20160528

Kebaktian Doa, Sabtu 28 Mei 2016 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 1:14
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Satu waktu hamba-hamba Tuhan berdoa puasa di Pacet di bawah pimpinan Pendeta Van Gessel selama tiga hari tiga malam. Saat itu belum terasa apa-apa tetapi setelah beliau kembali ke Surabaya ada suara yang mengajak beliau untuk membaca ayat ini. Ketika membaca maka pandangan beliau terfokus pada kalimat “diam di antara kita” yang dalam terjemahan aslinya “skhenoo” artinya Tabernakel. Oleh ilham Roh Kudus, hamba Tuhan ini fokus pada pelajaran Tabernakel. Setelah itu mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu semuanya dikaitkan dengan pelajaran Tabernakel atau terang kerajaan Sorga. Ini semua bukan rekayasa tetapi itu adalah ilham Tuhan kepada hamba Tuhan ini.

Saya sebagai hamba Tuhan tidak mau lepas dari ini, saya mau melanjutkan ajaran ini dan kami telah melihat hasilnya. Di mana-mana kalau kabar ini diberitakan pasti nampak hasilnya. Kecuali orang-orang yang sudah terjungkir karena pengaruh teologia kemakmuran, karena pandangan pelayan itu sudah mengarah pada mamon sehingga menjadi buta dan tidak melihat injil Kemuliaan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Orang kedua yang mendapat kasih karunia adalah Yusuf.
Kisah Para Rasul 7:9-10
7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

Kesengsaraan Yusuf ketika dijual oleh saudaranya pada kafilah Ismael, bisa kita lihat dalam Mazmur 105:16-18
105:16 Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan,
105:17 diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.
105:18 Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi,

Dia dibelenggu dan lehernya dijepit dengan besi oleh kafilah Ismael. Ketika tiba di Mesir maka kafilah Ismael ini menjual Yusuf pada Potifar yang adalah pembesar di Mesir. Kehidupan yang dikatakan mendapat kasih karunia ini tidak lepas dari keadaan yang menyengsarakan.

Seringkali kalau mengatakan mendapat kasih karunia maka yang menjadi pemikiran kita adalah dompet kita penuh dan enak pergi ke mana-mana. Kalau pemikiran seperti itu maka itu keliru.

Yusuf mendapat kasih karunia diawali dengan perilaku saudara-saudaranya yang tidak senang melihat Yusuf. Apakah salah Yusuf sehingga mereka harus membenci dan iri hati? Ada perbedaan yang menyolok antara Yusuf dan saudara-saudaranya. Yusuf adalah pribadi yang tidak setuju dengan kejahatan dan kesalahan saudara-saudaranya. Orang yang berkata mendapat kasih karunia kemudian setuju dengan kesalahan bahkan menjadi pelaku kejahatan maka sebenarnya dia bukan orang yang mendapat kasih karunia.

Yusuf adalah contoh bagi kita, dia tidak setuju dengan perbuatan saudara-saudaranya. Ketika dia melihat itu tidak menguntungkan orang tuanya dan tidak menyenangkan bapanya maka Yusuf melapor pada bapanya. Yusuf ini lebih dikasihi oleh bapanya dibandingkan saudara-saudaranya yang lain sehingga bapanya memberikan jubah yang sangat indah kepada Yusuf.

Yusuf dinilai oleh bapanya bahwa dia adalah anak yang taat dengar-dengaran kepada orang tua dan tidak setuju dengan kejahatan saudara-saudaranya. Orang yang mendapat kasih karunia tidak akan setuju melihat orang lain melakukan pelanggaran. Kalau kita setuju saja isteri atau suami kita melakukan yang tidak benar maka itu bukan ciri orang yang mendapat kasih karunia.

Tanda T di dahi maka itu hanya didapatkan oleh orang-orang yang sedih dan berkeluh kesah melihat perbuatan-perbuatan kejahatan di dunia ini. Mereka bukannya terlibat dengan kejahatan.
Yehezkiel 9:4
9:4 Firman TUHAN kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."

Di zaman Sodom dan Gomora, Lot juga berkeluh kesah melihat perbuatan orang Sodom dan Gomora. Karena Yusuf tidak setuju dengan kejahatan saudara-saudaranya maka resikonya dibenci.

Jadi jangan takut kalau kita dibenci dan tidak disenangi oleh orang serta ditinggalkan. Bukan berarti kehidupan yang tidak disenangi karena dia melakukan perbuatan yang tidak terpuji tetapi karena dia membenci perbuatan-perbuatan yang keji. Yusuf dibenci karena dia tidak setuju dengan perbuatan saudara-saudaranya yang melakukan yang tidak benar.
Kalau dari belakang mimbar ini ada bahasa Firman Tuhan yang seperti menampar saudara itu sebenarnya kasih karunia yang ditujukan kepada saudara, jangan malah berbalik menentang. Kalau saya hamba Tuhan yang nyalinya kecil dan tidak berani berbicara Firman maka itu berarti saya tidak mendapat kasih karunia dan saya tidak sayang kepada saudara. Sebetulnya teguran Firman Tuhan itu adalah kasih sayang Tuhan kepada kita. Jangan kita salah menilai karena Tuhan ingin mencurahkan kasih karunia kepada kita supaya gereja Tuhan bukan sekedar menjalankan ibadah tetapi kita dituntun untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Sebagai hamba Tuhan saya harus memiliki kasih karunia dan contohnya berani menegur apa yang salah.

Yusuf diperoleh oleh Yakub pada usia lanjut, oleh ibunya dia diberi nama Yusuf yang artinya bertambah-tambah. Berarti orang yang mendapat kasih karunia tidak stagnan tetapi ada pertumbuhan rohani.
Kejadian 37:1-2
37:1 Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

Yusuf menyampaikan kejahatan saudara-saudaranya kepada ayahnya, di sini disebutkan secara khusus anak-anak Bilha dan Zilpa. Bilha adalah hamba perempuan yang diberikan oleh Laban kepada Rahel dan Zilpa adalah hamba perempuan yang diberikan oleh Laban kepada Lea. Mereka ini juga melahirkan anak-anak yang masuk dalam keluarga Yakub.

Mereka semua ini bekerja sebagai gembala, berarti mereka dekat dengan domba. Sekalipun mereka sama-sama dekat dengan domba tetapi mereka berbeda karakter. Siapa yang digambarkan sebagai domba di sini? Itulah Tuhan Yesus artinya untuk kita dekat dengan Tuhan Yesus yang adalah Anak Domba Allah dan sekaligus Gembala Agung. Semuanya mengaku digembalakan tetapi ternyata berbeda pertumbuhan rohaninya. Yang mendapat kasih karunia benci kejahatan, yang lain malah melakukan kejahatan.

Kita yang hadir sore hari ini jangan seperti anak-anak Bilha dan Silpa. Biarlah kita seperti Yusuf. Bila kita melihat ada orang yang melakukan kejahatan jangan kita suport, jangan kita setuju, biarlah kita tunjukkan bahwa itu tidak benar sekalipun beresiko. Itu berarti orang yang mendapat kasih karunia.

Semua orang yang percaya Tuhan Yesus mengatakan dekat dengan Tuhan Yesus Anak Domba Allah dan menyeru nama Tuhan Yesus dalam ibadah. Tetapi bukti kita dekat dengan Tuhan Yesus adalah kita membenci kejahatan. Ini yang harus ada pada kita, utamanya kami hamba Tuhan. Jangan kita takut dibenci dan takut dikatakan sok rohani. Memang saya rindu supaya rohani kita semua dan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Orang yang mendapat kasih karunia ini mendapat pembukaan rahasia Firman lewat mimpi. Mimpi ini berbicara pembukaan rahasia Firman.
1.      Pertama dia mimpi di ladang, itu berarti koreksi terhadap pelayanan. Berbicara pelayanan itu menunjuk ibadah.
2.      Kedua dia mimpi di rumah, itu berarti koreksi terhadap rumah tangga yaitu nikah.
Berarti orang yang mendapat kasih karunia mendapatkan pembukaan rahasia Firman yang besar yaitu rahasia ibadah dan rahasia nikah Kristus dengan gerejaNya.

Kebencian bertambah dari saudara-saudara Yusuf kepada Yusuf karena bapanya memberikan dia jubah yang indah. Dia mendapatkan jubah yang indah dari bapanya karena dia tidak setuju dengan kejahatan. Bapa Sorgawi akan memberikan jubah yang indah ini kepada kita kalau kita juga membenci kejahatan. Jubah yang indah ini menunjuk jubah pelayanan = karunia-karunia Roh Kudus.

1.      Kejadian 37:5-8
37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
37:6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."
37:8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.

Ini koreksi pelayanan. Ternyata pelayanan orang yang mendapat kasih karunia itu tegak berdiri. Tegak ini bukan karena dia ingin disembah.

Ada banyak hamba Tuhan, tetapi dari sekian banyak hamba Tuhan ada yang menonjol tetapi bukan untuk disembah.
Imamat 16:33
16:33 Ia harus mengadakan pendamaian bagi tempat maha kudus, bagi Kemah Pertemuan dan bagi mezbah, juga bagi para imam dan bagi seluruh bangsa itu, yakni jemaah itu.

Kisah Para Rasul 15:7
15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.


Andaikata yang mendengarkan perkataan Petrus itu menerima dengan telinga daging maka mereka akan mencap Petrus dan berkata “memangnya hanya engkau yang dipakai Tuhan!”. Tetapi tidak ada yang berkata seperti itu.

Kita bekerja di ladang Tuhan dan sekaligus kita ini ladangnya Tuhan. Sekarang kita koreksi pelayanan kita, apakah pelayanan kita lurus atau bungkuk. Jangan sampai pelayananku secara pribadi tidak tegak lurus dan malah bungkuk. Bungkuk di sini kelihatan menyembah, tetapi sesungguhnya mereka ini hanya mencium tanah. Pelayanan mereka bukan ke atas, penuh dengan kekuatiran.

Seandainya Yusuf tidak mendapat kasih karunia dan sama seperti saudaranya yang lain, maka siapa yang akan menolong mereka ketika terjadi kelaparan selama 7 tahun. Kelaparan waktu itu mendunia, bukan hanya di Mesir atau di tanah Kanaan. Tetapi puji Tuhan ada orang yang mendapat kasih karunia dan dia dipakai oleh Tuhan untuk memelihara. Yang dia pelihara justru orang yang tadinya membencinya.

Silahkan orang membenci, yang saya jaga jangan sampai kasih karunia dan kepercayaan Tuhan itu hilang dari diriku. Jangan sampai kepercayaan Tuhan terhadap rahasia ibadah dan rahasia nikah itu lepas dari diriku.

Orang yang mendapat kasih karunia ini dampak negatifnya dia dibenci orang lain. Dampak positifnya dia dipercayakan rahasia ibadah dan rahasia nikah. Kalau dalam gereja Tuhan ada pembukaan rahasia ibadah pelayanan dan rahasia nikah Kristus dengan jemaat, berarti ada perhatian khusus dari Tuhan kepada jemaat itu (ada kasih karunia).

Kalau mendapat kasih karunia maka jangan setuju dengan perilaku pelayanan-pelayanan yang tidak benar apalagi yang motivasi pelayanan karena uang, itu pelayanan yang tidak benar! Jangan disetujui.

2.      Kejadian 37:9-11
37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
37:10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?"
37:11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.

Mimpi yang kedua ini mimpi di rumah. Ini koreksi nikah, kalau kita rela dikoreksi nikah maka bukan hanya bulan, bintang dan matahari itu sujud tetapi itu akan menyaluti saudara. Dalam Wahyu 12:1 matahari itu menyaluti perempuan itu dan berdiri di atas bulan serta bermahkotakan 12 bintang.
Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Tuhan tidak hanya menginginkan kita ada dalam keadaan terang, tetapi Tuhan ingin kita menjadi sumbernya terang. Jadi perempuan yang disalut oleh matahari, bulan dan bintang itu menjadi inti, berarti dia menjadi sumbernya terang.

Kalau mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan maka bergegaslah membawa nikah rumah tanggamu masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus sehingga akhirnya saudara menjadi sumbernya terang. Mempelai Wanita Tuhan adalah inti dari gereja Tuhan. Itulah umat Tuhan yang benar-benar memiliki kasih karunia.

Filipi 1:7
1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

Jadi hamba Tuhan ini adalah pembagi kasih karunia.

II Korintus 1:15
1:15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya.

Jadi sidang jemaat tidak secara langsung menerima tetapi ada hamba Tuhan yang datang membagi kasih karunia. Kemudian kita ditarik pada satu himpunan anak-anak Tuhan yang menghargai kasih karunia sehingga dia disalut oleh matahari, berdiri di atas bulan serta bermahkotakan 12 bintang, berarti menjadi sumbernya terang.

Kalau kita mau dikoreksi ibadah dan pelayanan kita maka kita akan mengetahui rahasia ibadah. Apa rahasia ibadah? Itulah keubahan hidup. Dalam ibadah kita mengalami keubahan demi keubahan  sampai satu waktu keubahan itu membawa kita masuk dalam pernikah dengan Kristus. Itulah rahasia yang besar, rahasia nikah Kristus dengan gerejaNya.

Yusuf harus menanggung resiko dibenci tetapi dia tidak surut langkah. Di rumah Potifar dia difitnah namun dia tidak surut langkah. Sekalipun harus masuk dalam penjara semuanya dia terima, tetapi toh akhirnya apa yang dia lihat dalam mimpinya akhirnya terwujud. Jadi pembukaan yang kita dengar sekarang ini satu saat akan menjadi kenyataan. Dulu ini terjadi pada Yusuf dan saya rindu saya beserta isteri, anak dan sidang jemaat juga ada di sana, bersalut matahari, berdiri di atas bulan dan bermahkotakan dua belas bintang.

Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Ini mempelai wanita Tuhan yang ada di langit, tetapi mempelai wanita iblis ada di padang gurun. Kalau pandangan hanya pada padang gurun dunia ini maka orang itu akan kena debu yang menyusahkannya sendiri. Tetapi kalau pandangan kita ke atas maka kita menanti selubung matahari, menanti mahkota 12 bintang dan bulan di bawah kaki kita. Inilah yang saya gumuli sebagai hamba Tuhan agar kita ada di sana.



Tuhan Memberkati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar