20160703

Kebaktian Kaum Muda Remaja, Minggu 3 Juli 2016, Pdt. Handri Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Keluaran 9:1-7  Tulah yang kelima: Penyakit sampar pada ternak
9:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah menghadap Firaun dan berbicaralah kepadanya: Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku.
9:2 Sebab jika engkau menolak membiarkan mereka pergi dan masih menahan mereka,
9:3 maka ternakmu, yang ada di padang, kuda, keledai, unta, lembu sapi dan kambing domba, akan kena tulah TUHAN, yakni kena penyakit sampar yang dahsyat.
9:4 Dan TUHAN akan membuat perbedaan antara ternak orang Israel dan ternak orang Mesir, sehingga tidak ada yang akan mati seekor pun dari segala ternak orang Israel."
9:5 Selanjutnya TUHAN menentukan waktunya, firman-Nya: "Besoklah TUHAN akan melakukan hal itu di negeri ini."
9:6 Dan TUHAN melakukan hal itu keesokan harinya; segala ternak orang Mesir itu mati, tetapi dari ternak orang Israel tidak ada seekor pun yang mati.
9:7 Lalu Firaun menyuruh orang ke sana dan sesungguhnyalah dari ternak orang Israel tidak ada seekor pun yang mati. Tetapi Firaun tetap berkeras hati dan tidak mau membiarkan bangsa itu pergi.

Ternak di sini menunjukkan kekayaan. Ada 2 macam kekayaan=
1)      Ternak orang Mesir = kekayaan duniawi yaitu berkat-berkat jasmani yang digunakan hanya untuk menyenangkan/memuaskan daging. Akibatnya menjadi sumber malapetaka dalam kehidupan kita.

2)      Ternak orang Israel = berkat Tuhan yaitu berkat-berkat jasmani yang digunakan untuk memuliakan Tuhan, maka tidak akan ditulahi oleh Tuhan.

Amsal 3:9; 10:22
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu
10:22 Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya

Praktek menggunakan berkat Tuhan untuk memuliakan Tuhan :
a)      Ada persembahan buah sulung/ hulu hasil= hasil pertama dari pekerjaan kita

Kalau berkat Tuhan kita pakai untuk memuliakan Tuhan maka kita dipelihara, semakin diberkati oleh Tuhan. Berkat itu tidak akan putus, mengalir terus. Tetapi jangan mengukur sebatas itu bahwa berkat Tuhan menjadikan kaya, kita punya rumah, kendaraan, dsb. Kalau kita bisa memuliakan Tuhan dengan berkat yang Tuhan beri itulah kekayaan kita, walaupun hanya dengan gaji sedikit pasti Tuhan pelihara.

b)      Mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus yang adalah milik Tuhan.
Jangan dimakan, karena sudah tidak ada uang lalu mengambil perpuluhan dan persembahan khusus, akhirnya nanti kena tulah, habis semuanya yang ada pada kita.

Kita belajar tentang perpuluhan. Pengertian perpuluhan:
o   Pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan
Kejadian 28:22
28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Ingat! Perpuluhan bukan peraturan tetapi pengakuan. Jadi bukan dilihat besar jumlahnya tetapi pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan.

Tidak mengembalikan perpuluhan= tidak mengakui bahwa berkat yang diterima itu berasal dari Tuhan, berarti berasal dari dunia (kekayaan dunia). Akibatnya kena tulah.
Maleakhi 3:8-9
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

o   Pengakuan bahwa kita sudah menang, terutama menang atas ikatan akan uang
Kejadian 14:19-20
14:19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
14:20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Uang itu adalah perkara kecil, jadi kalau kita tidak mengembalikan persepuluhan berarti kita kalah dengan perkara yang kecil.
Lukas 16:10-12
16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Makanya sering kecewa, putus asa saat menghadapi masalah, pencobaan, apalagi dalam menghadapi musuh yang lebih besar yaitu dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, minuman keras, narkoba), dosa seks dengan berbagai bentuknya (mulai dari tontonan, seks pada diri sendiri, seks dengan lawan jenis yang bukan suami istri yang sah, seks dengan sesama jenis, seks dengan binatang), sehingga bukan cuma kalah tetapi tewas, sebab jika kita hidup dalam dosa = mati.
Efesus 2:1
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Jadi jangan anggap enteng soal perpuluhan, Tuhan tidak lihat besar kecilnya, tetapi yang utama pengakuan kita.

Kita sekarang diperhadapkan dengan kegerakan rohani yang besar, kegerakan kuda putih, kegerakan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Jangan sampai putus sirklus perpuluhan kita agar jangan putus berkat Tuhan dalam hidup kita.

Perpuluhan dasarnya kebenaran, kejujuran dan kesetiaan.
Lukas 16:12
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

o   Pengakuan bahwa kita adalah milik Tuhan.
Mengembalikan perpuluhan = mengaitkan diri menjadi milik Tuhan.
Tidak mengembalikan perpuluhan berarti kita menjadi milik setan.

Lukas 12:42-44
12:42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
Perpuluhan adalah milikNya Tuhan tapi dipercayakan kepada gembala yang setia dan tekun memberi makan domba-domba.  Gembala seperti ini menjadi pengawas sidang jemaat untuk dipersiapkan menjadi mempelai Tuhan.

Kalau gembala mengambil perpuluhan tapi tidak memberi makan domba-domba itu sama dengan pencuri ulung. Jemaat juga jangan salah memberikan perpuluhan.

Tanggung jawab sidang jemaat harus mengembalikan perpuluhan kepada gembala yang dipercayakan memberi makan domba-domba dengan tekun dan setia.

Ada 3 milik Tuhan:
v  perpuluhan dan persembahan khusus,
v  doa penyembahan,
v  mempelai wanita Tuhan

Milik Tuhan yang terbesar adalah mempelai wanita Tuhan. Jadi ada kaitannya perpuluhan dengan mempelai, jadi kalau tidak setia dalam mengembalikan perpuluhan maka tidak akan mendapat pengawasan. Gembala yang tidak bisa memberi makan domba dengan setia dan tekun maka tidak bisa menjadi pengawas.

Jika gembala dipercayakan 1/10 maka gembala bisa mengawasi penyembahan gereja Tuhan supaya jangan palsu dan bisa membawa sidang jemaat menjadi mempelai wanita Tuhan.

Rumus 1/10 = 10 - 1 = 9
10 pengertian rohaninya → hukum Allah, kalau dilanggar menjadi hukuman
1 → Tuhan yang Esa
9 → Kasih karunia

9 = 9 buah roh, 9 karunia roh, 9 jabatan dari Anak Allah, 9 buah kasih → semuanya merupakan kasih karunia Tuhan.
Jadi, kalau kita mengembalikan 1/10 dan tergembala maka kita hidup di dalam tangan Tuhan yang Esa yang penuh kasih karunia yang tidak pernah habis.

Praktek hidup dalam tangan Tuhan yang Esa:
Tergembala sungguh-sungguh = setia tekun dalam 3 macam ibadah pokok.
Yohanes 10:27-29
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
Jadi mengembalikan 1/10 dan tergembala tidak bisa dipisahkan. Mengembalikan perpuluhan tapi tidak tergembala itu sama dengan iuran. Ia berada di luar tangan Tuhan, berarti dalam tangan setan. Kalau belum mengembalikan 1/10, sekalipun beribadah, itu belum tergembala. Kalau sudah tergembala sungguh-sungguh, pasti bisa mengembalikan perpuluhan.

Kita belajar tentang persembahan khusus/ korban tatangan:
Persembahan khusus adalah ucapan syukur bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan. Dasarnya adalah kerelaan hati.

Jika tidak tahu menghitung tepatnya perpuluhan, itu sebabnya ada persembahan khusus untuk menutupi kekurangannya.

Perpuluhan dan persembahan khusus dikaitkan dengan rumah Tuhan, artinya kalau kita bisa membawa perpuluhan dan persembahan khusus kita maka kita bisa masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Kita harus ada tanggung jawab dalam pelayanan, jangan seperti penyakit sidang jemaat Laodikia cuma merasa dipakai. Jangan sampai salah soal perpuluhan dan persembahan khusus sebab ini salah satu persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Dalam pesta jasmani saja kita sudah harus mempunyai persiapan yang matang apalagi masuk dalam pesta rohani, menjadi mempelai wanita Tuhan.

c)      Memberikan sedekah = memberikan kepada sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan dengan kerelaan hati.

Ada 3 bentuk ibadah yang diajarkan Tuhan Yesus dalam khotbah di atas bukit dalam Matius 6:1-18 yaitu:
ð  Matius 6:1-4 Hal memberi sedekah
ð  Matius 6:5-15 Hal berdoa
ð  Matius 6:16-18 Hal berpuasa

Memberi sedekah ditempatkan pada urutan pertama. Jangan kikir!.

2 Korintus 9:6-8
9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Belajar untuk bisa memberi kepada sesama yang membutuhkan, jangan dimakan semua. Kalau memberi jangan lagi diungkit-ungkit/ digembar-gemborkan sekalipun orang itu sudah menyakiti hati kita.
Matius 6:3
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu

Hasilnya kalau kita bisa memberi dengan kerelaan hati maka Tuhan akan melimpahkan kasih karunianya kepada kita untuk:
a)      Memelihara kita secara berkecukupan, saat kita butuh, Tuhan sediakan.
Jangan takut miskin, sekalipun kita butuh, kalau Tuhan gerakkan untuk memberi maka kita harus memberi.

b)      Membuat kita berkelebihan dalam pelbagai perbuatan kebajikan = memberi pakaian mempelai kepada kita, sehingga layak menjadi mempelai wanita Tuhan.
Wahyu 19:8 (Terjemahan lama)
19:8 Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala kebajikan orang-orang suci itu."

Tidak bisa memberi= tidak punya pakaian mempelai= tidak layak menjadi mempelai wanita Tuhan.

Kesimpulannya, jika kita bisa menggunakan berkat untuk memuliakan Tuhan maka kita sudah terlepas dari ikatan uang= akar kejahatan, berarti terlepas juga dari akar kenajisan. Penyucian Firman terus bekerja dalam kita sampai kita sempurna sama seperti Tuhan, menjadi mempelai wanita Tuhan, kita benar-benar terlepas dari dunia ini untuk menyongsong Yesus Mempelai Pria Sorga di awan-awan permai.



Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar