harus menerima Firman pengajaran, ini yang tidak disukai oleh banyak orang karena ini adalah makanan keras.

Yohanes 1:26-27
1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."

Jadi Tuhan Yesus adalah penebus sejati, tidak ada yang lain. Kita yang telah menikmati pekerjaan penebusan yang sejati ini, mari kita bawa diri kita dengan menyembah Dia di dalam kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Di manapun saudara berada di keempat penjuru dunia ini, Tuhan siap mendengar penyembahan dan syukur saudara.

Ada perilaku-perilaku yang tidak terpuji dari pelayan-pelayan. Perilaku apa? Orang miskin mereka beli dengan tali kasut bahkan dengan sepasang kasut. Berarti dia mencopot kasutnya untuk membeli, berarti ada jual beli, ada unsur komersil.

Amos 2:6; 8:5-6
2:6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;
8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,
8:6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"
Ini permainan yang ada dan kita harus hati-hati. Makanya saya sebagai hamba Tuhan harus menginformasikan ini, jangan sampai kita ada pada rana atau situasi seperti ini. Ini bukan penebusan yang sejati tetapi di dalamnya ada roh komersil.

Tugas kami hamba Tuhan adalah mengunjuk-unjuk jemaat, bukannya menyediakan tiang gantungan atau mengadili. Kami tampil membawa pekerjaan penebusan Tuhan yaitu pendamaian. Tugas kami membawa orang yang sudah salah untuk bisa damai dengan Tuhan.
II Korintus 5:18-20
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Kami hamba Tuhan harus mensosialisasikan pekerjaan penebusan, bukannya kalau salah malah digantung di tiang gantungan. Kalau seperti itu maka itu adalah pekerjaan Haman.

II Korintus 5:21
5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Inilah dasar kami memberitakan Firman. Inilah dasarnya Boas bergerak untuk mendapatkan Rut. Boas menebus Rut bukan hanya diri Rut tetapi juga ladangnya. Tuhan bukan hanya menebus diri kita tetapi sampai usaha pekerjaan kita juga ditebus. Jadi kalau saudara menyadari bahwa bukan dirimu saja yang ditebus namun juga pekerjaanmu, berarti Tuhan juga menghargai pekerjaanmu dan Tuhan pasti akan menyertai serta memberkati. Itu sebabnya kita harus menyerahkan tubuh, jiwa dan roh kita kepada Tuhan, serta kita memuji, menyembah Tuhan dan beribadah serta mendengarkan FirmanNya. Kita harus menjadi gereja Tuhan yang dewasa. Jangan main-main dengan hasil pekerjaanmu sebab semua ditebus oleh Tuhan.

Rut 4:5-6
4:5 Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
4:6 Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."

Penebus pertama ini sama seperti perumpamaan Tuhan Yesus dalam Matius pasal 21 tentang anak sulung yang disuruh ke kebun oleh bapanya, dia berkata “ia” tetapi tidak pergi. Anak yang bungsu berkata “tidak” namun akhirnya pergi juga.

Rut 4:8
4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.

Penebus pertama itu merasa ada kerugian. Boas merasa tidak rugi karena dia juga tahu bahwa dia berasal dari ibu seorang perempuan sundal yaitu Rahab.
Matius 1:5-6
1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

Jalur kedatangan Tuhan Yesus melalui 4 perempuan kafir, itu sebabnya Dia datang bukan hanya menebus orang Israel tetapi juga kita bangsa kafir.

Penebus yang pertama ini tidak mau namanya dirugikan, sepertinya dia mempertahankan kesucian tetap itu tidak benar. Berarti dia tidak mau bersaksi pada orang yang belum mengalami penebusan. Lebih baik kita seperti Rut dan Rahab tetapi akhirnya bertobat.

Boas tidak merasa rugi mengambil Rut karena dia tahu siapa dirinya, Salmon bapanya mengambil Rahab orang kafir yang adalah perempuan pelacur. Jangan saudara berkata dalam benak hati saudara “aku ini sudah keterlaluan, sudah terlalu jahat”, Tuhan selalu siap menunggumu.

Lukas 15:18
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Sorga itu arasy Allah dan bapa itu menunjuk sesama.

Lukas 15:19-20
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Ayahnya berlari, berarti jarak yang seharusnya dia tempuh sudah diambil sebagian oleh Bapa. Bapa ini langsung mencium tanpa merasa jijik atau menyuruh anak itu mandi dulu.

Lukas 15:21
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Ada konsep dari anak bungsu ini yang sudah dia hafalkan di samping kandang babi tetapi belum sempat dia sampaikan kepada Bapa “jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa”. Tetapi kalimat itu langsung disela oleh bapa.

Lukas 15:22-25
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.

Anak sulung ini nampaknya setia.
Lukas 15:26-28
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

Sekarang nampak dipermukaan bagaimana sebenarnya anak yang sulung ini. Adiknya hilang mustinya dia mencari tetapi dia tidak peduli dengan kesedihan hati ayahnya. Walaupun demikian ayahnya ini keluar juga, ayahnya mengasihi kedua-duanya.

Lukas 15:29
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

Ini korban tebusan yang mengundang sukacita
Mazmur 32:1-2
32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

Berarti selama ini dia melayani kelihatan baik tetapi tidak pernah mengalami pekerjaan penebusan. Jadi kelihatannya baik sekali tetapi tidak alami penebusan. Tidak akan mungkin masuk pesta.

Ada hal yang tidak dilakukan anak bungsu tetapi dia tuduhkan.
Lukas 15:30-32
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Ini yang membuat sukacita sebab anak yang hilang sudah kembali. Ketika pesta digelar bapa beserta anak bungsu dan yang lain ada di dalam pesta namun anak sulung itu ada di luar sana. Jadi kesetiaan kita juga di uji. Kesetiaan tanpa penebusan itu tidak ada artinya. Selama ini dia setia tetapi tidak menikmati korban sembelihan, tidak menikmati korban bakaran karena dosa dan salah, tidak menikmati pekerjaan penebusan.

Nikmatilah pekerjaan penebusan. Kalau saudara menikmati maka saudara akan memberikan imbalan yaitu penyerahan sampai pada penyerahan puncak yaitu penyerahan Mempelai. Ini yang Tuhan dambakan dari kehidupan saudara.

Rut 4:13
4:13 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.

Setelah Rut perempuan Moab itu sah menjadi isterinya Boas maka hilang predikat Moab. Kita ini adalah bangsa kafir yang digambarkan seperti bangsa Moab namun kita sudah ditebus. Kalau kita mengarah menjadi isteriNya Tuhan Yesus maka kita akan menikmati nikmatnya bersama dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, setelah menerima pekerjaan penebusan maka predikat kekafiran kita hilang.

Rut 4:11
4:11 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem,

Belum menikah tetapi pandangan nubuatan mereka mengatakan bahwa kelak perempuan ini luar biasa, akan melahirkan suatu kaum yang bukan hanya seperti Rahel dan Lea namun mendunia di seluruh bangsa.
Wahyu 5:9-10
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Yang dimaksud oleh tua-tua di pintu gerbang itu adalah Rut dan Boas, namun yang lebih termasyur adalah Tuhan Yesus dari Betlehem.
Kita harus menyerah sepenuh kepada Tuhan Yesus. Dia sudah mati untuk kita, Dia naik ke Sorga juga untuk kepentingan kita. Tuhan sudah mempercayakan berita penebusan dan pendamaian itu kepada hamba-hamba Tuhan. Kalau itu diberitakan bukan untuk menjerat dan menggantung saudara tetapi orang yang terancam untuk digantung malah dibebaskan.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar