20160720

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 20 Juli 2016 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yeremia 1:15-19
1:15 Sebab sesungguhnya, Aku memanggil segala kaum kerajaan sebelah utara, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan datang dan mendirikan takhtanya masing-masing di mulut pintu-pintu gerbang Yerusalem, dekat segala tembok di sekelilingnya dan dekat segala kota Yehuda.
1:16 Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.
1:17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
1:18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
1:19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

Untuk melaksanakan dan menyampaikan FirmanNya kepada umatNya, Tuhan mempersiapkan orang-orangnya dengan tidak asal. Nabi Yeremia ini disiapkan Tuhan mulai  dari kandungan. Dalam kandungan inilah manusia diciptakan Jadi untuk mempersiapkan hamba Tuhan masuk dalam ladang pelayanan, Tuhan tidak mempersiapkan asal-asal atau semberono, tetapi mulai dari kandungan sampai tiba waktu dia melaksanakan FirmanNya.

Yeremia 1:12,17
1:12 Lalu firman TUHAN kepadaku: "Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku."
1:17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!

Dari kedua pihak siap melaksanakan Firman Tuhan, berarti seirama. Tuhan sudah siap melaksanakan FirmanNya, hamba Tuhan juga harus sejalan dengan Tuhan. Jadi tidak boleh bertolak belakang.

Kami sebagai hamba Tuhan harus mau meneladani Tuhan. Sebagaimana Tuhan siap melaksanakan FirmanNya maka kitapun harus siap melaksanakan FirmanNya. Bukannya melaksanakan pikiran atau menjalankan maunya sendiri, tetapi melaksanakan Firman Tuhan.

Ini juga bagi kita semua umat Tuhan. Kita harus melihat irama pekerjaan Tuhan, apa yang sebenarnya Tuhan sedang laksanakan sekarang ini dengan FirmanNya. Kalau sidang jemaat tidak bisa menangkap apa yang sedang Tuhan lakukan maka nanti kita bisa salah kaprah dan tidak melaksanakan apa yang Tuhan lakukan. Akhirnya orang itu bukannya terbentuk oleh pekerjaan Firman yang Tuhan laksanakan tetapi terbentuk oleh pekerjaannya sendiri yang berseberangan dengan Tuhan sehingga hidupnya akan merana karena tidak cocok dengan Firman Tuhan.

Kita sedang diarahkan oleh Tuhan  untuk menuju pada satu sasaran. Apa yang sedang Tuhan laksanakan itu akan berakhir dengan terwujudnya Mempelai WanitaNya. Kita harus berada situ, kita harus membawa diri kita di mana Tuhan sedang bekerja, di mana Tuhan sedang memalu atau sedang memukul lempengan emas itu dengan palu. Kalau kita di luar jatuhnya palu yaitu pembentukan oleh Firman Tuhan kepada kita maka kita tidak akan terbentuk. Atau bisa saja terbentuk tetapi karena kita yang kelolah sendiri maka bentuknya berbeda dengan yang diinginkan Tuhan.

Kita lihat di sini hamba Tuhan yang akan terlibat dalam mega proyeknya Tuhan ini terlebih dahulu dipersiapkan matang oleh Tuhan. Dia distel oleh Tuhan supaya jangan bekerja dengan maunya sendiri. Kita harus merasakan bahwa kita dibentuk oleh Tuhan. Kalau hamba Tuhan tidak merasa sedang di stel oleh Tuhan maka dia akan bergerak semaunya. Akhirnya apa yang dia kerjakan hanya menimbulkan keresahan, huru-hara, penghajaran Tuhan, kutukan dan berakhir dengan kepunahan dan kebinasaan. Kita bergumul dan berdoa supaya ini jangan terjadi dalam diriku dan dalam diri sidang jemaat.

Kita datang beribadah, kita mendengar pukulan palu, tanda sedang dibentuk.
Yeremia 23:29
23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

Kalau kita kena palu Tuhan jangan kita mengelak sebab itulah yang kita tunggu. Kalau kita kena palunya Tuhan berarti kita adalah emas yang dibentuk menjadi pelita emas, dibentuk menjadi Peti Perjanjian. Ketika kena palu Tuhan jangan kita menghindar sebab kalau menghindar kita memang berbentuk tetapi lain dari selera Tuhan, lebih sial lagi kalau malah menjadi berbentuk setan. Palu itu membentuk kita supaya menjadi persis seperti gambar Ilahi yang membentuk kita.
2 Korintus 3:18
3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Sebagai hamba Tuhan saya merasakan tempaan-tempaan Tuhan. Tidak ada guna saya berdiri menyampaikan Firman kalau tidak ada tempaan-tempaan Tuhan sehingga hanya menyampaikan pikiranku sendiri yang adalah pikiran-pikiran keledai. Memang kepala keledai yang menunjuk pikiran-pikiran kafir itu laku dijual saat gereja Tuhan lapar. Ketika kelaparan terjadi maka kepala keledai laku dijual seharga 80 syikal. Jangan sampai gereja Tuhan datang beribadah dan melayani padahal yang dikonsumsi adalah otaknya keledai. Kalau yang kita konsumsi keluar dari mulut pelayan yang berangkat dari otak keledai yang sudah ditebus maka itu sudah benar.

Jangan kita mengkonsumsi tahi merpati. Itu memang laku dijual tetapi merpatinya sudah tidak ada dan tinggal tahinya. Seperti memutar lagu suaranya ada tetapi orangnya tidak ada di situ, kedengaran berbahasa roh padahal Roh Kudus sudah tidak ada.

Tuhan siap melaksanakan dan hamba Tuhan juga bangkit untuk  melaksanakan. Ketika palu itu jatuh pada kita itu pertanda Tuhan sedang mengerjakan seleraNya dalam kita. Jangan kita menghindar, jangan menjauh sebab nanti kita gagal. Tolong perhatikan dengan seksama apa rencana Tuhan dalam diri kita.

Tuhan sedang mencurahkan isi hatiNya kepada kita. Tetapi ketika Tuhan mencurahkan isi hatiNya, ada orang yang menghindar.
Amsal 1:23
1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

Itu sebabnya Yeremia diisi dulu dengan perkataan Tuhan, bukan Tuhan yang langsung berbicara pada umatNya. Tuhan mau memakai Yeremia yang telah diisi perkataan Tuhan pada mulut Yeremia untuk mencurahkan isi hati Tuhan

Dalam Amsal 1:23 ini mereka tidak mau mendengarkan isi hati Tuhan, mereka menjauh. Akibat dari meninggalkan Tuhan maka kutukan datang, huru hara datang, penghajaran datang, kemusnahan dan kebinasaan datang, saat itu baru mereka mencoba mencari Tuhan tetapi Tuhan sudah menghindar. Bahkan Tuhan menertawakan ketika huru hara dan kutukan itu jatuh atas mereka. Jangan saudara ada pada kondisi seperti ini.

Alkitab menceritakan bahwa ketika Tuhan mau melaksanakan FirmanNya, terlebih dahulu Tuhan mempersiapkan hambaNya lalu hamba Tuhan yang sudah dipersiapkan itu melaksanakan Firman Tuhan. Kita akan melihat teguran-terguran Tuhan kepada Israel tetapi itu bukan berarti Tuhan membenci mereka. Maksud Tuhan supaya mereka terhindar dari apa yang Tuhan gambarkan tadi.

Tuhan mau melaksanakan hukumanNya tetapi baru dalam bentuk ancaman, belum turun hukuman, itu baru dalam bentuk gambaran. Kepada Yeremia juga sebelum dia melayani, lebih dahulu Tuhan memperlihatkan tantangan yang harus dia hadapi. Sebagai bukti bahwa dia dipersiapkan maka Tuhan menunjukkan kepadanya situasi-situasi yang akan dia hadapi.

Walaupun umat Israel diperlihatkan gambaran dalam bentuk Firman nubuatan bahwa pada pintu-pintu gerbang Yerusalem itu akan ada takhta musuh. Tuhan berikan mereka gambaran ini supaya ada rasa takut akan Tuhan dalam hati mereka dan supaya mereka kembali berdamai dengan Tuhan.

Yeremia 1:16
1:16 Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.

Hukuman ini masih dalam bentuk ancaman dan belum eksekusi hukuman. Ada 4 poin di sini Tuhan tunjukkan perbuatan-perbuatan jahat yang telah mereka lakukan sehingga harus dihukum oleh Tuhan.
1.      Mereka melakukan segala kejahatan
Kita ini dinilai oleh Tuhan. Di sini orang Israel mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan tetapi mereka ada dalam keadaan jahat. Tuhan tidak tega mereka membelakangiNya. Ibarat pasangan suami isteri, suami sedang berbicara pada isteri lalu isteri berbalik maka suami menarik isterinya supaya kembali melihat kepadanya.

2.      Mereka meninggalkan Tuhan
Tuhan adalah Firman dan Firman itu adalah kebenaran. Berarti mereka telah meninggalkan kebenaran. Seharusnya kita menjadi hamba dari kebenaran.

Dalam Yeremia pasal 1 Tuhan perlihatkan takhta yang didirikan di pintu gerbang, takhta itu kejam Tuhan terpaksa menggiring mereka menjadi hamba bangsa-bangsa kafir, menjadi hamba orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan mereka akan menderita. Tuhan tidak tega, tidak sampai hati melihat hal itu sehingga Tuhan mengingatkan kita. Alangkah eloknya kalau kita menjadi hamba kebenaran.

Jangan tinggalkan Tuhan, jangan tinggalkan kebenaran sebab itu adalah kejahatan. Nantinya orang itu akan dihukum oleh perbuatannya sendiri. Jangan kita dininabobokan oleh keadaan. Perhatikan Firman Tuhan sebab Tuhan akan melaksanakan FirmanNya. Ada dua sisi di sini:
a)      Tuhan bersama dengan hamba Tuhan akan melaksanakan FirmanNya untuk membangun Mempelai Wanita Tuhan.
b)      Tuhan bekerja sama dengan umat Tuhan serta hamba Tuhan untuk menghukum dunia ini.

Umat Israel sudah Tuhan tetapkan untuk menjadi hambaNya.
Imamat 25:42
25:42 Karena mereka itu hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir, janganlah mereka itu dijual, secara orang menjual budak.

Kalau saudara adalah orang yang telah ditebus oleh Tuhan dari dunia ini dan dari antara umat manusia maka kita harus menjadi hamba kebenaran.
Imamat 25:55
25:55 Karena pada-Kulah orang Israel menjadi hamba; mereka itu adalah hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu."

Ini pemikiran Tuhan, Firman Tuhan. Ini sudah Tuhan laksanakan yaitu Israel ditebus dari Mesir. Ini diakui oleh Ezra dan Nehemia dengan berkata “kami adalah hamba-hambaNya”.

Ezra 5:11
5:11 Inilah jawaban yang diberikan mereka kepada kami: Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi, dan kami membangun kembali rumah, yang telah didirikan bertahun-tahun sebelumnya, didirikan dan diselesaikan oleh seorang raja Israel yang agung.

Ini adalah bahasa Ezra kepada mereka yang mau mengintimidasi dan mengempang rencana pembangunan rumah Tuhan. Mereka akan mendirikan Bait Allah sekalipun diancam. Pelaksana berarti hamba. Kita adalah orang yang melaksanakan Firman Tuhan berarti kita hamba kebenaran. Yang harus kita laksanakan sekarang adalah membangun Bait Allah, membangun Tubuh Kristus. Bukannya membangun organisasi.

Nehemia 1:10
1:10 Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat?

Jangan tinggalkan kebenaran, kebenaran itu tujuannya untuk membangun kita menjadi Mempelai Wanita, menjadi belahan jiwanya Tuhan. Jadilah hamba yang membangun belahan hati Tuhan. Jangan sampai malah takhta kegelapan yang dibangun dan engkau menjadi hamba di situ.

Nehemia 1:11
1:11 Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja.

Ini adalah musuh-musuh dan mau mensabotase pelayanan hamba-hamba Tuhan. Sekarang menunjuk orang-orang yang mau mensabotase saudara dari pembangunan Tubuh Kristus.
Nehemia 2:10
2:10 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.
Kalau merasa saudara tidak terbangun maka itu berarti ada di luar rencana Tuhan dan kehidupan itu akan menjadi bagian antikristus, takhta antikristus akan berdiri di rumahmu, di dapurmu, di kebunmu, di kamarmu, dsb.

Tetapi Allah memberi pembelajaran.
II Tawarikh 12:7-8
12:7 Ketika TUHAN melihat bahwa mereka merendahkan diri, datanglah firman TUHAN kepada Semaya, bunyinya: "Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka. Aku segera akan meluputkan mereka dan kehangatan murka-Ku tidak akan dicurahkan atas Yerusalem dengan perantaraan Sisak.
12:8 Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi."

Raja-raja duniawi akan mendirikan takhta di pintu gerbang Yerusalem. Kita tidak berbicara Yerusalem di Timur Tengah tetapi berbicara gereja Tuhan. Persekutuan anak-anak Tuhan membentuk Yerusalem Sorgawi. Jangan sampai kita menemukan diri malah menjadi hamba Sisak, berarti menjadi hamba raja dunia itulah antikristus.

Olehnya itu sedialah kita mengabdi kepada Tuhan. Ketika palu Tuhan jatuh di atas kita memang sakit tetapi pelan-pelan kita makin terbentuk sampai akhirnya tinggal diukir dan selesailah kita dibentuk.

Ini adalah bagian daftar kutuk terhadap orang yang meninggalkan Tuhan.
Ulangan 28:20
28:20 TUHAN akan mendatangkan kutuk, huru-hara dan penghajaran ke antaramu dalam segala usaha yang kaukerjakan, sampai engkau punah dan binasa dengan segera karena jahat perbuatanmu, sebab engkau telah meninggalkan Aku.

Ini adalah hajaran dan cemeti Tuhan terus menerus yang tidak akan pernah berakhir. Kalau cemeti Firman, hasilnya kita menjadi mulia. Tetapi kalau hajaran karena kutuk maka hasilnya tidak indah (binasa). Waspada! Firman Tuhan tidak main-main.
Galatia 6:7
6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Kalau menabur daging menuai daging, menabur yang rohani menuai yang rohani. Ini yang harus kita pikirkan lebih matang di hari-hari terakhir ini. Mulai dari anak muda, ingatlah akan Firman yang telah saudara dengarkan. Ketika saudara disodorkan dengan hal-hal yang bertentangan dengan Tuhan maka ingat Firman Tuhan supaya saudara ada kendali. Pesawat dan peluru saja bisa dikendalikan, televisi juga bisa saudara kendalikan dari jauh. Apalagi Tuhan, mudah bagiNya mengendalikan kita terpergantung kita mau menyerah atau tidak.

3.      Mereka menyembah berhala
Padahal soal menyembah berhala ini sudah jauh-jauh hari Tuhan ingatkan ketika Musa menerima dua loh batu yang ditulis Tuhan sebagai ganti batu yang pertama yang telah dipecahkan.
Keluaran 34:13
34:13 Sebaliknya, mezbah-mezbah mereka haruslah kamu rubuhkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, dan tiang-tiang berhala mereka kamu tebang.

Sebelum orang Israel sampai di tanah Kanaan Tuhan sudah mengingatkan bahwa mereka akan diperhadapkan dengan banyak mezbah-mezbah penyembahan berhala oleh orang Hewi, Yebusi, Girgasi, Feris dan yang lainnya. Tuhan memerintahkan supaya semua itu dihancurkan dan jangan itu tetap ada. Tetapi setelah orang Israel ada di tanah Kanaan perintah Tuhan ini ulang berulang dilanggar oleh mereka.

Kita akan melihat salah satu contoh. Tuhan mengizinkan mereka dijajah sekian tahun dan Tuhan mempersiapkan hambaNya yang bernama Gideon. Dialah yang menghancurkan tiang-tiang berhala.

Ini adalah awalnya Gideon melaksanakan perintah Tuhan.
Hakim-hakim 6:19,23
6:19 Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
6:23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati."

Dia sudah dijamin oleh Tuhan, sama seperti pada Yeremia, Tuhan sudah menjamin supaya jangan dia takut.
Hakim-hakim 6:24-26
6:24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.
6:25 Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya: "Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya.
6:26 Kemudian dirikanlah mezbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu."

Hal ini harus Gideon lakukan sebab mezbah dan tugu-tugu berhala didirikan lagi oleh orang Israel. Semua harus dirobohkan oleh Gideon sebab sudah diruntuhkan tetapi ulang berulang mereka bangun kembali. Inilah keras hatinya bangsa Israel. Makanya penyembahan berhala itu selalu disejajarkan dengan kekerasan hati.


Ada 6 langkah yang harus Gideon kerjakan untuk memenuhi Keluaran 34:13.
1)      Untuk Gideon siap melaksanakan Firman Tuhan lebih dahulu dia harus berhubungan dengan korban anak kambing. Artinya kepada kita untuk bisa melakukan Firman kita harus lebih dahulu berdamai dengan Tuhan lewat Korban Kristus.

2)      Setelah dia bersekutu dengan korban yang membawa pada perdamaian yang disertai dengan roti fatir. Roti fatir yang dia buat saat itu dari 1 efa tepung berarti 10 gomer. 10 menunjuk angka Firman sepenuh. Artinya setelah berdamai dengan Korban Kristus maka harus ada persekutuan dengan Firman sepenuh.

Jangan coba kita melabrak kekerasan hati kalau kita tidak melimpah Firman sebab nanti kita balik diserang, apakah kita kuat!.

3)      Selanjutnya Gideon menghancurkan berhala-berhala sebab dia sudah bersekutu dengan Tuhan lewat Korban Kristus dan lewat Firman sepenuh sehingga mampu menghancurkan berhala-berhala. Makanya Gideon dipenuhi dulu dengan Firman.

4)      Lalu Gideon menghancurkan tiang-tiang berhala. Ini menunjuk pendirian-pendirian yang salah di dalam gereja, itu harus dipatahkan. Jangan kita mempertahankan pendirian yang salah atau menyeleweng dari Firman. Kami harus mengerti kehendak Tuhan sehingga menyampaikan Firman berangkat dari kebenaran Firman Tuhan.

Yang dihadapi oleh Gideon inilah yang dihadapi oleh Yeremia dalam Yeremia 1:16 hal seperti ini lebih marak lagi di hari-hari terakhir ini. Banyak pendirian-pendirian yang salah, banyak kekerasan hati dan serakah di dalam kehidupan berjemaah, banyak kehidupan yang tidak mempertahankan persekutuannya dengan roti fatir yaitu Firman sepenuh, banyak yang malas berdamai dengan Tuhan lewat Korban Kristus.  

5)      Dia membangun mezbah baru bagi Tuhan
Jangan mezbah lama kita teruskan. Jangan cara lama yang dilakukan yaitu tetap ada kekerasan hati dan pendirian yang salah dipertahankan. Itu mezbah lama yang harus dihancurkan.

6)      Menyembelih lembu jantan
Jadi mulai anak kambing sampai lembu, mulai dari langkah awal bersekutu dengan Korban Kristus sampai sempurna itulah bentuk persekutuan kita dengan Korban Kristus.
Ibrani 9:11
9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --

Jadi kehadiran Tuhan Yesus dahulu diperuntukkan untuk hal-hal baik bagi yang akan datang, waktunya adalah sekarang ini.

Ibrani 9:12-14
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Mulai dari awal kecil sampai akhir besar, itu sempurna. Itu yang dikerjakan oleh Gideon untuk melaksanakan Firman. Itu nubuatan bagi kita, kita mempunyai korban yang sempurna itulah Tuhan Yesus.

Penghargaan kita tidak boleh makin kecil tetapi harus makin besar penghargaan kita terhadap Korban Kristus. Makin tinggi penghargaan saudara terhadap Korban Kristus maka pembukaan rahasia Firman semakin saudara mengerti.

Mengapa kita lemas dan digulung terus dalam dosa? Itu tipuan iblis supaya kita tidak bertemu dengan Tuhan Yesus sebaliknya bertemu dengan antikristus. Dia akan mendirikan takhta di rumah saudara. Takhta itu menunjuk kekuasaan dari raja yang kejam. Jangan tunggu hal itu terjadi sebab mengerikan.

4.      Bersandar pada kekuatan mereka sendiri.

Kenapa takhta musuh itu didirikan di pintu gerbang?
a.       Karena manusia penuh kebencian, ketika ditegur mereka malah membenci yang menegur, diajar malah sakit hati.
Amos 5:10
5:10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas.

Orang yang benci ketika ditegur ini akhirnya tinggal menunggu takhta antikristus.

b.      Karena roh pendurhakaan
Ulangan 21:18-21 Perikopnya: Anak yang durhaka
21:18 "Apabila seseorang mempunyai anak laki-laki yang degil dan membangkang, yang tidak mau mendengarkan perkataan ayahnya dan ibunya, dan walaupun mereka menghajar dia, tidak juga ia mendengarkan mereka,
21:19 maka haruslah ayahnya dan ibunya memegang dia dan membawa dia keluar kepada para tua-tua kotanya di pintu gerbang tempat kediamannya,
21:20 dan harus berkata kepada para tua-tua kotanya: Anak kami ini degil dan membangkang, ia tidak mau mendengarkan perkataan kami, ia seorang pelahap dan peminum.
21:21 Maka haruslah semua orang sekotanya melempari anak itu dengan batu, sehingga ia mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu; dan seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut."

Akhirnya orang yang durhaka ini akan jatuh di tangan antikristus.
II Tesalonika 2:3,8
2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

c.       Karena menyimpan dendam kesumat
II Samuel 3:27-30
3:27 Ketika Abner kembali ke Hebron, maka Yoab membawanya sebentar ke samping di tengah-tengah pintu gerbang itu, seakan-akan hendak berbicara dengan dia dengan diam-diam; kemudian ditikamnyalah dia di sana pada perutnya, sehingga mati, membalas darah Asael, adiknya.
3:28 Ketika hal itu didengar Daud kemudian, berkatalah ia: "Aku dan kerajaanku tidak bersalah di hadapan TUHAN sampai selama-lamanya terhadap darah Abner bin Ner itu.
3:29 Biarlah itu ditanggung oleh Yoab sendiri dan seluruh kaum keluarganya. Biarlah dalam keturunan Yoab tidak putus-putusnya ada orang yang mengeluarkan lelehan, yang sakit kusta, yang bertongkat, yang tewas oleh pedang atau yang kekurangan makanan."
3:30 Demikianlah Yoab dan Abisai, adiknya, membunuh Abner, karena ia telah membunuh Asael, adik mereka, di Gibeon dalam pertempuran.
= rasa dendam yang mendalam yang tidak diselesaikan.

d.      Karena orang itu yang mempertahankan roh pemberontakkan
Dia selalu mengekspresikan, menampilkan dan melahirkan pemberontakkan. Isteri tidak mau tunduk pada suami, anak tidak mau dengar-dengaran pada orang tua, suami tidak mau mengasihi isteri, itu roh pemberontakkan. Absalom memberontak kepada Daud yang adalah ayahnya. Sekarang ini penerus pengajaran banyak malah memberontak kepada para pendahulu. Mereka merasa lebih pandai dan lebih dipakai dari pada hamba Tuhan yang dahulu telah menerima ilham dari Tuhan.

e.       Karena ada sifat menyangkal kebenaran dengan perilaku dan tindakan
Titus 1:16
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Melihat keadaan sidang jemaat di Kreta maka rasul Paulus menyuruh Titus untuk menegur umat Tuhan di sana dengan keras karena di sana ada roh penyangkalan. Banyak kali tanpa kita sadari kita menyangkal fakta yang nyata.

f.       Tidak membawa diri pada pilihan Tuhan
Rut 4:1-10
4:1 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.
4:2 Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.
4:3 Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: "Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab.
4:4 Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku." Lalu berkatalah ia: "Aku akan menebusnya."
4:5 Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
4:6 Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."
4:7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.
4:9 Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi;
4:10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi."

Rut membawa diri pada pilihan Tuhan. Ada yang tidak membawa diri pada pilihan Tuhan walaupun sudah dipanggil Tuhan, malah meninggalkan panggilan.

g.       Tidak mau membawa diri untuk masuk dalam persekutuan Yerusalem.
Mazmur 122:1-2
122:1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
122:2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
Raja Daud ketika mendengar ajakan ke rumah Tuhan dia bersukacita. Kenapa takhta musuh ada di pintu gerbang Yerusalem? Sebab tidak mau diajak dan membawa diri ke Yerusalem. Dikatakan oleh Daud “sekarang kaki kami”. Berarti lebih dari satu orang. Kalau saudara tidak mau maka banyak orang lain yang mau, kalau saudara tidak peduli banyak orang lain yang peduli.

h.      Anak Tuhan yang tidak ada pengagungan kepada Tuhan
Hidupnya hanya mencoreng nama Tuhan, memalukan nama Tuhan lewat perilaku dan perkataannya. Mungkin kita tidak pandai menyanyi, tetapi lewat perbuatan kita harus mengagungkan Tuhan.
Mazmur 100:4
100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Tidak nanti dengan vokal baru kita dikatakan mengagungkan Tuhan tetapi harus mengagungkan Tuhan dengan perbuatan kita. Bukan orang yang pandai menyanyi yang Tuhan cari tetapi lakumu.

Yesaya 60:18
60:18 Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu "Selamat" dan pintu-pintu gerbangmu "Pujian".

Tidak mungkin takhta antikristus berdiri di pintu gerbang kita kalau pintu gerbang kita namanya pujian. Antikristus sudah dekat, dunia sekarang sedang dalam penggenapannya. Segala sarana yang ada sekarang adalah untuk memperlancar gerakan antikristus. Oleh sebab itu kita harus mengupayakan diri ada di Yerusalem. Bergegaslah menyatakan diri “saya mau melaksanakan Firman, saya mau menjadi hamba kebenaran. Jangan sampai menjadi hamba Sisak yang adalah gambaran antikristus”.

i.        Tidak masuk pada pemulihan nikah
Yohanes 5:2,6-8
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."

Tadinya dia berbaring berarti posisinya horizontal kemudian disuruh untuk bangun berarti ada dalam posisi vertikal. Jadi pemulihan nikah hanya ada pada salib, tidak ada jalan lain. Kalau saudara menghargai salib Golgota maka persekutuan nikahmu akan mengalami pemulihan.

Kenapa Takhta antikristus didirikan di sana? karena nikah tidak mau dipulihkan, nikah diterlantarkan saja, nikah dianggap biasa saja bahkan nikah dianggap sebagai tempat pelampiasan hawa nafsu!

Nikah harus ada pemulihan, oleh sebab itu hargai Korban Kristus. Jangan sampai isteri menderita setiap hari karena ulah suami yang tidak bertobat, orang seperti itu nantinya isterinya selamat tetapi suaminya tidak. Atau sebaliknya suami bertobat isteri tidak bertobat, sekalipun kelihatannya serumah, satu meja makan, satu tempat tidur tetapi satu diangkat dan satunya ditinggalkan. Ini jangan terjadi pada kita.

Persekutuan nikah itu adalah persekutuan awal yang berlanjut pada persekutuan di dalam sidang jemaat, kemudian persekutuan antara jemaat dan akhirnya persekutuan bangsa Israel dan umat Tuhan dari bangsa kafir.

j.        Karena tidak menghargai kuasa kebangkitan Kristus.
Lukas 7:12
7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Kisah ini menunjuk terjadinya kuasa kebangkitan.
1 Petrus 1:3
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

Akan ada takhta antikristus di pintu gerbang ini karena orang itu tidak menghargai kuasa kebangkitan Kristus berarti mengentengkan kelahiran baru, mengentengkan baptisan air yang benar, mengentengkan penggembalaan. Akhirnya orang itu akan dikuasai oleh antikristus.

k.      Selalu menjadi beban
Kisah Para Rasul 3:2
3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.

Lumpuh sejak lahir artinya selalu menjadi beban orang lain. Tidak pernah dia meringankan orang lain. Akhirnya orang itu akan menjadi takhta antikristus.

Kita harus mengurangi dan meringankan beban. Berikanlah pelayanan kepada Tuhan.
II Korintus 12:13
12:13 Sebab dalam hal manakah kamu dikebelakangkan dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain dari pada dalam hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi suatu beban kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini!

Ini bahasa sinis sebab mereka seharusnya menopang dan mendukung rasul Paulus dalam pelayanan tetapi mereka tidak merasa terbeban, ini sangat memalukan. Pintu gerbang ini disebut pintu gerbang elok, tetapi akhirnya kalau antikristus di situ maka menjadi tidak elok. Kalau tidak merasa terbeban untuk mega proyek Tuhan yaitu pembangunan Tubuh Kristus maka yang tadinya elok malah menjadi tidak elok.

l.        Tidak mau masuk dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus.
Ibrani 13:12-15
13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.
13:14 Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.
13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Ini adalah orang yang menolak masuk persekutuan dengan Tuhan Yesus di dalam kehinaan dan penderitaanNya. Maunya masuk dalam kemuliaan tetapi tidak mau masuk dalam penderitaan bersama dengan Kristus. Bila dihina dia tidak mau, tidak mau dinista karena Firman Allah.
Yesaya 51:7
51:7 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.

Kita ini sudah sejauh mana di dalam pelayanan dan pengiringan kita kepada Tuhan? Apakah ada peluang-peluang untuk mendirikan takhta antikristus? Kalau ada maka harus segera menutup, segera datang kepada Tuhan dan benahi. Jangan sampai kita tidak ada di Yerusalem Baru, jangan sampai kita baru ingin masuk tetapi sudah tertutup pintu kemurahan Tuhan. Olehnya itu mumpung pintu gerbang kasih karunia masih terbuka, biarlah kita segera masuk ke Yerusalem baru (menjadi mempelai wanita Tuhan).
Ibrani 4:14-16
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Hampiri takhta kasih karunia Tuhan, jangan takhta antikristus. Jangan kita tidak diperlengkapi dan dipersiapkan oleh Tuhan. Melayani tetapi bukan tangan Tuhan yang mempersiapkan. Jangan kelihatan menyampaikan Firman padahal hanya karena fasih berkata-kata.

Sudah sejauh mana kita menerima Firman, apakah kita terbuka hati menerima teguran? Apakah kita membenci roh kedurhakaan atau malah mencintai roh durhaka. Apakah membenci roh dendam atau malah memelihara roh dendam kesumat. Apakah saya membenci roh pemberontakan atau justru mengembangkan pemberontakan. Apakah saya membenahi hidup nikahku supaya jangan sampai menyangkal Tuhan.

Agungkanlah Tuhan, biarlah pintu gerbangmu adalah pujian. Hargai kuasa kebangkitan. Jadilah orang yang mengerti dan memahami kepentingan pembangunan Tubuh Kristus dan menyerahkan pundak saudara untuk memikul tanggung jawab itu. Jangan saudara sudah ada di pintu elok tetapi hanya menjadi beban. Relalah saudara bersekutu dengan Tuhan dalam penderitaan sekalipun dihina/ dinista.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar