20160503

Kebaktian Ucapan Syukur, Selasa 3 Mei 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Wahyu 5:10
5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Ayat ini kena mengena tentang kerajaan 1000 tahun yang nanti akan ada di muka bumi ini. Proses untuk kita menjadi raja perlu kita pahami. Kita akan ikut memerintah.

Kita beribadah tidak hanya ceremony karena seringkali kita beribadah hanya sebatas upacara biasa dan setelah ibadah kita mengatakan “saya sudah beribadah” dan berbagai ungkapan kata yang kita keluarkan. Tetapi sesungguhnya ibadah itu tidak hanya sebatas itu tetapi ibadah adalah tempat kita masuk dalam pembentukan karaker Ilahi lewat Firman pengajaran, Roh Kudus dan Kasih Tuhan. Dalam susunan Tabernakel, ketiga hal ini ada dalam ruangan suci. Firman itu kena mengena meja roti pertunjukan, Roh Kudus kena mengena kaki dian emas dan kasih kena mengena mezbah dupa emas. Di situlah kita dibentuk menjadi umat Tuhan serta menjadi imam-imam dan raja-raja.

Kalau berbicara soal imam itu menunjuk jabatan pelayanan kita dalam ibadah. Apalagi untuk kami hamba Tuhan secara fulltime, itu berbicara penyelenggara kebaktian. Imam itu ada tahbisannya dan tidak asal saja ditunjuk. Bagaimana prosesnya kita menjadi imam dan raja? Kalau dalam ayat di atas kita lihat ada pribadi yang berkorban itulah Kristus Yesus. Untuk kita menjadi imam harganya adalah Korban Kristus, jadi ibadah kita itu tidak boleh asal-asal karena dibayar mahal oleh Tuhan Yesus Kristus Anak Domba Allah.

Kita akan memperhatikan contoh dalam Alkitab raja pertama yang dilantik oleh Tuhan. Apa yang terjadi pada bangsa Israel dahulu adalah pembelajaran untuk kita di akhir zaman.
Roma 15:4
15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Kita lihat contoh bagaimana prosesnya seorang menjadi raja dan ini harus menjadi warna perjalanan kita dan itu adalah tanda-tanda kehidupan kita menuju status raja. Kadang kita mau diangkat oleh Tuhan menjadi raja tetapi kita tidak berminat.
Mungkin karena tidak tahu sebab tidak disampaikan oleh pelayan-pelayan Tuhan dan ada juga yang sudah tahu tetapi bersikap cuek.

Kita akan melihat proses untuk menjadi raja.
1.      Bertemu dua orang laki-laki di dekat kubur Rahel.
I Samuel 10:1-2
10:1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri:
10:2 Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai yang engkau cari itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia kuatir mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk anakku itu?

Ini tanda sebagai bukti nyata kita diangkat sebagai raja. Dalam ayat yang kedua, di sana diceritakan pertemuan Saul dengan dua laki-laki. Mereka akan membicarakan tentang keselamatan Saul yang dikuatirkan oleh ayahnya. Lokasinya dekat kubur Rahel.

Waktu Rahel melahirkan seorang anak yang bernama Benyamin, dia menghembuskan nafas yang terakhir.
Kejadian 35:18
35:18 Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas -- sebab ia mati kemudian -- diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.

Sebelum meninggal Rahel memberi nama Ben-Oni yang artinya anak kesukaran. Tetapi ayah anak itu yaitu Yakub menjadi Benyamin yaitu anak tangan kananku atau keunggulan.

Bicara kubur itu bicara tentang baptisan air.
Roma 6:3-4
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Kolose 2:12
2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Kubur Rahel mengisyaratkan kepada kita tentang pengkuburan hidup lama yang selalu ditandai dengan kesukaran, tetapi Tuhan mau rubah menjadi keunggulan. Di dalam baptisan air kita menguburkan kesukaran kita oleh karena akibat dosa dan Tuhan mengangkat kita menjadi keunggulan. Jadi sebagai raja kita tidak lagi harus tenggelam dalam berbagai macam kesukaran tetapi akan memiliki keunggulan menghadapi kesukaran, keunggulan menghadapi dunia. Ini yang dimaksud oleh Tuhan.

Alkitab ini bagaikan teka teki.
Mazmur 78:2
78:2 Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.

Teka teki ini ada jawaban dan itu rahasia. Rahasia Alkitab ini akan Tuhan bukakan kepada hamba Tuhan yang bergaul karib dengan Tuhan. Tuhan tidak akan membukakan rahasiaNya kepada pelayan Tuhan yang suka minuman keras. Minuman keras hanya diberikan kepada orang yang akan binasa. Kalau saya sebagai hamba Tuhan seperti itu bagaimana dengan jemaat yang saya layani.
Amsal 31:6
31:6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati.

Ahab dan Izebel membunuh Nabot lalu merampas kebunnya dan niat Ahab untuk merubah kebun anggur menjadi kebun sayur. Dalam kitab Kejadian ada tiga kelas tumbuh-tumbuhan.
1.      Semak-semak (sayur-sayuran/rumput)
2.      Yang berbiji-biji
3.      Pohon-pohon yang berbuah

Nabot ada pada point 3. Jadi dari kelas tiga mereka mau menurunkan menjadi kelas satu. Dari buah menjadi rumput berarti menjadi makanan binatang. Kalau rohani kita hanya sekelas rumput, berarti akan menjadi makanan binatang liar.
Kejadian 1:30
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Dikatakan Saul akan bertemu dengan dua orang laki-laki. Dua menunjuk angka kesaksian dan laki-laki symbol kekuatan. Jadi Baptisan air itu adalah suatu kesaksian kita di hadapan Tuhan dan itu kesaksian yang kuat! Baptisan itu jangan asal sebab kalau asal nantinya akan menangis karena gagal. Pada ayat kedua tadi awalnya dibicarakan keselamatan yang dirindukan oleh bapa terhadap anaknya.

Kita tidak boleh menganggap ini sebagai sesuatu yang hanya permainan dan tata cara gereja. Baptisan itu Alkitabiah, ini Firman Tuhan dan Firman itu adalah Allah sendiri.
Yohanes 1:1
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

2.      Bertemu dengan tiga orang laki-laki yang mau menghadap Allah di Betel.
I Samuel 10:3
10:3 Dari sana engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon tarbantin Tabor, maka di sana engkau akan ditemui oleh tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel; seorang membawa tiga ekor anak kambing, seorang membawa tiga ketul roti dan yang lain lagi sebuyung anggur.

Setelah kita dibaptis maka kita harus datang beribadah, itu ciri-ciri raja. Dikatakan 3 orang laki-laki berarti ibadah kita harus kuat, jangan sedikit-sedikit mudah tersandung.

Mereka membawa tiga ekor kambing. Tiga ini menunjuk tubuh, jiwa dan roh kita, itu semua akan kita persembahkan kepada Tuhan. Jangan hanya tubuh ada di dalam rumah ibadah tetapi jiwanya mengembara, lebih parah lagi kalau rohnya mengembara. Sementara dalam ibadah pikirannya mengembara ke rumahnya atau ke sawahnya dan bukan mendengar Firman.

Yang satu orang membawa tiga ketul roti dan yang lain membawa sebuyung anggur. Tiga menunjuk Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Ada roti dan sebuyung anggur berarti Firman dan perjamuan kudus.

Pertemuan ini terjadi di pohon tarbantin di Tabor. Ini adalah tempat Debora yaitu inang pengasuh dari Ribka dikubur.
Kejadian 35:8
35:8 Ketika Debora, inang pengasuh Ribka, mati, dikuburkanlah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang: Pohon Besar Penangisan.

Kalau masih diasuh berarti masih kanak-kanak. Inang pengasuh mati berarti kita sudah tidak kanak-kanak lagi yang hanya mengkonsumsi bubur atau susu. Kita harus meneruskan menerima makanan keras. Itu adalah perkembangan rohani orang yang ada tanda menjadi raja.

I Samuel 10:4
10:4 Mereka akan memberi salam kepadamu dan memberikan kepadamu dua ketul roti yang akan kauterima dari mereka.

Pertama mereka memberi salam lalu memberikan dua ketul roti. Dua ketul roti menunjuk perjanjian lama dan perjanjian baru, juga Firman dan Roh.
Salam ini tidak boleh asal. Ada tiga tujuan memberi salam:
a)      Kalau mengucapkan salam itu berarti sebentar lagi akan datang Firman pengajaran, sebab salam itu membuka jalan datangnya Firman pengajaran. Apalah arti saya berteriak “salam sejahtera” tetapi tidak ada Firman pengajaran menyusul.

Seringkali kita menggemakan “shalom” tetapi mana pengajarannya. Bila pengajaran datang malah mereka tolak, mereka hina dan olok. Apalah guna bicara salam kalau seperti itu.

Jadi begitu salam sejahtera di sampaikan dari belakang mimbar maka itu pembuka jalan datangnya Firman pengajaran.

Yang paling banyak digemari adalah “shalom” sebab merasa itu lebih keren sebab bahasa orang Yahudi. Padahal kata “shalom” pada bangsa Yahudi tidak digunakan dalam ibadah, hanya digunakan saat di kebun, di jalan di rumah dan berkenaan dengan hal-hal jasmani.

Salam ini ada hubungannya dengan pengajaran.
II Yohanes 1:9-10
1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.

Kalau pengajaran salah jangan beri salam kepadanya. Makanya shalom tidak digunakan dalam gereja karena dalam gereja ada penyajian pengajaran.

b)      Salam adalah doa selamat dari seorang gembala agar sidang jemaat itu tetap selamat sampai Tuhan datang.

c)      Orang yang menerima dan memberi salam pasti cinta persekutuan di dalam kebersamaan dalam membangun Tubuh Kristus untuk menjadi Mempelai Wanita bagi Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

3.      Bertemu dengan rombongan nabi di Gibea Allah
I Samuel 10:5
10:5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi.

Setelah kita menerima dua roti, berarti kita menerima Firman pengajaran maka awas, bukan hal enak yang akan kita temui. Saul akan sampai di Gibea, Gibea adalah bukit kesaksian Allah. Yang ada di Gibea adalah orang Filistin. Itulah sebabnya mengapa kita diberikan dua roti yaitu makanan keras dalam bentuk salam atau Firman pengajaran. Kalau hanya menerima makanan susu maka kita tidak akan kuat dan pasti babak belur menghadapi orang Filistin.

Jangan kita berpikir kita sudah ada kesaksian di bukit Allah, tetapi apakan kita sadar di Gibea ada mata orang Filistin, ada Goliat-Goliat di sana yang mengintip saya dan saudara. Olehnya itu kita harus dimantapkan oleh Tuhan dengan Firman pengajaran sehingga bisa menang menghadapi gelombang yang datang dari orang Filistin.

Filistin artinya pengembara, berarti tidak ada perhentian. Itu yang mengganggu kita. Kalau isteri duduk di pojok sana dan suami di pojok yang satu lalu pikirannya mulai mengembara, itu berarti dia mulai diserang oleh Filistin. Kita harus waspada, dengan adanya dua roti yang kita terima maka kita menerima kekuatan Firman pengajaran. Begitu ada bisikan iblis yang bicara ini dan itu sehingga terganggu perhentian sehingga pikiran kita mulai mengembara, maka lawan dia dengan kekuatan Firman pengajaran.

Sesudah itu Saul akan bertemu dengan rombongan nabi-nabi yang membawa gambus, rebana, suling dan kecapi. Nabi ini menunjuk kedewasaan rohani.

Setelah Saul sudah menjadi raja maka ini yang dia hadapi.
I Samuel 10:26-27
10:26 Saul pun pulang ke rumahnya, ke Gibea, dan bersama-sama dengan dia ikut pergi orang-orang gagah perkasa yang hatinya telah digerakkan Allah.
10:27 Tetapi orang-orang dursila berkata: "Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!" Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.

Ini tanda orang perkasa, digoda hatinya dengan kata-kata orang lain yang mau mengusik hatinya tetapi dia diam saja. Saul pura-pura tuli berarti dia cuek saja dengan kata-kata orang lain yang menghina dia.

Anak-anak kalau diganggu mainnya langsung merengek. Kalau masih marah itu berarti masih kanak-kanak rohani. Kalau sudah dewasa maka dia cuek dengan kata-kata orang lain. Sekalipun suami sudah ribut tetapi isteri cuek saja, dia tetap melayani suami dan memberi makanan yang menyenangkan suaminya. Jangan malah disambut marah.

Setelah Saul mengalami kemenangan menghadapi orang Amon, maka orang lain yang marah mendengar ada yang melecehkan Saul. Ada orang lain yang tampil membela dia, tidak usah kita membela diri kita sendiri.
I Samuel 11:12-13
11:12 Lalu berkatalah bangsa itu kepada Samuel: "Siapakah yang telah berkata: Masakan Saul menjadi raja atas kita? Serahkanlah orang-orang itu, supaya kami membunuhnya."
11:13 Tetapi kata Saul: "Pada hari ini seorang pun tidak boleh dibunuh, sebab pada hari ini TUHAN telah mewujudkan keselamatan kepada Israel."

Kalau kita sudah melewati jalur-jalur ini, kuncilah dengan syukur dan puji kepada Tuhan.
I Samuel 11:14-15
11:14 Dan Samuel berkata kepada bangsa itu: "Marilah kita pergi ke Gilgal dan membaharui jabatan raja di sana."
11:15 Lalu pergilah seluruh bangsa itu ke Gilgal dan menjadikan Saul raja di sana di hadapan TUHAN di Gilgal, dan mereka mempersembahkan di sana korban keselamatan di hadapan TUHAN, dan bersukarialah di sana Saul dan semua orang Israel dengan sangat.

Nyatakanlah kita mengucap syukur kepada Tuhan dan bersukarialah kepada Tuhan maka hidup kita akan bersama dengan Tuhan. Tuhan Yesus adalah Raja di atas segala raja dan saudara menjadi raja-raja.
Mazmur 20:10; 144:10
20:10 Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!
144:10 Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

Tuhan akan memberikan kemenangan tetapi jangan lupa berseru kepadaNya. Ada perhatian Tuhan secara khusus kepada raja karena raja ini sudah melewati tahapan di atas.

Dulu kita sukar, dulu kita banyak mengalami derita sengsara di dalam dosa tetapi sekarang bukan berarti kita tidak ada kesukaran, tetapi semuanya sudah dilewati di dalam Tuhan maka ada pembelaan. Setelah itu kita harus meningkat, jangan mengkonsumsi susu terus, izinkan Debora sebagai inang pengasuh mati, artinya lepaslah dari inang pengasuh, kita harus dewasa rohani. Jemaat yang digembalakan harus mengerti dan jangan meraju bila saya sebagai gembala belum pernah mengunjungi.

Ingat, di Gibea Allah ada orang Filistin. Kita dilengkapi dengan kekuatan Allah karena kita akan berhadapan dengan musuh di dalam rumah Tuhan, buka lagi musuh di luar.

Kita harus dewasa rohani sehingga ketika kita menerima olokan biarlah kita berpura-pura tuli. Ketika kita tampil dengan kemenangan maka akan ada orang-orang yang tampil membela kita. Berikan kesempatan Tuhan yang membalas sebab kita ini puteraNya, kita ini anak-anak Tuhan. Berserulah kepadaNya.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar