20160507

Kebaktian Kepenuhan Roh Kudus, Sabtu 7 Mei 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
                                  
Kisah Para Rasul 1:12-14
1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Ini adalah awal di mana umat Tuhan menanggapi kepergian Tuhan ke Sorga dengan sikap bertekun sehati di dalam doa. Ini sikap yang harus ada pada kita. Ini sikap sebagai jawaban atas perkataan Malaikat yang berkata bahwa Dia yang naik itu akan datang kembali.
Kisah Para Rasul 1:11
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Jadi ini adalah sikap orang yang menanti kedatangan Tuhan pada kali yang kedua. Sikap ini diperlihatkan pada kita bahwa kita harus bertekun dengan sehati. Bertekun berarti mereka merindukan sesuatu yang ingin mereka dapatkan.

Ketekunan mereka ini ternyata berbuah 10 hari kemudian. Dari 500 orang yang menyaksikan ketika Tuhan Yesus naik ke Sorga, tinggal 120 orang. Yang 380 orang entah di mana. Rasul Paulus mengatakan ada 500 orang yang menyaksikan Tuhan Yesus naik ke Sorga.

Mayoritas dari mereka tidak setia, terlampau banyak orang Kristen tidak setia. Yang setia adalah 120 orang, mereka inilah yang kita temukan dalam Kisah Para Rasul 1:15
Kisah Para Rasul 1:15
1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

Tuhan Yesus tidak memulai dari gebrakan besar, Dia memulai dari yang kecil, Dia memulai dari yang sedikit. Dalam hal ini yang sedikit dan yang kecil ini adalah orang-orang yang memiliki sifat tekun. Mengapa mereka tekun? Sebab ingin mendapatkan sesuatu.

Amsal 8:17
8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

Kita harus tekun untuk mendapatkan sesuatu yaitu Roh Kudus yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus yang terangkat ke Sorga. Tuhan Yesus selama 3,5 tahun bersama murid-muridNya tidak pernah Dia menumpangkan tangan kepada mereka. Tetapi ketika Dia berpisah dengan murid-muridNya maka Dia mengangkat tangan lalu memberkati mereka seiring dengan Dia terangkat. Jadi penumpangan tangan itu terjadi ketika sudah tidak ada Yudas. Kenapa Yudas tidak ada? Karena Yudas tidak tekun. Jangan mengharapkan kita akan menerima apa yang kita dambakan dan yang dijanjikan oleh Tuhan kalau kita tidak tekun.

Kalau pendeta saja yang menumpangkan tangan orang sudah senang apalagi kalau Tuhan Yesus yang menumpangkan tangan. Dia adalah Mempelai Laki-laki Sorga, calon Suami dari gereja yang disebut Mempelai Wanita Tuhan. Apakah kita tidak rindu mendapatkan ini.

Kenapa seringkali kita tidak memiliki roh ketekunan. Di dalam benak hati kita sesungguhnya harus ada perasaan ingin mendapatkan Roh Kudus. Kalau Roh Kudus itu kita miliki maka itu akan memimpin kita untuk jumpa dengan calon Suami kita itulah Tuhan Yesus.

Itu sebabnya dalam sidang jemaat dibutuhkan roh ketekunan untuk mendapatkan sesuatu. Ketekunan yang dibicarakan dalam Kisah Para Rasul ini adalah ketekunan untuk mendapatkan Roh Kudus. Dengan datangnya Roh Kudus maka awal kehidupan itu digarap oleh Firman, Roh dan Kasih Tuhan untuk dibentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Ketekunan itu tidak bisa lepas dari kesengsaraan daging. Tetapi sengsara daging atau sakit itu bukan tanpa makna.
Roma 5:3
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

Tuhan memulai dari yang kecil. Seringkali kami hamba Tuhan mau mulai dari yang besar, tidak mau tekun dari yang kecil. Kalau perlu Tuhan mau kita memulai dari titik nol. Tuhan memulai gerejaNya dari yang kecil.

Roma 5:4
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Mereka tekun dan sehati dalam doa karena mereka memiliki pengharapan. Roh Kudus yang menggoncang mereka itulah buah pengharapan mereka.

Roma 5:5
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Kita mendambakan Roh Kudus. Kristus Yesus memang sangat berkepentingan agar gerejaNya dilengkapi dengan Roh Kudus. Itu memang sudah sistemnya Sorga. Tetapi Dia tidak akan memberi kalau wadah itu tidak siap. Bagaimana Dia mau memberi kalau orang yang mau menerima itu tidak ada minat. Minat kita untuk menerima nampak dari ketekunan kita.

Tuhan tidak memberikan asal karena pemberian ini harganya mahal. Tidak mungkin Dia memberikan kepada orang yang tidak ada ikhtiar untuk tekun. Kalau Tuhan tidak memberikan Roh Kudus bukan karena Tuhan yang salah tetapi karena sikap kita yang salah sehingga akhirnya orang yang seperti itu akan jauh dari pembangunan Tubuh Kristus. Itu sebabnya kita membutuhkan ketekunan.

Kisah Para Rasul 1:14
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Jadi ketekunan yang mereka lakukan ini bukan ketekunan perseorangan. Ketekunan mereka secara bersama. Kalau suami tekun maka isteri juga harus tekun, kalau isteri tekun maka suami juga harus tekun. Kalau keluarga A tekun maka keluarga B juga harus tekun kalau mau terlibat dalam pembentukan Tubuh Kristus.

Ibadah itu bukan nanti saya selera baru saya ke gereja, kalau tidak selera saya tidak mau pergi. Kalau seperti itu bagaimana kita bisa menerima pemberian Tuhan yang mahal. Untuk mengirimkan Roh Kudus kepada kita maka Tuhan Yesus sudah membayar mahal. Tuhan memberikan dengan cuma-cuma bukan berarti hal ini murahan, Roh Kudus itu mahal.

Dibutuhkan kesetiaan dari kedua belah pihak. Dalam nikah dibutuhkan kesetiaan dan ketekunan dari suami isteri beserta anak-anak untuk menanti Roh Kudus agar nikah rumah tangga kita dihiasi dengan perkara Sorga.

Ketekunan murid-murid menanti ini dijawab oleh Tuhan 10 hari kemudian. Ketekunan mereka ini bukan berada pada wilayah yang asal-asal, tetapi di ruang atas. Ketika malam terakhir Tuhan Yesus mau makan perjamuan Paskah maka Dia sudah tahu bahwa ada tuan rumah yang menyiapkan tempat di ruang atas untuk mereka. Jadi berbicara ruang atas kita harus kembali mengingat bahwa ada hubungannya dengan pemecahan roti.

Jadi wilayah di mana kita harus berada di dalam ketekunan itu adalah yang ada dalam koridor pemecahan roti, artinya dimana ada pengajaran Firman ditampilkan disertai dengan perjamuan suci. Kita harus meninggikan pemecahan roti yaitu Firman pengajaran dan perjamuan kudus. Dengan demikian maka itu dapat mengatasi pekerjaan maut.
Di Yope ada seorang murid wanita bernama Tabita atau Dorkas. Pada waktu itu dia sakit lalu meninggal. Lalu Petrus dipanggil dan dia membawa Dorkas ke ruangan atas lalu Dorkas dibangkitkan. Jadi sengat maut dapat dipatahkan hanya di ruang atas. Ketika kita menghargai Firman pengajaran dan Korban Kristus berarti saudara dapat mengatasi sengat maut.

Kisah Para Rasul 9:36-40
9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita -- dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."
9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.
9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

Jadi kalau kita menjunjung tinggi roh kesetiaan dalam Firman pengajaran, teguh menanti apa yang dijanji oleh Tuhan lewat Firman pengajaran, maka sengat maut itu dipatahkan oleh kuasa Korban Kristus. Ketekunan mereka ada dalam wilayah suasana Korban Kristus. Jangan kita ada di luar sana.

Mereka yang ada di ruang atas ini adalah orang yang sungguh-sungguh mengalami kemenangan. Selama menanti itu maka pekerjaan koreksi, pembenahan, pemulihan dan penyucian itu berjalan. Pekerjaan atau pemulihan itu berjalan mulai dari pemulihaan roh kesetiaan. Karena saat itu yang 380 tidak tahu ada di mana, yang setia hanya 120 orang. Ini yang diawas-awas dan dijaga serta ditumbuh kembangkan di ruang atas itu.

Jangan-jangan dari yang 120 orang ada yang sudah mulai angkat-angkat kaki mau mengikuti yang 380. Ini yang mau dipulihkan di ruang atas, lewat pengajaran Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan dalam perjamuan kudus. Selama 10 hari mereka ada dalam ketekunan di dalam doa. Bukan hanya tekun berlutut menyembah atau mengangkat tangan tetapi terjadi pembenahan-pembenahan yang mendalam.

Setelah roh kesetiaan dibenahi maka selanjutnya roh Yudas dibersihkan. Jadi pembersihan untuk mendapatkan sesuatu yang pasti dari janji Tuhan, tidak dilakukan begitu saja. Ada kesetiaan yang harus ditumbuh kembangkan. Yang belum setia dibuat menjadi setia dan yang sudah setia itu dikembangkan. Lalu roh Yudas si pengkhianat dan pencuri ini harus dibersihkan.

Yang berikut dilakukan mereka melengkapi jumlah rasul-rasul yang sudah hilang satu sehingga kembali menjadi 12. Dari 12 ini dilipat 10 kali menjadi 120. Jangan tetap pada angka 11 karena angka 11 itu angka tidak bagus. Angka 11 adalah angka penghalang pembangunan Tubuh Kristus. Harus kembali digenapkan menjadi angka 12.

Angka 12 itu adalah angka persekutuan lewat 12 roti yang ada di atas meja roti pertunjukkan, berarti persekutuan di dalam Firman pengajaran. Persekutuan itu baru dikatakan benar kalau persekutuan itu diikat oleh Firman pengajaran. Itulah orang-orang yang digembalakan oleh Tuhan.

Kata-kata bapak Pdt. In Yuwono: orang yang datang gereja tetapi belum tertarik pada pengajaran Firman maka orang itu belum digembalakan oleh Tuhan. Tetapi kalau dia datang beribadah karena ada minat kepada Firman pengajaran berarti sudah pasti digembalakan oleh Tuhan.

Bangsa Israel terdiri dari 12 suku. Penduduk awal dari tanah kanaan ada 11 suku bangsa dan mereka harus dimuntahkan lalu diganti dengan 12 suku Israel.
Imamat 18:25
18:25 Negeri itu telah menjadi najis dan Aku telah membalaskan kesalahannya kepadanya, sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya.

Kejadian 10:15-18
10:15 Kanaan memperanakkan 1Sidon, anak sulungnya, dan 2Het,
10:16 serta orang 3Yebusi, orang 4Amori dan orang 5Girgasi;
10:17 orang 6Hewi, orang 7Arki, orang 8Sini,
10:18 orang 9Arwadi, orang 10Semari dan orang 11Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu.

Salah satu suku bangsa yang ada di tanah Kanaan adalah suku Hewi.
Yosua 9:7-10
9:7 Tetapi berkatalah orang-orang Israel kepada orang-orang Hewi itu: "Barangkali kamu ini diam di tengah-tengah kami, bagaimana mungkin kami mengikat perjanjian dengan kamu?"
9:8 Lalu kata mereka kepada Yosua: "Kami ini hamba-hambamu." Tanya Yosua: "Siapakah kamu ini dan dari manakah kamu datang?"
9:9 Jawab mereka kepadanya: "Dari negeri yang sangat jauh hamba-hambamu ini datang karena nama TUHAN, Allahmu, sebab kami telah mendengar kabar tentang Dia, yakni segala yang dilakukan-Nya di Mesir,
9:10 dan segala yang dilakukan-Nya terhadap kedua raja orang Amori itu di seberang sungai Yordan, Sihon, raja Hesybon, dan Og, raja Basan, yang diam di Asytarot.

Orang Hewi ini melakukan tipu daya. Jadi salah satu sifat orang di tanah Kanaan ini adalah tipu muslihat. Di dalam gereja roh tipu muslihat ini harus digusur untuk diisi dengan angka 12 yaitu persekutuan dengan Tuhan dan sesama. Kalau ada roh tipu muslihat dalam dirimu maka itu akan menjadi penghalang engkau masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus.

Termasuk juga di dalamnya adalah roh Yudas, roh tipu muslihat dan pencuri. Dalam mengembalikan milik Tuhan jangan ada roh pencuri dan roh tipu muslihat di dalamnya. Contohnya kalau menerima berkat Rp.100.000 lalu mengembalikan perpuluhan Rp.5.000 dan tatangan Rp.5.000 maka itu berarti tipu muslihat. Kalau seperti itu sekalipun merasa dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan tetapi sebenarnya itu tidak benar di mata Tuhan.

Yosua 9:12-14
9:12 Inilah roti kami: masih panas ketika kami bawa sebagai bekal dari rumah pada hari kami berangkat berjalan mendapatkan kamu, tetapi sekarang, lihatlah, telah kering dan tinggal remah-remah belaka.
9:13 Inilah kirbat-kirbat anggur, yang masih baru ketika kami mengisinya, tetapi lihatlah, telah robek; dan inilah pakaian dan kasut kami, semuanya telah buruk-buruk karena perjalanan yang sangat jauh itu."
9:14 Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN.

Ini adalah tipu muslihat, sayangnya orang Israel tidak bertanya kepada Tuhan. Jangan sampai kita tidak bertanya kepada Tuhan.

Suku yang berikutnya dari tanah Kanaan adalah orang Yebus, orang Yebus ini suka memandang enteng orang lain. Jangan ada roh pandang enteng dan kesombongan dalam diri kita. Orang Yebus memandang enteng Daud bahwa dia tidak bisa merebut Yerusalem dan dia akan dihalau orang-orang buta dan timpang.
II Samuel 5:6
5:6 Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: "Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!" Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari.

Kalau ada roh pandang enteng berarti ada roh kesombongan dalam dirinya, roh pandang enteng ini harus digusur, ini penghalang pembangunan Tubuh Kristus. Biarlah kita menjadi umat Tuhan yang benar-benar siap untuk bertemu dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Kisah Para Rasul pasal 1 ini adalah pembersihan wadah. Bagaikan orang yang mau mengisi air di wadah, wadahnya dibersihkan dulu baru diisi. Pada pasal 2 maka sungai dari Sorga mengisi mereka.

Kalau wadah kita tidak bersi ada roh Hewi, Yebusi, Girgasi dan sebagainya maka itu yang membuat mengapa susah Roh Kudus masuk. Roh Kudus mau masuk tetapi wadahnya belum bersih. Kita ini tinggal bekas-bekas dosa, kita ini mantan pendosa, mantan pembunuh, mantan pezinah. Tetapi kalau kita dibersihkan maka Tuhan mau mengisi kita.

Pada pasal 1 terjadi pembersihkan dan tepat 10 hari setelah Tuhan Yesus naik ke Sorga maka Roh Kudus dicurahkan. Roh Kudus ini dicurahkan bukan pada wadah-wadah yang memang sudah bersih dari awal. Tidak ada manusia yang bersih sebab berdosa sejak dari dalam kandungan. Jadi tidak ada manusia yang tidak berdosa, makanya kita harus dibersihkan.
Mazmur 51:7
51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Kalau pispot yang baru kita beli lalu kita cuci sampai bersih dan dipakai untuk menaruh sop, tentu kita tetap jijik untuk memakannya karena tahu wadah itu untuk tempat membuang air. Apalagi kalau wadah itu sudah dipakai dan menjadi kotor. Kita ini wadah yang sudah kotor, bagaimana mau diisi dengan Roh Kudus kalau tidak dibersihkan. Itu sebabnya kita harus dibersihkan dari ketidaksetiaan, dari roh Yudas, dari 11 penghalang pembangunan Tubuh Kristus.
II Korintus 12:20
12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya 1perselisihan, 2iri hati, 3amarah, 4kepentingan diri sendiri, 5fitnah, 6bisik-bisikan, 7keangkuhan, dan 8kerusuhan.

Kekuatiran rasul Paulus ini beralasan karena kalau ada 11 hal ini mereka tidak akan masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus. Padahal dalam pasal 12 ini Paulus bersaksi tentang dia naik ke Sorga dan dia mendengar bahasa yang tidak layak di dengar oleh manusia. Jadi sangat kuatir rasul Paulus melihat sidang jemaat ada gejala-gejala untuk terhambat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus.

II Korintus 12:21
12:21 Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari 9kecemaran, 10percabulan dan 11ketidaksopanan yang mereka lakukan.

11 ini adalah angka yang mengganggu pembangunan Tubuh Kristus dan harus dibersihkan.

Mari kita pertahankan roh kesetiaan, singkirkan roh Yudas, singkirkan roh Hewi dan roh Yebusi serta 11 hal di atas, supaya wadah kita dibersihkan dan diisi dengan Roh Kudus.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar