20160703

Kebaktian Umum, Minggu 3 Juli 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Tanda umum kedatangan Tuhan kedua kali adalah bela sampar, bencana alam, peperangan dan lainnya. Tanda khusus yang tidak diberitahukan keluar dan hanya kepada gereja adalah pembukaan rahasia Firman. Dengan terbukanya rahasia Firman maka orang yang menikmati pembukaan rahasia Firman didorong masuk dalam kegenapan waktu. Alangkah sialnya kita yang ada di dalamnya yang menikmati kelimpahan rahasia Firman kemudian kita tidak siap.

Tema kebaktian di Palangkaraya adalah 20 sesuai dengan 20 tahun penggembalaan di sana. Arti angka 20 adalah:
1.      Siap berperang
2.      Kesabaran menanti
3.      Dewasa

Orang yang dewasa ini ada roh tanggung jawab sebab itulah orang yang dipakai untuk menggerakkan kemah sembayang dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Alkitab mengatakan 40 kali bangsa Israel berhenti. Jadi 40 kali kemah itu dibangun dan 40 kali kemah itu dibongkar dan terakhir di Gibeon, ketika itu sudah masuk di Israel.

Wahyu 1:4
1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,

Bukan berarti roh Allah itu ada tujuh. Roh Allah itu hanya satu, manifestasi atau pekerjaanNya yang digambarkan sebagai tujuh. Artinya pekerjaan Roh Kudus sempurna. Dalam kitab Wahyu 3 kali dikatakan Roh Allah itu ada tujuh.
Wahyu 4:5; 5:6
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Semua ditekankan bahwa roh atau obor atau mata Tuhan itu ada di hadapan takhta. Artinya pekerjaan Roh Kudus tidak lepas dengan takhta Sorga. Roh itulah yang diutus oleh Bapa. Setelah kematian dan kebangkitan Kristus, Dia berkata “berfaedah bagi kamu apabila Aku kembali dan meminta kepada Bapa supaya mengirim Roh Kudus itu”. Faedahnya inilah yang akan kita nikmati di hari-hari terakhir ini dan sedikit banyak telah kita nikmati pada hari-hari yang sudah.

7 roh Allah ada di hadapan takhta, berarti Roh Allah tidak lepas dari suasana takhta Allah. Kalau ini bekerja dalam diri saya dan saudara berarti kita akan diarahkan ke takhta Sorga. Orang yang duduk bersama dengan Tuhan di takhta itu adalah permaisuri.

Roh Allah diutus oleh Bapa Sorgawi karena kematian dan kebangkitan Kristus untuk bekerja di dalam kita lewat 7 cara kerjanya yaitu:
1.      Roh hikmat
2.      Roh pengertian
3.      Roh nasihat
4.      Roh keperkasaan
5.      Roh pengenalan
6.      Roh takut akan Tuhan
7.      Roh pengadilan

Yang perlu kita pahami hari-hari terakhir ini adalah apakah saya sebagai hamba Tuhan bersama dengan umat Tuhan mendapatkan pelayanan oleh Roh Kudus yang tidak lepas dengan takhta Sorga. Kalau orang mengatakan ada Roh Kudus tetapi imajinasi atau pikirannya tidak ada gambaran takhta Sorga atau tidak ada pikirannya untuk berada di takhta Sorga bersama Tuhan menjadi permaisuri maka diragukan dia mempunyai Roh Kudus.

Wahyu 1:4; 4:5 ;5:6
1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Jadi Roh Kudus yang selalu ada di hadapan Tuhan, itulah yang diutus oleh Tuhan untuk datang. Berarti suasana takhta ini yang harus Dia nyatakan kepada kita. Tujuannya supaya gereja Tuhan berhasil duduk di takhta.

Coba saudara bayangkan, sidang jemaat yang paling rusak yaitu sidang jemaat Laodekia tetapi ditawarkan duduk di takhta Tuhan. Jadi Roh Kudus yang diutus oleh Tuhan ini membawa suasana takhta Sorga, bukan berada dalam pengaruh takhta iblis. Sekalipun sidang jemaat Pergamus diam dekat dengan takhta iblis tetapi Tuhan ingin mereka berada dalam suasana takhta Sorga.

Roh Kudus itu ada di hadapan takhta berarti Roh itu mengabdi kepada Tuhan yang duduk di takhta. Berarti gereja Tuhan mau diajak supaya mengabdi kepada Tuhan. Yang mengabdi ini harus ada dalam tanda dewasa. Dewasa ini dikaitkan dengan angka 20.
Bilangan 1:3
1:3 yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.

Jadi, pekerjaan Roh Kudus yang kita rasakan adalah supaya kita tahu kita ada takhta dan itu adalah tempat pengabdian kita.
Ibrani 4:16
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Apapun kedudukan kita di dunia ini tetapi utamanya kita harus tekankan pada diri kita bahwa sebagai anak Tuhan yang digarap oleh Firman, Roh dan kasih Tuhan, kita harus mengabdi kepada Takhta Sorga.

Kewarganegaraan kita ada dua, kita mengabdi kepada Sorga karena di sanalah kewarganegaraan kita.
Filipi 3:20
3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

Sekalipun kita belum ada di takhta Sorga tetapi Roh Kudus yang datang kepada kita membawa suasana pengabdian. Mengabdi berarti menghamba. Kalau mengatakan ada Roh Kudus lalu tidak ada pengabdian atau pengabdian kita asal-asalan maka hal itu meragukan pengabdiannya.

Karena di hadapan takhta Sorga maka pengabdian kita harus sesuai selera Dia yang duduk di takhta, tidak boleh kita mengabdi menurut maunya kita. Kalau kita bekerja pada majikan tentu kita bekerja diatur oleh majikan kita itu. Kalau majikan membuat peraturan begini lalu kita melakukan hal lain maka tentu kita akan di-PHK.
Bilangan 15:30-31
15:30 Tetapi orang yang berbuat sesuatu dengan sengaja, baik orang Israel asli, baik orang asing, orang itu menjadi penista TUHAN, ia harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya,
15:31 sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya."

Untuk mengenal selera Tuhan maka tujuh roh Allah itu diutus dan yang pertama adalah roh hikmat. Ini ditaruh pada urutan pertama sebab roh hikmat ini mempunyai tugas membuka rahasia Allah. Supaya kita tahu selera Tuhan maka kita harus memiliki Roh Kudus dalam pekerjaan hikmat. Jadi saya harus menikmati pembukaan rahasia Firman lewat pekerjaan Roh Kudus supaya kita mengabdi mengerti selera Dia yang duduk di atas takhta itu.

Roh hikmat ini selalu dekat dengan roh pengertian. Itu sebabnya setelah roh hikmat disusul yang kedua adalah roh pengertian.
Yesaya 11:1-2
11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

Yesaya 11:1-2 (Terjemahan Lama)
11:1 Karena dari pada batang Isai yang tunggul itu akan terbit suatu pucuk dan suatu taruk dari pada akarnya akan berbuah.
11:2 Maka di atasnya akan berhenti Roh Tuhan, yaitu Roh hikmat dan akal, Roh bicara dan kuat, Roh pengetahuan dan takut akan Tuhan.

Pekerjaan Roh Hikmat
1.      Roh hikmat ini untuk membuka rahasia Tuhan supaya kita mengerti selera Raja kita, mengerti selera Suami kita, mengerti selera Mempelai Laki-laki Sorga.

Prakteknya di dunia di dalam nikah rumah tangga. Wahai para isteri, mengertilah selera suamimu. Mempelai wanita jadi dewasa karena pekerjaan Roh Kudus, Firman dan kasih Allah, maka dia pasti mengerti selera Mempelai Laki-laki Sorga. Kalau di dalam nikah keduanya dewasa rohani maka isteri pasti mengerti selera suami dan bukan mengikuti seleranya pada waktu melayani suami. Kadang kita tidak mau belajar, tidak mau melayani sesuai selera majikan (tuan) kita.

Kalau sampai Sara memanggil Abraham sebagai tuannya maka berarti dia menghamba kepada suaminya, bukan berarti merendahkan isteri. Ini teladan orang yang hidup dalam pengharapan/ berarti dia tahu melayani sesuai selera Abraham.

Bila suami berpamitan mau pergi ke mana, dia harus selalu ingat bahwa dia mempunyai isteri dan anak-anak. Jangan berjalan seperti tidak punya isteri. Suami kalau tanpa Firman pengajaran maka ketika dia keluar rumah akan berperilaku seperti anjing! Sampai tulang-tulang akan dia makan. (Dikatakan oleh pendeta In Juwono).

Baik isteri, baik suami dan baik anak harus dewasa rohani. Anak-anak dewasa rohani bukan karena umurnya yang sudah dewasa. Tidak menutup kemungkinan anak-anak bisa lebih dewasa rohani dari pada orang tua. Banyak yang sudah rambut putih tetapi rohaninya kanak-kanak/ tidak dewasa.

Kalau pelayanan di toko menyenangkan selera orang yang datang maka pasti orang itu akan kembali datang berbelanja di situ. Seperti itu contoh mengabdi sesuai dengan selera kepada siapa kita mengabdi.

Selera Penghuni takhta di bawa oleh Roh Kudus kepada kita supaya kita dibawa pada pengabdian untuk duduk setakhta bersama dengan Tuhan. Sebelum duduk di sana maka mari kita memberikan pelayanan yang sesuai dengan seleraNya.
Kolose 1:27-28
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

Efesus 1:8
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

Jadi roh hikmat ini membuka rahasia Allah, membuka kehendak Tuhan. Selera Tuhan adalah mau mendapatkan pendamping itulah Mempelai Wanita yang tahu selera Mempelai Laki-laki Sorga. Bukan berkata “semoga saya tahu” wajib hukumnya kita harus tahu selera Tuhan!

Hikmat Tuhan ini sangat mahal. Contohnya ketika Ayub menceritakan dia mencari hikmat di laut, di dunia, di langit tetapi tidak mendapatkannya. Pembukaan rahasia Firman yang dikerjakan oleh roh hikmat itu mahal harganya. Kalau kita dilayani oleh Tuhan lewat pembukaan rahasia Firman di mana rahasia nikah dan rahasia ibadah dibukakan kepada kita, sebenarnya apa yang kita terima itu sangat mahal! Itu sebabnya saya tidak akan bermain-main dengan barang yang mahal yang Tuhan berikan. Ingat yang saudara terima itu mahal! Biarpun ditukar dengan mobil Royle Roice itu tidak ada tandingannya.

Ayub 28:12,15-19
28:12 Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?
28:15 Untuk gantinya tidak dapat diberikan emas murni, dan harganya tidak dapat ditimbang dengan perak.
28:16 Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir, ataupun dengan permata krisopras yang mahal atau dengan permata lazurit;
28:17 tidak dapat diimbangi oleh emas, atau kaca, ataupun ditukar dengan permata dari emas tua.
28:18 Baik gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi; memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara.
28:19 Permata krisolit Etiopia tidak dapat mengimbanginya, ia tidak dapat dinilai dengan emas murni.

Berlian apapun di dunia, harganya tidak bisa mengimbangi dengan apa yang kita peroleh. Sebabnya dalam suasana kita beribadah lalu kita disiram dengan Firman Tuhan yang ada bukti pembukaan rahasia Firman Allah, sebenarnya kita sedang dicurah dengan harta yang paling mahal, namun kadang kita entengkan.

Harta yang paling mahal itu ada di takhta Tuhan.
Ayub 28:28
28:28 tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."

Tujuan dari hikmat itu menggiring kita untuk takut akan Tuhan, berarti kita tidak boleh main-main dengan apa yang menjadi seleraNya, kita mau melayani Tuhan sesuai dengan seleraNya. Saya memuji Tuhan karena Tuhan mempercayakan kepada sidang jemaat ini pembukaan rahasia Firman yang begitu deras turun di hari-hari terakhir ini. Maksudnya supaya kita dewasa rohani. Angka 20 menunjuk dewasa rohani, menunjuk siap berperang dan menunjuk pengabdian dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawabnya dalam mengisi selera Tuhan kita Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorga.

Karena pembukaan rahasia Firman yang kita terima itu begitu mahal maka iblis mengamuk luar biasa sebab iblis tahu umat Tuhan yang mendapat pelayanan oleh roh hikmat, umat Tuhan itu dipersiapkan masuk dalam persekutuan dengan Kepala menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Itu sebabnya pembukaan rahasia Injil itu harus disertai dengan pergumulan yang luar biasa agar hamba Tuhan itu berani memberitakan rahasia Injil.

Kalau memberitakan Firman penginjilan maka tantangannya datang dari luar sebab kita memberitakan injil keluar. Tetapi kalau memberitakan pembukaan rahasia firman maka tantangannya bukan hanya dari luar tetapi tantangannya juga datang dari dalam, dari kalangan umat Tuhan. Iblis mengamuk luar biasa dan dia akan memperalat orang-orang di dalam gereja dan orang-orang Kristen yang hanya puas dengan Injil Keselamatan, ketika diberitakan pembukaan rahasia Firman mereka malah mengamuk/ menolak/ menista,dsb.
Efesus 6:19
6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

Pemberita rahasia Injil (Paulus) ini berulang kali dijebloskan ke dalam penjara, bahkan di Listra dia pernah dilempari batu sampai mati tetapi dia bangkit kembali. Ketika jenasahnya diseret keluar kota dan disejajarkan dengan kuil penyembahan berhala maka Tuhan marah. Ketika umat Tuhan di Listra dan mengelilingi onggokan batu di mana Paulus ada di dalamnya sudah menjadi mayat, tiba-tiba Paulus keluar, dia bangkit kembali. Kenapa? Sebab orang ini dipakai oleh Tuhan dalam pembukaan rahasia Firman. Dia bukan hanya penberita Injil keselamatan tetapi sekaligus dia dipakai oleh Tuhan untuk mengungkapkan rahasia dari Injil itu.

Kita harus maklum kalau kita menghadapi tantangan yang berat bila kita makin mendalami selera Tuhan. Karena kita melayani Tuhan yang bertakhta di Sorga maka perlawanan iblis juga luar biasa.

Sampai saat ini iblis masih pergi pulang ke Sorga. Dia mendakwa kita juga saat ini sewaktu mendengar Firman “coba lihat ibu itu ketika mendengar Firman matanya sudah kecil karena mengantuk”. Oleh sebab itu kalau iblis saja keluar masuk Sorga apalagi hanya masuk gereja, dia tidak gentar. Itu sebabnya ketika kita awal beribadah kita harus menengking iblis supaya dia keluar, pagari diri kita dengan api dari Sorga supaya jangan kita diganggu oleh iblis saat mendengar Firman Allah.

Jadi apa yang saudara terima itu mahal, bukan murahan. Sebabnya, setiap datang beribadah bila ada arahan pembukaan rahasia Firman menunjuk pada nikah yang rohani itu berarti saudara mendapat harga yang mahal. Tetapi ketika beribadah mendapatkan Firman yang enteng-enteng itu berarti iblis yang dipuji karena jemaat tidak mendapat hal yang mahal dan takhta sorga jauh dari padanya.

2.      Roh hikmat itu tujuannya untuk membangun.
Amsal 9:1
9:1 Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,

Jadi itu tujuan dari hikmat itu untuk membangun gereja Tuhan dengan tujuh pilar.

Amsal 24:3
24:3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,

Dalam nikah kita, izinkanlah roh hikmat membangun kita. Kalau tujuh pilar ini ada maka kokohlah bangunan, sempurnalah bangunan itu. Sidang jemaat yang dibangun dengan tujuh pilar itu tidak salah-salah. Apa itu tujuh pilar?
II Petrus 1:5
1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

Iman itu fondasi dari bangunan, itu dasarnya.
1)      Pilar pertama: kebajikan
Kebajikan ini ada hubungannya dengan tepat guna. Ini adalah pelayanan kita tanpa diminta. Ini orang yang bukan melayani karena diminta atau ada imbalan.
2)      Pilar kedua: pengetahuan
Amsal 19:2
19:2 Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Pilar kedua yaitu pengetahuan ini menopang kerajinan.

Filipi 1:9
1:9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,

Kolose 1:9
1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

Harus ada pengetahuan tentang apa yang kita kerjakan. Bukan pengetahuan secara ilmiah, tetapi pengetahuan apa sebenarnya kehendak Tuhan. Ini adalah hal yang mutlak ada pada kita.

3)      Pilar ketiga: penguasaan diri
Penguasaan diri ini berarti menahan kata dan menahan sikap. Kadang-kadang terlalu cepat kita berbicara tanpa memikirkan apa akibatnya. Itu tidak dapat kita sangkali, mulai dari diriku sebagai hamba Tuhan. Pilar ketiga ini harus ada, bagaimana hikmat itu membangun kalau ini tidak ada.

4)      Pilar keempat: ketekunan
Ketekunan ini juga yang masih rawan. Ketika kita ada di dalam cobaan dan tantangan, ketekunan inilah yang menjadi sasaran iblis untuk dia hancurkan.
Roma 5:3
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

Cobaan yang kita terima bukan malah membuat ambruk ketekunan kita. Bangunan menjadi ambruk karena tiangnya tidak lengkap. Dalam gereja hujan awal, kita tahu ada tiga macam ketekunan.
Ø  Tekun di dalam pengajaran dan pemecahan roti (ibadah Pendalaman Alkitab)
Ø  Tekun di dalam persekutuan (ibadah Raya)
Ø  Tekun di dalam doa (ibadah doa penyembahan)

5)      Pilar kelima: kesalehan
Kesalehan itu ada hubungannya dengan ibadah. Menjelang kedatangan Tuhan pada kali yang kedua dikatakan “betapa salehnya kamu harus hidup”.
II Petrus 3:11
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Ibadah itu adalah isi dari kesalehan. Tuhan gambarkan bagaimana dunia ini akan habis oleh ledakan api. Jangan tunggu hukuman Tuhan dijatuhkan di dunia ini.

6)      Tiang keenam: kasih akan saudara
Diawali kasih dalam rumah tangga. Disusun rapi dulu baru diikat, jangan belum rapi sudah mau diikat. Kadang kelihatan nikah itu diikat dengan kasih, suami tunduk kepada isteri karena tidak mau isterinya lari, padahal itu salah!

7)      Tiang ketujuh: kasih akan semua orang
Kasih kepada semua orang berarti kepada musuhpun kita harus mengasihi. Bukan berarti kita tidak akan dibenci, kita akan dibenci tetapi kita tidak boleh membalas dendam. Kalau orang yang membenci kita datang, beri dia makan. Kalau di jalan kita bertemu orang yang membenci kita harus kita sapa.

3.      Roh Hikmat memberikan perlindungan.
Pengkhotbah 7:11-12
7:11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

Uang bisa saja menolong tetapi hanya sebatas di dunia ini, ketika datang bencana maka uang tidak akan bisa menolong kita.
Amsal 11:4
11:4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

Itu sebabnya perlindungan hikmat lebih dari uang. Silahkan saudara mengumpulkan harta, itu tidak ada larangan tetapi jangan sampai itu menindis kebenaran. Hikmat itu harus di atas karena itu melindungi kita.

Hikmat itu telah berseru-seru. Dia ingin mencurah seluruh isi hatinya.
Amsal 1:20,23
1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
1:20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

Roh hikmat itu berseru ingin mencurah isi hatinya. Oleh pekerjaan roh hikmat, Tuhan mencurahakn isi hatiNya kepada kita, itulah pembukaan rahasia Firman.

1.      Berseru di jalan
Kenapa hikmat itu berseru di jalan-jalan? Karena orang lalu lalang di jalan sibuk dengan urusannya. Secara khusus hikmat itu berseru karena sudah dekat dengan pesta yang akan digelar. Jadi pembukaan rahasia Firman ditujukan pada saudara sebagai ajakan untuk kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Pembukaan rahasia Firman Allah mengajak dirimu supaya mempersiapkan diri sebab pesta mau digelar. Ini berkali-kali disampaikan tetapi sayang hanya diterima sambil lalu dan tidak ada usaha untuk mempersiapkan diri padahal pembukaan rahasia Firman ini mahal.

Matius 22:9-10
22:9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
22:10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Tuhan tahu kesibukanku dan kesibukanmu. Berjalan itu pengertiannya sama dengan dalam pengertiannya. Perilaku kita ini yang mau dibenahi oleh Tuhan. Mungkin ini kesempatan terakhir bagi saudara, segera tanggapi ini adalah suara hikmat!

2.      Berseru di lapangan
Lapangan ini menunjuk perilaku manusia yang cemar. Mereka hobi mencemarkan diri dan melakukan hal-hal yang cemar. Contoh konkritnya:
Hakim-hakim 19:17-20
19:17 Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?"
19:18 Jawabnya kepadanya: "Kami sedang dalam perjalanan dari Betlehem-Yehuda ke balik pegunungan Efraim. Dari sanalah aku berasal; aku tadinya pergi ke Betlehem-Yehuda dan sekarang sedang berjalan pulang ke rumah. Tetapi tidak ada orang yang mengajak aku ke rumahnya,
19:19 walaupun ada padaku jerami dan makanan untuk keledai kami, pula roti dan anggur untuk aku sendiri, untuk hambamu perempuan ini dan untuk bujang yang bersama-sama dengan hambamu ini; kami tidak kekurangan sesuatu."
19:20 Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini."

Kecemaran ini yang menyebabkan perempuan itu harus dimutilasi menjadi 12. Perilaku orang di lapangan ini selalu gemar dengan kecemaran. Tetapi pada mereka Tuhan mengundang dan berseru supaya mereka menghentikan kecemaran itu.

Yeremia 5:1,8
5:1 Lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan camkanlah! Periksalah di tanah-tanah lapangnya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu.
5:8 Mereka adalah kuda-kuda jantan yang gemuk dan gasang, masing-masing meringkik menginginkan isteri sesamanya.

Sehancur dan serusak apapun kita, tetapi kalau kita masih mendengar suara Firman berseru berarti ditawarkan harta yang mahal kepada saudara. Olehnya itu stop kecemaran. Jangan meringkik menginginkan isteri orang lain! Itu kecemaran!

Anak muda jangan lakukan lagi kecemaran, suami dan isteri jangan lakukan lagi kecemaran. Ayo kita bawa diri kita pada takhta Ilahi, saudara menjadi Permaisuri dan Tuhan Yesus menjadi Raja kita.

3.      Di atas tembok
Suara hikmat ini mau menyetop roh perampok. Perampok ini hanya mau membunuh dan merampok.
Yohanes 10:
10:1 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Juga ada tembok-tembok yang terancam mau rubuh. Apa yang ada di sana? Di sana banyak pembohong, pendusta dan orang yang mengintip yang mau menyerbu orang lain. Tuhan ingin kita menghentikan roh pembunuhan atau kebencian ini. Jangan menyerbu atau merampas hak-hak orang lain dengan kata dusta dan bohong.
Mazmur 62:1-5
62:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud.
62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
62:3 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
62:4 Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?
62:5 Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. S e l a

Hikmat juga berteriak di tembok sebab ada gejala-gejala orang itu mau keluar dari persekutuan.
Yesaya 30:13-14
30:13 maka sebab itu bagimu dosa ini akan seperti pecahan tembok yang mau jatuh, tersembul ke luar pada tembok yang tinggi, yang kehancurannya datang dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata,
30:14 seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu keping pun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."

Tuhan ingin saudara tidak meninggalkan persekutuan. Itu sebabnya Tuhan berseru di tembok sebab melihat ada orang yang mau keluar dari persekutuan yang benar.

4.      Di pintu-pintu gerbang
Sasaran hikmat berteriak di pintu gerbang adalah untuk menyetop roh durhaka dan roh dendam seperti Yoab dendam terhadap Abner.

Abner datang berdamai dengan Daud dan dia sudah punya perjanjian bahwa dia akan membawa kembali orang Israel datang kepada raja Daud. Yoab mendengar cerita itu tetapi karena dia ada roh dendam kepada Abner maka Yoab menunggu Abner di pintu gerbang. Abner tidak menyangka ada pedang dibalik jubah Yoab. Begitu Abner datang, Yoab menarik janggutnya untuk mencium tetapi pedang sudah ada di tangannya lalu dengan sekali tikam Abner mati. Akhirnya orang yang dendam ini, lelehan darah tidak pernah habis dari keturunannya dan kusta terus ada pada keturunannya. Itu sebabnya Tuhan berseru lewat roh hikmat untuk menghentikan ini.

Pintu gerbang juga menunjuk roh penyangkalan. Ketika Tuhan Yesus diadili di pengadilan Pilatus, Petrus datang berdiang bersama dengan orang-orang di situ. Kemudian datang seorang hamba mengatakan bahwa Petrus ada bersama dengan orang yang diadili itu maka Petrus menyangkal bahwa dia tidak mengenal Tuhan Yesus. Di pintu gerbang Petrus menyangkal.
Matius 26:71
26:71 Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."

Seringkali kita coba menyangkali kebenaran Firman, kita coba menyangkali Tuhan Yesus, itu sebab roh hikmat Tuhan berseru untuk menghentikan penyangkalan.

Di pintu gerbang adalah penentuan apakah kita ini adalah orang tebusan Tuhan, adalah miliknya Tuhan atau bukan. Itu sebabnya hikmat berseru supaya kita mengambil keputusan bahwa kita adalah miliknya Tuhan Yesus, orang pilihannya Tuhan Yesus.

Di pintu gerbang inilah penentuan Rut adalah milik Boas atau bukan.
Rut 4:1
4:1 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.

Rut menunjuk kita bangsa kafir. Tentukanlah mulai dari sekarang bahwa kita ini adalah orang tebusannya Tuhan Yesus.

Lewat pembukaan rahasia Firman, Tuhan sedang mendorong kita duduk setakhta dengan Tuhan. Roh Allah itu berangkat dari takhta, berarti Dia membawa suasana takhta. Roh itu menunjukkan selera dari Dia yang duduk di atas takhta itu yaitu Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar